‘Dia ternyata ….’Dari semua kesialan hidup yang bergelimpangan, mungkin momen saat ini yang paling membuat Raia panas dingin. Saking syoknya, kaki Raia serasa lupa menjejak bumi.Mas-mas flanel seksi yang kemarin menangkap pinggangnya di pilar parkiran nomor tujuh, dan sempat satu lift, kini berdiri tegap di podium utama sebagai pemimpin baru yang katanya disegani.“Oh! Akhirnya gue tahu perasaan karyawan yang bosnya udah mah cakep, pinter pula.” Distraksi kecil dari Alin membawa kembali kesadaran Raia.Dengan fokus yang masih terkunci ke podium, Wina ikut ngoceh. "Mendadak kita semua kepengen jadi cegil, nggak sih?”Saking takjubnya, mereka sampai lupa caranya tertawa. Nola yang masih ternganga, berbisik. “Berwibawa dan kharismatik. Ya ga sih?!”“Cerdas, meski kurang ramah …” Feli menambahkan.Bisikan-bisikan itu saling tindih, separuh kagum, separuh bercanda. Tapi atmosfernya sama. Tidak ada satu pun yang bisa menyangkal aura yang terpampang nyata di depan sana. Perlahan, mata-mat
Last Updated : 2026-07-27 Read more