“Mas, jangan keluar, ya,” bisik Kayla panik setengah mati. Ia melemparkan tatapan peringatan penuh mohon pada Fery.Fery hanya membalasnya dengan tatapan tajam nan dingin, meski ada kilat kepasrahan yang menggelikan di matanya. Pria itu mengacungkan jempol dan telunjuknya, memberi isyarat agar Kayla cepat menyelesaikan urusannya.“Kayla! Kamu di dalam, kan? Kenapa lama banget bukanya?!” teriak Wina kembali menggedor pintu kayu kosan.“I-iya, Win! Sebentar, sabar sedikit kenapa, sih!” sahut Kayla dari dalam, berusaha menetralkan suaranya yang gemetar.Kayla menarik napas panjang, merapikan kausnya, lalu membuka pintu kosan sedikit saja.“Aduh, Win! Kamu bikin kaget aja malam-malam begini,” omel Kayla sembari menyandarkan tubuhnya di ambang pintu, menghalangi pandangan Wina ke dalam kamar.“Aku kebetulan lewat, dan ingat kalau ini hari terakhir cutimu, jadi aku mampir,” jawab Wina santai.“Iya, aku baru saja tiba. Baru mau rebahan,” jawab Kayla beralih menggaruk tengkuknya yang tidak ga
Last Updated : 2026-07-30 Read more