Divorced Artinya Sama Dengan Cerai Menurut KUA?

2026-02-01 10:16:15
122
Share
ABO Personality Quiz
Take a quick quiz to find out whether you‘re Alpha, Beta, or Omega.
Scent
Personality
Ideal Love Pattern
Secret Desire
Your Dark Side
Start Test

3 Answers

Joseph
Joseph
Library Roamer Nurse
Sederhananya, 'divorced' berarti 'cerai', tapi di KUA tidak cukup hanya terjemahan kata — harus ada putusan resmi atau akta cerai sebagai dasar pencatatan. Untuk Muslim, pengadilan agama biasanya yang mengeluarkan putusan; setelah itu dokumen itu dibawa ke KUA supaya buku nikah dicatat perubahan statusnya. Kalau yang dimaksud adalah dokumen dari luar negeri atau surat-surat nonformal, KUA membutuhkan salinan keputusan hukum yang sah agar bisa mencatatnya.

Banyak orang kaget saat tahu KUA bukan lembaga yang memutuskan cerai, melainkan mencatat setelah putusan. Praktik administrasi ini penting kalau kamu ingin menikah lagi, mengurus hak waris, atau memperbarui KTP — tanpa pencatatan resmi semua itu bisa berbelit. Intinya: artinya sama, prosesnya butuh langkah hukum, dan menyelesaikannya sesuai prosedur bikin hidup praktis lebih adem.
2026-02-02 05:06:20
5
Hazel
Hazel
Library Roamer Mechanic
Kalau dilihat dari arti bahasa, 'divorced' memang setara dengan kata 'cerai' dalam bahasa Indonesia — keduanya menunjukkan bahwa suatu perkawinan telah berakhir dan kedua pihak tidak lagi berstatus suami-istri. Namun, secara administratif di Indonesia ada perbedaan penting: untuk umat Muslim proses pengakuan resmi cerai tidak cukup hanya ucapan atau dokumen pribadi; pencatatan resmi biasanya melalui Pengadilan Agama yang mengeluarkan putusan cerai. Setelah ada putusan itu, barulah KUA dapat mencatat perubahan status di buku nikah dan administrasi yang relevan.

Praktisnya, jika seseorang menulis atau menerima dokumen berbahasa Inggris yang menyatakan 'divorced', itu adalah sama maknanya dengan 'cerai'. Tetapi untuk kebutuhan legal—misalnya mengurus identitas, menikah lagi, atau pembagian harta—yang dilihat pejabat adalah putusan pengadilan atau salinan akta cerai yang sudah dicatat. KUA bukan lembaga yang memutuskan perceraian; peran KUA lebih pada pencatatan dan administrasi status perkawinan bagi Muslim. Untuk non-Muslim, urusan pencatatan perceraian diurus lewat peradilan umum dan catatan sipil.

Jadi singkatnya: yes, 'divorced' = 'cerai' secara arti, tapi agar diakui oleh KUA atau instansi resmi lain harus melalui prosedur hukum yang benar. Saran saya, simpan salinan putusan pengadilan dan bawa ke KUA supaya buku nikah dan catatanmu rapi — itu bikin urusan berikutnya jauh lebih lancar.
2026-02-02 05:54:54
6
Brianna
Brianna
Insight Sharer Lawyer
Buat yang pengin jawaban cepat dan santai: 'divorced' itu memang sama artinya dengan 'cerai'. Tapi kalau urusan resmi di KUA, nggak cukup cuma bilang atau tunjukin kata itu di dokumen luar negeri; KUA butuh bukti hukum yang resmi. Biasanya buat umat Muslim prosesnya lewat Pengadilan Agama dulu, dapat putusan cerai, baru KUA bisa mencatatnya di buku nikah.

Kalau kamu lagi urus nikah lagi atau mau ngurus status di KTP, catetan pentingnya adalah punya salinan putusan pengadilan atau akta cerai yang sudah dilegalisir. Untuk yang bukan Muslim, prosesnya lewat pengadilan umum dan catatan sipil. Banyak teman yang keliru mikir KUA langsung ngurus cerai—padahal KUA lebih ke pencatatan setelah ada keputusan dari instansi berwenang.

Intinya: secara makna bahasa sama, secara administrasi butuh langkah hukum. Bawa dokumen yang lengkap biar gak muter-muter, dan percaya deh, urusan jadi lebih simpel kalau semuanya tercatat rapi.
2026-02-04 12:42:51
11
View All Answers
Scan code to download App

Related Books

Related Questions

Divorced artinya apa menurut hukum pernikahan Indonesia?

3 Answers2026-02-01 05:34:50
Kalau ditanya dalam bahasa sederhana, menurut hukum pernikahan di Indonesia, 'divorced' berarti pernikahan itu secara resmi dinyatakan bubar oleh negara — bukan cuma putus komunikasi atau pisah rumah. Di ranah hukum, pembubaran ini biasanya harus melalui putusan pengadilan: bagi yang beragama Islam, perkara perceraian ditangani Pengadilan Agama; bagi yang tidak beragama Islam, ditangani Pengadilan Negeri. Undang-undang yang mengatur dasar ini adalah Undang-Undang Perkawinan (UU No. 1/1974) yang mengatur kapan dan bagaimana perceraian bisa diajukan dan diputuskan. Prosesnya nggak sebentar: biasanya ada upaya mediasi atau rekonsiliasi dulu sebelum hakim mengetok palu. Alasan yang dapat menyebabkan hakim memutuskan cerai meliputi perselingkuhan, kekerasan dalam rumah tangga, penelantaran, pemisahan hidup dalam jangka lama, hukuman penjara yang lama, atau alasan lain yang membuat hidup bersama tidak mungkin lagi. Putusan pengadilan akan mengatur juga soal hak asuh anak, nafkah, pembagian harta selama perkawinan, dan kewajiban lain seperti biaya pengobatan atau pendidikan anak. Satu hal praktis yang sering dilupakan orang: setelah putusan, status sipil perlu diperbarui di catatan sipil — ada akta cerai dan perubahan di Kartu Keluarga. Jadi dari sisi hukum, cerai bukan sekadar emosi atau keputusan pribadi, tapi perubahan status yang berimplikasi administratif dan finansial. Saya merasa penting untuk tahu proses ini supaya orang bisa mengambil langkah yang lebih terinformasi saat menghadapi situasi sulit seperti itu.

Apakah unlikely artinya sama dengan improbable menurut kamus?

2 Answers2025-11-07 20:22:29
Kadang aku suka membongkar kata-kata yang tampak sepele karena justru di situ letak keasyikannya — dan 'unlikely' vs 'improbable' adalah salah satunya. Kalau dilihat di kamus bahasa Inggris, kedua kata itu memang beririsan: keduanya menunjukkan sesuatu yang 'tidak mungkin terjadi' atau 'sulit terjadi'. Secara definisi sederhana, 'unlikely' berarti sesuatu itu tidak mungkin atau memiliki kemungkinan kecil untuk terjadi; 'improbable' juga membawa arti serupa, sesuatu yang tidak masuk akal atau tidak mungkin terjadi berdasarkan bukti atau penilaian rasional. Tapi kalau aku perlu memilih—dan aku sering memperhatikan nuansa kata saat menulis atau ngobrol—ada perbedaan register dan warna makna. 'Unlikely' cenderung lebih umum dipakai sehari-hari, terasa lebih ringan dan netral: ‘‘It’s unlikely that it will rain today’’ — ‘‘Kemungkinan kecil hari ini akan hujan.’’ Sedangkan 'improbable' punya getaran yang sedikit lebih formal atau dramatis; sering dipakai ketika kita mau menekankan keraguan yang lebih tegas atau keanehan: ‘‘The story sounded improbable’’ — ‘‘Cerita itu terdengar sulit dipercaya/kurang masuk akal.’’ Dalam beberapa konteks, orang juga menggunakan 'improbable' untuk menunjukkan sesuatu yang hampir mengejutkan karena ketidakmungkinannya. Etymologi dan pemakaian juga mendukung perbedaan itu: 'unlikely' terbentuk dari prefiks umum 'un-' plus 'likely', jadi terasa 'biasa' dan idiomatis; 'improbable' datang dari akar Latin dan punya nuansa lebih 'berat' atau akademis. Dalam terjemahan ke bahasa Indonesia, aku biasanya memilih 'kemungkinan kecil' atau 'tidak mungkin' untuk 'unlikely', sedangkan 'improbable' bisa jadi 'sulit dipercaya', 'kurang masuk akal' atau 'tidak besar kemungkinannya' tergantung konteks. Di ranah statistik atau probabilitas, kedua kata bisa saling dipakai, tapi kalau mau presisi, orang akan memilih persentase atau istilah teknis daripada hanya kata-kata ini. Intinya, menurut kamus memang keduanya mirip dan sering dipertukarkan, tetapi nuansa, formalitas, dan efek retoris berbeda. Aku suka memakai ‘‘unlikely’’ di obrolan santai dan ‘‘improbable’’ saat mau memberi sentuhan skeptis atau dramatis pada kalimat; rasanya seperti memilih warna pensil untuk gambar yang sama—hasilnya mirip tapi mood-nya berbeda. Aku merasa bahasa itu penuh lapisan, dan perbedaan kecil begini yang bikin menulis jadi lebih asyik.

skinny artinya berbeda dengan 'kurus' menurut kamus?

4 Answers2026-01-31 04:09:16
Membuka beberapa kamus bilingual bikin perbedaan nuansa antara 'skinny' dan 'kurus' langsung terasa. Dalam kamus bahasa Inggris, 'skinny' biasanya diberi definisi seperti 'very thin' atau 'unhealthily thin', kadang disertai sinonim seperti 'scrawny' atau 'bony'. Sementara itu, 'kurus' di kamus bahasa Indonesia cenderung diberi arti netral: tubuh yang tidak gemuk, memiliki sedikit lemak. Jadi dari sisi definisi dasar mereka mirip, tapi nuansa dan konotasinya berbeda. Kalau saya pakai contoh kalimat, perbedaan itu makin jelas: "He looked skinny after the flu" terdengar agak memperlihatkan kondisi yang kurang sehat, sedangkan "Dia kurus" bisa saja sekadar deskripsi fisik tanpa nilai. Di sisi lain, 'skinny' juga dipakai dalam konteks fesyen atau gaya—'skinny jeans' misalnya—yang membuat kata itu bisa terasa trendi, bukan hanya masalah berat badan. Dalam bahasa Indonesia ada pilihan kata lain seperti 'langsing' yang sering dipakai ketika maksudnya positif atau memuji. Jadi intinya: kamus mengonfirmasi bahwa arti literalnya hampir sama, tapi penggunaan dan rasa kata di mata penutur berbeda. Saya lebih sering memilih kata berdasarkan konteks: apakah saya mau netral, memuji, atau menunjukkan kondisi kurang sehat—itu menentukan kata yang pas, menurut selera saya.

Divorced artinya apa dalam konteks status pernikahan KTP?

4 Answers2026-02-01 12:37:15
Kalau saya jelasin santai, 'divorced' di KTP pada dasarnya artinya status pernikahan kamu sudah berakhir karena perceraian — bukan karena pasangan meninggal. Di Indonesia, padanan yang biasa dipakai di KTP adalah 'CERAI HIDUP' untuk orang yang bercerai sementara pasangannya masih hidup, dan ada juga 'CERAI MATI' yang digunakan jika pasangan meninggal. Perlu diingat, KTP itu nggak cuma label — status ini tercatat di Disdukcapil dan biasanya diambil dari dokumen resmi seperti putusan cerai dari pengadilan dan buku nikah. Proses praktisnya biasanya begini: setelah perceraian diputuskan (oleh Pengadilan Agama untuk yang beragama Islam atau Pengadilan Negeri untuk non-Muslim), kamu bawa salinan putusan cerai dan dokumen pernikahan ke kantor Disdukcapil setempat supaya KTP dan catatan sipil diperbarui. Dampaknya terasa dalam urusan administratif — contohnya pendaftaran ulang untuk manfaat sosial, data keluarga pada BPJS, urusan waris dan hak asuh anak, serta kadang-kadang saat mengurus perbankan atau pengajuan dokumen resmi lain. Secara sosial, orang sering salah mengartikan 'divorced' sebagai 'single' padahal konsekuensinya berbeda: ada hak dan kewajiban pasca-cerai yang mungkin masih harus diselesaikan. Saya sendiri merasa penting buat punya dokumen lengkap setelah perceraian supaya nggak ribet nanti saat urusan resmi datang, dan juga supaya status hukum dan hak anak-anak jelas di mata negara.

Divorced artinya bagaimana pada dokumen sipil?

3 Answers2026-02-01 08:54:00
Melihat label 'Divorced' pada dokumen sipil pada dasarnya menunjukkan status perkawinan seseorang sudah berakhir secara hukum. Saya biasanya menjelaskan ini seperti: itu bukan sekadar kata—itu tanda bahwa ada putusan cerai resmi yang tercatat, entah dari pengadilan agama untuk yang beragama Islam atau pengadilan negeri untuk yang non‑Muslim. Di dokumen itu biasanya tercantum tanggal putusan atau nomor akta cerai, dan mereka merekam bahwa orang tersebut bukan lagi berstatus 'married' atau 'nikah'. Kalau saya pernah bantu teman mengurus perubahan data, prosesnya selalu sama: punya salinan resmi putusan cerai/akta cerai, lalu mendaftarkan perubahan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) supaya Kartu Keluarga (KK) dan KTP ter-update. Kalau pernikahan atau perceraian dilakukan di luar negeri, biasanya perlu terjemahan serta legalisasi atau apostille agar bisa diakui. Dampaknya praktis: status sipil memengaruhi urusan waris, hak asuh anak, klaim asuransi, dan kadang birokrasi lain seperti pendaftaran ulang pada kantor imigrasi untuk paspor. Buat saya, membaca kata itu di dokumen selalu membawa dua hal: kelegaan administratif karena semuanya jadi jelas, dan juga rasa hormat pada proses legal yang harus dilalui. Tidak lucu, tapi merapikan dokumen itu bikin hidup berjalan lebih ringan bagi yang menjalani. Saya merasa penting banget memastikan semua bukti resmi tersimpan rapi agar kelak nggak ribet urusan birokrasi atau hukum.

Apakah settle down artinya sama dengan 'tenang'?

6 Answers2026-02-02 01:48:24
Kadang aku suka bilang ke teman bahwa 'settle down' nggak selalu bisa disetarakan langsung dengan 'tenang'. Dalam percakapan sehari-hari, kalau seseorang berkata "Settle down!" itu sering berarti "Tenang!" atau "Jangan gaduh!" — contoh yang paling gampang: orang dewasa menegur anak-anak supaya berhenti berisik. Tapi di konteks lain arti frasa ini berubah: "He settled down in the countryside" berarti dia 'menetap' atau pindah dan hidup lebih stabil, bukan cuma jadi lebih tenang secara emosi. Jadi buatku terjemahan yang tepat bergantung pada konteks. Kalau kamu sedang menerjemahkan kalimat perintah, 'tenang' bisa cocok. Kalau konteksnya tentang kehidupan, hubungan, atau tempat tinggal, pilih kata seperti 'menetap', 'bermukim', atau 'memulai hidup yang lebih stabil'. Itu yang biasanya kuberitahukan ke teman-teman ketika mereka kebingungan menerjemahkan frasa ini, dan aku suka melihat bagaimana satu frasa bisa punya nuansa berbeda — selalu menarik, menurutku.

Apakah hustler artinya sama dengan entrepreneur?

3 Answers2026-01-31 21:48:39
Kadang aku melihat istilah 'hustler' dan 'entrepreneur' dipakai bergantian di obrolan online, tapi menurutku mereka bukanlah kembaran sempurna. Untukku, 'hustler' terasa seperti gaya hidup yang penuh improvisasi — orang yang gesit, cepat mengeksekusi ide kecil, jualan di pinggir jalan, atau buka toko online sambil kerja lain. Hustler paham cara memanfaatkan momentum, tahu trik marketing cepat, dan paling jago membuat sesuatu dari nol dengan sumber daya minim. Itu bukan berarti selalu negatif; sering kali kreativitas dan ketahanan mereka luar biasa. Di sisi lain, hustler cenderung fokus ke hasil jangka pendek: jalanin, adap, jual, ulangi. Sementara itu, 'entrepreneur' menurutku lebih berbau struktur dan visi jangka panjang. Entrepreneur mencari skala, membangun tim, bikin sistem yang bisa jalan tanpa mereka harus terlibat di tiap detail. Mereka memikirkan model bisnis, pendanaan, pertumbuhan, dan kadang roadmap lima tahun. Bukan berarti entrepreneur enggak pernah hustle — malah banyak entrepreneur yang dulunya hustler — tapi mindsetnya berubah dari sekadar 'mendapatkan uang sekarang' ke 'membangun sesuatu yang bertahan dan berkembang'. Aku sering lihat pertemuan antara dua tipe ini menjadi kombinasi maut: hustle untuk validasi cepat, lalu struktur entrepreneur untuk menumbuhkan bisnis. Intinya, aku nggak akan pakai kata yang satu menggantikan yang lain. Mereka beririsan dan kadang berganti peran dalam perjalanan yang sama. Bila kamu sedang di fase coba-coba, jadi hustler itu sehat; kalau mau skala besar dan sustainable, ambil lensa entrepreneur juga. Buatku, perjalanan paling seru adalah belajar menyeimbangkan keduanya tanpa kehilangan nyali.

Divorced artinya berdampak apa terhadap hak asuh anak?

3 Answers2026-02-01 16:15:10
Saya pernah ngobrol panjang soal ini dengan teman yang baru menjalani perceraian, dan intinya: perceraian itu bukan otomatis membuat hak asuh anak hilang atau berpindah tanpa proses. Secara hukum, yang terjadi adalah status orang tua tetap sama—kita tetap orangtua—tetapi pengaturan soal siapa yang mendapatkan 'hak asuh' dan bagaimana pola asuh sehari-hari ditetapkan lewat kesepakatan atau putusan pengadilan. Pengadilan biasanya menilai berdasarkan kepentingan terbaik anak: stabilitas, kemampuan merawat, kondisi finansial, sampai riwayat kekerasan atau pelanggaran. Jadi bukan soal siapa menang, melainkan apa yang paling aman dan stabil buat anak. Di sisi praktis, perceraian berdampak ke rutinitas anak—siapa antar-jemput sekolah, bagaimana soal liburan, kedekatan emosional, dan tentu saja dukungan finansial. Ada kemungkinan orangtua mendapat hak asuh penuh, hak asuh bersama, atau pengaturan kunjungan (visitation) untuk yang tidak tinggal bersama anak. Juga sering muncul soal relokasi: kalau salah satu orangtua pindah jauh, itu mempengaruhi jadwal, sekolah, dan hubungan anak dengan orangtua yang tinggal jauh. Perubahan ini menuntut komunikasi dan struktur baru agar anak tetap merasa aman. Kalau boleh jujur, yang paling berat buat saya bukan hanya aspek hukum, melainkan memastikan anak merasa dicintai dan tidak terbebani memilih pihak. Dokumen dan bukti memang penting di pengadilan, tapi empati, konsistensi, dan kerja sama antarorangtua akan menentukan adaptasi anak dalam jangka panjang. Aku berharap tiap prosesnya fokus pada kebutuhan anak, bukan saling menjatuhkan—itu yang paling menolong hati anak dalam masa sulit ini.

Istilah divorced artinya apa dalam KBBI resmi?

1 Answers2026-02-01 05:34:14
Kalau ditanya apa arti 'divorced' menurut KBBI resmi, aku langsung mengurai dulu: KBBI itu kamus bahasa Indonesia, jadi kata bahasa Inggris 'divorced' sendiri biasanya tidak tercantum di sana. Dalam praktik sehari-hari, padanan yang tepat dalam KBBI untuk 'divorced' adalah kata 'cerai' atau bentuk verbalnya 'bercerai', sedangkan bentuk nomina yang berkaitan adalah 'perceraian'. Di KBBI makna 'cerai' biasanya dipahami sebagai berpisahnya suami-istri karena putusnya perkawinan; 'bercerai' berarti telah berpisah karena perceraian; dan 'perceraian' merujuk pada peristiwa atau proses pemutusan ikatan perkawinan. Jadi kalau kamu melihat status 'divorced' di dokumen berbahasa Inggris, terjemahan resmi atau yang lazim dipakai dalam bahasa Indonesia menurut KBBI adalah 'cerai' atau 'bercerai'. Aku sering melihat kebingungan ini di percakapan online dan formulir resmi—orang yang menulis 'divorced' biasanya perlu menuliskannya sebagai 'cerai' dalam bahasa Indonesia agar sesuai dengan istilah KBBI. Buatku, yang suka memperhatikan kata-kata, padanan ini terasa jelas dan memudahkan kalau kita sedang mengurus dokumen atau menerjemahkan teks, jadi biasanya aku sarankan langsung gunakan 'cerai' atau 'bercerai'.

Apakah tentative artinya sama dengan sementara?

4 Answers2026-02-02 21:53:18
Bisa dibilang kata 'tentative' sering dipakai dalam bahasa Inggris untuk menunjukkan sesuatu yang belum final — semacam rencana yang dibuat sambil menunggu konfirmasi. Dalam pengalaman saya, terjemahan paling umum ke bahasa Indonesia adalah 'sementara' atau 'tentatif'. Tapi penting diingat bahwa maknanya lebih kaya: selain 'sementara' dalam arti waktu, 'tentative' juga sering membawa nuansa keraguan atau kehati-hatian. Jadi ketika seseorang bilang "We have a tentative schedule," itu biasanya berarti jadwal sementara yang bisa berubah; kalau seseorang bersikap tentative, itu berarti ia ragu-ragu atau hati-hati dalam bertindak. Kalau saya harus pilih kata ketika menulis atau ngobrol, saya pakai 'sementara' kalau konteksnya jelas soal durasi atau status non-final, misalnya "jadwal sementara" atau "keputusan sementara." Untuk nuansa ragu manusiawi — misalnya sikap atau suara yang tak yakin — saya lebih suka kata-kata seperti 'ragu' atau 'hati-hati'. Ada juga kata serapan 'tentatif' yang kadang dipakai di resmi atau akademik; itu cocok kalau mau mempertahankan nuansa Inggrisnya. Secara praktis, kalau kamu lihat kata 'tentative' di email atau undangan, anggap saja "belum final" atau "sementara, bisa berubah." Sedangkan kalau dipakai untuk men-describe perilaku, terjemahan 'ragu-ragu' sering lebih pas. Menurutku, membedakan konteks ini membuat komunikasi jadi lebih jernih.
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status