Keluarga Gadot punya cerita menarik yang jarang dibahas: ibunya adalah guru olahraga, sementara ayahnya seorang insinyur. Kombinasi disiplin dari latar belakang orang tua ini mungkin yang membentuk sosoknya yang tegas tapi hangat. Sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara, Gadot tumbuh dengan semangat kompetitif namun penuh kebersamaan.
Yang menarik, meski agama Yahudi sangat kental dalam kehidupannya, Gadot justru semakin terbuka secara global setelah menjadi Wonder Woman. Dia pernah bilang dalam wawancara bahwa peran tersebut mengajarkannya tentang kekuatan yang inklusif—mirip dengan keyakinannya bahwa spiritualitas bisa menyatukan orang beyond batas agama tertentu. Ini terlihat dari bagaimana dia aktif mempromosikan filmnya di negara-negara dengan mayoritas non-Yahudi tanpa kehilangan identitas asalnya.
Dari wawancara-wawancaranya, terasa banget bagaimana Gadot memandang agama sebagai sesuatu yang personal tapi tidak eksklusif. Dia pernah cerita bahwa sewaktu kecil, keluarganya tidak ultra-ortodoks, tapi tradisi seperti makan malam Shabbat tetap dipertahankan. Lucunya, justru saat dewasa dan sudah menjadi selebritas global, dia semakin sadar ingin meneruskan warisan budaya ini ke anak-anaknya.
Satu hal yang mungkin kurang diketahui banyak orang: suaminya, Yaron Varsano, juga berasal dari keluarga Yahudi-Israel yang berpikiran modern. Mereka memilih membesarkan anak-anaknya dengan bahasa Ibrani di rumah meski tinggal di Los Angeles, semacam komitmen untuk menjaga akar. Ini menunjukkan bagaimana agama dan latar belakang keluarga bukan sekadar label bagi Gadot, tapi bagian dari narasi hidup yang terus dia rawat.
Gal Gadot lahir dan besar dalam keluarga Yahudi di Israel, dan ini sangat memengaruhi identitas serta kariernya. Orang tuanya adalah generasi ketiga keturunan Ashkenazi Yahudi, dengan nenek dari pihak ibu yang merupakan korban selamat Holocaust. Gadot sering berbicara tentang bagaimana latar belakang ini membentuk nilai-nilainya, termasuk dua tahun wajib militernya di Angkatan Pertahanan Israel sebelum terjun ke dunia akting.
Agama dan budaya Yahudi jelas terlihat dalam cara dia membesarkan anak-anaknya dan beberapa pernyataan publiknya. Misalnya, dia pernah menyebut bahwa merayakan Shabbat bersama keluarga adalah momen sakral baginya. Uniknya, meski sangat bangga dengan akar Yahudinya, Gadot juga dikenal vokal tentang perdamaian dan toleransi antar agama, terutama di konteks Timur Tengah.
2026-04-04 18:02:21
6
查看全部答案
掃碼下載 APP
相關作品
Jika Istri Majikan dan Anaknya Memaksa, Aku Bisa Apa?
Langit Berawan
10
47.4K
Napasnya terengah, keringat bercampur air hujan menguarkan aroma yang meletupkan panas tubuh keduanya!
Di dalam mobil mewah yang baru saja berhenti di gerbang, Firzan merasakan cengkeraman jari-jari Miliana, sang majikan sekaligus mamah muda yang memabukkan, di kemejanya. "Kamu tahu kamu mau aku, Firzan," desis Miliana, suaranya parau. Jarak beberapa meter dari rumah sang suami terasa bagai jurang yang memisahkan mereka dari bahaya dan kenikmatan terlarang. Pertarungan antara godaan memabukkan dan bayangan Chantika yang tulus mengoyak Firzan, namun sentuhan panas ini terlalu kuat, terlalu nyata untuk dihindari.
Cahaya dengan bangga mengatakan kalau dia adalah anak yang sangat beruntung di dunia ini, dia punya ayah ibu yang sangat mencintainya juga otak yang cerdas, dia merasa hidupnya baik-baik saja hingga hari itu.
Hari di mana dia pulang kembali ke rumah dengan rasa rindu yang menggunung.
Rindu yang kemudian berubah menjadi amarah dan kepedihan.
Tidak ada ayah dan ibu yang bercengkrama menunggunya, hanya ada sang ayah dan wanita asing yang menjadi ibu tirinya.
Ayahnya berubah tak peduli, ibunya menghilang entah kemana.
Dia merasa asing di rumahnya sendiri, apalagi saat sang ayah memperlakukan anak bawaan istri barunya seperti anak kandung menggantikan Cahaya.
Hari-hari dia jalani seperti neraka sampai dia tahu, sang ibu menjadi penghuni rumah sakit jiwa...
Nina diajak oleh kedua temannya pergi ke club malam, bertemu dengan sahabat dan dua orang laki-laki. kemudian dia terbangun di pagi hari bersama seorang pria yang dia temui malam tadi di club, dia ingin melupakan kejadian itu tapi ternyata takdir berkata lain. Dia hamil, tapi dia tidak tahu siapa sebenarnya yang malam itu menidurinya. Tikta? Gata? atau bahkan sahabatnya sendiri, Catur?
"Papa Jordan, poseku ini sudah benar belum?"
Di kolam renang, aku mengajarkan posisi yang benar kepada putri angkatku saat turun ke air. Saat membungkuk, bokongnya terangkat tinggi dan tidak sengaja menyentuh daerah intimku.
Rasanya begitu menggelitik, tubuhku bagaikan dialiri sengatan listrik. Yang membuatku lebih kegirangan lagi adalah, karena gerakannya yang belum mahir, dia melompat sekuat tenaga hingga celana renangnya sempat melorot.
Aku menerjang untuk menolongnya. Dia berusaha sekuat tenaga untuk meronta dan memelukku dengan kuat hingga tubuh bagian bawahnya menempel erat.
Sementara itu, ayah kandungnya melihat semuanya dari samping.
Ayumi terkejut menemukan kedua orang tuanya memutuskan bercerai di usia senja. Ditambah lagi, sang kekasih tiba-tiba memutuskannya dan karier hancur karena fitnah. Saat mencoba bangkit, sang ayah mendadak ingin menikahkannya dengan sahabat ayahnya yang telah beristri.
Lantas, bagaimana nasib Ayumi?
"Ghava, kalau Adele tahu kamu buat dia hamil cuma karena mau pakai darah tali pusarnya untuk menyelamatkan anak kita, apakah dia akan marah?"
Suara Renata terdengar lembut dan pelan, tetapi setiap katanya seperti jarum yang menusuk gendang telinga Adele.
Detik berikutnya terdengar suara Ghava tanpa sedikit pun emosi, "Dia nggak berhak marah. Itu memang sudah seharusnya dia lakukan."
"Dulu dia mati-matian naik ke ranjangku dan maksa aku menikahinya. Malah seharusnya dia merasa beruntung kalau anak yang dikandungnya itu bisa berguna."
Adele bersandar di dinding yang dingin. Lembar hasil pemeriksaan kehamilan terlepas dari sela jarinya lalu jatuh melayang ke lantai.
Gigi Hadid lahir dari keluarga yang cukup unik dalam hal latar belakang agama dan budaya. Ayahnya, Mohamed Hadid, adalah seorang pengembang properi asal Palestina dengan keyakinan Muslim, sementara ibunya, Yolanda Hadid, berasal dari Belanda dan beragama Kristen. Gigi sendiri tumbuh dengan paparan kedua agama tersebut, meskipun dia lebih sering mengidentifikasi dirinya sebagai seseorang yang spiritual daripada strictly mengikuti salah satu agama tertentu.
Dalam beberapa wawancara, Gigi pernah menyebutkan bahwa dia menghargai warisan Palestina dan Belanda-nya, serta belajar banyak dari kedua sisi keluarganya. Dia juga kerap merayakan hari besar kedua agama bersama keluarga, menunjukkan bagaimana pluralisme bisa hidup harmonis dalam satu rumah tangga. Pilihan untuk tidak terikat pada satu agama tertentu mungkin dipengaruhi oleh pengasuhannya yang sangat terbuka.