Dengar-dengar, 'devil inside me' sering dianggap cliché, tapi bagi penggemar cerita psychological horror, ini justru pintu masuk ke karakter yang kompleks. Lihat aja Light Yagami di 'Death Note'—awalnya ia cuma siswa brilian, tapi begitu pegang buku death note, 'iblis' ambisinya keluar. Di lagu 'Gasoline' Halsey, lirik 'I’m terrifying and full of flaws' juga menggambarkan penerimaan diri atas kegelapan dalam dirinya.
Yang bikin konsep ini menarik adalah ketidakpastiannya: apakah 'devil' itu benar-benar ada, atau hanya konstruksi pikiran? Di 'Parasite Eve', game PS1 klasik, mitokondria dalam sel kita diberi sentimen jahat—sains dan supernatural jadi blur. Kalau dipikir, mungkin kita suka tema ini karena ia mengizinkan kita untuk mengakui kegelapan tanpa harus merasa bersalah.
Pernah nggak sih merasa punya dorongan aneh yang susah dijelaskan? Itulah 'devil inside me' dalam karya fiksi. Di 'Jekyll and Hyde', misalnya, iblis itu literal—alter ego yang merusak. Tapi di 'Bohemian Rhapsody'-nya Queen, ia lebih abstrak: 'Mama, just killed a man' itu mungkin metafora penyesalan atau penolakan terhadap diri sendiri.
Aku pribadi melihatnya sebagai simbol dualitas. Di 'The Strange Case of Dr. Jekyll and Mr. Hyde', ilmuwan baik-baik berubah jadi monster karena eksperimen. Tapi Hyde bukan sekadar 'jahat'—ia adalah kebebasan mutlak tanpa moral. Novel-novel jepang seperti 'No Longer Human' juga mainkan tema ini dengan indah: tokoh utamanya merasa terasing karena 'iblis' dalam dirinya membuatnya nggak bisa berhubungan normal dengan orang lain. Mungkin kita semua punya sedikit Hyde dalam diri, cuma beda tingkatannya aja.
Ada sesuatu yang menggigit tentang frasa 'devil inside me'—ia muncul di lagu seperti milik David Guetta atau novel-novel gelap semacam 'The Picture of Dorian Gray'. Bagi gue, ini bukan sekadar metafora untuk sisi jahat, tapi lebih seperti dialog internal yang raw. Bayangkan: karakter utama di 'Fight Club' yang terbelah antara kepatuhan sosial dan chaos, atau protagonis di 'Death Note' yang terjebak antara moralitas dan godaan kekuasaan.
Dalam musik, lirik semacam ini sering jadi ekspresi konflik batin yang dramatis. Ambil contoh 'Demons' Imagine Dragons—ia bicara tentang ketakutan untuk menunjukkan 'iblis' itu kepada dunia. Di sini, 'devil' bisa jadi trauma, kecanduan, atau bahkan hasrat terlarang. Yang menarik, justru pengakuan jujur inilah yang bikin lagu atau cerita terasa manusiawi. Gue selalu suka bagaimana media populer menggunakan konsep ini untuk mengulik sisi psikologis yang jarang diakui.
2026-01-11 17:59:26
22
View All Answers
Scan code to download App
Related Books
Jangan Baca Novel Ini!
Itsmoore
8
24.6K
"Pak Argan, jangan baca novel ini!"
Menjadikan dosen sendiri sebagai inspirasi novel erotis adalah ide gila. Dan sialnya, novel itu jadi trending 1 di aplikasi hingga Sang Dosen yang killer dan dingin itu jadi pembaca setianya. Pak Argan menatap bibirku sekilas, lalu kembali ke mataku.
"Novelmu bagus, tapi alangkah lebih bagus lagi, kamu bisa menghidupkan feelnya, melakukannya denganku!"
Mendapatkan misi membunuh anak seorang Billionaire, merupakan tugas biasa untuk Sergio Blanco. Bagi seorang Sergio Blanco kehidupan manusia tidaklah penting. Terlalu banyak sampah yang hidup di dunia ini. Membunuh bisa membuatnya membersihkan sampah-sampah dunia.
Akan tetapi, misi yang didapatkan Sergio tidak bisa berjalan mulus ketika dia tahu bahwa targetnya adalah wanita yang memiliki mata berwarna Hazel. Tatapan mata teduh yang membuatnya terpaku.
Hazel Afford membenci sosok Sergio Blanco. Berawal jatuh cinta pada pandangan pertama, namun semua lenyap di kala dia tahu identitas Sergio yang merupakan seorang pembunuh bayaran.
Hal yang Hazel lakukan jika kembali bertemu dengan Sergio adalah berlari menjauh. Tapi, sepertinya kondisi sekarang tidaklah mudah. Wanita cantik itu terjebak di dalam sebuah permainan panas yang telah menjeratnya.
Bagaimana kisah Sergio dan Hazel? Mampukah Sergio menjalankan misinya?
***
Follow me on Instagram: abigail_kusuma95
Akibat kecelakaan maut, Arunika terbangun di dalam dunia novel yang sangat ia benci. Jiwanya tersesat ke dalam tubuh Lilia—seorang istri lemah yang hidupnya habis hanya demi mencari perhatian sang suami dingin yang toxic.
Namun, Arunika bukanlah Lilia. Di hadapan suami menyebalkan yang kini berdiri nyata di depannya, Arunika menolak untuk mengemis cinta lagi.
Jika takdir tokoh ini berakhir tragis, maka Arunika akan mengambil alih pena itu dan menulis ulang akhir ceritanya sendiri!
Lauryn Athenna seorang pembunuh bayaran yang dikhianati oleh keluarganya sendiri. Sesaat setelah ia berhasil menjalankan misi dari ayahnya, ia terbangun di tepi tebing yang dibawahnya adalah lautan yang terlihat sangat ganas ingin menelannya.
Saat itu Lauryn hanya punya dua pilihan, melompat atau ditembak oleh wanita yang tidak lain adalah kakaknya sendiri.
Sejak awal Lauryn sadar bahwa ia tidak pernah dianggap keluarga oleh orang-orang yang berhubungan darah dengannya, tapi tetap saja menginginkan kematiannya setelah ia melakukan semua perintah ayahnya dengan baik adalah sesuatu yang sangat kejam. Tanpa ragu Lauryn melompat ke lautan lepas. Ia lebih baik mati karena tenggelam daripada harus mati di tangan kakaknya yang licik.
Siapa yang menyangka saat Lauryn berpikir ia akan mati, ternyata ia terbangun di sebuah tempat asing. Lauryn pikir ini adalah kebaikan Tuhan padanya, tapi ternyata ia salah. Lepas dari ayahnya yang kejam, ia dipenjara oleh seorang pria yang dahulu pernah menjadi target dari tugas yang diberikan oleh ayahnya.
Dominic Reiner telah mencari Lauryn selama tiga tahun, tanpa diduga ia menemukan wanita yang sudah menipunya saat ia sedang berada di atas kapal pesiar mewahnya.
Seringaian terlihat di wajah tampan pengusaha muda sekaligus pemimpin sebuah organisasi bawah tanah nomor satu di Meksiko itu.
"Kita bertemu lagi, Nona Mawar Hitam."
Celia, seorang gadis biasa yang memiliki hobi makan. Suatu hari dia di minta untuk membaca novel karya sahabatnya, namun menurutnya novel itu sangat jelek dan dia berniat untuk meminta revisi pada sahabatnya.
Akan tetapi, dalam perjalanan ke rumah sahabatnya sebuah kecelakaan tragis membuatnya terlempar ke dalam novel yang baru saja dia baca. Sialnya, dari banyaknya karakter novel dia menjadi karakter antagonis yang akan berakhir tragis.
Tak ingin bernasib sama, Celia berusaha mengubah alurnya demi bertahan hidup tapi semua tak semudah membalikan telapak tangan. Akankah Celia berhasil bertahan di dunia baru itu?
**Spin-off dari novel The Seductive Revenge dan Marriage Partner**
Siapa yang menyangka kalau Amanda Almira Wrighton, seorang supermodel kenamaan yang sedang berkiprah di Milan ternyata memiliki dua pekerjaan yang bertolak belakang : satu sebagai model yang dikagumi, dan satu lagi sebagai agen mata-mata rahasia yang bekerja untuk PBB?
Dan bagaimana bila ternyata kriminal yang ingin ia tangkap ternyata adalah seseorang yang selalu berada di dekatnya? Yaitu orang yang selalu membantunya dalam misi, berulang kali menyelamatkannya, dan diam-diam mencintainya.
Kairo Aldevara, seseorang yang memiliki masa lalu yang brutal dan kelam, namun dengan sikapnya yang cuek dan santai telah berhasil mengecoh Amanda, membuatnya terperosok hingga pada akhirnya menyerah dan mengatakan, "I Love You, Mr. Devil..."
***
visual karakter dapat dilihat di Instagram @blackauroranovels
Ada sesuatu yang sangat menarik tentang konsep 'devil inside me' dalam cerita horor. Ini bukan sekadar tentang monster eksternal, tapi lebih pada pertarungan internal antara kemanusiaan dan kejahatan yang bersembunyi di dalam diri. Film seperti 'The Babadook' atau novel 'Dr. Jekyll and Mr. Hyde' menggambarkan bagaimana kegelapan bisa muncul dari tekanan emosional atau trauma yang terpendam.
Ketika karakter utama berjuang melawan 'iblis' dalam dirinya, itu sering menjadi metafora untuk ketakutan kita sendiri akan kehilangan kontrol. Bagian yang paling menakutkan adalah ketika kita mulai bertanya: 'Apakah aku juga bisa menjadi seperti itu?' Ini membuat horornya lebih personal dan mengganggu, karena bukan tentang melawan vampir atau zombie, tapi melawan sisi gelap yang mungkin ada dalam setiap orang.
Ada beberapa karakter anime yang secara metaforis menggambarkan konsep 'devil inside me' dengan sangat menarik. Salah satu yang langsung terlintas adalah Light Yagami dari 'Death Note'. Dia awalnya tampak seperti siswa teladan, tetapi begitu memiliki kekuatan supernatural, sisi gelapnya muncul dan mengubahnya menjadi pembunuh berdarah dingin. Narasi ini mengingatkan kita bahwa iblis dalam diri manusia bisa bangkit ketika diberi terlalu banyak kekuasaan.
Contoh lain adalah Eren Yeager dari 'Attack on Titan'. Transformasinya dari pahlawan yang berjuang untuk kebebasan menjadi sosok yang hampir mirip antagonis di akhir cerita benar-benar memukau. Perjalanan karakternya membuat penonton bertanya-tanya: apakah iblis dalam dirinya adalah produk dari lingkungan yang kejam, atau sudah ada sejak awal? Kedua contoh ini menunjukkan bagaimana anime sering menggunakan tema ini untuk eksplorasi psikologis yang dalam.
Tema 'devil inside me' yang gelap dan psikologis sering muncul dalam karya-karya yang eksploratif tentang pertarungan batin. Salah satu yang langsung terlintas adalah lagu 'The Devil Inside' dari band rock Inggris INXS, dirilis tahun 1987 sebagai bagian dari album 'Kick'. Liriknya yang menggambarkan konflik internal sangat cocok dengan tema ini. Di sisi sastra, novel 'The Demon Inside' karya Jack Kerley juga menyentuh konsep serupa, meski judulnya sedikit berbeda. Karya-karya semacam ini biasanya berasal dari seniman yang tertarik pada dualitas manusia.
Aku sendiri pertama kali terpikat tema ini setelah mendengar 'Demons' dari Imagine Dragons—meski bukan persis 'devil inside me', esensinya mirip: pertarungan dengan kegelapan diri sendiri. Kalau mau lebih eksplisit, coba cek komik 'Devil Inside' terbitan Image Comics yang mengeksplorasi kepribadian ganda dengan horor supernatural. Serius, tema ini punya banyak varian menarik tergantung mediumnya!
Ada sesuatu yang sangat menarik tentang konsep 'devil inside me' dalam fanfiction. Ini bukan sekadar tentang karakter yang jahat, tapi lebih tentang konflik batin yang kompleks. Dalam banyak cerita, karakter utama sering digambarkan memiliki sisi gelap yang mereka perjuangkan, dan ini menciptakan ketegangan dramatis yang mengikat pembaca. Fanfiction memungkinkan penulis untuk mengeksplorasi sisi ini tanpa batasan seperti dalam cerita resmi, sehingga mereka bisa lebih kreatif.
Selain itu, tema ini juga sering dikaitkan dengan konsep redemption arc atau bahkan villain origin story. Pembaca suka melihat bagaimana karakter mereka favorit berhadapan dengan kegelapan dalam diri mereka sendiri, apakah mereka menyerah atau melawannya. Ini seperti cermin dari perjuangan manusia nyata, tapi dalam setting fantasi yang lebih aman untuk dieksplorasi.
Ada sesuatu yang magnetis tentang frase 'devil inside me'—entah itu dari lirik lagu, kutipan film, atau sekadar ekspresi personal. Kalau mencari merchandise-nya, coba intip platform seperti Etsy atau Redbubble yang sering menawarkan desain indie unik. Beberapa seller di sana membuat custom prints di kaos, poster, atau bahkan aksesori dengan tema gelap seperti itu. Jangan lupa cek tagar terkait di Instagram atau TikTok; kadang seniman kecil mempromosikan karya mereka lewat situ.
Untuk yang suka hunting fisik, acara komik con atau pasar seni lokal mungkin punya booth khusus merchandise alternatif. Aku pernah nemuin toko kecil di Pasar Seni ITB yang jual pin dengan desain serupa—klasik tapi impactful! Terkadang justru di tempat-tempat tak terduga kita menemukan barang-barang paling personal.