Buku gambar A4 itu ukurannya 21 x 29.7 cm, ukuran standar yang sering dipake buat kebutuhan sehari-hari. Gue suka banget pake buku ukuran ini karena enak dibawa-bawa, nggak terlalu gede tapi juga nggak terlalu kecil. Cocok buat nge-sketsa atau ngerjain tugas gambar. Ukurannya pas di tas, apalagi kalo lo sering mobile kayak gue yang suka ngegambar di cafe atau taman.
Dulu gue sempet bingung juga soal ukuran kertas, tapi setelah sering make jadi hafal sendiri. A4 itu emang paling versatile, dari ngeprint dokumen sampe ngegambar manual. Kalo lo mau cari alternatif, ada A3 yang lebih gede atau A5 yang lebih compact, tapi menurut gue A4 itu sweet spot banget.
21 kali 29.7 centimeter - itu ukuran pasti buku gambar A4. Gue selalu stok beberapa biji di rumah buat nyoret-nyoret ide dadakan. Ukurannya pas di meja kerja, nggak makan tempat banyak. Kalo lo suka ilustrasi digital, tablet graphic 10 inci juga biasanya desainnya nyamain ukuran A4 biar feels natural waktu ngegambar.
Ukuran A4 itu 21 cm x 29.7 cm, persis kayak kertas HVS biasa yang lo pake buat ngeprint. Gue baru ngeh soal ini pas beli buku gambar buat adek gue yang lagi hobi doodling. Ternyata emang udah jadi standar internasional, jadi gampang nyari bukunya di toko mana pun.
Yang menarik, ukuran ini proporsinya pas banget buat gambar landscape atau portrait. Gue perhatiin karya-karya di 'The Art of Spirited Away' juga banyak pake ukuran sejenis. Buat pemula kayak gue, nggak perlu mikir panjang soal ukuran karena A4 udah balance antara ruang gambar sama kepraktisan.
2026-05-30 07:04:34
6
View All Answers
Scan code to download App
Related Books
Jangan Baca Novel Ini!
Itsmoore
8
24.5K
"Pak Argan, jangan baca novel ini!"
Menjadikan dosen sendiri sebagai inspirasi novel erotis adalah ide gila. Dan sialnya, novel itu jadi trending 1 di aplikasi hingga Sang Dosen yang killer dan dingin itu jadi pembaca setianya. Pak Argan menatap bibirku sekilas, lalu kembali ke mataku.
"Novelmu bagus, tapi alangkah lebih bagus lagi, kamu bisa menghidupkan feelnya, melakukannya denganku!"
Serani Gunawan, seorang wanita yang lebih memilih bercerai dari pada terus dikhianati oleh Agung-suaminya, serta diperlakukan tidak baik oleh mertua dan kakak iparnya.
Namun Agung menyesal karena ternyara CEO baru perusahaan tempat dia bekerja adalah mantan istrinya. Karena selama ini Serani merahasiakan semua bisnis dan kekayaannya dari keluarga suaminya
Dengan berbagai cara Agung dan sang pelakor terus berusaha untuk merebut harta Serani.
Selama berjuang menyelamatkan dirinya dari segala kejahatan, Serani dibantu oleh dua pria tampan dan kaya raya.
Bagaimana akhir kisah cinta Serani? Apakah ia dapat menemukan cinta sejatinya?
Aku tak pernah menyangka jika suami yang sudah menikahiku selama empat tahun itu ternyata masih menyimpan nama perempuan lain di hatinya. Bahkan nama anakku adalah nama mantan kekasihnya.
Sekuel : KUKEMBALIKAN GAJI SUAMI PADA IBUNYA
Jagat persilatan dibuat gempar dengan kemunculan lelaki bertopeng. Dia membunuh banyak sekali pendekar-pendekar aliran putih hanya demi mendapatkan pengakuan sebagai pendekar yang terkuat
Lelaki itu adalah Argani Bhadrika. Dia mendirikan sebuah partai yang diberi nama Persaudaraan Iblis. Tujuannya adalah ingin menguasai dunia persilatan dan menduduki kerajaan Jayakastara.
Argani dipengaruhi oleh penyihir jahat yang bernama Dewa Kalajengking. Dia menyuruh Argani supaya mengumpulkan "Empat Pusaka Penakluk Jagat" sebagai syarat bila Argani hendak menundukkan seluruh dunia persilatan.
Salah satu dari keempat pusaka itu dipegang oleh Giandra Lesmana. Dia memiliki pusaka yang bernama Pedang Penebas Setan. Senjata tersebut merupakan warisan dari kakeknya.
Giandra bertekad akan mengalahkan Argani Bhadrika dan menghancurkan seluruh Persaudaraan Iblis. Dia juga bertekad akan mencari dan membinasakan Dewa Kalajengking demi mengembalikan kedamaian di dunia persilatan.
Mampukah Giandra melakukan hal itu? Apa saja rintangan dan bahaya yang dia hadapi? Baca ceritanya hanya di GoodNovel!
Buku telah di hapus buku telah di hapus buku telah di hapus buku telah di hapus buku telah di hapus buku telah di hapus buku telah di hapus buku telah di hapus buku telah di hapus buku telah di hapus buku telah di hapus buku telah di hapus buku telah di hapus buku telah di hapus buku telah di hapus buku telah di hapus buku telah di hapus buku telah di hapus buku telah di hapus buku telah di hapus buku telah di hapus buku telah di hapus buku telah di hapus buku telah di hapus buku telah di hapus buku telah di hapus
Karena bisa melihat hitungan mundur kematian di atas kepala orang-orang terdekat, sejak kecil aku dianggap sebagai pembawa sial oleh keluargaku.
Aku pernah menyebutkan waktu kematian kakek, ayah dan ibu.
Mereka semua meninggal dalam waktu satu hari karena berbagai kecelakaan.
Ketiga kakak laki-lakiku percaya itu adalah kutukanku yang membunuh mereka, sehingga mereka semua sangat membenciku.
Sementara adik perempuanku yang lahir melalui proses persalinan yang sulit dan menyebabkan ibu meninggal, justru tumbuh besar dengan penuh kasih sayang.
Kakak-kakakku berkata bahwa adikku adalah pembawa keberuntungan. Sejak dia lahir, kehidupan keluarga kami menjadi lancar dan bahagia.
Tapi bukankah ibu meninggal karena melahirkan dia?
Di hari ulang tahunku yang kedelapan belas, aku melihat hitungan mundur kematianku sendiri melalui cermin.
Aku membeli sebuah kotak abu yang kusukai untuk diriku sendiri.
Kemudian, aku memasak banyak hidangan yang memenuhi meja makan, berharap bisa makan malam terakhir bersama kakak-kakakku.
Namun, hingga hitungan mundur itu berakhir, aku tidak melihat satu pun dari mereka datang ...
Menghitung ketebalan buku berdasarkan tinggi tumpukannya itu seperti mencoba mengurai misteri yang sebenarnya sederhana tapi bikin penasaran. Kalau bukunya setebal 5 cm, jumlah halaman sebenarnya bisa sangat bervariasi tergantung jenis kertas dan binding-nya. Biasanya, buku dengan kertas HVS standar punya ketebalan sekitar 0,1 mm per lembar (0,2 mm per halaman karena dua sisi). Jadi, 5 cm = 50 mm, dibagi 0,2 mm/halaman ≈ 250 halaman. Tapi kalau kertasnya tipis seperti di novel 'The Name of the Wind', bisa mencapai 500 halaman! Binding hardcover juga nambah ketebalan sampul sekitar 3-5 mm.
Yang bikin menarik, buku komik atau manga sering pakai kertas koran tipis—5 cm bisa muat 800-1000 halaman. Aku pernah ngukur koleksi 'One Piece' volume 90, tebalnya 4 cm dengan 200 halaman karena kertasnya super tipis. Jadi, jawaban pastinya? 'Tergantung', tapi rumus kasar ini bisa jadi patokan awal buat ngira-ngira.
Bicara soal ukuran kertas, aku selalu suka mengamati perbandingannya karena sering bingung sendiri. Ukuran A5 itu memang lebih kecil dari A3, kurang lebih separuhnya. Kalau A3 itu sekitar 297 x 420 mm, sementara A5 cuma 148 x 210 mm. Jadi bayangin aja, A3 itu kira-kira sebesar dua buku A5 digabung jadi satu. Aku sering pakai A5 buat sketchbook karena lebih praktis dibawa-bawa, sedangkan A3 biasanya buat gambar yang lebih detail atau poster kecil.
Dulu pertama kali beli sketchbook, aku kaget karena ternyata ukuran A5 lebih compact dari yang dibayangkan. Tapi lama-lama justru suka karena pas banget buat corat-coret di mana aja. Kalau A3 sih lebih cocok buat karya yang butuh space lebih luas, tapi agak ribet kalau mau dibawa traveling.
Sebagai seseorang yang sering menggambar di berbagai ukuran kertas, rasanya penting banget memahami perbedaan A4 dan A3. Ukuran A4 itu sekitar 210 x 297 mm, cocok buat sketsa harian atau ilustrasi digital yang nggak terlalu detail. Sementara A3 lebih besar, 297 x 420 mm, biasanya dipakai buat karya yang butuh ruang lebih luas seperti poster atau komik strip.
Yang bikin menarik, perbandingan skalanya selalu konsisten—A3 itu double A4 dengan rasio √2. Jadi kalau lagi bikin storyboard, aku sering pake A3 biar bisa lihat gambaran besar sebelum nge-detil di A4. Kertas A3 juga lebih enak buat teknik arsiran manual karena area permukaannya lebih lega.