Ada sesuatu yang menarik tentang galasin yang bikin gue selalu nostalgia. Dulu waktu masih kecil, main galasin di sekolah bareng teman-teman itu jadi momen paling seru. Sekarang gue perhatiin komunitas game tradisional di Indonesia mulai bangkit, dan ternyata memang ada beberapa event yang ngadain turnamen galasin! Biasanya diadain sama komunitas lokal atau festival budaya, kayak di Jawa Barat atau Yogyakarta. Mereka bikin aturan khusus dan hadiah buat pemenangnya. Gue pernah liat video di platform konten pendek yang nge-dokumentasiin turnamen galasin di sebuah desa, dan energi peserta sama penontonnya bener-bener heboh. Ini ngebuktiin bahwa permainan tradisional masih bisa eksis di era digital.
Yang menarik, beberapa komunitas bahkan ngemas galasin dengan twist modern, kayak pake sistem bracket tournament ala e-sports. Ada juga yang ngadain workshop buat ngajarin generasi muda cara main galasin yang bener. Menurut gue, ini cara keren buat ngelestarikan budaya sekaligus ngasih ruang buat nostalgia. Kalau lo penasaran, coba cek media sosial komunitas pecinta permainan tradisional atau event-event budaya di daerah lo—siapa tau ada turnamen galasin yang bisa lo ikutin!
Main galasin itu emang timeless, dan gue seneng banget liat ada upaya buat ngembangin permainan ini jadi lebih kompetitif. Di beberapa kota kayak Bandung atau Surabaya, komunitas pecinta permainan tradisional sering ngadain lomba galasin, terutama pas acara-acara spesial kayak Hari Anak Nasional atau festival kebudayaan. Mereka biasanya bagi-bagi kategori berdasarkan umur, jadi anak kecil sampe dewasa bisa ikutan. Pernah gue denger juga ada sekolah yang ngadain turnamen galasin buat ngajarin siswa tentang kerjasama tim dan sportivitas.
Yang bikin greget, beberapa event bahkan ngundang youtuber atau influencer buat live streaming turnamen galasin, jadi lebih banyak orang yang tau. Gue rasa ini langkah bagus buat ngangkat permainan tradisional dan ngasih alternatif hiburan yang beda dari gadget. Kalo lo pengen nyobain ikutan, coba cari info di grup-grup Facebook atau komunitas lokal—biasanya mereka bagi detailnya di situ. Siapa tau lo bisa jadi juara galasin di kotamu!
Gue baru-baru ini nemu thread di forum online yang bahas turnamen galasin di Indonesia. Ternyata emang ada beberapa komunitas yang rutin ngadain event kayak gitu, terutama di daerah yang masih kental nuansa tradisionalnya. Mereka biasanya ngemas galasin jadi lebih kompetitif dengan aturan yang jelas, kayak batas waktu atau sistem eliminasi. Yang keren, beberapa event malah ngasih piala atau hadiah buat pemenangnya, dan pesertanya dari berbagai usia. Gue suka liat gimana permainan jadul kayak galasin bisa tetap relevan dan bahkan jadi ajang buat kumpul-kumpul sama ngobrol. Kalo lo tertarik, mungkin bisa mulai dari ikut lomba kecil-kecilan di acara RT atau sekolah dulu!
2026-06-27 20:21:09
3
View All Answers
Scan code to download App
Related Books
Pesona Bos Galak
Yuli F. Riyadi
10
73.6K
Akibat mulutnya yang kadang membawa musibah, Resta Damara terpaksa pindah ke divisi keuangan atas perintah Gyan Elvaro Jagland, direktur keuangan dingin dan galak yang disegani para karyawan Blue Jagland. Dan juga demi untuk terbebas dari tuntutan pria itu karena mulutnya sudah membuat Gyan tersinggung.
Dirinya yang tidak tahu seluk beluk keuangan itu habis kena omel karena terus melakukan kesalahan. Belum lagi dia harus sering lembur lantaran pekerjaannya tidak pernah beres tepat waktu.
Hidupnya makin berantakan sejak bertemu Gyan. Pria menyebalkan itu benar-benar tidak punya peri kemanusiaan. Namun, siapa sangka di tengah kerja kerasnya itu dia malah makin terjerumus masuk ke dalam kehidupan Gyan. Dan entah bagaimana dia kian terbelit ke dalam masalah pria itu.
______
Ini adalah rangkain Pesona Series. Seri Pertama dengan judul Pesona Teman Papa bisa dibaca marathon sampe tamat di Goodnovel ya, Gaes.
"Cari pengantin baru untukku yang seusia atau lebih muda dari perempuan sialan itu. Dia harus lebih cantik, harus lebih baik dalam segala hal, harus lebih bermartabat sebagai seorang perempuan. Aku butuh yang bisa bersikap patuh, jadi jangan cari seorang pembangkang."
***
Gabriel ditinggalkan oleh calon istrinya di hari pernikahannya. Hanya ada pesan singkat di ponselnya dari calonnya itu. Mengatakan agar dirinya menunggu.
Rasa malu dan dendam yang besar membuatnya tidak membiarkan semuanya berakhir begitu saja. Alih-alih menerima penderitaan tersebut, Gabriel justru mencari seseorang untuk menjadi alat sandiwaranya agar bisa menerima predikat sebagai pria paling bahagia di muka bumi. Tidak ada siapa pun yang boleh menganggap dirinya sebagai pria mengenaskan setelah ditinggalkan di hari pernikahan.
Evelyn Rose. Seorang perempuan yang akhirnya dipilih oleh Gabriel. Seorang guru di taman kanak-kanak yang menghabiskan waktu beberapa bulan belakangan untuk membayar hutang ayahnya.
Pada awal yang dipilih oleh Gabriel yang dimaksudkan untuk membalas dendam, apakah mereka akan tetap berjalan di sana? Atau setelah permainan dimulai, keduanya mulai melibatkan sesuatu yang disebut rasa? Pengantin pengganti itu, apakah akhirnya akan mendapatkan posisi utama dalam hidup Gabriel?
Cover by : Canva
Ziana, gadis muda yang berasal dari panti, tidak berpengalaman dan tidak punya koneksi. Terlahir dengan kecantikan malah membuat Ziana lelah dijadikan objek permainan dan dimanfaatkan banyak orang.
Dia ingin menghindar dari banyak lelaki yang menawarkan manisnya cinta dengan sejuta lukanya, tapi untuk gadis rapuh sepertinya bahkan menghindar satu langkah saja tak mampu.
Dia pun berpikir untuk mendekati lelaki berkuasa, lelaki yang dingin, tegas, dan tidak pernah tergoda oleh pesonanya.
Ziana hanya ingin diselamatkan, namun siapa sangka jika lelaki itu memberikan lebih--keamanan, kenyamanan, dan rasa yang berbeda dari pesona seorang lelaki dewasa?
Sayangnya, sosok lelaki sempurna yang berhasil menjatuhkan hatinya itu justru ayah dari sahabatnya sendiri. Ketika dia dihadapkan pada suatu pilihan untuk tetap bertahan dengan cintanya atau persahabatannya, apa yang harus Ziana pilih?
Ghea Ananda Prayudi pribadi dingin, mendapat julukan refridgerator , disingkat refrid. Papanya menikah lagi selepas ibu Ghea mininggal , Ghea merasa ada ketidak adilan atas perlakuan ibu sambungnya. Apalagi saat papanya sang papa tiba-tiba jatuh sakit dan dalam kondisi kritis. Papanya tiba-tiba ingin menjodohkan Ghea dengan anak temannya. Mau tidak mau Ghea menerima perjodohan itu. Namun siapa yang menduga bahwa calonnya adalah Galang Juda Saputra, berstatus duda, dan merupakan bos Ghea di kantor. Si perfeksionis dan galak itu jadi calon Ghea? Bagaimana hidup Ghea setelahnya? Bisakah dia tetap bekerja di kantor dengan si bos yang sudah jadi suaminya?
Pada malam pesta pertunanganku, aku mendapati sahabatku sedang memainkan permainan berbahaya dengan tunanganku.
Aku menemukan mereka di kasino di kapal pesiar pribadi milik keluarga kami. Klara duduk di pangkuan tunanganku, Kafi, pewaris Keluarga Fadilla.
Kafi memegang belati keluarga yang tajam, ujungnya mengait tali tipis gaun Klara. Mata pisaunya menelusuri sepanjang tulang selangkanya. Sedikit saja tekanan, kain sutra itu bisa robek.
Pemandangan itu terlihat berbahaya sekaligus intim.
Aku melangkah maju sambil mengerutkan kening, tetapi Kafi hanya mendengus. "Ini cuma permainan kecil buat meramaikan suasana, Tuan Putri. Nggak usah tegang begitu."
Mata Klara menyipit, suaranya manis dibuat-buat. "Kami cuma main permainan tradisional keluarga. Permainan pisau. Kamu nggak keberatan, 'kan, say?"
Aku hendak bicara, tetapi ekspresi Kafi mengeras.
"Kita baru saja bertunangan dan kamu sudah mau mengatur aku?"
Jadi aku tidak mengatakan apa-apa. Aku hanya menarik pistol buatanku dari sarung di pahaku.
"Jadi ini permainan?" tanyaku.
"Kalau begitu, kita main dengan taruhan sungguhan."
Pada hari aku menikah, teman masa kecilku datang untuk merebutku. Dia membawa sekelompok besar teman-temannya dan menendang pintu aula pernikahanku hingga terbuka.
Teman masa kecilku itu mengaku ingin menikah denganku dan mengajakku kabur dari pesta pernikahan.
Hanya saja tidak lama setelah kami keluar, dia melepaskan tanganku dan berbicara sambil tersenyum santai, "Semuanya, aku menang taruhan lagi. Ini yang ke-100 kalinya. Yang kalah, bayar sesuai janji awal ya."
Kemudian, teman masa kecilku itu menoleh ke arahku.
"Aku cuma bercanda doang. Kamu nggak benar-benar menganggapnya serius, 'kan? Kamu bisa masuk lagi dan melanjutkan pesta pernikahanmu."
Mereka semua mentertawakanku yang sudah mengejar dan merendahkan diri demi Elbron Cahyadi selama sepuluh tahun. Bahkan, selama ini aku rela melakukan apa saja demi dia.
Akan tetapi mereka, termasuk Elbron, tidak tahu bahwa adegan pengantin direbut itu hanyalah salah satu bagian dari acara pesta pernikahanku.
Ada sesuatu yang magis tentang permainan galasin yang bikin aku selalu nostalgia. Waktu kecil dulu, ini adalah permainan favorit yang bikin kita lupa waktu sampai ibu-ibu marah karena pulang terlambat. Kunci utamanya adalah kelincahan dan strategi. Pertama, pemain 'galang' (penjaga) harus berdiri di garis tengah dengan kaki terbuka lebar, siap menangkap lawan yang mencoba menyelip. Gerakan harus cepat tapi waspada—jangan sampai terjebak tipuan lawan yang pura-pura lari ke kiri tapi belok kanan.
Yang seru dari galasin adalah dinamika tim. Pemain 'serang' harus kerja sama, saling memberi kode dengan mata atau gerakan tangan untuk mengalihkan perhatian galang. Trik klasik seperti 'histeria massal' di mana semua pemain lari sekaligus sering bikin galang panik. Tapi hati-hati, galang yang berpengalaman bisa membaca pola dan justru memanfaatkan momentum itu untuk menangkap lebih banyak orang. Bagian paling epic adalah ketika tersisa satu pemain terakhir yang harus menyelamatkan seluruh tim—tegang banget!
Galasin itu permainan yang seru banget dan sering dimainin waktu kecil dulu. Intinya ada dua tim, masing-masing punya 'base' di ujung lapangan. Tugas tim jaga adalah ngehalangin lawan yang mau nyebrang ke base mereka dengan cara nge-tag. Kalau ke-tag, ya ketangkep dan harus jadi tawanan. Tawanan bisa dibebasin kalo temen satu timnya bisa nyentuh mereka tanpa ke-tag dulu. Pemenangnya tim yang berhasil nyebrangin semua anggota mereka ke base lawan tanpa ketangkep.
Yang bikin seru itu strateginya. Ada yang pake teknik 'kucing-kucingan' biar lawan kelelahan, ada juga yang pake sistem 'umpan' biar temennya bisa nyebrar. Lapangannya biasanya pakai garis trotoar atau lapangan sekolah, jadi gak perlu alat khusus. Yang penting lincah dan punya insting bagus buat nebak pergerakan lawan. Gue dulu sering jadi penjaga karena refleks cepat, tapi kadang kecolongan juga kalo lawan pake trik tiba-tiba belok.
Ada suatu malam ketika nostalgia masa kecil menghantam, aku tiba-tiba ingin main 'galasin' lagi seperti dulu. Setelah googling, ternyata game klasik ini bisa dimainkan online lewat beberapa situs arcade retro seperti PlayClassic.Games atau RetroGames.cc. Enggak cuma itu, aku juga nemuin versi modifikasi lebih modern di itch.io dengan grafis pixel art yang charming. Yang seru, beberapa platform ini bahkan menyediakan mode multiplayer online biar bisa tantang teman-teman secara virtual!
Kalau mau yang lebih praktis, aplikasi seperti 'RetroArch' di Android/iOS juga punya emulator yang bisa menjalankan ROM game lawas termasuk galasin. Tapi ingat, pastikan download dari sumber legal ya. Aku sendiri lebih suka versi browser-based karena tinggal buka dan main tanpa ribet instal. Siapa sangka hiburan sederhana tahun 90an masih bisa dinikmati di era cloud gaming seperti sekarang.
Galasin itu permainan tradisional yang sering dimainin waktu kecil, tapi ternyata sejarahnya menarik banget! Nggak ada catatan pasti siapa pencipta aslinya karena ini termasuk permainan rakyat yang diturunkan secara lisan. Aku pernah baca artikel antropologi yang bilang galasin mirip permainan dari Eropa abad pertengahan bernama 'Barres' atau 'Prisoner's Base'. Yang bikin unik, versi Indonesia punya ciri khas pake garis lapangan dan sistem tim. Lucu ya, ternyata budaya bermain anak-anak di seluruh dunia punya kesamaan tanpa perlu internet!
Yang pasti, galasin sekarang jadi bagian nostalgia generasi 90-an. Dulu main sampe kaki kotor, teriak-teriak strategi, dan rebutan jadi 'kucing'. Walaupun nggak ada patennya, warisan semacam ini justru lebih berharga karena milik bersama. Kalo ada yang ngaku-ngaku pencipta galasin, mungkin mereka cuma bercanda.