Aku inget banget waktu pertama liat 'Day of the Dead: Bloodline' di bioskop mini dekat rumah. Visi dystopian-nya keren sih, apalagi karakter Zoe yang ambigu. Tapi setelah nunggu bertahun-tahun, kayaknya sequelnya mentok di rumor doang. Beberapa produser sempet ngomongin ide lanjutan di wawancara 2018, tapi entah kenapa kayak menguap aja.
Yang bikin penasaran sebenernya potensi ceritanya masih luas banget. Misalnya ekspansi virus ke luar bunker, atau konflik manusia vs zombie hybrid. Mungkin aja suatu hari nanti ada reboot atau spin-off, mengingat franchise 'Day of the Dead' sendiri udah ada beberapa versi.
Dari riset kecil-kecilan, film ini emang dirancang sebagai stand-alone dengan ending yang cukup 'final'. Tapi aku pernah baca wawancara sutradaranya yang bilang kalo ada peluang buat sequel tergantung demand. Sayangnya, angka penjualan Blu-ray dan streaming kurang menggembirakan. Jadi kecil kemungkinannya bakal ada 'Bloodline Part 2' dalam waktu dekat. Tapi siapa tau ya, kan zombie selalu punya cara untuk kembali hidup!
Ngomongin 'Day of the Dead: Bloodline' bikin penasaran soal kelanjutannya, ya? Setelah ngecek beberapa sumber dan forum penggemar zombie, kayaknya film tahun 2017 ini belum ada lanjutannya sampe sekarang. Padahal konsepnya cukup menarik dengan twist virus zombie yang dikembangin jadi 'obat', tapi sayangnya respons penonton dan kritik kurang greget. Mungkin karena itu studio gamau ngambil risiko buat sequel.
Tapi jangan sedih! Kalau lo suka vibe film zombienya yang campur aduk antara horor dan sci-fi, bisa banget eksplor film lain kayak 'Army of the Dead' atau series 'Black Summer'. Dua-duanya punya energi serupa tapi lebih banyak dikembangkan.
2026-04-26 18:40:48
2
Toutes les réponses
Scanner le code pour télécharger l'application
Livres associés
Setelah Cerai, Dia Terus Mencariku
Cestbon
9.3
272.4K
Agnes dengan Jimmy sudah menikah tiga tahun, Agnes menyatakan dirinya tak mau melayaninya lagi, jadi membawa anaknya pergi! Namun, setelah memberikan surat cerai, Jimmy terus mengganggunya! Ketika Agnes pergi makan, pria itu akan duduk di samping untuk menatapnya. Ketika Agnes ikut lomba, Jimmy akan menjadi juri, bahkan menatapnya dengan senyum. Ketika Agnes berencana mencari pria muda, Jimmy langsung marah, "Agnes! Bisakah kamu jangan semena-mena lagi? Cepat pulang, anakmu mau ganti popok!"
Zombie tiba-tiba muncul di seluruh dunia, menyebar dengan cepat di kota-kota yang padat. Dalam satu hari, pemerintahan nasional runtuh di seluruh dunia, menyebabkan kekacauan di seluruh dunia. Hukum dan ketertiban lenyap, membuat orang takut pada zombie dan satu sama lain. Terlepas dari ancaman zombie, kelompok-kelompok terbentuk dan memperebutkan sumber daya yang terbatas.
Namun, di tengah-tengah semua itu, seorang pria bernama Richard menerima sebuah sistem yang memungkinkannya untuk memanggil pasukan, peralatan militer, senjata, dan kendaraan. Dengan kekuatan barunya, ia dapat melindungi dirinya sendiri, rekan-rekannya, saudara, dan para pejuang lainnya.
Tiba-tiba dua hari lagi Nadira harus menikah dengan Anand, laki-laki yang sudah lama dijodohkan dengannya karena ibu Anand kritis.
Tak pernah bertemu sebelumnya, Nadira meminta foto Anand pada Triana, sahabatnya yang kebetulan adik sepupu Anand. Dari sini kesalahpahaman terjadi, Nadira semakin tak sudi bertemu karena Anand di foto jelek, tua, dan hitam, sangat berbeda dengan Nadira yang cantik dan Mahasiswi pujaan banyak laki-laki di kampus. Dia tidak hadir bahkan di acara ijab kabul.
Empat bulan berlalu, takdir mempertemukan keduanya. Anand langsung mengenalinya, berbeda dengan Nadira.
Bagaimana kisah mereka selanjutnya?
Sakit tak terlukiskan saat berusaha melawan penyakit dan bertarung nyawa malah dijatuhi talak dan penyebabnya sudah jelas ada wanita lain yang mengisi hati suaminya.
Nilam memilih pisah daripada dimadu. Hidupnya harus berlanjut meski sang mantan sibuk ingin kembali merebut hatinya setelah merasakan penyesalan dan penderitaan.
Irish memilih menyerah begitu mengetahui wanita pujaan hati Arthur—suaminya telah kembali setelah dua tahun berjuang seorang diri.
Namun, ketika Irish melayangkan gugat cerai, Arthur tak terima dan marah besar. Segala cara lelaki itu lakukan untuk membuat Irish tetap di sisinya.
Dapatkah Irish kembali menerima Arthur kembali? Atau tetap memilih berpisah?
Setelah Terlahir Kembali, Aku Dipaksa Menjadi Putri Mafia
Fiery
0
2.4K
Di kehidupan sebelumnya aku diadopsi oleh keluarga biasa, sementara adikku diangkat oleh seorang Godfather dan menjadi putri mafia terkuat di Duskfall.
Siapa sangka, pada tahun ketiganya sebagai putri mafia, dia justru diusir oleh sang Godfather, lalu terlunta-lunta di jalanan, dan akhirnya mati tragis.
Sementara itu, aku mengandalkan prestasi akademik yang gemilang untuk masuk ke NovaTech. Aku pergi ke luar negeri bersama kakak angkatku, dan menjadi bintang baru yang bersinar di bidang AI dengan usahaku sendiri.
Kemudian, dengan restu kedua orang tua angkat, kami menikah dan memiliki anak. Hidupku di kehidupan itu berjalan bahagia dan lancar.
Namun setelah terlahir kembali, adikku membuat pilihan yang sangat berbeda dari sebelumnya.
Dia berlari ke dalam pelukan kakak angkat kami sambil memanggilnya “kakak” dan menggenggam tangan orang tua angkat dengan erat, lalu menatapku dengan sorot mata penuh kemenangan.
“Kak, kamu saja yang merasakan penderitaan menjadi bagian dari dunia mafia. Tempat yang sangat kejam itu … aku tak sanggup tinggal di sana sedetik pun.” Aku menatap pria yang di kehidupan sebelumnya adalah suamiku itu, berharap dia akan mengatakan sesuatu. Namun, dia justru melindungi adikku di belakangnya, dan menatapku dengan dingin.
“Jangan dekati adikku.”
Pada akhirnya, di bawah tatapan penuh kemenangan dari adikku, aku berjalan menuju mobil Falcon itu.
Dari sudut pandang penggemar zombie yang sudah menonton puluhan film genre ini, 'Day of the Dead: Bloodline' terasa seperti upaya menghidupkan kembali warisan klasik dengan sentuhan modern. Ceritanya mengikuti Zoe, seorang tenaga medis di bunker bawah tanah pasca-apokaliptik, yang harus menghadapi Max, zombie eksperimen yang ternyata mantan kekasihnya. Alurnya cukup linear: bertahan dari serangan zombie sambil berurusan dengan konflik internal antarpenghuni bunker. Yang menarik justru dinamika Zoe-Max yang absurd tapi somehow bikin penasaran—bayangkan 'Twilight' tapi dengan mayat hidup dan lebih banyak darah.
Sayangnya, film ini terjebak di antara ingin jadi homage untuk original 'Day of the Dead' dan mencoba sesuatu yang baru. Adegan actionnya solid, terutama saat Max 'berubah', tapi pengembangan karakter lain seperti Baca atau Miguel terasa setengah matang. Endingnya predictable, tapi bagi yang suka gore dan drama manusia-zombie ala 'Warm Bodies', ini tontonan yang cukup menghibur untuk satu malam.
Aku ingat betul sempat penasaran dengan film 'Day of the Dead: Bloodline' karena suka sama tema zombie yang lebih serius. Setelah cek di Netflix beberapa bulan lalu, ternyata film ini memang pernah tayang di platform tersebut, tapi tergantung region. Di Indonesa, aku sempat nemuinnya sekitar tahun 2018-2019 dengan subtitle lokal. Plotnya yang twist tentang zombie 'setengah sadar' cukup menarik buat ditonton sambil santai.
Sayangnya, library Netflix sering berubah-ubah. Sekarang aku coba cari lagi, kayaknya udah gak ada. Mungkin karena kontrak streamingnya habis atau dipindah ke platform lain. Kalau mau alternatif, bisa coba cari di layanan legal seperti Amazon Prime atau Vudu. Atau... ehmm torrent (tapi jangan bilang siapa-siapa ya).
Kalau bicara soal 'Day of the Dead: Bloodline', film zombie yang cukup seru itu, syutingnya ternyata dilakukan di Bulgaria. Negara ini jadi favorit banyak produksi film karena biayanya lebih terjangkau dibanding Hollywood, plus punya studio dan lokasi yang versatile. Mereka memanfaatkan Nu Boyana Film Studios di Sofia, yang terkenal dengan fasilitas canggihnya. Beberapa adegan juga diambil di sekitar wilayah Bulgaria yang memberikan nuansa post-apocalyptic cocok untuk cerita zombie.
Yang menarik, meski setting film terasa seperti Amerika Latin (sesuai judul 'Day of the Dead'), semua dibuat secara artificial di Bulgaria. Tim produksi benar-benar mengandalkan set design dan CGI untuk menciptakan atmosfer tersebut. Rasanya keren melihat bagaimana lokasi syuting bisa 'berbohong' dengan bantuan efek visual yang tepat.
Ada sesuatu yang menggelitik tentang zombie yang terus kembali menghantui dunia hiburan, dan 'Day of the Dead: Bloodline' adalah salah satu upaya untuk menghidupkan kembali kegilaan itu. Film ini merupakan reboot dari waralaba klasik George A. Romero, tapi dengan sentuhan modern. Ceritanya berpusat pada Zoe, seorang mahasiswa kedokteran yang terjebak dalam wabah zombie di sebuah bunker militer. Konflik utama muncul ketika Max, zombie yang dulu mencintainya, kembali sebagai makhluk setengah sadar yang mempertahankan ingatan manusia. Film ini mencoba menggabungkan elemen horor dengan drama psikologis, meski hasilnya kadang terasa dipaksakan.
Yang menarik dari film ini adalah eksperimennya dengan karakter zombie 'pintar'. Max bukan sekadar mayat hidup haus darah—ia punya agenda sendiri. Sayangnya, alur ceritanya sering terjebak dalam klise, seperti konflik internal antar manusia yang terlalu melodramatis. Adegan action-nya cukup solid, tapi kurang mampu menutupi kelemahan narasi. Bagaimanapun, bagi penggemar genre zombie yang haus tontonan baru, film ini masih layak dicoba—asal tidak berharap terlalu tinggi.