Bicara tentang karakter yang hilang, aku selalu terkesan dengan cara 'JoJo's Bizarre Adventure' menangani ini. Araki terkenal dengan 'JoJo's Forgot His Stand Ability Syndrome', dimana karakter atau kemampuan tertentu tiba-tiba diabaikan. Tapi lucunya, fans justru mencintai keanehan ini—menjadi semacam inside joke komunitas. Mungkin dalam beberapa kasus, 'go missing and forgotten' justru menambah charm sebuah karya, asalkan dilakukan dengan gaya yang unik. Atau mungkin ini cuma coping mechanism kita sebagai fans yang terlalu overthink?
Aku ingat pernah membaca thread Reddit tentang karakter-karakter manga yang tiba-tiba 'menguap' dari cerita. Salah satu yang paling sering disebut adalah Neferpitou dari 'Hunter x Hunter'—setelah kematiannya, pengaruhnya terhadap plot seperti terhapus begitu saja. Ini berbeda dengan karakter yang memang sengaja ditulis untuk menghilang, seperti dalam 'Made in Abyss' dimana hilangnya tokoh tertentu justru menjadi inti cerita.
Yang menarik, kadang hilangnya karakter justru menciptakan misteri tersendiri bagi fans. Di komunitas 'Dorohedoro', banyak teori berkembang tentang nasib beberapa karakter yang tak pernah muncul kembali. Justru ketidakpastian ini yang membuat diskusi terus hidup, membuktikan bahwa kadang apa yang tidak dikatakan sama powerfulnya dengan apa yang diungkapkan.
Pernahkah kamu menyadari betapa seringnya karakter dalam cerita menghilang begitu saja tanpa penjelasan? Aku selalu tergelitik dengan fenomena ini, terutama dalam anime atau novel panjang. Misalnya, di 'One Piece', ada beberapa karakter yang sempat dijanjikan bakal kembali, tapi entah kenapa menghilang dari narasi utama. Aku penasaran apakah ini karena alur cerita yang terlalu kompleks atau memang sengaja diabaikan oleh penulis.
Di sisi lain, ada juga karakter yang hilang secara simbolik, seperti mereka yang 'dilupakan' oleh dunia dalam cerita itu sendiri. Contohnya, di 'Attack on Titan', beberapa karakter minor benar-benar lenyap setelah arc tertentu. Ini membuatku bertanya-tanya: apakah ini kesalahan penulisan, atau justru cara kreatif untuk menunjukkan kerasnya dunia fiksi tersebut? Rasanya seperti ada lapisan meta-naratif di sini yang jarang dibahas.
2026-01-17 12:08:14
7
View All Answers
Scan code to download App
Related Books
Menantu Penguasa yang Tak Terlihat Kaya
Wanea
0
2.8K
Dia dihina dan ditindas di keluarga istrinya. Tidak ada yang tahu tentang identitasnya yang tersembunyi. Dia adalah pewaris dari sebuah kekuatan terkuat yang pernah mengguncang dunia.
Tidak menyukai dinikahkan paksa oleh ibu tirinya dengan pria desa yang tidak memiliki masa depan jelas, Keysa Andini justru merasakan hal baru yang tidak diduganya sejak ia dan Steven, suaminya yang berusia lebih muda, mulai tinggal bersama.
Keysa yang bermaksud ingin segera menceraikan Steven, mulai merasakan kenyamanan dalam kehidupan bersama yang mereka lalui hingga mengganggu pendirian awalnya itu.
Selain menemukan banyak hal menarik dari pria itu, Keysa juga mendapat kejutan besar tak terduga yang nantinya akan mengubah masa depannya.
Pacarku adalah pewaris di lingkatan elite ibu kota, kekayaannya bernilai ratusan triliun.
Untuk mengujiku, dia tidak pernah membelikanku hadiah apa pun selama tujuh tahun bersama, bahkan tidak pernah mengeluarkan sepeser pun untukku. Sekadar mampir ke minimarket membeli alat kontrasepsi saja, dia tetap menghitung dan membaginya setengah-setengah denganku.
Kemudian, ibuku sakit keras. Aku meminjam ke semua kerabat dan kenalan, tinggal kurang empat juta lagi agar biaya operasi bisa terpenuhi.
Namun, tidak peduli bagaimana aku memohon, pacarku tetap tidak mau meminjamkan uang itu.
Aku mengurus pemakaman ibuku sendirian. Saat pulang ke rumah dan membereskan barang-barang, aku tanpa sengaja menemukan daftar hadiah yang dia belikan untuk adik perempuan tetangganya.
Vila pegunungan pribadi, tas-tas mewah, perhiasan bernilai ratusan juta rupiah.
Di sana juga ada potongan percakapan dia dengan teman-temannya.
"Kak Arka, katanya Svara sampai berlutut hanya untuk meminjam empat juta darimu, itu benar?"
Arka terkekeh dingin, suaranya terdengar santai dan meremehkan, "Apa yang Dinda bilang memang benar. Demi empat juta saja dia sampai berlutut ke sana kemari, kalau bukan perempuan matre, lalu apa?"
"Baru tujuh tahun bersama, tapi dia sudah nggak sabar ingin mengeruk uang dariku."
Baru saat itu aku sadar, ujian tujuh tahun itu hanyalah akibat hasutan dari adik tetangganya.
Tidak masalah.
Karena sejak ibuku meninggal, aku sudah memutuskan untuk meninggalkan dia.
AREA DEWASA!!
Di istana yang penuh intrik, ada seorang selir yang seolah tak pernah ada. Kaisar tak pernah memanggilnya, bahkan seolah melupakan namanya. Namun, di balik pengabaian itu tersimpan rahasia kelam. Apakah ia benar-benar terlupakan… atau justru sengaja disembunyikan?
Zero: Forgotten Lost berlatar dunia medieval pasca-apokaliptik setelah bencana yang disebut Cataclysmic Catastrophe memusnahkan sebagian besar umat manusia dan menyebabkan munculnya makhluk dan monster tak dikenal, yang disebut Nyxaroth. Umat manusia beradaptasi dengan ancaman tersebut dan seiring waktu membangun kembali peradaban. Ceritanya mengikuti Fabio yang Amnesia, yang terbangun dari tidurnya didunia tidak dikenalnya dan berangkat menjelajahi dunia baru ini.
Transmigrasi Menjadi Karakter Paling Sampingan dalam Game
Darashinai
0
2.1K
Pengkhianatan sudah menjadi hal seperti musik di kepalaku. Semua bentuknya sudah kuingat sepanjang hidupku. Sampai di pengkhianatan terakhir satu tusukan menembus dadaku dan yang membawa pisau itu adalah senior kerjaku sendiri yang selalu kuhormati. Kupikir ini akan berakhir, tapi aku tiba-tiba masuk ke dalam tubuh seorang NPC yang belum pernah kulihat di game yang aku desain.
Ada satu novel yang langsung terlintas di pikiran ketika membahas tema 'go missing and forgotten': '1Q84' karya Haruki Murakami. Kisah Aomame dan Tengo yang terjebak di dunia paralel dengan aturan berbeda, di mana identitas mereka perlahan terhapus dari ingatan orang-orang di kehidupan sebelumnya, benar-benar menggali rasa kehilangan dan dilupakan. Murakami menggambarkan bagaimana karakter utama berjuang melawan nasib yang seolah menghapus jejak mereka, sementara dunia terus berputar tanpa peduli.
Yang menarik, tema ini juga muncul di 'The Book of Disquiet' karya Fernando Pessoa. Meski bukan novel konvensional, karya ini menyelami perasaan terasing dan tak diakui melalui narasi semi-autobiografi. Tokoh utamanya, Bernardo Soares, merasa seperti hantu dalam kehidupan sendiri—ada tetapi tak benar-benar diingat. Pessoa mengeksplorasi filosofisnya dengan puitis, membuat pembaca merasakan betapa mudahnya seseorang lenyap dari memori kolektif.
Ada rasa melankolis yang unik ketika karakter dalam manga 'go missing and forgotten'. Ini bukan sekadar hilang secara fisik, tapi lebih seperti memudar dari ingatan orang-orang di sekitarnya. Aku ingat bagaimana 'Boku dake ga Inai Machi' menggambarkan konsep ini dengan brilian—Satoru yang terlempar ke masa lalu dan nyaris tak meninggalkan jejak di masa kini. Rasanya seperti menyaksikan seseorang menguap perlahan dari kanvas kehidupan, sementara dunia terus berputar tanpa peduli.
Dalam konteks cerita, ini sering menjadi metafora untuk isolasi sosial atau trauma yang tak terungkap. Karakter seperti Nana Osaki di 'Nana' atau Guts di 'Berserk' mengalami fase di mana mereka 'terlupakan' oleh orang yang pernah dekat dengan mereka. Bukan karena mereka tidak penting, tapi karena luka emosional membuat mereka memilih menghilang. Ada kedalaman psikologis di sini yang jarang dijelajahi medium lain selain manga.
Dalam film, 'go missing and forgotten' sering diwakili melalui visual yang kuat—adegan kosong, warna pudar, atau karakter yang perlahan menghilang dari frame. Contohnya di 'Spirited Away', Chihiro harus berjuang agar orangtuanya tidak benar-benar dilupakan di dunia roh. Medium visual memungkinkan penonton merasakan kehilangan secara fisik, seperti ketika kamera perlahan menjauh dari objek yang ditinggalkan.
Sedangkan di buku, konsep ini lebih abstrak namun bisa lebih dalam. Novel 'The Book Thief' menggambarkan bagaimana kematian dan kehilangan menjadi bagian dari narasi Death sendiri—kita 'merasakan' pelan-pelan hilangnya ingatan melalui kata-kata. Buku punya ruang untuk eksplorasi psikologis yang sulit divisualisasikan, seperti internalisasi karakter yang mulai melupakan wajah seseorang.
Ada semacam kesedihan yang indah ketika karakter dalam anime menghilang dan dilupakan—itu seperti elemen kunci dalam cerita yang membuat penonton merasakan nostalgia. Frasa 'go missing and forgotten' sering dipakai untuk menggambarkan tragedi tersembunyi: seorang pahlawan yang berkorban tapi tak diingat, atau makhluk supernatural yang lenyap dari ingatan manusia. Aku sering terpikir, ini mungkin metafora dari perasaan tersisihkan dalam kehidupan nyata. Contohnya di 'Anohana', Meiko yang jadi hantu karena trauma masa kecil, atau di 'Angel Beats!' di mana karakter harus 'lulus' dari dunia setelah mencapai kedamaian. Rasanya, frasa ini menjadi cara sutradara untuk menyampaikan pesan tentang betapa rapuhnya ingatan manusia.
Di sisi lain, tema ini juga sering dipakai untuk membangun dunia cerita. Di 'Made in Abyss', hilangnya petualang di Abyss adalah hal biasa, dan masyarakat sudah menerimanya sebagai bagian dari kehidupan. Ini menciptakan atmosfer misterius sekaligus menyedihkan. Aku pikir, frasa tersebut bukan sekadar alat naratif, tapi juga cerminan budaya Jepang yang menghargai 'mono no aware'—kesadaran akan ketidakkekalan segala sesuatu.