Awal beli Mito Game cuma buat sosial media, eh ternyata bisa dipaksa main PUBG juga. Grafisnya gak cinematic banget, tapi gak pixelated parah kok. Special trick: turunin resolution ke 720p + naikin frame rate priority di settings. Hasilnya smooth banget untuk battle royale. Sayangnya, efek seperti muzzle flash kurang detail. Tapi ya, trade-off wajib di HP harga segini. Tetap recommend buat secondary device atau buat yang gak terlalu competitive.
Sebagai seseorang yang sering compare budget gaming phones, Mito Game ini dark horse. GPU-nya mampu handle PUBG Mobile di 40-50 fps dengan HD setting. Tidak sefluid flagship, tapi jauh dari unplayable. Kelebihan lain? Layar 90Hz-nya bikin aim lebih responsif meski grafis bukan ultra. Battery drain-nya agak cepat sih kalau main high brightness, tapi masih bisa 4-5 match sebelum recharge. Worth noting: update terakhir PUBG agak nambah load, jadi sekarang lebih nyaman pake medium-low mix.
Dari pengalaman main PUBG di HP Mito Game, performanya cukup mengejutkan untuk harganya. Awalnya ragu karena speknya mid-range, tapi ternyata bisa jalan di setting medium dengan fps stabil. Tentu saja ada occasional frame drop saat map crowded, tapi masih playable. Kalau mau grafis lebih halus, bisa turin ke low-medium buat avoid lag. Yang penting, device gak overheat parah setelah 2-3 match.
Buat casual player yang gak neko-neko, ini HP cukup worth it. Tapi jangan bandingin sama flagship yang bisa ultra HD 60fps. Fitur cooling system-nya juga membantu maintain suhu meski main lama. Overall, budget-friendly option dengan trade-off di beberapa detail grafis.
Pernah ngobrol sama temen yang pake Mito Game buat nge-grind PUBG tiap hari. Katanya, setting optimalnya itu balanced antara visual dan performance: anti-aliasing off, shadow low, tapi texture bisa medium. Hasilnya? Lumayan buat spotting musuh tanpa ngelag. Yang ngeselin cuma kadang ada render delay pas looting cepat. Tapi ya, masih jauh lebih baik daripada HP sekelas harga 2 jutaan lainnya. Buat yang demen ranked match, mungkin perlu consider device lebih tinggi, tapi buat fun gameplay? No major complaint.
Dari segi teknis, chipset Helio G-series di Mito Game memang bukan flagship killer, tapi optimisasinya decent. PUBG jalan dengan HD+High Fps (30-40 stabil) asal jangan multitasking. Thermal management-nya cukup baik—cuma hangat dikit setelah 1 jam main. Buat pemain yang prioritaskan gameplay di atas visual, ini opsi solid. Tips: matikan background apps dan pakaikan cooler biar lebih konsisten. Yang mau grafis max mungkin kecewa, tapi fun fact: banyak pro player sengaja turunin setting buat FPS lebih stabil.
2026-05-05 13:28:59
25
Lihat Semua Jawaban
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Buku Terkait
Di Balik Topeng si Pria Miskin
Kulihat Bintang
8.5
140.3K
Sebagai pewaris orang kaya papan atas dunia, dia hanya ingin merasakan cinta murni yang indah. Akan tetapi, hal tersebut ditentang keluarga besar dan membuat segala fasilitasnya dikunci. Pria itu tidak peduli, mengira bahwa cintanya saja sudah cukup. Tidak disangka, kekasihnya mengira dia tidak lagi memiliki apa pun dan malah menjadikannya bahan tertawaan! "Karena kamu tidak lagi menginginkanku, maka aku akan kembali menjadi diriku yang sebenarnya! Biar kamu lihat seberapa luar biasanya kehidupanku yang telah kamu tinggalkan ini!"
“Saya akan menikahi Asha.”
Asha, gadis berumur dua puluh dua tahun tiba-tiba dipilih Akash anak dari majikan ibunya untuk dijadikan istri.
Akash Menikahi Asha untuk menghindari perjodohan yang diatur keluarganya. Tadinya itu dilakukan untuk membuat kakeknya marah, tapi diluar dugaan ternyata kakeknya setuju dan bersedia membiayai semua biaya pernikahan Akash dan Asha. Bahkan setelah itu Akash mendapat jabatan penting di kantor setelah dia menikah.
Meskipun terpaksa, Asha tetap berusaha menjalankan tugasnya sebagai seorang istri meskipun Akash tidak pernah menanggapinya. Meskipun mereka tinggal di rumah dan kamar yang sama, Akash mengatakan kalau mereka tidak perlu saling memperhatikan, mereka akan menjalani kehidupan mereka masing-masing.
Apakah pernikahan mereka akan berlangsung lama tanpa cinta dan menjadi hubungan platonis, atau takdir membawa mereka pada kehidupan yang berbeda?
Karena telah menabrak seorang anak kecil, Chika harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dengan menikah dengan seorang duda tampan berpangkat Kapten di Kesatuan TNI AD yang bernama Niko.
Bagaimana kisah pernikahan mereka. Apakah pernikahan mereka akan bertahan?
Temukan jawabannya hanya di Pelabuhan Hati Sang Kapten.
"Hidup bakal enak, jika menikahi pria yang sudah mapan."
Pepatah itu nyatanya tidak semua benar. Menikah dengan pria yang sudah mapan tidak menjamin hidup Hilya_gadis yang akhirnya diasingkan dari keluarga karena terbilang pelit hidup bercukupan, meski sudah menikahi pria kaya.
Aksa_suaminya adalah seorang pengusaha yang memiliki toko pakaian. Usahanya cukup ramai dan mereka sudah termasuk keluarga dengan taraf ekonomi menengah ke atas. Namun ternyata, siapa sangka kalau hidup Hilya jauh dari kata bahagia.
Hilya hanya diperbolehkan mengurus rumah tanpa diberi jatah uang. Ia menggunakan barang-barang yang dibelikan suaminya saja, tanpa bisa meminta lebih. Urusan makan pun tergantung pada apa yang dibelikan Aksa, seringnya ia bahkan makan lauk sisa suaminya.
Hilya tidak habis pikir apa yang meracuni pikiran suaminya, Aksa terbilang mampu dan bisa membeli barang-barang mewah serta makanan yang cukup untuk keduanya. Akan tetapi, Aksa justru enggan melakukan itu, ia bahkan menolak pemberian ibunya yang simpati kepada Hilya karena hidup mereka yang jauh dari berkecukupan.
Hilya tidak tahan lagi dan mencoba berontak, namun ternyata ia mendapatkan sebuah fakta mengejutkan. Pria yang menikahinya ternyata mengidap sebuah penyakit akibat dari kenangan buruk masa lalu.
Dalam kondisi gonjang-ganjing pernikahannya yang di ujung tanduk, Hilya berusaha untuk mengeluarkan suaminya dari trauma masa lalu yang membuatnya sakit seperti sekarang ini.
Mampukah Hilya menyembuhkan penyakit suaminya itu, dan mempertahankan pernikahan mereka?
Mari baca cerita lengkapnya di cerbung 'Kaya sih, tapi pelit!'
Dara tak percaya mendapati rumahnya kosong dan putrinya, Mita, dibawa tanpa izin. Saka, suaminya, mencoba menjelaskan, tetapi alasan bahwa ibunya membawa Mita sebagai "pancingan" untuk Mbak Eca, yang belum punya anak selama 15 tahun, membuat Dara marah. Ia merasa Saka dan keluarganya tidak menghargai perjuangannya saat melahirkan.
Saka merasa bingung dan bersalah, sadar bahwa tindakan keluarganya telah membuat istrinya sangat menderita. Situasi semakin genting, dan Dara tak akan berhenti sampai Mita kembali ke pelukannya dan bahkan nekat menuntut keluarganya ke jalur hukum.
" Biarkan aku pergi, tolong jangan mempersulit diriku.. "
Kisah seorang gadis muda merajut asa di ibukota, menempuh perjalan penuh luka liku memperjuangkan mimpi.
Hingga akhirnya jatuh hati pada seorang pria yang justru semakin memperkelam kehidupannya.