Gue baru nemu kartu tanda pacaran pasangan sepupu gue di laci lama—fotonya dicetak seukuran kartu ATM dengan border holo ala photocard Kpop. Lucunya, mereka bikin ini tahun 2022! Katanya sih biar bisa dibawa-dompet kayak jaman old, tapi tetep aesthetic. Mereka generasi yang tumbuh dengan digital everything, tapi somehow masih kepikiran buat bikin physical token seperti ini. Mungkin karena ada kepuasan tactile yang nggak bisa digantikan likes di media sosial? Atau sekadar pengen punya keepsake yang bisa dipegang 20 tahun lagi. Whatever the reason, gesture ini bikin seneng—bukti bahwa romantisme analog masih ada tempatnya di dunia digital.
Membahas kartu tanda pacaran itu seperti membuka memori jaman SMP dulu. Dulu, punya kartu itu kayak badge kehormatan, bukti kalau kita 'resmi' dan diakui. Sekarang? Kayaknya lebih ke nostalgia sih. Generasi Z mungkin lebih familiar dengan status di Instagram atau playlist Spotify bareng. Tapi gue pernah liat beberapa pasangan muda masih bikin kartu kustom ala ID card, bahkan ada yang digital pakai Canva. Lucu juga sih, karena mereka bilang ini bentuk romantisme 'retro' yang diadaptasi ke era sekarang.
Yang menarik, tren ini sekarang lebih sebagai bentuk ekspresi kreatif ketimbang keharusan sosial. Beberapa temen gue malah bikin versi parodi dengan foto meme atau quotes kocak. Intinya, konsep 'kartu tanda pacaran' masih hidup, tapi bentuknya udah berevolusi jadi lebih personal dan fun.
Dari sudut pandang pengamat budaya pop, fenomena kartu tanda pacaran ini menarik untuk dilacak perkembangannya. Di era 90-an/2000-an awal, benda kecil ini punya nilai sosial besar—semacam pengakuan publik bahwa hubunganmu sah. Sekarang, di dunia yang didominasi media sosial, fungsi itu sudah tergantikan oleh fitur relationship status atau posting couple goals.
Tapi bukan berarti hilang sama sekali. Di komunitas tertentu, terutama yang suka barang-barang vintage atau kolektor memorabilia, kartu tanda pacaran malah jadi benda yang diburu. Ada yang sengaja bikin replika ala kartu jaman old pakai desain pixel atau font Windows 95 buat estetika nostalgia. Justru karena udah jarang, malah jadi punya nilai sentimental yang lebih dalam bagi yang masih melakukannya.
2026-04-11 05:36:05
1
View All Answers
Scan code to download App
Related Books
Si Tampan yang Posesif
Renata Respati
10
4.0K
“Hati kecil aku bilang, kalau kamu adalah selamanya,” – Diandra.
“Kamu adalah rumah, dan juga penyembuh untuk semua luka,” – Sangkara.
Diandra, menghabiskan tiga tahun masa SMA-nya untuk mengejar cinta Sangkara. Ia tidak peduli meski pun Sangkara seringkali mengabaikan perasaan dan keberadaannya.
Hingga di hari kelulusan, saat Diandra memutuskan untuk menutup kisah percintaan SMA-nya, Sangkara justru datang padanya seolah tidak membiarkannya pergi.
Diandra kaget, merasa bingung untuk tetap bertahan atau melupakan.
Bagaimana kelanjutan kisah cinta Diandra dan Sangkara kedepannya?
Apakah hubungan mereka akan berakhir manis, atau justru perpisahan?
Najwa Asyifa, perempuan berusia 26 tahun yang sudah menikah selama dua tahun dengan Fabian Rizki yang lebih tua enam tahun dibanding dirinya. Pernikahan itu awalnya indah. Namun, semenjak kehadiran Ibu mertua dan adik ipar yang ikut tinggal bersama mereka, keadaan akhirnya berubah.
Puncaknya, ketika Najwa mendapat sebuah kabar buruk. Sang suami membawa wanita lain ke rumahnya dan mengakui wanita itu sebagai istri kedua.
*
Kau bilang, aku tak bisa tanpamu, Mas. Ah, Benarkah?
Ku rasa, itu terbalik. Bukankah, justru kau yang tak bisa tanpaku?
Ziana, gadis muda yang berasal dari panti, tidak berpengalaman dan tidak punya koneksi. Terlahir dengan kecantikan malah membuat Ziana lelah dijadikan objek permainan dan dimanfaatkan banyak orang.
Dia ingin menghindar dari banyak lelaki yang menawarkan manisnya cinta dengan sejuta lukanya, tapi untuk gadis rapuh sepertinya bahkan menghindar satu langkah saja tak mampu.
Dia pun berpikir untuk mendekati lelaki berkuasa, lelaki yang dingin, tegas, dan tidak pernah tergoda oleh pesonanya.
Ziana hanya ingin diselamatkan, namun siapa sangka jika lelaki itu memberikan lebih--keamanan, kenyamanan, dan rasa yang berbeda dari pesona seorang lelaki dewasa?
Sayangnya, sosok lelaki sempurna yang berhasil menjatuhkan hatinya itu justru ayah dari sahabatnya sendiri. Ketika dia dihadapkan pada suatu pilihan untuk tetap bertahan dengan cintanya atau persahabatannya, apa yang harus Ziana pilih?
Annisa harus menelan pil pahit saat masa iddahnya belum selesai, harga dirinya harus hancur oleh perbuatan Bima, adik ipar yang dulu adalah mantan kekasihnya.
Bagaimanakah kisah mereka?
Seorang rekan kerja wanita di kantor pergi ke tempat pijat lima kali dalam seminggu. Tiap kali setelah pergi ke sana, keesokan harinya dia selalu datang ke kantor dengan semangat yang tinggi. Aku tidak bisa menahan diri untuk bertanya padanya, "Apa teknik pijat di tempat itu benar-benar sebagus itu? Kamu sampai pergi lima kali seminggu ke sana?"
Dia menjawab sambil tersenyum, "Tekniknya benar-benar bagus. Kamu akan mengerti setelah mencobanya sendiri."
Akhirnya, aku mengikuti rekan kerja wanita itu ke tempat pijat bernama "Arinda" tersebut. Sejak saat itu, aku juga jadi tidak bisa melepaskan diri.
Pada malam pesta pertunanganku, aku mendapati sahabatku sedang memainkan permainan berbahaya dengan tunanganku.
Aku menemukan mereka di kasino di kapal pesiar pribadi milik keluarga kami. Klara duduk di pangkuan tunanganku, Kafi, pewaris Keluarga Fadilla.
Kafi memegang belati keluarga yang tajam, ujungnya mengait tali tipis gaun Klara. Mata pisaunya menelusuri sepanjang tulang selangkanya. Sedikit saja tekanan, kain sutra itu bisa robek.
Pemandangan itu terlihat berbahaya sekaligus intim.
Aku melangkah maju sambil mengerutkan kening, tetapi Kafi hanya mendengus. "Ini cuma permainan kecil buat meramaikan suasana, Tuan Putri. Nggak usah tegang begitu."
Mata Klara menyipit, suaranya manis dibuat-buat. "Kami cuma main permainan tradisional keluarga. Permainan pisau. Kamu nggak keberatan, 'kan, say?"
Aku hendak bicara, tetapi ekspresi Kafi mengeras.
"Kita baru saja bertunangan dan kamu sudah mau mengatur aku?"
Jadi aku tidak mengatakan apa-apa. Aku hanya menarik pistol buatanku dari sarung di pahaku.
"Jadi ini permainan?" tanyaku.
"Kalau begitu, kita main dengan taruhan sungguhan."
Pernah denger soal kartu tanda pacaran? Awalnya kupikir ini cuma urban legend, tapi ternyata beneran ada! Di beberapa sekolah di Jepang, ini kayak 'kontrak resmi' buat pasangan pelajar. Guru atau OSIS yang ngeluarin, lengkap dengan nama pasangan dan tanggal mulai hubungan. Lucu sih, tapi sebenarnya ini cara sekolah ngontrol pacaran murid biar nggak ganggu belajar. Ada yang bilang ini terlalu ikut campur, tapi menurutku justru kreatif banget. Bayangin aja, hubungan lo diakui 'resmi' sama sekolah, jadi nggak sembunyi-sembunyi.
Tapi jangan salah, ini bukan sekadar formalitas doang. Beberapa sekolah punya konsekuensi kalo kartu ini dilanggar, kayak dipanggil orang tua atau bahkan diputusin paksa. Serem juga ya? Tapi mungkin ini salah satu alasan kenapa Jepang punya tingkat pernikahan dini yang rendah. Yang menarik, beberapa pasangan malah nganggap ini kenangan manis, kayak versi mini surat nikah masa sekolah.
Ada sesuatu yang sangat spesial tentang membuat kartu tanda pacaran yang unik—bukan sekadar formalitas, tapi cara untuk menunjukkan kepedulian dan kreativitas. Aku pernah membuat kartu untuk pasangan dengan tema 'retro arcade', lengkap dengan pixel art dan QR code yang mengarah ke playlist Spotify berisi lagu-lagu kenangan kami. Materialnya dari karton tebal yang di-stiker hologram, jadi berkilau di bawah lampu. Bagian favoritku adalah menambahkan 'achievement' kecil seperti 'Bertahan dari marahnya aku bulan lalu' dengan emoticon hati. Detail-detail seperti font vintage atau stempel wax bisa bikin kartu terasa personal.
Kalau mau lebih interaktif, coba buat kartu dengan elemen DIY seperti origami atau pop-up. Pernah lihat kartu yang ketika dibuka ada gambar kami berdua muncul? Itu bisa dibuat dengan teknik paper engineering sederhana. Jangan lupa sisipkan inside joke atau kode rahasia berdua—misalnya, nomor seri kartu adalah tanggal pertama kali jalan bareng. Intinya, biar kartu itu nggak cuma jadi benda, tapi cerita yang bisa dipegang.
Kartu tanda pacaran lucu itu bisa ditemuin di banyak tempat, tergantung selera! Kalau suka yang unik dan handmade, coba cek marketplace lokal seperti Tokopedia atau Shopee. Banyak seller yang bikin custom dengan nama kalian berdua plus tanggal jadian. Pernah beli satu buat anniversary, desainnya bisa request quote spesial malah—lebih personal gitu.
Tapi kalo mau yang instan dan gaya, toko buku besar seperti Gramedia atau Paperclip biasanya punya section hadiah couple. Ada yang bentuknya kartu klasik sampai pop-up 3D. Dulu pernah nemu satu yang ada hologram hati, langsung auto beli karena gemes banget! Bonus tip: kunjungi IG @kartucoupleid buat referensi kreatif sebelum beli.