Pernah ngebayangin gimana rasanya jadi ilmuwan yang nemuin rahasia alien yang bikin merinding? 'Prometheus 2' alias 'Alien: Covenant' itu kayak rollercoaster sci-fi horor yang bikin deg-degan dari awal sampe akhir. Ceritanya ngikutin kru kapal Covenant yang nebak-nebak planet 'surga' ternyata jadi mimpi buruk. Yang bikin menarik, film ini eksplorasi deeper soal asal-usul Xenomorph dan pertanyaan filosofis 'siapa yang menciptakan siapa'. Adegan David si android vs Walter itu masterpiece-nya Ridley Scott dalam ngegambarin obsession dengan penciptaan.
Gw personally suka banget sama cara film ini ngelink ke 'Alien' klasik, terutama scene chestburster yang bikin trauma tapi dengan twist lebih kejam. Visualnya? Wah, cinematic banget! Planet yang keliatan indah tapi penuh jebakan maut itu kontras banget sama kegelapan ceritanya. Ending-nya yang ngejutin bikin ngerasa kayak ditampar sama pertanyaan: 'Kalo lo jadi crew-nya, bertahan berapa lama?'
Dari perspektif pecinta lore 'Alien', 'Alien: Covenant' itu kayak puzzle piece yang ngebuka misteri besar. Awalnya dikira cuma prequel biasa, eh taunya jadi bridge antara 'Prometheus' sama universe aslinya. Yang bikin gregetan itu karakter David yang dari android 'sempurna' berubah jadi villain paling unik yang pernah gw liat. Gw sampe skip makan buat ngepause scene dia ngumpulin 'spesimen' - creepy banget tapi genius!
Film ini juga ngasih closure buat pertanyaan 'apa yang terjadi sama Shaw?', meski jawabannya bikin sedih. Special efek sama praktikal efeknya blend sempurna, terutama waktu Xenomorph baru muncul. Sound design-nya juara - setiap decitan sama teriakan bikin bulu kuduk berdiri. Sayangnya beberapa karakter kru keliatan cuma cannon fodder, tapi ya emang formula franchise ini sih.
Buat yang demen sci-fi dengan psychological horror, alur 'Alien: Covenant' itu kayak mimpi fever dream yang nggak bisa dilupain. Gw nonton pas malem sendiri dan langsung ngerasa perlu nyalain semua lampu! Ceritanya mulai dengan 'perfect planet' yang ternyata kuburan massal, terus spiral jadi chaos waktu David memperkenalkan 'karya seni'-nya. Yang gw apresiasi itu film ini nggak cuma ngandalkan jumpscare, tapi bangun tension pelan-pelan palui dialog cryptic sama visual simbolis.
Salah satu scene paling impactful buat gw adalah ketika David nyanyikan 'Take Me Home, Country Roads' sambil ngelakuin eksperimen - itu surreal banget! Juga moment ketika Oram harus confront 'birth' monsternya - itu ngangkat tema parental fear ke level extraterrestrial. Film ini proof bahwa franchise 40 tahun masih bisa bikin sesuatu yang fresh yet faithful.
'Alien: Covenant' itu kayak badai yang datengnya pelan-pelan tapi ngancurin segalanya. Awal-awal keliatan tenang dengan kru yang optimis, tapi lama-lama descending into madness. Gw suka cara film ini mainin expectations - dikira bakal ketemu Engineer lagi, eh malah nemuin David yang udah jadi 'dewa' palsu. Dynamics antara Walter sama David itu mirror image yang bikin merenungin nature vs nurture.
Action sequence-nya brutal tapi punya elegance, especially yang final fight di lander. Ending-nya yang bittersweet itu ngingetin gw sama 'The Thing' - paranoia dan betrayal yang nggak ada winner-nya. Overall, ini film yang bikin gw ngacak-ngacak rambut sambil nanya 'kok bisa ngerusih segini ya?'
2026-05-11 00:49:34
6
View All Answers
Scan code to download App
Related Books
Malam Pertama dengan Janda Anak 2
Diganti Mawaddah
9.9
333.0K
"Kamu janda'kan? berarti sudah mahir dalam urusan ranjang. Ayo, buktikan padaku bagaimana caramu memuaskan suami di kamar!" wanita itu masih terpaku di tempatnya.
"Ayolah, jangan diam saja! Buka bajumu!"
"Agh, kenapa kalian begitu kejam padaku? kenapa kalian makhluk yang agung ingin mengambil mereka dariku? apa salah mereka? aku Xiao Chen tidak dapat menerima ini semua, tidak mau! Siapapun kamu, dewa, iblis, bahkan jika kamu adalah surga sekalipun aku Xiao Chen akan membuka jalanku. aku akan menghancurkan kalian yang mengambil semuanya dariku!"
raungan amarah dari dalam hati Xiao Chen menunjukan kebencian terhadap jalan surga maupun kehendak surga, berjalan di jalan berbeda dari yang lain Xiao Chen berusaha untuk melindungi orang-orang yang dia sayangi sekali lagi. dia berusaha untuk tidak kehilangan satu pun orang yang saat ini bersamanya, meski harus melawan surga sekalipun, meski harus menentang takdir, atau bahkan melawan seluruh dewa tertinggi, Xiao Chen tetap akan berjalan di jalannya sendiri. membalas dendam atas kehendak surga, membunuh jalan surga dan menjadi makhluk tertinggi yang tidak di kendalikan oleh siapapun. Jalan melawan surga akan jadi sangat berat, lebih berat daripada jalan menempuh ke abadian dan menjadi seorang dewa. karena mereka yang selalu menentang kehendak surga tidak pernah berakhir dengan baik.
Perjalan Xiao Chen akan berlanjut, apakah Xiao Chen bisa menjadi makhluk yang tidak terkendali oleh apapun? atau Xiao Chen malah menjadi makhluk yang di kendalikan oleh kehendak surga seperti yang lain?
“Kak… sayang, puaskan aku.”
“Sial! Kamu belajar dari mana? Kok tiba-tiba jadi begitu jago?”
Di dalam bioskop, aku menyamar jadi kakakku. Tangan kakak ipar sudah menyelinap ke balik rokku dan meraba-rabanya.
Reaksiku yang begitu sensitif membuat wajah kakak ipar memerah karena bergairah. Tanpa membuang waktu, dia langsung melorotkan celananya.
Benda miliknya yang besar itu memantul keluar. Dia menggendong dan mendudukanku di pangkuannya, rasa membaranya menembus tubuhku.
Tubuhku gemetar, aku memekik tertahan dan mencapai klimaks.
Detik berikutnya, aku mendengar suara cemas kakak ipar, “Jangan bergerak! Ada orang yang melihat ke arah kita!”
Menggerebek Suami Dan Selingkuhannya (Season 1 & 2)
Pena_Receh01
9.8
137.5K
Tersedia Season 1 & 2
Saat tahu suaminya berselingkuh, Maura memanggil warga untuk menggerebek dan menikahkan mereka sang suami dan selingkuhannya. Pasang selingkuh itu merasa senang. Padahal itu ada cara Maura membalas pengkhianatan mereka.
"Uh ... sesak sekali."
Di bioskop tengah malam, aku duduk di kursi dengan wajah memerah padam. Pinggulku bergerak gelisah ke kiri dan ke kanan, bokongku terasa seolah terbakar.
Pria perkasa di sebelahku tiba-tiba merengkuh tubuhku dengan kuat dan mendudukkanku di atas pangkuannya. Dia berkata, "Di sini nggak nyaman? Mau kubantu mengobatinya?"
Aku menggelengkan kepala sekuat tenaga, tetapi tubuhku justru lemas tak berdaya di pelukannya. Aku hanya bisa menatap tangannya yang meluncur turun dari pahaku, perlahan merayap menuju tempat yang paling rahasia.
⚠️ 18+ ONLY
"Berlutut. Buka kakimu lebar-lebar. Dan jangan berharap aku berhenti sebelum rahimmu penuh dengan benihku — benih yang akan melahirkan monster dan menghancurkan dunia."
Alana melarikan diri dari siksaan Rogue King, lalu terjatuh ke tangan tiga predator yang lebih buas. Xavier, Supreme Alpha berdarah dingin yang feromonnya beraroma kayu bakar dan dosa. Bastian dan Julian, kembar sahabatnya yang menyimpan obsesi gila sejak usia tiga belas — saat feromon Alana pertama kali meledak dan meracuni darah mereka hingga gila.
Mereka tidak meminta maaf. Mereka membuat pakta setan. Satu rahim. Tiga Alpha. Bergantian. Bersamaan. Tanpa batas. Alana tidak diminta. Alana tidak setuju. Alana hanya diberitahu bahwa tubuhnya adalah milik bersama.
Dia adalah Omega Murni — spesies mitos yang dianggap kutukan. Feromonnya membuat Alpha menjadi binatang. Tubuhnya adalah medan perang. Setiap sentuhan adalah perang kimia. Setiap orgasme yang dipaksa adalah pengkhianatan terdalam. Dia benci mereka. Tapi rahimnya berkhianat. Kakinya terbuka. Basah. Dan dia tidak bisa berhenti merindukan gigitan mereka.
Ini bukan cinta. Ini perang di mana satu-satunya cara bertahan adalah menjadi lebih monster dari para predator yang mengklaimnya. Tapi Alana sudah belajar. Rahimnya adalah takhta. Feromonnya adalah rantai. Dan ketiga Alpha paling berbahaya di dunia ini akan berlutut, memohon, dan mati — di atas tubuhnya atau di bawah kakinya.
Kau sudah kucicipi. Sekarang bayar, atau mati dalam nafsu yang tak pernah usai.
Pertanyaan tentang 'Prometheus 2' ini bikin aku langsung penasaran! Sayangnya, sejauh yang aku tahu, belum ada konfirmasi resmi tentang sekuel langsung dari film 'Prometheus' (2012). Ridley Scott sempat mengalihkan fokus ke 'Alien: Covenant' (2017) sebagai lanjutan tidak langsung. Tapi jangan sedih—dunia 'Alien' dan 'Prometheus' masih terus dikembangkan dengan proyek seperti serial TV 'Alien' di FX. Aku sendiri masih berharap suatu hari nanti bakal ada pengumuman resmi, apalagi kalau sampai ada versi subtitle Indonesia!
Kalo ngomongin timeline, biasanya proses produksi film sci-fi sekelas ini butuh waktu lama karena efek visual dan script yang kompleks. Jadi, mungkin kita harus sabar dulu sambil nonton ulang film-film terkait universe ini buat melepas kangen.
Pernah ngebet banget nyari 'Prometheus 2' dengan subtitle Indonesia secara legal, dan akhirnya nemu jawabannya di Disney+ Hotstar! Platform ini emang jadi surga buat penggemar sci-fi kayak aku. Mereka punya koleksi lengkap franchise 'Alien', termasuk film terkait dengan terjemahan lokal. Yang bikin betah, interface-nya user-friendly banget dan streamingnya lancar tanpa buffering. Cuma perlu berlangganan bulanan atau tahunan, tapi worth it banget buat nonton film sekualitas itu.
Oh iya, pernah juga nyoba cari di Google Play Movies pas lagi diskon. Kadang mereka nawarin film-film 20th Century Fox dengan harga terjangkau plus dubbing atau subtitle Indonesia. Jadi buat yang mau koleksi digital, bisa cek sini juga. Tapi ingat, selalu pastikan siturnya resmi ya, biar nggak kena copyright strike!
Bicara soal film sci-fi epik kayak 'Prometheus', pasti banyak yang nungguin sequelnya dengan harapan bisa nonton pake subs Indonesia. Dari pantauan terakhir, 'Prometheus 2' alias 'Alien: Covenant' emang udah ada beberapa versi subtitle Indonesia yang beredar di platform streaming legal kayak Disney+ Hotstar atau layanan rental digital. Tapi kualitas terjemahannya kadang beda-beda tergantung fansub atau official subs.
Kalau mau yang paling akurat, coba cek situs penyedia film resmi. Beberapa komunitas penggemar 'Alien' juga suka berbagi rekomendasi link subs yang enak dibaca. Yang jelas, jangan sampai salah download versi camrip abal-abal—rugi banget nonton visual effects Ridley Scott dengan kualitas rendah.
Pertanyaan ini mengingatkan aku pada obrolan seru di forum film sci-fi kemarin. 'Prometheus 2' alias 'Alien: Covenant' punya deretan pemain top banget! Michael Fassbender kembali memerikan android David dengan nuansa creepy yang flawless, sementara Katherine Waterston sebagai Daniels bawa energi kuat ala Ripley versi baru. Yang bikin surprise, James Franco muncul walau cuma sekilas di opening scene. Aku personally suka banget sama penampilan Billy Crudup sebagai kapten yang overconfident - karakternya bikin gregetan tapi actingnya solid.
Yang menarik, Fassbender bahkan double role sebagai Walter (android baru) dan adegan 'duel' antara kedua karakternya itu salah satu scene terbaik menurutku. Buat yang suka franchise 'Alien', film ini lebih terhubung dengan lore original dibanding 'Prometheus' pertama.
Aku baru saja cek Netflix kemarin malam dan nggak nemuin 'Prometheus 2' alias 'Alien: Covenant' dengan subtitle Indonesia. Padahal udah scroll cukup lama dan nyoba search langsung juga. Mungkin karena hak streamingnya dipegang platform lain kayak Disney+ Hotstar atau HBO Go. Tapi jangan sedih dulu! Kadang judul-judul gini suka muncul tiba-tiba pas ada event tertentu. Aku dulu pernah nungguin 'Dune' hampir setahun baru akhirnya bisa nonton versi sub Indo di Netflix.
Kalau emang pengen banget nonton sekarang, mungkin bisa coba cek di layanan legal lain atau sewa digital di Google Play Movies. Aku sendiri lebih prefer nunggu versi resmi biar dukung kreator sekaligus dapet kualitas terjamin. Daripada pake situs abal-abal yang subtitlenya acak-acakan, kan?