Dari obrolan sama temen yang dekat sama kalangan pesantren, perjodohan ustadz itu nggak selalu formal banget. Kadang justru terjadi secara alami, misalnya saat mereka sering ketemu di pengajian atau kegiatan dakwah. Ada chemistry, terus lanjut ke proses lebih serius. Tapi tetep aja, keluarga dan senior punya peran besar buat memastikan pasangan tersebut cocok secara syar'i. Aku suka liat gimana mereka menjaga batasan agama tapi tetap romantis dalam caranya sendiri.
Kalau dipelajari lebih dalam, perjodohan ustadz itu sebenarnya mirip dengan matchmaking biasa, tapi dengan filter tambahan yang ketat. Selain background keluarga dan pendidikan, tingkat keilmuan agama jadi poin utama. Aku pernah baca cerita dimana seorang ustadzah dipinang oleh tiga ustadz berbeda dalam waktu berdekatan – akhirnya dipilih yang paling sesuai visi dakwahnya. Prosesnya bisa cepat karena niatnya jelas buat berkeluarga sakinah, bukan pacaran ala anak muda. Uniknya, meski terkesan tradisional, banyak juga yang akhirnya bahagia karena komitmen agama jadi pondasi utama.
Pernah penasaran gak sih sama fenomena perjodohan yang terjadi di kalangan ustadz? Aku perhatikan ini lumayan menarik karena melibatkan campuran antara tradisi agama dan praktik sosial yang unik. Biasanya, prosesnya dimulai dari rekomendasi sesama rekan ustadz atau jamaah yang merasa ada kecocokan. Lalu, pihak keluarga atau perantara akan mempertemukan kedua belah pihak dengan tujuan pernikahan.
Yang bikin beda dari perjodohan biasa adalah faktor 'kafaah' atau kesetaraan dalam hal agama. Ustadz biasanya mencari pasangan yang level pemahaman agamanya seimbang, biar bisa saling mendukung dalam dakwah. Proses ta'aruf (perkenalan) juga lebih terstruktur dan sering difasilitasi oleh majelis taklim atau ormas Islam. Seru deh ngeliat gimana nilai-nilai agama jadi pertimbangan utama dalam hubungan mereka.
Ngobrolin perjodohan ustadz tuh selalu bikin aku mikir: ini kayak sistem rekrutmen tapi untuk pasangan hidup. Mereka punya 'kriteria wajib' seperti hafalan Quran atau kemampuan ceramah. Pernah denger kasus dimana calon istri ustadz harus ikut 'tes' baca kitab dulu sebelum dilamar. Lucu sih, tapi juga touching karena memperlihatkan betapa seriusnya mereka membangun rumah tangga yang sesuai syariat. Proses ta'arufnya pun kadang dibantu oleh mentor atau kyai, jadi lebih terarah.
2026-07-12 17:14:07
5
View All Answers
Scan code to download App
Related Books
Istri Perawan Disangka Janda
kamiya san
10
436.7K
Sazleen Shanumi mendapat naas bertubi. Niat mencari dana cepat untuk ganti rugi kecelakaan akibat teledor, justru mendapat apes lagi. Dirinya ditangkap basah bersama Daehan, bos barunya di sebuah hotel dan mendapat sanksi dinikahkan.
Tidak disangka, Intana, tunangan Daehan adalah korban kecelakaan yang sedang memerasnya.
Daehan sama sekali tidak berminat pada sosok Shanumi yang di matanya adalah janda dengan wajah bengkak dan burik sebab suntik cantik. Namun, perjanjian berdua sebelum dipaksa menikah membuatnya terbelenggu.
Setelah mengalami keguguran, Louisa menjadi istri yang seperti diharapkan Sammy.
Dia tidak lagi berbagi cerita tentang momen menarik kesehariannya, tidak lagi menelepon di tengah malam karena Sammy tidak pulang. Bahkan saat dia dijebak orang hingga harus ditahan polisi, dan polisi memintanya menghubungi keluarga agar bisa dibebaskan dengan jaminan, dia hanya menjawab dengan tenang bahwa dia tidak punya keluarga, lalu menjalani masa penahanan selama seminggu tanpa protes.
Pada sore hari tujuh hari kemudian, terali besi kantor polisi terbuka dengan bunyi berderak.
Saat Louisa menuruni tangga, sebuah mobil hitam mewah berhenti mendadak di depannya.
Pintu mobil terbuka, dan Sammy melangkah keluar mengenakan setelan jas buatan desainer ternama. Pria itu tinggi dengan kaki panjang, bahu lebar, dan pinggang ramping. Penampilannya angkuh dan dingin seperti biasanya, bagaikan embusan angin di bawah rembulan yang terang.
Di sebuah pesantren terpencil di pedalaman Jawa, seorang guru bernama Ustadz Faris hidup dengan ketenangan yang ia bangun selama bertahun-tahun. Namun, di balik sikap lembut dan nasihat bijaknya, tersembunyi masa lalu kelam yang selalu menghantuinya—masa lalu sebagai seorang tentara yang pernah terlibat dalam operasi militer rahasia yang tak pernah diberitakan.
Suatu malam, pesantren yang dipimpinnya kedatangan seorang tamu misterius, Kapten Arya, seorang perwira militer yang sedang menyelidiki kasus hilangnya seorang santri. Jejaknya mengarah pada simbol-simbol rahasia yang ditemukan di dinding pesantren, yang ternyata berhubungan dengan operasi militer yang dulu melibatkan Ustadz Faris.
Seiring penyelidikan berjalan, teror mulai menghantui pesantren—santri-santri yang ketakutan, suara langkah di lorong saat malam, dan pesan-pesan rahasia yang ditemukan di balik lembaran kitab kuno. Kapten Arya dan Ustadz Faris pun terpaksa bekerja sama untuk mengungkap kebenaran. Namun, semakin dalam mereka menggali, semakin banyak luka lama yang terbuka.
Dapatkah Ustadz Faris menghadapi bayangan masa lalunya? Apakah pesantren ini hanya sekadar tempat belajar agama, atau ada sesuatu yang lebih besar tersembunyi di balik temboknya?
IMPIAN PERNIKAHAN ADALAH PENUH DENGAN KEBAHAGIAN, TAPI TERNYATA UNTUK MENDAPATKAN KEBAHAGIAN ITU PERLU KESABARAN, CINTA YANG BERLIMPAH DAN HARUS PENUH DENGAN MAAF.
“Jangan ragu untuk membuka pakaianmu. Aku ingin kamu lebih menggodanya.”
Ini permintaan paling konyol di hidup seorang Gadisa Asmarini. Bekerja sebagai personal assistant seorang beauty influencer, Gadisa memiliki pekerjaan sampingan yaitu sebagai Gadis Penggoda.
Pekerjaan hina itu ia lakukan demi melunasi hutang keluarganya yang disebabkan oleh ayahnya yang penjudi. Tidak sampai disitu, Gadisa harus berjuang menafkahi keluarganya di tengah ibunya yang divonis sakit parah dan butuh banyak biaya pengobatan, juga kakak laki-laki yang mengidap spektrum autisme sehingga yang paling diandalkan adalah dirinya.
Bukan ini jalan hidup yang diinginkan Gadisa, namun, takdir selalu tidak berpihak padanya. Apalagi ketika uang yang ia hasilkan sebagai Gadis Penggoda jauh lebih banyak ketimbang gajinya sebagai personal assistant.
Hingga suatu saat, Gadisa mendapatkan tawaran pekerjaan yang jauh lebih konyol lagi, yaitu…
“Aku mau kamu menggoda suamiku.”
Gadisa mendapat tawaran untuk menggoda suami bosnya.
Apa yang harus Gadisa lakukan?
Apakah dirinya harus menerima tawaran itu?
Namun, bagaimana jika tanpa sengaja di hatinya tumbuh rasa suka pada Dikara?
Apa dirinya akan menggoda Dikara Erlangga demi uang, atau demi perasaannya?
Cover : Leonidas X Puspa Ayu
"Kamu sudah membuat saya jatuh cinta. Jadi setelah ini jangan ada niatan untuk pergi," ucap Ashraf menatap Balqis.
"Maaf Ustadz, tapi perjanjian pernikahan kita sudah selesai," tolak Balqis berusaha melepas genggaman tangan Ashraf.
Kisah ustadz dingin yang diharuskan menikah dengan santriwatinya. Padahal sebelum itu sang ustadz sudah bertunangan dengan putri dari kyai di pesantren tempat dia mengajar.
Akankah Ashraf dan Balqis dapat bersatu. Setelah banyak tuduhan dan juga perbedaan diantar mereka yang begitu jauh.
Kalau ngomongin ustadzah ternama di Indonesia, tempat mereka ngisi kajian itu beragam banget. Banyak yang mulai dari platform digital kayak YouTube atau Instagram Live, karena jangkauannya lebih luas dan bisa diakses siapa aja. Misalnya, Ustadzah Oki Setiana Dewi sering bikin konten di YouTube yang bahas parenting islami, atau Ustadzah Mamah Dedeh yang lewat acara 'Cermin Hati' di antv udah jadi favorit ibu-ibu.
Tapi mereka juga tetep eksis ngisi kajian offline, terutama di masjid-masjid besar kayak Masjid Istiqlal atau Masjid Salman ITB. Ada juga yang diundang ke acara khusus kayak seminar atau workshop, apalagi pas bulan Ramadan. Jadi, fleksibel banget deh—dari virtual sampe tatap muka langsung.
Melihat fenomena perjodohan yang dilakukan ustadz, ada banyak faktor yang membuatnya bisa efektif atau justru sebaliknya. Di lingkungan saya, beberapa pasangan yang dijodohkan melalui ustadz ternyata berhasil membangun rumah tangga harmonis karena kesamaan visi dan nilai-nilai agama yang kuat. Mereka merasa lebih nyaman karena prosesnya melibatkan filter spiritual dan rekomendasi dari figur yang dihormati.
Tapi tidak sedikit juga yang akhirnya menemui konflik karena kurangnya chemistry atau perbedaan kepribadian yang tidak terdeteksi selama proses perjodohan. Intinya, efektivitasnya sangat tergantung pada kedewasaan kedua belah pihak dan sejauh mana mereka mau berkomitmen untuk saling memahami setelah menikah. Sistem ini bukan jaminan, tapi bisa jadi alternatif bagi yang mengutamakan keselarasan religius.
Baru saja aku ngobrol sama temen yang lagi serius nyari pasangan via jalur islami, dan dia mention nama Ustadz Maaher. Katanya, beliau ini populer banget di kalangan anak muda karena metode perjodohannya modern tapi tetep memegang prinsip syar'i. Yang menarik, program 'Ta'aruf Online'-nya rame banget pesertanya!
Aku penasaran terus nyari tau, ternyata selain ngajar, beliau aktif bikin konten di YouTube buat kasih tips ta'aruf sehat. Gaya bahasanya santai, enggak kaku, jadi cocok buat generasi sekarang. Ada satu video favoritku di mana dia bilang, 'Jodoh itu rezeki, tapi usaha tetep wajib'—bikin aku mikir ulang tentang konsep ikhtiar dalam percintaan.