PUBG Mobile memang punya banyak fitur seru, tapi mode neraka sebenarnya bukan opsi resmi yang bisa diaktifkan dalam game. Istilah ini lebih sering dipakai komunitas buat ngejelasin situasi ekstrem kayak zona biru super cepat atau pertempuran di area sempit seperti Pochinki. Kalau pengen tantangan lebih, coba main di server custom dengan rule buatan pemain—misalnya pistol-only atau no scope. Atau langsung terjun ke hotdrop seperti School buat merasakan sensasi perang brutal sejak awal.
Banyak yang salah paham karena konten kreator suka pakai judul clickbait soal 'mode neraka'. Faktanya, intensitas permainan bisa disesuaikan dengan strategi tim atau gaya agresif solo. Coba turunkan rank ke Bronze biar matchmaking nemuin bot lebih banyak, lalu naik perlahan buat merasakan kesulitan bertahap. Justru di situlah keseruan sesungguhnya, tanpa perlu cheat atau glitch.
Mode neraka di PUBG Mobile itu lebih seperti mitos urban ketimbang fitur nyata. Beberapa pemain bilang kombinasi Livik + red zone + full squad musuh pro bisa jadi versi neraka mereka sendiri. Tapi secara teknis, developer enggak pernah bikin toggle khusus buat mode ini. Yang mendekati mungkin event temporer seperti 'RageGear' atau 'Metro Royale' yang punya mekanik lebih chaotic.
Kalau mau improvisasi, coba main di jam sibuk ketika banyak squad kompetitif online. Atau pakai emulator buat match dengan pemain PC yang biasanya lebih sweaty. Tips lain: matikan auto pickup dan minimalkan inventory—dengan resource terbatas, setiap keputusan terasa lebih tense. Justru keterbatasan bikin pengalaman main terasa lebih 'neraka' daripada sekadar mencari setting tersembunyi.
Sebagai pemain yang sudah jelajahi berbagai map sejak season 3, klaim soal mode neraka ini sering bikin geleng kepala. Yang ada cuma trik psychological warfare: main di Erangel saat hujan deras dengan volume maksimal, atau pasang cross-server buat facing pemain berbeda region. Tantangan terberat justru datang dari diri sendiri—coba push rank solo vs squad tanpa medkit.
Beberapa Youtuber pernah buat challenge 'hardcore mode' dengan aturan tambahan seperti no prone atau hanya pakai panci. Itu jauh lebih menantang daripada mencari opsi tersembunyi. Intinya, neraka di PUBG Mobile itu subjektif—tergantung bagaimana kita menciptakan kesulitan ekstra.
2026-04-17 04:16:52
9
View All Answers
Scan code to download App
Related Books
Gerbang Neraka: Desa Terakhir
Rafi Aditya
10
1.5K
ig author: @rafi.aditya87
Di ujung peta, tersembunyi sebuah desa bernama Angkara. Tak ada yang bisa masuk, kecuali mereka yang dipanggil atau dikutuk.
Raka Prasetya, seorang jurnalis muda yang haus cerita eksklusif, menerima surat tanpa pengirim berisi potongan artikel kuno dan satu kalimat: "Datanglah ke Angkara sebelum malam merah tiba." Penasaran dan tergoda sensasi, Raka menuju desa yang bahkan tak tercatat di Google Maps.
Namun, sejak ia menginjakkan kaki di tanah itu, udara berubah dingin, waktu terasa lambat, dan tatapan para penduduk seakan menembus jiwanya. Ia menemukan makam yang bernafas, suara tangis dari pohon beringin, dan seorang wanita tua yang mengaku sebagai penjaga "pintu terakhir ke neraka".
Malam-malam di Angkara tak seperti malam biasa. Raka harus memilih: mencari kebenaran dan membuka pintu yang seharusnya tertutup selamanya atau menjadi bagian dari legenda berdarah yang tak akan pernah diceritakan kembali.
Karena di Angkara, tidak semua yang mati bisa beristirahat. Dan tidak semua yang hidup adalah manusia.
"Terjebak dalam tubuh karakter sampingan di dunia persilatan yang kejam adalah hukuman mati. Di sini, keberadaanmu ditentukan oleh seberapa tajam pedangmu. Namun, bagi seseorang yang mengetahui akhir dari cerita ini, pengetahuan adalah senjata yang lebih mematikan daripada Qi. Aku tidak butuh belas kasihan. Aku hanya butuh kesempatan untuk merebut setiap keberuntungan yang seharusnya menjadi milik sang pahlawan. Siapakah penguasa Murim yang sebenarnya? Biarkan aku menunjukkan cara menulis ulang takdir."
Pandemi COVID-19 menerjang, mengubah Desa Gayam yang tenteram menjadi "neraka" yang penuh ketakutan dan saling curiga. Gotong royong memudar, desas-desus dedemit bergentayangan, dan kejadian aneh menghantui desa.
Mudra, pemuda desa yang menjunjung tinggi kebersamaan, menyaksikan "kerumunan" yang dulu hangat kini berubah menakutkan. Ia bertemu Vanua, sukarelawan medis yang datang dari kota yang lebih dulu merasakan "neraka" pandemi. Vanua percaya bahwa "kerumunan adalah neraka," terinspirasi dari Sartre dan Le Bon.
Mudra dan Vanua, dengan pandangan berbeda tentang "kerumunan," bekerja sama mengungkap misteri desa. Mereka bertemu Sari, pewaris tradisi yang memahami kekuatan gaib. Bersama, mereka dipandu Ki Rajendra, guru spiritual yang menguasai ilmu tarot, untuk melawan kekuatan jahat dan menghadapi "neraka kerumunan" dalam berbagai bentuk. Perjalanan ini menguji persahabatan, cinta, dan keyakinan mereka.
Siapakah dedemit Ni Grenjeng? Apa hubungannya dengan para Kepala Desa di Desa Gayam, Kampung Tujuh, dan kerumunan di berbagai wilayah?
PEMBALASAN DENDAM SANG DEWA DARI JURANG NAGA HITAM
Bang JM
10
7.2K
Seorang pemuda hina dari sekte rendahan, Li Yuan, dilempar ke Jurang Naga Hitam, tempat yang dikenal sebagai kuburan para kultivator. Alih-alih mati, ia malah mendapatkan warisan dari Dewa Naga Hitam, entitas purba yang diburu seluruh dunia. Dengan sistem kutukan di tubuhnya, Li Yuan hanya punya dua pilihan: menjadi penguasa atau menjadi budak kekuatan naga. Ia memulai perjalanan berdarah untuk naik dari kehinaan menuju takhta tertinggi di dunia kultivator.
"Tentu aku sedang tidak bercanda, Tuan Zhao. Kami menawarkan bantuan padamu. Bisa kau bayangkan jika Jenderal Duan kembali ke ibukota Kaili, dibantu Sekte Keabadian, Sekte Elang Emas dan Sekte Sembilan Pintu Kematian. Kau pasti kalah!" Tetua Oey tidak lagi tersenyum ramah.
"Kami hanya menginginkan Wisma Lonceng Naga, hanya itu. Dan kami akan membantumu menaklukkan Kaili sekaligus Dataran Tengah. Bukankah itu impianmu sedari kecil?" Tetua Oey kembali memprovokasi Zhao Lu Yang.
"Kenapa Anda begitu percaya diri? Lotus Hitam memang sangat kuat tetapi jika berhadapan dengan Pasukan Jenderal Duan dan tiga sekte sekaligus, sekali pun bergabung denganku, itu tidak akan menjamin sebuah kemenangan." Zhao Lu Yang menatap Tetua Oey dan tersenyum tipis.
"Trik dan strategi, itu yang kami tawarkan. Jangan biarkan ketiga sekte itu memiliki kesempatan untuk bergabung apalagi membantu Kaili, maka mereka semua akan berantakan dan kacau balau. Bukankah kau sudah melihat hasilnya tiga belas tahun lalu?" Tetua Oey kembali menampilkan wajah cerah dan senyum manisnya.
Provokasi dari Sekte Lotus Hitam membuat Dataran Tengah dan Tanah Bebas bergejolak. Xie Jing Cuan, Ketua Sekte Sembilan Pintu Kematian yang lama tidak muncul kini kembali untuk menunjukkan kekuatan dan dominasinya sebagai Penguasa Sembilan Pintu Kematian.
Saga sang pemimpin sekte iblis terus di siksa lembah hitam tempat penyiksaan yang lebih mengerikan dari neraka, saat menerima siksaan Saga terbangun di tubuh yang lemah, seketika Saga tersadar dirinya hidup kembali saat itu juga tekadnya sudah bulat akan membalas dendam pada wanita yang membunuhnya.
"Tunggu saja aku akan datang, tapi sebelum itu aku akan memperkuat tubuh ku dan membalaskan pemilik tubuh ini," Saga mengepalkan tangannya.
Mode neraka di 'Mobile Legends' itu seperti ujian akhir buat para pemain yang udah jago dan pengen tantangan ekstra. Bayangin aja, semua hero musuh punya statistik yang dinaikin secara gila-gilaan—darah tebal, damage tinggi, kayak nggak ada habisnya. Aku pernah nyoba mode ini sama tim, dan hasilnya? Kami dihancurkan dalam 5 menit! Tapi justru di situ serunya. Mode ini nggak cuma butuh skill micro seperti timing skill dan positioning, tapi juga kerja tim yang super kompak. Salah satu strategi yang pernah berhasil buat timku adalah fokus pada hero crowd control dan burst damage, karena bertahan lama di lane itu hampir mustahil.
Yang bikin menarik, mode ini juga sering jadi ajang eksperimen build item aneh-aneh. Misalnya, build full damage untuk tank demi bisa bertahan lebih dari 3 detik di team fight. Lucunya, kadang justru build 'ngawur' kayak gitu yang malah efektif. Tapi ya, jangan harap bisa menang kalau cuma modal nekat!
Belakangan ini sering banget denger orang ngomongin cheat di 'PUBG Mobile', tapi menurut pengalaman main selama ini, kebanyakan cheat yang beredar itu cuma mitos atau malah scam. Misalnya, ada yang bilang bisa nginjek air atau tembus tembok pake mod tertentu, tapi pas dicoba malah akunnya kena ban. Developer PUBG Mobile emang rajin update sistem deteksinya, jadi cheat yang beneran work itu jarang banget dan umurnya pendek.
Justru yang lebih sering terjadi, pemain dikibulin sama penjual cheat palsu yang janjiin fitur keren kayak aimbot super akurat atau wallhack tanpa ketauan. Padahal, ujung-ujungnya cuma malware yang nyolong data akun. Lebih baik main clean aja, seru kok kalau naik rank beneran pake skill sendiri!
Ada satu hal yang selalu bikin penasaran tentang 'Call of Duty: Mobile'—apakah ada mode neraka yang bisa bikin adrenalin melonjak? Setelah ngecek beberapa patch update terbaru, kayaknya belum ada mode khusus dengan nama 'neraka'. Tapi, jangan sedih dulu! Game ini punya beberapa opsi yang bisa bikin pengalaman mainmu lebih intense. Misalnya, mode 'Hardcore' yang mengurangi HUD dan bikin damage lebih tinggi, atau 'Battle Royale' di nighttime dengan visibilitas terbatas. Keduanya bisa jadi alternatif buat yang cari tantangan ekstra.
Yang menarik, komunitas sering ngomongin kemungkinan developer nambahin mode seperti ini di masa depan. Sambil nunggu, coba eksplor custom match dengan setting ekstrem—turn off mini-map, naikkan damage, atau main di peta sempit. Rasanya hampir mirip 'neraka' versi improvisasi!