Menghadapi menantu yang suka pamer kekayaan memang butuh kesabaran ekstra. Aku sendiri pernah mengalami ini dengan sepupu yang baru menikah. Daripada langsung judge, coba pahami dulu latar belakangnya. Bisa jadi itu cara dia mencari pengakuan atau malah bentuk insecurity. Keluarga kami memilih respons dengan humor ringan—misalnya mengolok-olok diri sendiri soal kebiasaan hemat—tanpa maksud menyinggung. Lucunya, lama-lama si menantu justru jadi lebih rendah hati karena merasa diterima apa adanya.
Pernah dengar nasihat 'angin lalu, air tenang'? Itu prinsipku menghadapi situasi seperti ini. Biarkan omongan tentang kekayaan lewat seperti angin, tapi tunjukkan kestabilan emosi seperti air yang tenang. Aku biasa mengalihkan pembicaraan ke cerita tentang pengalaman sederhana yang berkesan—seperti masakan rumahan atau jalan-jalan ke taman. Lama-kelamaan, obrolan materi akan berkurang sendiri karena mereka merasakan energi positif dari hal-hal yang non-materialistik.
Dalam budaya kita, status sosial sering jadi sensitif. Tapi aku belajar dari ibu mertuaku yang bijak: saat menghadapi menantu berkecukupan, tunjukkan ketertarikan genuin pada kesuksesannya tanpa menjilat. Misalnya, 'Wah, kamu pasti kerja keras ya sampai bisa beli rumah di area itu?' Kalimat apresiatif seperti itu mengurangi kesan kompetisi. Di sisi lain, tetap tegaskan nilai keluarga kita—misalnya dengan mengajak diskusi tentang pentingnya berbagi ke yang kurang mampu. Dengan begitu, kita tidak kehilangan jati diri tapi tetap menghormatinya.
Ada satu pengalaman menarik dari teman dekat yang pernah bercerita tentang menantunya yang selalu memamerkan kekayaan. Awalnya, keluarga merasa tidak nyaman, tapi kemudian mereka memilih untuk bersikap santai. Alih-alih tersinggung, mereka justru memanfaatkan situasi ini untuk belajar. Misalnya, saat menantu membahas barang mewah, mereka bertanya dengan tulus tentang fitur atau manfaatnya. Cara ini membuat obrolan tetap cair tanpa kesan iri atau canggung.
Kuncinya adalah tidak membandingkan diri sendiri. Setiap keluarga punya dinamika finansial berbeda, dan itu wajar. Yang penting adalah menjaga hubungan baik dengan komunikasi terbuka. Jika menantu terlalu sering pamer, bisa diarahkan ke topik lain yang lebih netral, seperti hobi atau rencana liburan. Intinya, jangan biarkan perbedaan materi merusak kehangatan keluarga.
2026-07-16 23:55:45
20
View All Answers
Scan code to download App
Related Books
Jadi Selingkuhan Teman Ayahku
Nananailalala
10
7.9K
Marry dan Sania masuk ke dalam sebuah kamar dan melemparkan Salsa ke atas tempat tidur dengan senyum lega.
"Maafkan aku Salsa."
"Jika kamu ingin menyalahkan seseorang, salahkan dirimu sendiri." Ucap Marry dan Sania sambil berbalik dengan kejam mengabaikan Salsa yang terus meronta di atas tempat tidur.
...
Gadis tersebut adalah Agatha Ellina Salsabila, atau kerap dipanggil Salsa. Seorang nona muda dari orang terkaya di kota itu, Henry Leonard.
Dijebak oleh sahabat sendiri dan di lempar ke atas tempat tidur teman sekelasnya. Salsa berhasil melarikan diri namun masuk ke sarang serigala lainnya. Tidur dengan Akas adalah sebuah kecelakaan. Namun kecelakaan ini juga yang mengubah seluruh jalur hidupnya.
...
Nama pria itu adalah Akasa Dhanuraja, yang kerap dipanggil Akas. Semalam ia baru saja kembali ke negara ini yang merupakan tanah kelahirannya, setelah ia berkembang di luar negeri selama dua dekade lamanya.
'Kacau! Semuanya kacau!' Gumam Akas dalam hatinya. Bahkan saat ia dengan istrinya, ia tidak begitu gila dan lepas kendali seperti saat yang terjadi semalam.
...
Namun hal yang paling gila belum terjadi!
"Ngomong ngomong Akas, kamu pernah berkata bahwa jika aku memiliki anak, kamu akan menjadi ayah baptis anakku. Atau karena Paman Akas mu sudah berkata bahwa dia ingin kamu jadi putri baptisnya. Jadi Salsa, kamu juga bisa memanggilnya ayah baptis." Ketika ayahnya mengatakan hal tersebut, Salsa menatap tak percaya pada sosok teman ayahnya yang familiar. Pria tua yang seumuran ayahnya ini benar benar ingin menjadi ayah baptisnya setelah menidurinya semalam!
Jika Istri Majikan dan Anaknya Memaksa, Aku Bisa Apa?
Langit Berawan
10
47.4K
Napasnya terengah, keringat bercampur air hujan menguarkan aroma yang meletupkan panas tubuh keduanya!
Di dalam mobil mewah yang baru saja berhenti di gerbang, Firzan merasakan cengkeraman jari-jari Miliana, sang majikan sekaligus mamah muda yang memabukkan, di kemejanya. "Kamu tahu kamu mau aku, Firzan," desis Miliana, suaranya parau. Jarak beberapa meter dari rumah sang suami terasa bagai jurang yang memisahkan mereka dari bahaya dan kenikmatan terlarang. Pertarungan antara godaan memabukkan dan bayangan Chantika yang tulus mengoyak Firzan, namun sentuhan panas ini terlalu kuat, terlalu nyata untuk dihindari.
Membungkam Nyinyiran Mertua Dan Tetangga Dengan Kesuksesan
empat2887
10
51.6K
Hubunganku, yang tidak direstui oleh Ibu dari suamiku. Ternyata, malah berdampak buruk, terhadap kehidupan rumah tanggaku.
Aku, selalu dihina dan diremehkan oleh Ibu mertuaku. Bahkan, kata-kata pedas pun selalu keluar dari mulutnya.
Ibu selalu membicarakan kejelekanku, kepada setiap orang. Bahkan, terkadang ia selalu melebih-lebihkannya. Sehingga, orang-orang selalu menilaiku, menantu tidak tahu diri.
Selain Ibu, ada juga tetangga yang mulutnya selalu nyinyir, terhadapku. Dia selalu mencari celah buat menghinaku.
Tetapi, semua penghinaan yang aku terima, baik dari Ibu mertua atau dari si tetangga. Berangsur menghilang, seiring berjalannya waktu. Karena, kini mereka tahu, kalau aku ini siapa, tanpa harus menunjukan siapa aku.
Mau tau tentang kisahku ini, ayo cus baca!
Jangan lupa subscribe, kasih komentar serta love di setiap babnya.
Terima kasih.
Alessia, 21 tahun, tak pernah membayangkan satu malam di pesta sahabatnya akan mengubah segalanya. Di balik dentuman musik dan cahaya temaram, ia bertemu pria matang yang memikatnya sejak pandangan pertama—Leonardo, ayah sahabatnya sendiri.
Setiap tatapan tajam dan senyum tenang dari pria berusia 43 tahun itu membuat Alessia gugup sekaligus terjerat dalam pesona berbahaya. Perlahan, godaan berubah menjadi hasrat, dan kehadiran Leonardo menjadi candu yang sulit ia lepaskan.
Namun, tepat saat hubungan terlarang itu mulai bersemi, masa lalu terungkap bak badai—mengguncang segalanya dan memaksa Alessia memilih antara cinta atau kehancuran.
Mampukah keduanya melawan takdir atau justru menyerah pada luka yang tak pernah sembuh?
Ibu Muda Jenius: Siapa yang Berani Mengusik Keluargaku?
Daralist
10
643
Sarah Dimitri mulai merasa tenang setelah menetap 5 tahun di pinggiran kota. Namun, itu juga awal dari semua masalah ketika putranya mengalami ancaman. Untuk melindungi diri dan juga putranya, Sarah mau tidak mau kembali ke pekerjaan lamanya.
Sarah tidak tahu bahwa semakin dia kembali ke masa lalu yang dia hindari, semakin besar pula kemungkinan dia tidak bisa lagi bersembunyi. Terutama ketika identitas ayah dari putranya yang dia tidak ketahui identitasnya di masa lalu, justru membuatnya tidak lagi bisa mendapatkan ketenangan yang dia harapkan.
Apa yang akan kamu lakukan ketika dirimu harus berhenti sekolah, demi menyekolahkan adik-adikmu? Namun, saat adik-adikmu sukses, dirimu justru dilupakan dan dihina. Apakah dirimu akan bertahan? atau justru membalaskan perbuatan mereka?
Betapa mengesankannya melihat bagaimana para pemeran di 'Dia Anakku' berusaha keras untuk berlatih demi peran mereka! Salah satu pemeran utama, yang memerankan karakter utama, tampak melakukan metode yang sangat menyentuh hati dan terinspirasi. Dia menghabiskan waktu berjam-jam untuk memahami karakter yang dia mainkan, termasuk mempelajari latar belakang, perilaku, dan bahkan kebiasaan sehari-hari tokoh itu. Dia juga terlihat melakukan diskusi mendalam dengan penulis naskah dan sutradara untuk menangkap esensi karakter. Tak hanya itu, sesi latihan fisik pun menjadi bagian integral dari proses latihannya. Setiap pagi, dia melakukan yoga dan latihan pernapasan untuk menenangkan pikiran dan menjaga tubuhnya tetap bugar. Apa yang membuatku terkesan adalah semangat juangnya yang luar biasa dan dedikasinya terhadap peran yang diembannya.
Sementara itu, ada juga pemeran lain yang berada dalam jalur yang berbeda. Dia berlatih dengan cara yang lebih interaktif dan eksploratif. Menghadiri kelas akting secara teratur dan terlibat dalam grup teater lokal sangat membantu dia dalam memperdalam kemampuannya. Di luar sesi latihan formal, dia sering kali melakukan improvisasi dengan teman-temannya—ini adalah cara yang menyenangkan untuk mengeksplorasi emosi dan reaksi yang berbeda. Melalui pendekatan kreatif ini, dia bisa dengan mudah beradaptasi dengan perubahan naskah dan situasi di lapangan. Bukti dari dedikasinya adalah penampilannya yang sangat baik, yang sering kali menggugah emosi penonton.
Para pemeran lainnya mengambil pendekatan yang lebih introspektif. Mereka memilih untuk menyelami pengalaman pribadi dan kenangan mereka sendiri untuk membentuk karakternya. Mungkin Anda bisa membayangkan mereka merenung atau menulis jurnal tentang perasaan mereka seputar topik tertentu yang relevan dengan peran mereka. Teknik ini tampaknya sangat efektif, karena membantu mereka mengekspresikan perasaan yang tulus dan lebih dalam dalam setiap adegan. Selain itu, mereka juga menghabiskan waktu untuk berkolaborasi dengan pemeran lain, berbagi pandangan dan pengalaman, sehingga menciptakan ikatan yang lebih kuat di antara mereka.
Melihat dedikasi dan usaha keras dari setiap pemeran dalam 'Dia Anakku' benar-benar membuatku lebih menghargai industri ini. Tak hanya tentang bakat, tetapi juga tentang komitmen dan kerjasama. Setiap langkah dan latihan yang mereka lakukan membantu menghasilkan pertunjukan berkualitas yang kita nikmati.
Pernah ngerasain deg-degan pas ketemu calon mertua? Gw dulu juga gitu! Kuncinya sih, tunjukin respect tapi jangan terlalu kaku. Ayah pacar biasanya pengen liat kamu tulus dan bisa jadi partner yang baik buat anaknya. Siapin topik obrolan sederhana kayak hobi atau pekerjaan, tapi jangan sok tahu. Kalau dia ngasih nasihat, dengerin baik-baik meskipun agak 'old school'. Yang penting, jangan lupa bawa oleh-oleh kecil sebagai gesture baik.
Oh ya, perhatikan bahasa tubuh juga - jabat tangan mantap, kontak mata, tapi jangan sampe over confident. Kasih ruang buat dia cerita tentang keluarga atau tradition mereka. Sebisa mungkin hindari debat politik atau topik sensitif di pertemuan pertama. Intinya, jadilah versi terbaik dirimu yang natural tanpa kepalsuan.
Pernah lihat drama keluarga di TV yang konfliknya muncul gara-gara perbedaan ekonomi? Realitanya sering lebih kompleks dari itu. Punya menantu kaya raya sebenarnya netral, tapi yang bikin runyam adalah cara keluarga menyikapinya.
Ada yang jadi terlalu mengharapkan bantuan finansial, ada yang insecure karena merasa 'inferior', atau malah si menantu sendiri yang sok superior. Aku pernah ngobrol dengan teman yang keluarganya pecah karena adik perempuannya menikah dengan pengusaha kaya. Orang tuanya malah membandingkan anak-anaknya terus, akhirnya jadi kesenjangan yang nggak sehat.
Kuncinya sebenarnya di komunikasi dan batasan yang jelas. Kekayaan menantu harusnya nggak mengubah dinamika keluarga kalau semua pihak dewasa dalam bersikap.