Aku baru saja menyelesaikan 'Assassin's Pride' dan endingnya cukup memuaskan meski agak bittersweet. Setelah pertarungan epik melawan musuh utama, Melida akhirnya menguasai sepenuhnya kekuatan Mana-nya dan membuktikan dirinya sebagai penerus yang layak dari keluarga Anguis. Hubungannya dengan Kufa semakin dalam, tapi mereka memilih untuk tetap menjaga jarak profesional sebagai mentor dan murid.
Bagian yang paling mengharukan adalah ketika Kufa mengungkapkan masa lalunya yang kelam kepada Melida, dan dia menerimanya tanpa syarat. Di akhir cerita, mereka berdua memutuskan untuk terus berjuang melawan ketidakadilan di dunia mereka, meski harus berpisah sementara. Adegan terakhir menunjukkan Kufa pergi untuk misi baru sambil tersenyum, membawa kenangan akan Melida.
Endingnya campur aduk antara kepuasan dan ingin tahu lebih jauh. Pertarungan akhirnya keren banget dengan kombinasi pedang dan sihir. Melida akhirnya bisa berdiri sejajar dengan Kufa sebagai partner. Mereka berdua memutuskan untuk berpisah sementara untuk menyelesaikan misi masing-masing.
Di scene terakhir, ada hint bahwa organisasi Kufa sebenarnya punya agenda tersembunyi yang lebih kompleks. Adegan pasca credit menunjukkan simbol keluarga Anguis bersinar, memberi isyarat bahwa cerita belum benar-benar berakhir.
Endingnya membuatku merinding. Adegan pertarungan terakhir antara Kufa vs musuh utama di tengah hujan benar-benar cinematic. Setelah pertarungan, ada twist tentang latar belakang keluarga Melida yang mengubah segalanya. Kufa akhirnya mengakui perasaannya meski tetap menjaga jarak profesional.
Scene terakhir menunjukkan Melida memakai seragam baru sebagai tanda dia telah dewasa dan siap memikul tanggung jawab baru. Sedangkan Kufa pergi sambil membawa mantelnya yang robek sebagai kenangan.
Sebagai penggemar berat series ini, aku merasa ending 'Assassin's Pride' memberikan closure yang cukup meski menyisakan ruang untuk sekuel. Konflik utama terselesaikan dengan pengorbanan dari beberapa karakter pendukung. Kufa akhirnya menemukan makna baru sebagai assassin berkat pengaruh Melida.
Yang paling berkesan adalah monolog terakhir Kufa tentang bagaimana pertemuannya dengan Melida mengubah hidupnya. Adegan flashforward di menit terakhir menunjukkan Melida sudah menjadi pemimpin yang dihormati, sesekali menerima laporan misterius dari seorang assassin tak dikenal.
'Assassin's Pride' punya ending yang cukup mengejutkan. Ternyata organisasi yang selama ini jadi antagonis utama hanyalah pion dari konspirasi yang lebih besar. Kufa dan Melida bekerja sama dengan sekutu tak terduga untuk mengungkap kebenarannya. Adegan klimaksnya sangat intens dengan animasi pertarungan yang memukau.
Yang paling kusuka adalah perkembangan karakter Melida dari gadis lemah menjadi pemimpin yang percaya diri. Di ending, dia mengambil alih akademi dan berjanji akan mengubah sistem yang korup. Sedangkan Kufa memilih untuk melanjutkan perjalanannya sebagai assassin bayangan, tapi dengan filosofi baru yang lebih manusiawi.
2025-08-06 18:40:33
5
Lihat Semua Jawaban
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Buku Terkait
Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta
Risca Amelia
10
20.3K
Sabiya mencintai Roman dengan seluruh hidupnya.
Selama tiga tahun pernikahan, ia tidak pernah diajak Roman menghadiri acara publik.
Namun, Sabiya tidak pernah merajuk. Ia percaya pada alasan suaminya bahwa dunia mafia terlalu kejam, bahwa Roman hanya ingin melindunginya dari orang jahat.
Hingga pada malam itu, ketika Roman diangkat sebagai pemimpin keluarga Valeriano, sebuah perayaan digelar.
Untuk pertama kalinya Sabiya datang dengan harapan sederhana. Memberi kejutan bahwa ia sudah bisa bicara, bahwa ia tidak lagi menjadi wanita bisu yang memalukan.
Namun, yang ia dengar justru menghancurkan segalanya.
Dari balik pintu, Sabiya menyaksikan Roman menyematkan seuntai kalung berlian ke leher Clara— kakak perempuannya sendiri.
Di hadapan teman-temannya, Roman mengakui sebuah kebenaran yang menyakitkan.
Pernikahannya dengan Sabiya hanya sandiwara.
Kasih sayangnya semu.
Dan, satu-satunya wanita yang ia cintai adalah Clara.
Saat itu juga… hati Sabiya benar-benar mati.
Tak berselang lama, sebuah kapal terbakar dan tenggelam di tengah laut. Sabiya dinyatakan tewas, tetapi Roman tidak mau menerima kenyataan itu.
Ia mencari Sabiya ke seluruh penjuru kota. Tak peduli bila orang-orang menganggapnya sudah gila.
Lima tahun kemudian, seorang wanita cantik muncul di tengah pesta pengusaha ibu kota. Ia bersinar sangat terang, hingga membuat Roman kesulitan menghela napas.
Roman pun berlutut, memohon agar istri yang ia rindukan kembali padanya.
Namun, Sabiya tak ingin dicintai lagi. Bahkan, anak lelaki tampan yang berdiri di sisinya, mengusir Roman dengan tatapan dingin.
“Minggir, Paman! Kalau Papa lihat Mama diganggu, Paman pasti akan dipukul habis-habisan!”
Tiba-tiba dua hari lagi Nadira harus menikah dengan Anand, laki-laki yang sudah lama dijodohkan dengannya karena ibu Anand kritis.
Tak pernah bertemu sebelumnya, Nadira meminta foto Anand pada Triana, sahabatnya yang kebetulan adik sepupu Anand. Dari sini kesalahpahaman terjadi, Nadira semakin tak sudi bertemu karena Anand di foto jelek, tua, dan hitam, sangat berbeda dengan Nadira yang cantik dan Mahasiswi pujaan banyak laki-laki di kampus. Dia tidak hadir bahkan di acara ijab kabul.
Empat bulan berlalu, takdir mempertemukan keduanya. Anand langsung mengenalinya, berbeda dengan Nadira.
Bagaimana kisah mereka selanjutnya?
Sebelum hari pernikahanku, aku dilecehkan oleh dua orang pria.
Untuk membela diri, aku berakhir membunuh salah satu orang tersebut dan melukai salah satunya.
Saat itu tunanganku, Adrian, yang seharusnya melindungiku malah mengabaikanku dalam persidangan.
Aku pun dijatuhi hukuman penjara selama 2 tahun.
Saat aku dibebaskan dua tahun kemudian, aku mengetahui kalau mantan tunanganku telah menikah dengan sahabatku, Ivana.
Dan si Ivana itu? Dia tidak hanya 'mencuri' tunanganku tapi dia juga mengambil posisi dokter yang seharusnya menjadi milikku.
Aku tidak tahu harus pergi ke mana. Di saat aku sangat terpuruk, Edwin Guntoro muncul di hadapanku.
Sebagai pemimpin mafia paling berpengaruh di Nigari, Edwin memanfaatkan kekuasaannya untuk memastikan tidak ada satu pun yang mengungkit masa laluku.
Dia juga melamarku, mengatakan bahwa dia menyimpan perasaan padaku dan ingin menikahiku.
Aku percaya dia adalah pahlawanku, cinta sejatiku.
Setidaknya, empat tahun pertama pernikahan kami sangat sempurna, itulah yang kupikirkan. Sampai hari di mana aku tidak sengaja mendengar percakapan antara suamiku dan orang kepercayaannya, Alex.
"Bos, kamu sangat pintar membiarkan bajingan-bajingan itu menyakiti Ellea. Kalau hal itu nggak terjadi, Nona Ivana nggak akan memiliki kesempatan bersama dengan Adrian."
Suara Edwin yang seolah mengolok terdengar. "Aku hanya ingin sedikit menakutinya. Siapa sangka dia akan membunuh salah satu orang itu dan berakhir dipenjara?"
Alex menjawab dengan agak bingung, "Tapi, Nona Ivana sudah menikah sekarang. Kenapa kamu masih bersama jalang itu setelah dia keluar dari penjara?"
"Karena..." Edwin berhenti sejenak lalu melanjutkan, "Aku harus memastikan dia nggak kembali mengejar Adrian atau mengganggu Ivana."
Tawa mereka berdua mencabik-cabik hatiku.
Jadi, seluruh ingatan tentang Edwin yang menyelamatkanku dari penghinaan itu?
Ternyata semuanya bohong?
Dialah yang buat hidupku hancur berantakan, hanya untuk buat Ivana hidup bahagia.
Aku menyeka sisa air mataku dan segera menelepon rival terbesar Edwin, Cavin Nugroho. "Apa kamu masih ingin menyingkirkan Edwin dari Nigari?"
"Kadang, musuh paling berbahaya bukan mereka yang memegang senjata, melainkan memori yang menolak untuk mati."
Kelly mengira suaranya adalah satu-satunya hal yang ia miliki untuk menjaga kewarasannya di tengah trauma masa lalu yang kelam. Namun, ketika Elias Costra kembali ke hidupnya, keheningan yang selama ini ia bangun runtuh seketika.
Elias bukan lagi anak laki-laki yang memberinya koin perak di tengah kobaran api sepuluh tahun lalu. Ia kini adalah "Sang Viper"—pria dingin, predator puncak di Veridia, yang mengendalikan maut dengan satu jentikan jari. Pria itu mengklaim Kelly sebagai miliknya, melindunginya dengan cara yang begitu posesif hingga batas antara perlindungan dan obsesi menjadi kabur.
Di bawah bayang-bayang organisasi rahasia dan desingan peluru di Siberia, Kelly harus berhadapan dengan kenyataan pahit: Apakah Elias adalah penyelamat yang selama ini ia tunggu, atau justru dialah alasan di balik semua api yang pernah menghancurkan hidupnya?
Dalam dunia di mana cinta terasa sama mematikannya dengan pengkhianatan, Kelly harus memutuskan—apakah ia akan tetap menjadi burung yang berlindung di balik sayap sang predator, atau menjadi api yang membakar habis seluruh rahasia sang Viper?
Hanya ada satu tempat untuk berlabuh, namun dermaga itu berlumuran darah.
Nara terbangun sebagai Veronica Ashbourne, tokoh utama tragis dari novel Aku yang Tak Pernah Dipilih—putri sah keluarga bangsawan yang sepanjang hidupnya selalu kalah dari adik tirinya sendiri. Kasih sayang ayahnya dirampas, warisan ibunya direbut, dan pria yang paling dicintai Veronica ternyata hanya menjadikannya batu loncatan untuk mendekati Arabella.
Nara mengetahui bagaimana cerita itu akan berakhir: penyesalan yang datang terlambat, cinta yang seharusnya tidak lagi berarti, dan ending palsu yang disebut bahagia. Namun kali ini, Veronica tidak akan hidup demi dipilih siapa pun. Nara akan merebut kembali hidup Veronica, keluar dari keluarga toxic itu, dan menolak ending novel yang seharusnya terjadi.
Ada sesuatu yang memikat dari dunia 'Assassins Pride' yang membuatku selalu kembali menonton ulang. Ceritanya berpusat pada Melida Angel, seorang gadis bangsawan yang dianggap tidak memiliki bakat sihir—hal yang sangat memalukan di dunia di mana status sosial ditentukan oleh kekuatan magis. Hidupnya berubah ketika Kufa Vampir, seorang assassin misterius, dikirim untuk menguji kemampuannya. Jika Melida benar-benar tidak berbakat, Kufa diperintahkan untuk membunuhnya. Tapi alih-alih menjalankan tugas, Kufa justru memutuskan untuk melatih Melida secara rahasia.
Yang kusukai dari anime ini adalah dinamika hubungan mentor-murid yang berkembang menjadi lebih dalam, ditambah dengan sistem magis yang unik di dunia mereka. Visualnya cukup memukau, terutama saat adegan pertarungan dengan gaya seni pedang yang elegan. Meski ada beberapa cliché shounen, chemistry antara Melida yang keras kepala dan Kufa yang dingin namun protektif benar-benar menjadi daya tarik utama. Akhir yang sedikit terbuka meninggalkan rasa penasaran—semoga ada season kedua!