Dari semua upacara adat Sunda, 'Ngalamar' atau lamaran tradisional paling menarik perhatianku. Bukan cuma soal romantisme, tapi tata cara yang kompleks mulai dari 'Nendeun Omong', pembicaraan awal antara orang tua, sampai 'Sawer Pengantin' dimana pengantin disirami beras dan uang logam. Yang bikin kagum, setiap tahap punya simbol sendiri. Misalnya 'Cincin Tunangan' harus dibawa dalam wadah khusus dari anyaman bambu, melambangkan kesederhanaan dan ketulusan. Prosesi ini menunjukkan bagaimana orang Sunda menganggap pernikahan bukan sekadar urusan dua individu, tapi penyatuan dua keluarga besar.
Ada sesuatu yang magis dari upacara adat Sunda yang bikin aku selalu terpana. Mulai dari 'Seren Taun', ritual syukur panen yang penuh warna dengan tarian dan musik tradisional, sampai 'Ngaras', prosesi memandikan pusaka kerajaan yang sarat makna filosofis. Yang paling berkesan buatku adalah detail-detail kecil seperti penggunaan 'bokor' (wadah kuningan) dalam 'Ngunjung', ziarah ke makam leluhur. Setiap gerakan, doa, bahkan susunan sesajennya punya cerita sendiri.
Seringkali aku memperhatikan bagaimana generasi muda sekarang mulai melupakan ritus-ritus ini. Padahal dalam 'Upacara Tingkeban' (syukuran tujuh bulan kehamilan) saja misalnya, ada filosofi mendalam tentang siklus kehidupan. Prosesi memecah kelapa muda oleh calon ayah itu bukan sekadar atraksi, tapi simbolisasi kesiapan menghadapi tantangan mengasuh anak.
Kalau ngomongin upacara Sunda, yang langsung keingat ya 'Sisingaan'. Pernah lihat langsung di Subang, dimana boneka singa digotong sambil diiringi gondang. Uniknya, acara ini biasanya untuk sunatan atau khitanan, tapi juga dipakai dalam penyambutan tamu penting. Prosesinya hidup banget - ada arak-arakan, tabur beras kuning, sampai pertunjukan seni. Aku selalu suka bagaimana budaya Sunda mengemas nilai spiritual dalam kemeriahan seperti ini.
Pernah ikut 'Upacara Mapag Sri' di Garut, ritual menyambut dewi padi yang bikin merinding. Prosesinya dimulai subuh-subuh, dengan para perempuan membawa 'penginang' (sirih pinang) sambil melangkah mundur untuk menghormati roh leluhur. Yang ngena banget itu saat mereka menanam padi pertama di sawah sambil menyanyikan kidung Sunda kuno. Aku sering mikir, di balik semua modernisasi, upacara seperti ini tetep bertahan karena mampu menghubungkan manusia dengan alam secara spiritual.
2026-06-06 16:04:17
0
Просмотреть все ответы
Scan code to download App
Related Books
Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua
mrd_bb
9.5
2.3M
Aku tak pernah menyangka, menampung ipar dan mertua tiri yang baru kembali dari luar negeri justru membuka ‘neraka’ baru dalam rumah tanggaku. Awalnya kupikir mereka hanya akan menambah beban biaya, tapi kenyataannya mereka menuntut bagian lebih dari yang mereka terima—jatah yang seharusnya hanya milik istriku. Dan saat pikiranku sudah kalut, sebuah foto tiba-tiba masuk ke ponsel: sosok yang mirip istriku, terbaring polos tanpa busana, jelas tengah dinikmati orang lain.
Demi menyingkirkan pasangan kencan butanya yang jelek dan narsis, Pamela mencium seorang pria tampan yang lebih tua darinya. Karena ciuman itu, pria itu malah meminta pertanggung jawaban penuh Pamela. Pamela berkata, "Paman, aku hanya cium sekali saja, tapi paman mau aku bertanggung jawab secara penuh? Bagaimana kalau aku cium dua kali?" Pria itu menatap wanita nakal gadis di depannya, lalu menjawab, "Kamu akan tahu kalau mencobanya!" Pamela berkata, "Kalau begitu, tutup matamu!" Agam tersenyum dan dengan patuh menutup matanya .... Pamela memonyongkan bibirnya, lalu berbalik untuk melarikan diri. Namun, dia kembali ditangkap dan dimanjakan siang malam oleh paman itu, sampai .... Pamela melarikan diri dan Agam mengejarnya. Pamela, meski kamu punya sayap, juga tidak bisa lari dari genggamanku.
Setelah mengalami keguguran, Louisa menjadi istri yang seperti diharapkan Sammy.
Dia tidak lagi berbagi cerita tentang momen menarik kesehariannya, tidak lagi menelepon di tengah malam karena Sammy tidak pulang. Bahkan saat dia dijebak orang hingga harus ditahan polisi, dan polisi memintanya menghubungi keluarga agar bisa dibebaskan dengan jaminan, dia hanya menjawab dengan tenang bahwa dia tidak punya keluarga, lalu menjalani masa penahanan selama seminggu tanpa protes.
Pada sore hari tujuh hari kemudian, terali besi kantor polisi terbuka dengan bunyi berderak.
Saat Louisa menuruni tangga, sebuah mobil hitam mewah berhenti mendadak di depannya.
Pintu mobil terbuka, dan Sammy melangkah keluar mengenakan setelan jas buatan desainer ternama. Pria itu tinggi dengan kaki panjang, bahu lebar, dan pinggang ramping. Penampilannya angkuh dan dingin seperti biasanya, bagaikan embusan angin di bawah rembulan yang terang.
Ketika Mayra dihadapkan dengan masalah di mana ia harus serumah dengan 2 keluarga suaminya yang semua kebutuhannya minta dilayani, belum lagi suka keluar masuk kamar pribadi seenaknya. Ditambah sikap Romi selaku suamimya yang terlalu cuek, membuat Mayra menyerah. Hingga akhirnya ia membuat pilihan yang sulit di mana Romi harus memilihnya atau keluarganya, jika memang ia masih ingin mempertahankan rumah tangga.
Lila memberi kejutan tak terduga untuk suami dan juga keluarganya di hari pernikahan Mirza dan istri keduanya.
Apakah yang Lila lakukan sehingga membuat Riana sang pelakor dan juga Mirza serta keluarganya mendapatkan balasan yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya?
Akankah hidup Lila akan bahagia?
Acara pernikahan telah tiba pada sesi pertukaran cincin. Calon suamiku masih belum mengatakan dirinya bersedia untuk menikah. Alasannya karena cinta pertamanya tiba-tiba mengumumkan putus hubungan dengan kekasihnya pada satu jam lalu.
Terdapat juga selembar tiket pesawat dengan jam tiba pada satu jam kemudian. Tiba-tiba abang berjalan maju, lalu memberi tahu semua orang bahwa pernikahan diundur.
Mereka berdua dengan kompak meninggalkanku di tempat, membuatku menjadi bahan tawaan semua orang di tempat.
Aku mengatasi semua ini dengan tenang. Aku melihat cinta pertamanya mengunggah postingan baru. Di dalam foto, abangku dan calon suamimu mengerumuni sisinya, lalu menyerahkan semua yang terbaik di hadapannya.
Aku menghubungi orang tua kandungku dengan tersenyum getir. “Papa, Mama, aku bersedia pulang untuk melakukan pernikahan bisnis demi Keluarga Gunadi.”
Dalam pernikahan adat Sunda, seserahan bukan sekadar ritual formalitas belaka. Ada filosofi mendalam di balik tiap barang yang dibawa, mencerminkan harapan dan doa dari kedua keluarga. Tradisi ini biasanya dilakukan beberapa hari sebelum akad nikah, dimana keluarga mempelai pria mengantarkan berbagai macam barang sebagai simbol kasih sayang dan kesiapan membangun rumah tangga.
Barang-barang dalam seserahan Sunda sarat makna. Misalnya, emas perhiasan melambangkan kemapanan dan niat serius mempelai pria. Pakaian lengkap untuk calon istri menunjukkan komitmen untuk menyediakan sandang. Buah-buahan tertentu seperti pisang raja dan mangga mengandung harapan agar kehidupan mereka 'berbuah' manis. Bahkan barang sederhana seperti sirih pinang pun punya arti tersendiri - sebagai simbol keramahan dan persatuan dua keluarga.
Yang menarik, jumlah barang dalam seserahan biasanya ganjil (7, 9, atau 11 item) dalam kepercayaan Sunda. Ini berkaitan dengan filosofi 'nujuh bulan' atau 'nga-ngajaga', yang berarti menjaga keberkahan. Tiap daerah di tanah Sunda mungkin punya variasi kecil dalam jenis barang, tapi esensinya tetap sama: bukan tentang nilai materi, melainkan niat tulus dan persiapan mental membangun keluarga baru.
Proses penyerahan seserahan sendiri dilakukan dengan tata cara khusus. Biasanya dipimpin oleh sesepuh atau penghulu, disertai pantun Sunda berisi nasihat pernikahan. Keluarga wanita akan memeriksa kelengkapan seserahan sambil menyampaikan ucapan terima kasih. Ritual ini menjadi momen mengharukan sekaligus sakral, dimana dua keluarga resmi menyatukan visi untuk kebahagiaan pasangan.
Melihat lebih dalam, seserahan dalam budaya Sunda sebenarnya cerminan dari nilai gotong royong dan kesungguhan. Berbeda dengan konsep mahar dalam Islam, seserahan lebih menekankan pada simbolisasi dukungan keluarga besar terhadap pengantin baru. Tradisi ini terus bertahan karena bukan hanya warisan leluhur, tapi juga cara indah memulai perjalanan rumah tangga dengan restu dan makna mendalam.
Mengamati upacara Tulude dari Sulawesi Utara selalu memberi kesan mendalam. Ritual ini bukan sekadar perayaan tahun baru Sangihe, tapi juga simbol penghormatan leluhur dan alam. Prosesnya dimulai dengan 'Mangunde', di mana masyarakat berkumpul di pantai membawa sesajen berupa hasil bumi dan hewan ternak. Uniknya, sesajen diletakkan di perahu adat bernama 'Tulude' yang kemudian dihanyutkan ke laut sebagai bentuk pengorbanan.
Bagian paling mengharukan adalah ketika tetua adat memimpin doa dalam bahasa Sangihe kuno, diikuti tarian 'Tatengesan' yang penuh makna. Semua peserta upacara kemudian makan bersama, menikmati hidangan tradisional seperti ikan cakalang dan ubi tumbuk. Yang bikin greget, upacara ini tetap terjaga keasliannya meskipun beberapa elemen modern sudah mulai masuk.
Proses siraman dalam adat Sunda pernikahan adalah salah satu ritual paling mengharukan dan penuh makna, yang sering bikin aku merinding setiap lihat langsung atau nonton lewat dokumentasi. Ini bukan sekadar mandi biasa, tapi simbol pembersihan diri calon pengantin sebelum memasuki kehidupan baru. Biasanya dilaksanakan sehari sebelum akad nikah, di rumah mempelai wanita dengan keluarga besar berpartisipasi. Yang bikin unik, airnya bukan sembarangan—dicampur kembang tujuh rupa, daun-daunan tertentu, bahkan kadang ada koin sebagai harapan kemakmuran.
Urutannya dimulai dari orangtua, lalu disusul kerabat dekat sesuai senioritas. Setiap tetes air yang dituangkan sambil memberikan doa dan nasihat hidup. Pernah lihat di satu pernikahan, nenek mempelai wanita menangis haru sambil menyiram cucunya pakai gayung batok kelapa—ternyata itu warisan turun-temurun dari leluhur mereka. Prosesnya sendiri penuh tawa dan air mata, karena di balik kesan seremonial, tersimpan transfer nilai-nilai keluarga yang sangat dalam.
Yang sering bikin aku tersenyum adalah bagian dimana para sesepuh kadang 'kreatif' banget dengan nasihatnya. Dari yang filosofis sampai praktis seperti 'jangan lupa masak sayur asin buat suami biar nggak gampang sakit'. Ritual ditutup dengan 'pangsiunan' dimana calon pengantin didandani simbolis pakai pakaian adat lengkap. Menyaksikan proses ini selalu mengingatkanku betapa budaya kita itu bukan sekadar tontonan, tapi tuntunan hidup yang dirangkai indah.