Semut malam di Australia jadi contoh menarik lainnya. Mereka punya semacam 'kacamata alami' dari kristal kalsit di mata buat filter cahaya bulan. Tapi sistem ini nggak bisa handle cahaya buatan. Pernah liat video viral semut yang berputar-putar nggak karuan di bawah lampu taman? Itu karena navigasi mereka yang biasanya pake polarisasi cahaya langsung kacau total. Alam emang penuh kejutan!
Ada satu momen yang bikin aku penasaran banget soal hewan nokturnal. Pernah liat tarsius? Primata kecil dari Sulawesi itu matanya gede banget, bahkan lebih besar daripada otaknya! Mereka super sensitif sama cahaya karena retina mereka dirancang buat kondisi minim pencahayaan. Kalau kena sorot lampu langsung, mereka bisa stress dan nggak bisa navigasi dengan baik.
Dari pengamatan di dokumenter, tarsius sering 'freeze' atau panik ketika terkena flash kamera. Beberapa peneliti bilang paparan cahaya terang bisa ganggu ritme sirkadian mereka sampe berhari-hari. Mirip-mirip efek jet lag pada manusia, tapi lebih parah karena mereka bergantung banget sama kegelapan buat bertahan hidup.
Dulu waktu kecil sering main senter ke kebun buat cari tokek. Ternyata setelah baca jurnal zoologi, tokek rumah termasuk yang paling kena imbas. Mereka punya sel 'rod' super sensitif di mata buat deteksi gerakan dalam gelap. Cahaya terang bisa 'membakar' sementara sel-sel itu, bikin mereka jadi lambat bereaksi. Ada penelitian di Thailand yang ngukur respon tokek—dalam 30 detik paparan lampu LED, butuh 15 menit buat penglihatan mereka normal kembali. Ngeri juga ya ternyata!
Pengalaman ngobrol sama teman yang volunteer di penangkaran kelelawar membuka mataku. Katanya, spesies seperti kelelawar buah Mesir punya adaptasi unik—mereka bisa buta sementara kena cahaya terang! Pupil mereka menyempit ekstrim sebagai mekanisme pertahanan. Tapi ini malah bikin mereka rentan nabrak benda saat terbang. Lucunya, beberapa kelelawar justru mendekati lampu jalan karena serangga tertarik cahaya, tapi akhirnya linglung sendiri.
2026-04-16 03:06:44
3
View All Answers
Scan code to download App
Related Books
Bimbingan Malam Dengan Dosenku
Bachtiar putri
9.8
174.2K
Usai dibegal dan hampir diperkosa, Alya diselamatkan oleh Reihan, dosen sekaligus kepala jurusan di kapusnya. Namun, warga justru berpikir mereka berzina hingga akhirnya dipaksa untuk menikah malam itu juga. Kini, Alya harus menjalani kehidupan ganda sebagai mahasiswi biasa di kampus, dan istri dosennya sendiri di rumah.
Dunia Arlina nyaris runtuh!
Pria yang bersamanya semalam ternyata adalah dosen kampusnya. Bahkan yang lebih mengejutkan lagi, Arlina kini hamil! Dengan tangan gemetaran, Arlina menyerahkan hasil tes kehamilan kepada Profesor Rexa. Pria itu memberinya dua pilihan. Pertama, menggugurkan kandungan atau kedua, menikah. Akhirnya, Arlina yang polos itu pun menikah dengan dosennya sendiri.
Setelah menikah, mereka tidur di kamar terpisah. Namun, suatu malam Rexa muncul di depan pintu kamar Arlina sambil memeluk bantal. "Pemanas di kamarku rusak, malam ini aku tidur di sini dulu," ujarnya.
Arlina yang masih bingung hanya bisa mengangguk dan memberikan jalan.
Keesokan malamnya, Rexa kembali datang. "Pemanasnya belum diperbaiki, aku tidur di sini lagi, ya?" Akhirnya, dia menetap di kamar Arlina dengan dalih menghemat biaya pemanas untuk persiapan kelahiran anak mereka.
....
Fakultas Kedokteran Universitas Sterling adalah salah satu kampus ternama di negeri ini. Profesor Rexa adalah sosok yang sangat terkenal di sana sebagai profesor termuda di fakultas kedokteran.
Di jari manisnya selalu tersemat cincin nikah, tetapi tidak pernah terlihat ada wanita bersamanya. Hingga suatu hari, rasa penasaran mahasiswa memuncak. Seorang mahasiswa memberanikan diri bertanya di kelas.
"Pak Rexa, kami dengar Anda sudah menikah. Kapan Anda akan memperkenalkan istri Anda kepada kami?"
Tak disangka, Rexa malah menunjuk seseorang, "Arlina." Seorang wanita profesional yang berdiri di antara mahasiswa refleks menjawab, "Hadir."
Di bawah tatapan semua orang, Rexa tersenyum hangat sambil berkata, "Perkenalkan, ini istri saya, Arlina. Dia adalah seorang dokter bedah jantung yang hebat."
Raven Lucien Maheswara, lelaki dingin dan berkarisma itu tak hanya menjadikan Sera sebagai pembantu, tetapi juga sebagai pemuas hasratnya di malam hari.
Seharusnya, Sera tidak melibatkan perasaan dalam hubungan terlarang mereka. Namun Sera lupa, hatinya tak pernah sejalan dengan rencananya. Sikap dingin Raven selalu berubah hangat dan lembut setiap kali mereka menghabiskan malam panas bersama.
Ketika cinta mengakar semakin kuat, realita menamparnya, menyadarkan Sera bahwa status dan kasta yang berbeda membuat mereka tak pernah bisa bersama.
Haruskah Sera bertahan dalam hubungan terlarang itu dan menanggung segala rasa sakitnya? Atau pergi dari kehidupan Raven membawa cinta dan sesuatu yang bertumbuh di dalam rahimnya?
Hidup Viola begitu malang. Setelah ibunya meninggal Viola dipecat dari pekerjaannya dan memiliki tumpukan utang yang tidak sedikit. Pada suatu malam Viola lari dari rumah karena hampir diperkosa ayah tirinya. Viola tidak punya tempat untuk berteduh. Tidak seorang pun mau membantunya. Sampai Viola berpikir untuk bunuh diri saja.
Di puncak keputusasaannya, Viola meminta bantuan pada Kenzio, seorang pengacara muda sekaligus lelaki yang dicintainya sejak delapan tahun yang lalu hingga detik ini. Viola tahu, meminta bantuan Kenzio bukanlah keputusan yang tepat. Tapi hanya itu satu-satunya pilihan yang tersedia.
Shen Wei, ilmuwan ambisius abad 21, terbangun di tubuh Kaisar Wenxian—penguasa kejam yang tewas dibunuh empat selir monsternya. Kini ia harus hidup dengan empat pria yang telah membunuh pemilik tubuh ini, sambil menyembunyikan identitas aslinya.
Dia terjebak di antara dua pilihan: mati di tangan mereka, atau menaklukkan hati mereka—para selir yang setiap malam harus memberinya kepuasan di ranjang kekaisaran.
Di ranjang yang sama tempat mereka membunuhnya, Shen Wei kini terbaring di antara mereka—merasakan hangat tubuh yang seharusnya jadi algojonya.
Lang Yue, serigala yang dikhianati janjinya. Huo Yan, harimau yang selalu waspada. Changqing, kelinci yang takut namun berharap. Dan She Ming, ular yang sudah mencium rahasianya.
Dan She Ming terus berbisik di telinganya:
'Yang Mulia... siapa jiwa yang ada di dalam tubuh Anda?'
Akankah ia berhasil mengubah takdir sebelum malam pembunuhan itu tiba?
Ketika aku pulang dengan membawa laporan pemberitahuan yang menyatakan aku hanya punya waktu satu bulan lagi untuk hidup, Christopher baru saja selesai bercinta dengan sahabatku, Agnes.
Melihat kekacauan di lantai, Christopher memberi perintah padaku, "Kami sudah mengacaukan dapur, kamar tidur, dan ruang tamu. Jangan lupa membersihkannya."
Selama tiga tahun pernikahan, dia selalu bersikap seperti ini. Dia selalu menghinaku untuk mencari kegembiraan. Siapa suruh aku mencampakkannya dulu? Sudah sepantasnya dia membenciku.
Aku diam-diam membereskan rumah dan membersihkan semua jejak cinta yang ditinggalkan mereka. Kali ini, aku hanya ingin melihat rumah pernikahan kami untuk yang terakhir kalinya.
Namun, pada saat ini, Christopher tiba-tiba memanggilku. "Evelyn, aku sepertinya belum pernah ambil foto pernikahan."
Melihat sedikit kegembiraan di mataku, Christopher terkekeh dan berujar, "Jangan bilang kamu kira maksudku kita? Besok, aku dan Agnes mau ambil foto pernikahan. Kamu boleh datang untuk bantu dia pegang ekor gaunnya."
Pernah duduk di tepi pantai sambil memandang langit malam? Yang kutahu, bintang-bintang itu seperti lampu kecil yang dipasang di langit-langit alam semesta. Mereka memancarkan cahaya sendiri karena reaksi nuklir di intinya, mirip seperti kompor raksasa yang terus menyala. Tapi yang bikin mereka terlihat terang atau redup itu tergantung jarak dan ukurannya. Bintang seperti Sirius terlihat jelas karena relatif dekat dengan bumi, sementara yang jauh meskipun besar bisa jadi cuma titik kecil. Atmosfer bumi juga berperan—kadang ia membelokkan cahaya sehingga bintang seolah berkedip.
Di kota besar, polusi cahaya sering mengaburkan pemandangan, tapi coba pergi ke pedesaan, luar biasa bagaimana ribuan bintang tiba-tiba muncul. Ada juga fenomena 'twinkling' karena turbulensi udara. Jadi, kecerahannya gabungan dari sifat alami bintang itu sendiri plus bagaimana kita melihatnya dari bumi.
Ada suatu momen ketika duduk di atap rumah nenek di desa, langit begitu gelap dan bintang-bintang seperti berlomba menyapa. Rupanya, kelap-kelip itu bukan sekedar ilusi. Atmosfer bumi yang berlapis-lapis bertindak seperti prisma raksasa—setiap lapisan udara dengan kerapatan berbeda membelokkan cahaya bintang secara acak. Turbulensi udara panas dan dingin yang terus bergerak menciptakan efek 'dancing stars' ini. Makin dekat ke horizon, makin kacau kelap-kelipnya karena cahaya harus menembus lebih banyak atmosfer.
Uniknya, astronom menyebut fenomena ini 'scintillation'. Teleskop modern menggunakan teknologi 'adaptive optics' untuk mengoreksi gangguan ini, tapi bagi mata telanjang, justru keindahan chaos inilah yang membuat memandang langit malam terasa magis. Aku selalu terpana bagaimana sains bisa menjelaskan keajaiban yang sering dianggap remeh.
Pernah nggak sih liat kelelawar di siang bolong? Langsung auto kabur atau sembunyi di tempat gelap. Makhluk nocturnal ini emang alergi sama cahaya terang karena mata mereka super sensitif. Mereka lebih suka beraktivitas pas gelap buat cari makan atau navigasi pake sistem echolocation.
Menariknya, beberapa spesies kelelawar bahkan bisa stress kalo kena sinar matahari langsung. Tubuh mereka didesain buat hidup di malam hari, jadi metabolisme mereka nggak cocok sama teriknya siang. Gue pernah baca penelitian yang bilang kalo paparan sinar UV berlebihan bisa ngerusak kulit mereka yang tipis itu.
Ada anggapan bahwa semua makhluk yang takut sinar matahari pasti vampir, tapi sebenarnya tidak sesederhana itu. Dalam cerita fiksi seperti 'Twilight' atau 'The Vampire Diaries', vampir memang digambarkan terbakar oleh sinar matahari, tetapi dunia fantasi pun punya aturannya sendiri. Contohnya, dalam 'Demon Slayer', iblis juga melemah di bawah sinar matahari meski mereka bukan vampir.
Di dunia nyata, banyak hewan nocturnal seperti kelelawar atau tarsius menghindari cahaya terang karena adaptasi biologis. Mereka sensitif terhadap cahaya, tapi jelas bukan makhluk penghisap darah. Jadi, anggapan itu lebih terkait dengan stereotip populer daripada fakta ilmiah atau mitologi yang lengkap. Lucu juga kalau berpikir kecoa yang lari dari lampu tiba-tiba dikira vampir!
Pernah nggak sih tiba-tiba denger suara kepakan sayap gelap-gelap di rumah pas malem? Aku beberapa kali nemuin burung hantu kecil yang nyasar masuk lewat jendela. Mereka kayaknya tertarik sama lampu atau serangga yang beterbangan. Lucu sih liat matanya yang bulat itu penasaran, tapi bikin deg-degan juga soalnya gerakannya cepet banget! Biasanya aku biarin pintu terbuka lebar biar dia bisa kabur sendiri. Kalo menurut pengalamanku, burung hantu jenis 'collared scops-owl' yang sering muncul di daerah perkotaan.
Tapi ada juga temen yang cerita kalo di rumahnya sering kedatangan burung walet. Katanya sih mereka nyari tempat buat ngebesarin anak. Awalnya dikira kelelawar, ternyata burung yang terbangnya nggak berisik itu. Seru juga ya ngobrolin pengalaman kayak gini, ternyata banyak banget yang punya cerita unik soal tamu malem dari dunia burung!