Contoh Permainan Tradisional Indonesia Yang Hampir Punah?

2026-05-31 10:27:54
78
Share
ABO Personality Quiz
Take a quick quiz to find out whether you‘re Alpha, Beta, or Omega.
Start Test
Write Answer
Ask Question

4 Answers

Una
Una
Favorite read: Permainan Mustahil
Pengamat Pustakawan
Di Sunda ada permainan 'Bentengan' yang dulu sering dimainin pas jam istirahat sekolah. Intinya tuh kita bagi dua tim, masing-masing punya 'benteng' (bisa pohon atau tiang), lalu saling serang untuk menyentuh benteng lawan. Seru banget lari-larian sambil ngasih kode rahasia ke temen satu tim. Tapi sekarang udah jarang banget liat anak-anak main ginian. Mereka lebih sering nongkrong sambil main HP. Aku sendiri terakhir main bentengan mungkin 15 tahun lalu, waktu reunian SD.
2026-06-01 03:46:50
1
Sahabat Novel Penerjemah
Pernah dengar tentang 'Gasing'? Mainan kayu berputar ini dulu jadi primadona di kampung-kampung Jawa. Aku masih inget waktu kecil, kakek selalu bawa gasing buatan sendiri dari kayu jati. Cara mainnya simple tapi butuh skill - kita lilitin tali lalu melemparnya ke tanah. Yang bikin seru itu kompetisi 'adu tahan putar' antar gasing. Sekarang? Jarang banget liat anak main gasing di era gadget. Padahal filosofinya dalam lho, tentang keseimbangan dan kesabaran.

Yang bikin miris, pembuat gasing tradisional juga mulai langka. Dulu di Yogyakarta ada pak Darno yang terkenal sebagai maestro gasing, sekarang penerusnya hampir nggak ada. Aku pernah hunting gasing tradisional buat koleksi, susahnya minta ampun. Kebanyakan yang dijual sekarang versi plastik buatan pabrik, rasanya beda banget sama yang handmade.
2026-06-02 18:18:08
1
Teman Baca HRD
'Egrang' itu permainan tradisional yang bener-bender keren tapi mulai punah. Aku pertama kali coba main waktu ada festival budaya di sekolah dulu. Terbuat dari bambu panjang dengan pijakan di tengah, jadi kita harus bisa balance sambil jalan. Lucunya, dulu di Jakarta ada komunitas pecinta egrang yang rutin ngadain latihan tiap minggu di Monas. Tapi sejak pandemi, komunitasnya sepi peminat. Padahal main egrang itu melatih konsentrasi dan keberanian - coba aja jalan pake egrang setinggi 2 meter, deg-degan tapi exciting!
2026-06-04 03:08:34
2
Daphne
Daphne
Favorite read: Anakku Terlalu Pelit
Penolong Insinyur
'Congklak' atau dakon di Jawa Timur dulu jadi permainan wajib anak perempuan. Aku punya papan congklak warisan nenek dari kayu sonokeling. Mainnya pake biji sawo atau kerang, harus bagi-bagi biji dengan strategi tertentu. Serunya tuh pas ngeliat ekspresi lawan main ketika kita 'makan' bijinya. Sekarang congklak lebih sering jadi pajangan daripada dimainin. Pernah aku ajak keponakan main, dia malah bingung dan balik pegang tablet. Sedih sih liat warisan budaya begini pelan-pelan menghilang.
2026-06-04 09:04:25
4
View All Answers
Scan code to download App

Related Books

Related Questions

Sebutkan tiga contoh permainan tradisional yang populer di Indonesia?

4 Answers2026-05-31 07:02:36
Pernah dengar lagu 'Ampar-Ampar Pisang'? Itu salah satu contoh nyata bagaimana permainan tradisional bisa melekat dalam budaya kita. Dua lainnya yang selalu bikin nostalgia adalah 'Gobak Sodor' dan 'Egrang'. Gobak Sodor itu seru banget karena butuh kerja tim dan strategi, mirip seperti game tactical modern tapi dimainkan di lapangan tanah. Egrang? Mainannya bikin deg-degan tapi asyik, apalagi pas bisa seimbang di atas bambu itu rasanya kayak menaklukkan dunia kecil sendiri. Permainan-permainan ini bukan sekadar hiburan, tapi juga sarana belajar sosialisasi dan motorik. Dulu waktu kecil, hampir setiap sore lapangan dekat rumah selalu ramai dengan teriakan anak-anak main Gobak Sodor. Sekarang? Sedih sih lihatnya mulai jarang, tergantikan gadget. Padahal gerakan fisik dalam permainan tradisional itu jauh lebih sehat daripada swipe layar terus-terusan.

Apa saja permainan tradisional Indonesia yang populer?

2 Answers2026-06-21 17:59:01
Sore ini tiba-tiba nostalgia main game jaman kecil dulu. Di kampungku dulu, 'Gobak Sodor' itu wajib banget! Kayak gabungan strategi dan kecepatan, dimana kita harus ngelolosin diri dari garis musuh sambil teriak-teriak panik. Yang bikin seru itu dinamika sosialnya—biasanya anak-anak paling lincah jadi bintang lapangan, sambil yang kurang gesit belajar teamwork. Ada juga 'Engklek' yang sederhana tapi kreatif; cuma perlu gambar kotak-kotak di tanah plus batu pipih, tapi bisa bikin ketagihan sampe lupa waktu. Dulu aku sering banget liat 'Egrang' di acara 17-an, meski sekarang kayaknya udah jarang. Yang unik itu 'Dakon'—pake biji sawo atau kerang, mainnya sambil ngobrol santai tapi otak harus mikir strategi bagaiman caranya ngumpulin biji terbanyak. Permainan kayak 'Bentengan' atau 'Petak Umpet' versi Indonesia itu juga punya ciri khas sendiri. Misalnya di 'Bentengan', teriakan 'hooiiii!' pas ngejar lawan itu rasanya kayak perang beneran. Semua game ini sebenernya nggak cuma soal menang-kalah, tapi juga ngajarin nilai kehidupan kayak sportivitas, kreativitas, bahkan matematika dasar lewat hitung-hitungan biji dakon. Sayang banget sekarang banyak yang tergeser gadget, padahal energik banget dan bisa bikin anak-anak aktif bergerak.

Apa saja permainan tradisional Indonesia yang populer di dunia?

4 Answers2026-06-03 20:27:01
Ada sesuatu yang magis tentang permainan tradisional Indonesia yang berhasil menembus batas budaya. Salah satu yang paling terkenal pasti 'Congklak'. Aku ingat pertama kali melihat turis asing main ini di Bali—wajah mereka penuh konsentrasi mencoba memahami strateginya. Permainan biji-bijian ini ternyata punya versi serupa di Afrika dan beberapa negara Asia, tapi banyak yang bilang versi Indonesia paling estetis dengan papan kayu ukirannya. Selain itu, 'Egrang' juga sering jadi pusat perhatian di festival budaya internasional. Aku pernah baca artikel tentang komunitas di Jerman yang rutin mengadakan lomba egrang setiap musim panas. Mereka bilang tantangan menjaga keseimbangan di atas bambu itu bikin ketagihan. Lucunya, banyak yang mengira ini permainan modern sampai tahu umurnya sudah ratusan tahun.

Permainan untuk anak-anak tradisional Indonesia apa yang populer?

4 Answers2026-05-29 05:36:56
Aku ingat dulu waktu kecil, bermain 'Gobak Sodor' adalah salah satu momen paling seru bersama teman-teman. Permainan ini butuh strategi dan kerja tim, di mana kita harus berlari melewati garis musuh tanpa tersentuh. Rasanya seperti petualangan epik di lapangan sekolah! Selain itu, 'Engklek' juga selalu jadi favorit. Hanya butuh kapur dan batu kecil, tapi bisa menghabiskan waktu berjam-jam melompati kotak-kotak. Simple tapi bikin ketagihan. Mainan tradisional seperti ini menurutku jauh lebih kreatif daripada gadget modern.

Apa saja alat permainan tradisional yang populer di Indonesia?

2 Answers2026-06-07 22:38:38
Ada satu momen yang bikin aku tersenyum setiap kali ingat: waktu kecil dulu, gang depan rumah berubah jadi arena pertempuran layangan. Di Indonesia, layangan bukan sekadar mainan, tapi semacam magnet sosial yang nyatet cerita di setiap helai benangnya. Dari yang sederhana sampai bentuk naga elaborate, setiap daerah punya ciri khas. Jogja punya 'layangan janggan' dengan ekor panjangnya, Bali punya 'layangan pecukan' yang aerodinamis. Uniknya, layangan di sini sering jadi medium 'perang'—benang dilapisi serbuk kaca buat motong benang lawan. Seru banget liat strategi anak-anak ngatur sudut dan tarikan benang! Selain layangan, 'gasing' juga punya tempat spesial. Aku pernah lihat pertandingan gasing di Kalimantan, di mana mereka bisa spin selama 30 menit lebih! Teknologi sederhana dari kayu keras yang dibentuk presisi ini bikin kagum. Mainan tradisional ini sering jadi ajang kompetisi sekaligus pertunjukan seni. Di Sumatera, ada 'gasing jantung' yang bunyinya khas karena lubang di tengahnya. Yang bikin nostalgia, dulu tiap sore pasti ada kelompok anak main 'engklek' atau 'dakon' di teras rumah—permainan sederhana yang sekarang kayaknya mulai jarang terlihat.

Apa saja 100 permainan tradisional Indonesia yang paling populer?

3 Answers2026-06-29 16:35:55
Dari pengalaman menjelajahi berbagai daerah, permainan tradisional Indonesia itu seperti harta karun yang tersembunyi. Egrang, misalnya, selalu bikin nostalgia. Mainannya sederhana, cuma dua batang kayu, tapi butuh keseimbangan luar biasa. Di kampung dulu, anak-anak berlomba siapa yang bisa bertahan paling lama tanpa terjatuh. Lalu ada Gobak Sodor, permainan tim yang seru banget. Harus lari menghindari lawan sambil jaga benteng. Di Jawa, Dakon juga populer. Papan kayu kecil dengan lubang-lubang, diisi biji-bijian. Permainan strategi yang melatih kesabaran. Masih banyak lagi, seperti Bakiak, Patok Lele, atau Cublak-Cublak Suweng yang selalu bikin suasana riuh rendah. Permainan daerah lain juga tak kalah menarik. Di Sunda ada Perangin-angin, mirip petak umpet tapi pakai sentuhan. Di Bali, Mekacak butuh kerja sama tim dan suara teriakan khas. Kalau ke Sumatera Barat, bisa jumpai Sipak Rago. Mirip sepak takraw, tapi pakai bola anyaman rotan. Permainan-permainan ini bukan sekadar hiburan, tapi juga warisan budaya yang perlu dilestarikan. Sayangnya, banyak yang mulai terlupakan karena gempuran gim digital. Padahal, nilai edukasi dan sosialisasinya jauh lebih kaya daripada sekadar menatap layar.

Apa jajanan tradisional Indonesia yang paling populer?

3 Answers2026-06-13 05:09:40
Siapa yang bisa menolak aroma gurih dari satu piring kue cubit yang baru matang? Jajanan ini sebenarnya sangat sederhana, tapi ada sesuatu yang magis dari cara tepung, telur, dan gula berubah menjadi camilan kenyal dengan pinggiran yang sedikit renyah. Di sore hari, seringkali aku melihat antrian panjang di depan gerobak-gerobak penjual kue cubit, terutama versi yang diberi topping cokelat atau keju. Rasanya seperti setiap gigitan membawa kembali kenangan masa kecil, ketika uang saku seribu rupiah sudah cukup untuk membeli kebahagiaan kecil. Tapi kalau bicara tentang popularitas sebenarnya, mungkin kue pukis lebih pantas menyandang gelar itu. Dengan bentuknya yang unik dan rasa manisnya yang khas, kue pukis sering menjadi pilihan untuk acara-acara keluarga atau sekadar teman minum teh di kala hujan. Ada versi modern dengan berbagai isian sekarang, tapi bagi ku, yang klasik dengan taburan meses tetap yang terbaik.

Apa contoh nilai budaya dalam permainan tradisional Indonesia?

4 Answers2026-05-20 19:10:46
Permainan tradisional Indonesia seperti 'Gasing' atau 'Congklak' bukan sekadar hiburan, tapi juga cerminan nilai-nilai sosial yang dalam. Di Sumatera, pertandingan gasing sering jadi ajang mempererat hubungan antar-desa, di mana teknik dan strategi bermain justru menjadi media diplomasi informal. Serpihan kayu yang berputar bersama itu sebenarnya simbol persatuan—meski berbeda arah putaran, tetap harmonis. Sementara itu, 'Egrang' dari Jawa mengajarkan filosofi keseimbangan hidup. Ketika mencoba menaikinya pertama kali, kita langsung paham bahwa jatuh-bangun adalah proses alami. Permainan ini juga sering dimainkan beramai-ramai, menunjukkan budaya gotong royong yang kental.

Permainan tradisional apa yang bikin rindu masa kecil dulu?

3 Answers2026-03-20 22:18:30
Aroma tanah basah setelah hujan selalu mengingatkanku pada 'Gobak Sodor'. Dulu, sore-sore setelah sekolah, komplek perumahan kami berubah jadi medan perang kecil. Kami berlarian menghindari penjaga garis dengan strategi konyol yang seolah-olah direncanakan matang, padahal aslinya cuma teriakan 'Awas belok!' dan tawa ngikik saat ada yang terjebak. Yang bikin spesial justru improvisasi lapangan—kadang pakai teras rumah tetangga sebagai markas, atau memanfaatkan pohon jambu sebagai penghalang. Sekarang lihat anak-anak main game online, aku kadang pengen ajak mereka merasakan betapa serunya ngos-ngosan sambil tertawa lepas, tanpa worry tentang koneksi internet atau battery low.
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status