Aku inget banget pertama kali ketemu Bejo itu pas lagi scroll timeline Twitter tahun 2016. Ada thread fanart yang rame banget dibahas, terus nemu twit lama dari akun @kumisku yang bilang 'Karakter ini awalnya cuma experimental design buat lomba doodle'. Ternyata itu cikal bakal Bejo! Versi pertamanya punya ciri khas topi kopel dan senyum creepy yang sekarang jadi trademark. Lucunya, awal kemunculannya justru nggak di media utama, tapi di poster event kecil-kecilan di kampus UNY waktu malam pentas seni.
Pernah denger istilah 'legend of the underground comic scene'? Nah, Bejo itu salah satu icon-nya! Karakter ini pertama kali muncul di zine (majalah indie) cetakan manual ala fotokopian yang disebarin di acara Comic Con Jakarta 2014. Waktu itu cuma jadi cameo di pojokan cover belakang, tapi ekspresi wajahnya yang over-the-top langsung dicari fans. Uniknya, karakter ini awalnya nggak punya nama—baru setelah ada yang ngetweet 'Si Bejo ini penakhluk banget sih wkwk', akhirnya stuck jadi identitas resminya.
Bejo Sang Penakhluk itu karakter yang bikin penasaran banget! Awalnya nemu di komik indie lokal yang judulnya 'Gelap Terang', terbit sekitar 2015-an. Komik ini awalnya cuma viral di forum Kaskus sama Line Webtoon, terus tiba-tiba meledak karena gaya gambarnya yang unik dan ceritanya absurd. Bejo sendiri muncul di chapter 7 sebagai antagonis receh yang malah jadi favorit fans karena kelakuan unpredictablenya.
Yang keren, pengarangnya—Mas Joni—ternyata ngembangin karakter ini dari inside joke komunitas art street di Jogja. Jadi ada nuansa lokal yang kental banget, dari dialog sampai setting tempatnya. Sekarang sih udah bisa ditemuin di platform legal seperti Biznet Comics, tapi charm awal justru ada di edisi fisik terbitan terbatas yang sekarang jadi koleksi langka.
Ceritanya lucu sih—Bejo itu sebenernya 'kecelakaan kreatif' yang jadi populer. Awalnya cuma doodle iseng di notes kuliah sama creator-nya pas lagi boring di kelas akuntansi. Terus temen sekelasnya yang ngopi gambarnya, upload ke grup FB 'Komik Receh' dengan caption 'Si Bejo nih jagoan baru'. Dua minggu kemudian, tiba-tiba gambar itu dipake buat meme template di berbagai grup. Dari situ baru dikembangin jadi karakter utuh dengan lore sendiri. Jadi technically, debutnya itu di dunia digital sebelum akhirnya punya bentuk official di komik.
Kalau mau ngomongin debut Bejo, harus nyebut platform yang sekarang udah jarang dipake: Strimblr! Dulu tahun 2013-2014, itu tempat mangkalnya komikus amatir ngumpulin karya. Bejo muncul di komik strip 4 panel yang isinya satire kehidupan kos-kosan. Gaya humornya yang dark tapi relateable bikin banyak yang save post itu, sampe akhirnya dibawa ke media lebih besar. Yang menarik, design awal Bejo beda banget—kulitnya lebih gelap dan rambutnya ikal, bukan model cepak kayak sekarang.
2026-07-09 13:37:21
18
View All Answers
Scan code to download App
Related Books
Sentuhan Candu Tuan Benji
LilyLembah03_
10
89.9K
Lily dibeli pada pelelangan perawan oleh istri Benjamin Kaisar yang mandul. Tanpa punya pilihan lain, gadis itu harus membuka kaki untuk dipakai suami orang.
Bukan tanpa alasan Abia membiarkan suaminya menjamah tubuh perempuan lain. Lily dibayar mahal untuk melahirkan anak dari Benjamin Kaisar yang istrinya tidak bisa berikan.
Namun, sebelum benih sang tuan tumbuh di rahimnya, benih lain tumbuh di hati Lily. Benih tak kasat mata yang bertunas setiap malam. Benih yang menjalar dan tumbuh subur sepanjang sentuh jemari.
Benih terlarang yang Lily sadari bernama cinta.
Bola meridians didalam tubuhnya direbut oleh kekasihnya. Klan Yao di bantai hingga tak bersisa. Namun dia selamat dari peristiwa besar itu.
Hidup tanpa energi kultivasi di dunia Kultivasi, Yao Chen harus tertindas. Namun sebuah peristiwa baru mengubah tujuannya hidup.
"Apa itu Iblis? Apa itu Dewa? Tidak ada Dewa yang benar benar bersih, dan tidak ada Iblis yang benar benar kejam."
Yao Chen akhirnya memilih jalan kultivasi Iblis. Dia bangkit, dan menjadi Penguasa seluruh Benua dengan kemampuannya yang telah lama melegenda!
Benua Kalimantara merupakan tempat yang sangat berbahaya. Siklus hidup dan mati, seperti terbit dan terbenamnya matahari. Tidak ada yang tahu kapan dan dimana nyawa akan melayang. Seorang pemuda mendaftar sebagai Pendekar, bagaimana kisahnya dalam menapaki jalan Kependekaran serta apa tujuannya. iku
Aku dan sahabat terbaik kakakku, Revano, sudah berpacaran tiga tahun, tetapi dia tidak pernah mau mengumumkan hubungan kami.
Namun, aku tidak pernah meragukan cintanya padaku. Bagaimanapun, dia pernah punya 99 pacar, tetapi dia tidak lagi melirik perempuan lain sejak bersamaku.
Bahkan ketika aku hanya sedikit masuk angin, dia akan langsung meninggalkan proyek bernilai puluhan miliaran dan terbang pulang.
Sampai hari ulang tahunku, aku hendak memberi tahu Revano bahwa aku hamil. Namun, untuk pertama kalinya dia lupa hari ulang tahunku dan menghilang tanpa jejak.
Pembantu memberitahuku bahwa dia pergi menjemput seseorang yang sangat penting dari luar negeri.
Aku bergegas ke bandara dan melihat dia memegang sebuket bunga. Wajahnya penuh rasa gugup karena menunggu seorang gadis, gadis yang wajahnya sangat mirip denganku.
Belakangan, kakakku memberitahuku bahwa dia adalah cinta pertama Revano, seseorang yang tak bisa dia lupakan seumur hidup.
Revano pernah memutus hubungan dengan orang tuanya demi perempuan itu. Setelah dirinya dicampakkan, Revano hancur, hampir gila, dan mencari 99 pengganti yang mirip dengan wanita itu untuk menghabiskan hari-harinya.
Saat kakakku berkata begitu, nada suaranya penuh kekaguman pada besarnya cinta Revano. Dia tidak tahu bahwa adik perempuan yang dia sayangi setengah mati, adalah salah satu dari pengganti itu.
Aku menatap pasangan itu sangat lama, lalu tanpa ragu kembali ke rumah sakit. "Dokter, anak ini ... aku nggak menginginkannya lagi."
Andai kamu tahu, aku adalah orang paling bodoh setelah bertemu dengan kamu. Entah sudah berapa ratus kali aku bertemu seseorang, namun nyatanya kamu adalah orang yang tetap aku inginkan.
Saat pertama kali aku bertemu denganmu, dan saat itu aku berharap bahwa diriku bisa bersanding denganmu dan mengenalmu dengan lebih baik, dalam hatiku aku berdoa semoga kelak aku yang akan memenangkan dirimu dan mendampingimu hidup diantara orang-orang yang berdiri di sampingmu sekarang.
Maafkan aku juga yang telah lancang meminjam namamu atas doaku. Sebuah nama yang menjadi pengulangan atas do’a dan sujudku, entah seberapa hebat dirimu sampai bisa memenangkan hatiku dari sekian banyak manusia dimuka bumi ini, daya tarik apa yang kamu punya sehingga namamu saja kuperjuangkan di hadapan tuhanku yang menjadi candu.
Untuk nama yang selalu menjadi pengulangan atas do’a dan ibadahku. Aku berharap ada balasan atas perihal tentang hatiku dan perasaanku kepadamu. Aku sudah tidak mengerti lagi bagaimana caraku merayu semesta agar aku bisa bersamamu, entah sekuat apa pintu hatimu, sampai kamu tidak bisa mendengar sedikit pun ketukan dariku, apakah kamu tuli sampai kamu tidak mendengar jeritan yang selalu menyebut namamu.
Entah sampai kapan aku akan menjadi orang yang gigih untuk tetap memperjuangkanmu, sedangkan hujan yang berpetir pun sudah meremehkanku, lihatlah dengan sombongnya iya pamer bahwa langit yang beberapa saat hujan badai kini menampilkan pelangi yang indah untuk, dipamerkan kepada siapa pun yang melihatnya, seolah berkata ia telah berdamai dari waktu kelamnya.
Lantas bagaimana dengan diriku yang sampai saat ini masih terombang-ambing badai kehidupan namun tidak kunjung mereda, Sedangkan badai itu sendiri semakin hari semakin kuat untuk membuatku terjatuh. Jikalau aku bisa meminta aku ingin berhenti dan istirahat sejenak, tidak mungkin kalau aku akan baik-baik saja saat ini. Entah berapa ribu luka lagi yang harus aku tutupi, dan seberapa kuat lagi aku bisa bangun setelah ribuan kali jatuh.
*Sequel Istri Nomor Dua*
Zaina Rahayu terpaksa menjadi yatim piatu karena kesalahan seorang Nyonya sosialita dari kota.
Beruntung wanita kota itu mau bertanggung jawab, dan menawarkan sebuah janji manis sebagai menantu di rumahnya, setelah orang tuanya tiada.
Sayangnya, masa lalu sang calon suami membuat Ina hilang respect, dan memutuskan perjodohan itu dengan sepihak.
Apalagi dengan sikap dingin dan galaknya sang calon suami. Ina yakin tak akan bisa bertahan hidup dengan pria itu.
Lalu, bagaimana saat ternyata takdir tetap mengarahkannya pada pria galak itu?
Bisakah Ina bertahan dan membuat sang pria mencintainya?
Atau malah kalah dan menyerah dengan cinta yang terlanjur tumbuh tanpa ia sadari.
Inilah kisah Zaina Rahayu, gadis lugu yang terjebak dengan pria galak, yang gagal move on dari masa lalunya.
Bejo Sang Penakhluk muncul pertama kali dalam cerita rakyat Jawa sebagai sosok antagonis yang dipercaya memiliki kekuatan gaib. Konon, ia adalah mantan pendekar yang tersesat karena haus kekuasaan, lalu menggunakan ilmu hitam untuk menaklukkan desa-desa. Uniknya, ceritanya selalu berubah tergantung daerah—di Yogya, Bejo digambarkan sebagai raksasa bertaring, sementara di Solo versinya lebih mirip dukun kejam. Aku selalu terpikat bagaimana satu karakter bisa punya banyak interpretasi!
Yang bikin menarik, Bejo seringkali dikalahkan bukan oleh kekuatan fisik, melainkan kecerdikan warga biasa. Ini mungkin simbol perlawanan rakyat kecil terhadap penindas. Dulu nenek suka bilang, 'Jangan lewat hutan sendirian, nanti ketemu Bejo!'—tapi justru karena itu aku malah penasaran baca semua versi ceritanya.
Ada sesuatu yang benar-benar menawan tentang Bejo Sang Penakhluk yang membuatnya begitu mudah disukai. Mungkin karena dia bukanlah pahlawan sempurna yang selalu menang—dia justru sering gagal, tapi selalu bangkit dengan cara yang lucu dan tak terduga. Karakternya sangat relatable; banyak orang merasa melihat diri mereka sendiri dalam perjuangannya yang konyol tapi gigih.
Selain itu, interaksinya dengan karakter lain selalu penuh kejutan. Dialog-dialognya cerdas dan kadang absurd, tapi tetap mengena. Bejo juga punya perkembangan karakter yang menarik; dari sosok kikuk menjadi lebih percaya diri tanpa kehilangan 'ke-Bejo-an'-nya. Itu jarang ditemukan dalam kebanyakan cerita.
Ada satu momen dalam 'Bejo sang Penakluk' yang bikin aku terus kepikiran sampai sekarang. Konflik antara Bejo dan si janda sebenarnya nggak cuma soal percintaan, tapi juga tentang bagaimana mereka berdua menghadapi tekanan sosial di desa. Endingnya cukup bittersweet—Bejo akhirnya memilih pergi merantau setelah sadar hubungan mereka cuma bikin si janda makin dikucilkan. Adegan perpisahan di stasiun itu digambar dengan detail emosional banget, di mana si janda kasih Bejo kerajinan tangan terakhir yang ternyata jadi simbol melepas semua harapan.
Yang bikin menarik, pengarang pinter banget nggak ngasih happy ending klise. Justru ending terbuka ini bikin pembaca bisa interpretasi sendiri: apakah Bejo benar-benar nggak kembali, atau ini cuma fase buat mereka berdua tumbuh? Aku sendiri suka banget sama pesan tersirat bahwa kadang mencoba 'menaklukkan' masalah malah bikin kita kehilangan hal yang paling berharga.
Pertemuan Bejo dan si janda itu terjadi di pasar tradisional yang semrawut di pinggiran kota. Aku ingat betul adegan itu karena digambarkan dengan detil lucu di novel 'Bejo Sang Penakluk'—Bejo yang sedang berantem dengan ayam jago karena dikira mencuri telur, lalu si janda datang menyelamatkan dengan gayanya yang ceplas-ceplos.
Yang bikin scene ini memorable justru chemistry mereka yang langsung terasa. Bejo yang kikuk berhadapan dengan si janda yang sok jagoan, tapi endingnya malah ketiban sampur. Pasar jadi saksi awal kisah mereka yang chaotic tapi bikin senyum-senyum sendiri.
Ada sesuatu yang magnetis dari sosok janda dalam cerita 'Bejo sang Penakluk' yang bikin aku penasaran. Dari pengamatanku, Bejo mungkin melihat janda sebagai figur yang sudah matang secara emosional, punya kedalaman karakter yang berbeda dengan gadis-gadis muda. Janda dalam konteks ini bukan sekadar status marital, tapi simbol ketahanan hidup. Aku sering notice bagaimana Bejo justru tertarik pada cara mereka menghadapi dunia dengan segala luka tapi tetap tegar.
Di sisi lain, bisa jadi ini tentang kompleksitas dinamika power. Bejo yang dikenal sebagai penakluk mungkin menemukan tantangan baru dalam 'menaklukkan' hati seseorang yang sudah punya pengalaman pahit dalam cinta. Ada permainan psikologis yang lebih dalam ketimbang sekadar rayuan kosong. Yang jelas, ketertarikan ini nggak cuma soal fisik, tapi lebih kepada chemistry yang muncul dari shared vulnerability.