Pernah denger rumor yang bilang beberapa adegan malah syuting di Bali? Turns out itu cuma angle kamera trick doang! Tim kreatifnya pinter banget make greenscreen dan CGI buat adegan 'sunset di pantai' padahal aslinya di Pangalengan. Keren sih karena tetep natural banget. Pas gue liat BTS-nya, baru ngeh betapa kreatifnya mereka ngolah lokasi terbatas jadi visual yang epic. Spot favorit gue sih yang adegan makan soto di pinggir jalan—itu di Jalan Sersan Bajuri, Lembang, tapi diframing kayak resto kecil cozy ala Korea!
Yang menarik, beberapa adegan ternyata diambil di dua lokasi berbeda tapi disulap jadi satu kesatuan. Misalnya nih, scene Vina lari-lari di hutan itu actually diambil di Hutan Pinus Manglayang, Bandung, tapi pas adegan Ramli nyusul di 'tengah hutan' yang sama, ternyata shooting-nya di Cikole! Tim produksinya pinter banget nyamain lighting dan angle biar terasa seamless. Bahkan ada satu scene danau yang katanya di Rancabali, tapi karena editornya jago, rasanya kayak lanjutan dari adegan sebelumnya di Lembang.
Lokasinya itu di daerah Puncak, Bogor, tepatnya sekitar Taman Safari sama Cisarua. Awalnya gue kira setting-nya di luar negeri soalnya pemandangannya terlalu cakep buat Indonesia, tapi ternyata emang di sini! Yang bikin lucu, beberapa fans udah nyoba 'pilgrimage' ke spot-spot tertentu cuma buat foto di tempat yang sama kaya adegan mereka. Ada satu warung kopi dekat Curug Cilember yang jadi tempat syuting adegan mereka ngobrol santai—sekarang malah rame jadi spot selfie!
Ada sesuatu yang magis tentang tempat syuting 'Vina dan Ramli' yang bikin aku penasaran terus. Setelah ngubek-ngubek forum film lokal, ternyata mereka shooting di sekitar Bandung, khususnya di Lembang! Pemandangan pegunungan dan udara sejuknya emang cocok banget buat nuansa cerita mereka yang romantis tapi tetep grounded. Beberapa spot keren kayak Kebun Teh Walini dan Farmhouse Lembang jadi latar belakang yang aesthetically pleasing.
Yang bikin lebih greget, beberapa adegan intimate malah diambil di villa-villa hidden sekitar Dago Pakar. Gue sempet kepo dan nyari foto-foto lokasinya di Instagram—ternyata emang instagenic banget! Kalo lo perhatiin, detail seperti jalan berliku dan pohon pinus tinggi itu beneran ngasih vibe nostalgic yang pas banget sama chemistry dua karakter utama.
2026-07-08 11:26:38
7
查看全部答案
掃碼下載 APP
相關作品
Ah! Mantap Mas Ramli
Miss Luxy
9.8
4.0M
"Ramli, hamili istriku, aku akan membayarmu dua puluh kali lipat dari gajimu!"
Ramli, duda anak tiga dari desa, terpaksa bekerja untuk CEO kaya. Namun, kedua majikannya terus bertengkar karena lima tahun ini, mereka tidak dikaruniai anak. Ramli yang butuh uang, tepaksa harus melakukan kerjasama. Perlahan, Vina mulai merasa nyaman dan ketagihan dengan sang pelayan. Hingga akhirnya mereka terjebak dalam hubungan yang sangat rumit. Apalagi saat Vina tahu sang suami telah mengkhianati dirinya dengan memiliki selingkuhan.
Yang lebih mengejutkan adalah, Ramli sebenarnya bukan pelayan biasa hingga semua orang terkejut!
Kesabarannya tinggal setipis tisu saat melihat sang suami bermesraan dengan kekasih gelapnya. Rin menyerang secara brutal wanita itu. Namun akhibat perbuatannya, dia harus berakhir di penjara. Banyak yang ia pertaruhkan, karirnya juga kesempatan bertemu putranya.
"Aku akan membebaskanmu." Daffa.
"Nggak perlu, Mas. Urus saja kekasih gelapmu itu." Dokter Rin.
"Kamu harus bertanggungjawab, Mas Daffa. Aku sudah dibuat cacat oleh istrimu. Kamu nggak bisa ninggalin aku begitu saja. Kamu janji akan menikahiku, kan?" Abila.
Selina menikahi Giovanni hanya untuk satu tujuan: menghancurkan Dusan Mathias, ayah mertuanya. Dengan pesona dan tipu dayanya, ia berhasil membuat Dusan jatuh ke pelukannya.
“Kau menantuku… tapi mengapa tubuh ini hanya menginginkanmu?” bisik Dusan, membuat Selina yakin kemenangannya tinggal selangkah lagi.
Di ambang usia pernikahan yang dianggap sempurna, Laras mendapati kenyataan pahit yang tak pernah terbayangkan. Seorang wanita datang membawa kabar bahwa suaminya, Dimas, telah mengkhianatinya dan memiliki anak dari wanita tersebut. Laras dihadapkan pada pertanyaan besar: Apakah ia akan bertahan demi cinta dan keluarganya, atau melepaskan suami yang telah mengkhianati kepercayaannya?
"Kenapa kita harus bertemu lagi Mas? Setelah sebuah perpisahan yang nggak pernah aku bayangkan itu," tanya Adis dengan air mata yang mulai membasahi pipinya.
"Karena kita adalah takdir yang terpisah," balas Raka singkat.
Sebuah pertemuan yang tidak pernah Adis bayangkan, dipindah tugaskan dan bertemu kembali dengan mantan suaminya. Ia terpaksa harus menjalankan tugasnya demi sebuah kontrak pekerjaan. Namun di balik rasa traumanya, ia kembali terjebak dengan kisah cinta yang belum selesai. Akankah Adis mampu melewati semua rasa traumanya? Ataukah ia harus menerima takdir bahwa mereka tidak akan pernah bisa bersama lagi.
Empat tahun lalu, Ayla pergi tanpa pamit.
Kini ia kembali—bukan untuk memohon maaf, tapi untuk berdiri tepat di hadapan pria yang hatinya pernah ia hancurkan.
Adrian Grady belum lupa.
Tidak tentang tatapan itu. Tidak tentang luka yang ditinggalkan tanpa kata.
Mereka terikat dalam proyek yang tak bisa dihindari.
Dingin di meja kerja.
Panas dalam tatap mata.
Tapi di antara separuh dendam dan separuh rindu,
ada satu rahasia yang terlalu besar untuk tetap terkubur.
Dan jika terbongkar,
bisa membuat keduanya hancur… atau tak bisa saling melepaskan lagi.
Film terbaru yang menampilkan Vina dan Ramli ini benar-benar menarik perhatianku. Karakter Vina digambarkan sebagai sosok perempuan muda yang penuh semangat namun sering kali dihadapkan pada dilema moral. Dia berasal dari keluarga sederhana dan berjuang untuk mencapai mimpinya di tengah tekanan sosial. Sementara Ramli adalah figur yang lebih misterius, seorang pria dengan latar belakang gelap yang ternyata memiliki hubungan tak terduga dengan masa lalu Vina. Dinamika antara mereka berdua menjadi inti cerita, dengan adegan-adegan emosional yang bikin merinding.
Yang bikin film ini unik adalah cara sutradara mengolah konflik internal kedua karakter. Vina bukan sekadar 'wanita kuat' klise, tapi juga punya sisi rapuh yang manusiawi. Ramli, di sisi lain, bukan antagonis sepenuhnya—dia lebih seperti produk dari sistem yang rusak. Endingnya yang ambigu meninggalkan banyak ruang untuk interpretasi penonton.
Pernah ngebaca cerita yang bikin hati bergejolak tapi endingnya malah bikin ngelus dada? Itulah yang aku rasakan dengan kisah Vina dan Ramli. Awalnya mereka digambarkan sebagai pasangan yang saling melengkapi, dengan chemistry alami yang bikin pembaca atau penonton ikut tersenyum. Tapi entah kenapa, pengarang atau sutradara memilih ending yang pahit—konflik keluarga yang nggak terselesaikan memaksa mereka berpisah. Adegan terakhirnya justru menunjukkan Vina melihat Ramli dari jauh, memendam semua perasaan, sementara Ramli memilih pergi tanpa penjelasan. Tragis banget, tapi mungkin itu gambaran nyata dari cinta yang nggak selalu berakhir happy ending.
Yang bikin gregetan, sebenarnya ada banyak momen di mana mereka bisa bersama jika salah satu berani melawan arus. Tapi ya sudahlah, ending seperti ini justru bikin ceritanya lebih membekas. Aku sendiri sempat kepikiran berhari-hari, mencoba mencari alternatif ending yang lebih adil untuk mereka.
Pernah denger gosip tentang Vina dan Ramli yang konon punya chemistry di balik layar? Aku nggak terlalu suka ngikutin kabar gosip, tapi dari beberapa konten mereka yang sempet aku tonton, keliatan banget ada chemistry alami antara mereka berdua. Kayaknya mereka nggak cuma kerja sama aja, tapi juga saling ngerti satu sama lain di luar kerja. Mungkin udah berteman lama atau punya hobi yang sama. Tapi ya, gue lebih suka menikmati karya mereka daripada terlalu kepo soal hubungan pribadi.
Yang jelas, kolaborasi mereka selalu seru buat ditonton. Entah itu di acara reality show atau konten digital, interaksi mereka tuh selalu bikin penonton senyum-senyum sendiri. Gue lebih tertarik sama bagaimana mereka bisa menciptakan dynamic yang asik gitu di depan kamera.
Bicara soal film tentang Vina dan Ramli, aku sempat dengar kabar dari beberapa forum film lokal yang ramai membahas proyek ini. Konon, proses syuting sudah selesai awal tahun ini, tapi masih dalam tahap pasca-produksi. Beberapa insider bilang mungkin bakal tayang akhir 2024, tapi belum ada pengumuman resmi dari rumah produksinya.
Yang bikin penasaran, kabarnya film ini bakal mengangkat perspektif baru dengan riset mendalam. Aku sendiri udah follow perkembangan sejak pertama kali dengar konsepnya, karena jarang ada film lokal yang berani sentuh kasus sekompleks ini. Semoga aja timeline release-nya nggak molor, soalnya ekspektasi netizen udah tinggi banget.