Kalo lo nyari pijat enak plus nilai hiburan, 'Thai Odyssey' di Grand Indonesia bisa jadi pilihan. Atmosfernya kental nuansa Thailand, mulai dari decor sampai musik tradisionalnya. Pijat Thai-nya autentik—banyak stretching pasif yang bikin badan lebih fleksibel. Gw suka karena abis pijat dikasih teh jaahang hangat gratis. Kalo mau yang lebih privat, 'Soho Reflexology' di SCBD layanannya oke bgt. Kamar pribadinya nyaman, bisa request pake minyak esensial favorit lo.
Sebagai orang yang sering kecapekan kerja, pijat buat gw bukan sekadar lux tapi kebutuhan. Tempat favorit gw belakangan ini adalah 'Bodyworks' di Senopati. Konsepnya modern, mulai dari pilihan musik sampai lighting-nya bener-bener bikin chill. Terapisnya trained buat handle masalah postur badan—gw yang sering pegel karena duduk kelamaan langsung lega. Mereka juga ada hydrotherapy pool buat yang mau double relaxation.
Alternatif lain? Coba 'D'Ranch Massage' di PIK. Unik karena tempatnya ala-ala glamping dengan pijat ala cowboy style. Cocok buat yang pengen experience beda sambil ngerasain pijat deep tissue yang bikin otot-otot berterima kasih.
Jakarta punya banyak spot pijat yang bikin nagih, tergantung preferensi lo. Salah satu yang sering gw datengin adalah 'Spring Spa' di Kemang. Tempatnya cozy banget, aroma terapi-nya langsung bikin rileks pas masuk. Terapisnya profesional, pake teknik Shiatsu yang nancepin titik-titik tegang di badan. Gw biasanya pesen paket 90 menit plus foot reflexology—habis itu rasanya kayak baru lahir kembali! Mereka juga punya promo weekday yang worth it.
Kalau mau yang lebih tradisional, 'Pijat Bali Asli' di Cikini recommended. Pijatannya kuat tapi enggak sakit, pake minyak hangat sama rempah-rempah. Plus, harganya ramah kantong. Tapi harus booking dulu karena sering full, apalagi weekend.
2026-07-13 23:11:22
15
View All Answers
Scan code to download App
Related Books
Tujuh Kakakku yang Super Cantik dan Lancang
Udang
9.1
801.6K
Demi membalas kebaikan gurunya, David Cokro turun gunung untuk memenuhi perjanjian pernikahan dengan direktur wanita dan menemukan bahwa tujuh orang kakak kecil yang dikenalnya dulu, semuanya sudah tumbuh menjadi wanita cantik. Yang satu lebih jahat dari yang lain. Sejak saat itu dia tidak terkekang oleh wanita. Selangkah demi selangkah menanjaki puncak kehidupan. Apa? Kamu bilang kamu adalah PhD kedokteran yang kembali dari luar negeri? Maaf, aku bisa menghidupkan kembali orang yang sudah mati dan menumbuhkan daging di tulang!Apa? Kamu bilang kamu ahli akupuntur dan mahir dalam mendapatkan batu dengan harga murah? Maaf, semua ini adalah sisa dari permainanku!Apa? Kamu bilang kamu adalah ahli seni bela diri, membunuh orang dalam 10 langkah? Maaf, aku tidak punya musuh. Terserah kamu saja!Apa? Kamu bilang kecantikanmu menaklukkan dunia, bentuk tubuhmu sangat bagus, menguasai semua alat musik dan keterampilan menyanyi?Uhuk uhuk. Itu, apakah aku bisa bicara denganmu sejenak?
Dua Sahabat, Satu Takdir Kelam, dan Harga Sebuah Kehormatan.
Mirah dan Nani adalah bunga desa Sukamaju yang mempesona, namun kemolekan tubuh mereka justru menjadi kutukan di tengah kemiskinan yang mencekik. Saat ijazah SMK tak mampu membeli napas untuk sang Ayah yang sekarat, Mirah terpojok dalam pilihan mustahil: mempertahankan kesuciannya atau menjualnya seharga dua puluh lima juta rupiah demi biaya operasi.
Di Jakarta, kota yang tidak mengenal belas kasihan, mereka terjebak dalam gemerlap ruko lantai tiga Gading Resto hingga mewahnya Elegance Spa. Nani memilih berkhianat pada rasa malu demi tumpukan dollar, bertransformasi menjadi terapis binal kesayangan Agam—sang penguasa bisnis spa. Sementara Mirah, dengan kepolosan yang tersisa, harus berjuang di antara bayang-bayang masa lalu bersama Jaya dan perlindungan misterius dari Elang, pria hoodie yang menyimpan rahasia besar.
Saat persahabatan berubah menjadi persaingan panas untuk menjadi primadona, satu kalimat godaan menjadi awal dari segalanya: "Pijat Yuk, Mas!"
Akankah Mirah menemukan jalan pulang, ataukah ia akan selamanya tenggelam dalam nikmatnya dosa yang tak berujung?
Salah satu tujuan dari pernikahan adalah memiliki keturunan. Keluarga yang sudah memiliki keturunan, membuat hidup mereka lebih berwarna.
Jika kebanyakan pasangan akan berbahagia dan menyambut kelahiran anak pertama mereka dengan suka cita. Namun berbeda dengan Dito, suami Indah. Suami Indah justru melihat kelahiran bayi perempuannya sebagai nasib buruk yang hadir. Bagi Dito anak laki-laki adalah kebanggaan. Sedangkan anak perempuan adalah beban.
Kelahiran bayi cantik yang tidak diharapkan suaminya menjadi pemicu karamnya pernikahan suci mereka. Semua penghinaan, caci maki dan hujatan, Indah terima di hari kelahiran bayinya sebagai hadiah dari Dito. Bahkan disaat luka operasinya masih basah, Indah di hadapkan dengan seorang wanita yang dibawa oleh suaminya untuk menjadi madunya.
Tak ada seorang pun yang dapat menggambarkan rasa sakit yang ia rasakan. Hingga akhirnya Indah memilih untuk menjanda dari pada berbagi. Berbagi cinta, tapi hanya dirinya seorang diri yang menderita.
Rintangan apa yang akan dilalui Indah untuk membesarkan putrinya?
Sanggupkah, Indah membuat suaminya menyesal karena telah menyakitinya luar dalam?
"Tidak, jangan..."
Wajahku tersipu, aku memakai penutup mata dan berbaring tengkurap di ranjang, sambil mengangkat bokongku tinggi-tinggi, membiarkan tukang pijat pria memijatku.
Dia mengembus napas hangat di telingaku, "Aku punya alat pijat impor sepanjang 30 cm, mau coba?"
Tanpa sengaja menyentuh pahanya, aku mengerang tak terkendali, tapi aku berlagak keras kepala, "Aku tak percaya, kecuali kamu biarkan aku memeriksanya!"
“Mmhh … Paman, kamu membuatku merasa sangat geli.”
Aku mengangkat pantatku tinggi-tinggi, Paman Robby dari desaku memberikan pelatihan desensitisasi untuk area pribadiku.
Jari-jarinya lincah dan bertenaga, membuat seluruh tubuhku terasa sangat geli hingga ke tulang-tulangnya.
Ia lalu merangkak ke atas tubuhku dan menopang pinggang rampingku. “Apa rasa gelinya mengganggumu? Paman akan segera membuatmu merasa nyaman .…”
Seorang rekan kerja wanita di kantor pergi ke tempat pijat lima kali dalam seminggu. Tiap kali setelah pergi ke sana, keesokan harinya dia selalu datang ke kantor dengan semangat yang tinggi. Aku tidak bisa menahan diri untuk bertanya padanya, "Apa teknik pijat di tempat itu benar-benar sebagus itu? Kamu sampai pergi lima kali seminggu ke sana?"
Dia menjawab sambil tersenyum, "Tekniknya benar-benar bagus. Kamu akan mengerti setelah mencobanya sendiri."
Akhirnya, aku mengikuti rekan kerja wanita itu ke tempat pijat bernama "Arinda" tersebut. Sejak saat itu, aku juga jadi tidak bisa melepaskan diri.
Mencari tukang pijit terbaik di Jakarta bisa sangat seru dan menyenangkan! Sejujurnya, ada beberapa tempat yang patut dicoba. Salah satu tempat favoritku adalah di daerah Senopati, ada beberapa spa yang memberikan pijatan dengan teknik tradisional. Selain itu, banyak terapis di sana punya kemampuan unik dalam mengatasi masalah tubuh, baik itu pegal-pegal setelah seharian bekerja atau stres. Selain itu, bisa juga coba tukang pijit yang biasa mangkal di pusat perbelanjaan, seperti di mall-mall besar. Mereka sering memiliki pilihan bertipe refleksi yang bikin badan segar kembali.
Gak cuma itu, sekarang banyak aplikasi dan platform online yang menawarkan layanan pijat ke rumah! Misalnya, kamu bisa cek aplikasi seperti GoMassage atau Massage On Call. Harganya bervariasi dan kamu bisa memilih terapis sesuai rating dan review dari pengguna lain. Praktis banget, kan? Jadi, saran dari aku, eksplorasi berbagai pilihan sebelum menentukan si tukang pijit terbaik untukmu!
Jakarta punya banyak spot romantis untuk melamar, tapi yang paling berkesan buatku adalah di rooftop resto dengan view city lights. Bayangin aja, lampu gedung-gedung pencakar langit jadi saksi, ditambah champagne dan cincin yang muncul pas dessert dihidangkan. Beberapa tempat seperti 'SKYE' di BCA Tower atau 'Cloud' di Grand Hyatt pernah bikin temanku langsung nangis bombay pas dilamar di sana.
Kalau mau yang lebih intimate, aku suka konsep private dining di 'Namaaz Dining'. Mereka bisa bikin menu customized plus dekorasi bunga segar. Atau coba 'Luciole' yang ada private room dengan lilin dan musik jazz live. Intinya sih, cari tempat yang bisa personalisasi momen sesuai karakter pasangan. Jangan lupa rekam reaksinya pakai hidden camera!
Jakarta punya spot-spot romantis tersembunyi kalau tahu caranya! Salah satu favoritku adalah rooftop cafe di sekitar SCBD. Suasana malam dengan lampu kota sebagai latar belakang bikin momen jadi magical. Pilih tempat yang agak sepi di weekdays, pesan minuman hangat, dan nikmati private time kalian.
Taman Menteng juga opsi klasik yang selalu manjur. Area gazebo dekat danau buatan cukup privat setelah jam 8 malam. Bawa selimut tipis dan duduk berdua di antara rindangnya pohon—romantis ala film indie banget! Yang penting tetap aware sekitar dan jangan keterlaluan biar nggak bikin uncomfortable pengunjung lain.
Ada satu tempat yang selalu jadi andalan untuk potong rambut di Jakarta, namanya 'The Gentleman’s Barber'. Tempatnya cozy banget, interiornya klasik dengan sentuhan modern, dan yang paling penting, barber di sini benar-benar ahli dalam menangani berbagai jenis rambut pria. Mereka paham betul bagaimana caranya membuat potongan rambut sesuai dengan bentuk wajah dan kepribadian pelanggan.
Selain itu, pelayanannya juga top-notch. Dari cuci rambut pijat kepala yang bikin relaks sampai konsultasi gaya rambut yang detail. Harganya memang agak premium, tapi worth it banget untuk hasil yang rapi dan stylish. Lokasinya strategis di Senopati, jadi gampang diakses. Kalau mau booking, disarankan reservasi dulu karena sering penuh.