Aku termasuk yang mengikuti perjalanan karier Najwa dari TV ke digital. Penampilan televisi terakhirnya yang kutonton adalah sesi wawancara khusus tentang dunia pers di program news variety. Tapi harus diakui, ruang kreatifnya sekarang lebih luas di media sosial. Konten terbarunya tentang bedah buku dan diskusi isu sosial itu menunjukkan kedalaman yang mungkin sulit dieksplorasi di format TV mainstream.
2026-06-30 01:33:05
2
Henry
Pengulas
Penerjemah
Kalau ngomongin penampilan terakhir Najwa di TV, inget banget pas dia muncul di acara tahunan salah satu stasiun televisi swasta bulan Desember lalu. Tema acaranya tentang refleksi media, cocok banget sama aura profesionalnya. Yang bikin kagum, cara dia menyampaikan kritik tetap diplomatis tapi tajam. Setelah itu, kayanya fokusnya beralih ke produksi konten independen. Aku suka gaya wawancaranya yang nggak terburu-buru, beda banget sama atmosfer TV yang serba cepat.
2026-06-30 07:39:51
12
Orion
Kawan Novel
Akuntan
Najwa Shihab itu salah satu figur yang paham betul pergeseran tren media. Dulu sering lihat dia di TV, sekarang lebih dominan di platform online. Penampilan terakhir yang kuingat di televisi itu pas jadi juri suatu kompetisi jurnalistik akhir tahun lalu. Tapi justru di luar TV, kreativitasnya lebih terasa. Konten-konten kolaborasinya dengan kreator muda di YouTube itu segar dan berbobot.
2026-06-30 10:46:35
10
Wyatt
Sahabat Baca
Bankir
Dulu sempat nunggu-nunggu penampilan Najwa Shihab di TV tiap minggu pas masih punya program 'Mata Najwa'. Sekarang jarang banget lihat dia di layar kaca. Terakhir mungkin sekitar 6 bulan yang lalu sebagai narasumber di acara pagi salah satu TV nasional. Yang menarik, meski jarang muncul di televisi, eksistensinya di dunia digital malah semakin kuat. Podcast dan videonya selalu viral, bukti bahwa konten berkualitas tetap dicari audience.
2026-06-30 12:08:24
19
Owen
Pengulas
Staf
Pernah beberapa waktu lalu melihat Najwa Shihab muncul di salah satu talkshow di NET TV. Waktu itu dia jadi bintang tamu khusus membahas isu media dan literasi. Kesan yang kudapat, dia tetap cerdas dan elegan seperti biasa. Tapi setelah itu, aku perhatiin dia lebih aktif di platform digital seperti YouTube dan podcast. Mungkin karena lebih leluasa eksplor konten di sana.
Terakhir kali nemu kabarnya di televisi lokal itu sekitar awal tahun ini. Tapi aku lebih sering lihat konten terbarunya di kanal 'Najwa Shihab' yang isinya wawancara mendalam sama tokoh-tokoh inspiratif. Rasanya dunia televisi konvensional mulai terlalu sempit untuk kapasitas dia yang selalu ingin bereksperimen dengan format baru.
2026-06-30 16:20:35
14
查看全部答案
掃碼下載 APP
相關作品
Sepuluh Ribu Terakhir Untuk Hasna
Kilau Cantika
10
1.5K
Kisah bermula dari hubungan sepasang suami istri yang telah membina rumah tangga dengan bahagia harus terpisahkan karena perbedaan besarnya nafkah yang diberi seorang suami padanya.
Nadhine dibuang oleh mantan suami dan keluarganya. Setelah sukses menjadi dokter spesialis Nadhine bertemu lagi dengan mantan suaminya. Dibalik itu semua ada sosok Reihan yang sangat mencintainya sampai Nadhine menjadi janda.
Bagaimana kisah selanjutnya? Cerita ini menguras airmata.
Nadzira Xena Gumasya, gadis berwajah teduh itu terus melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an. seusai mengerjakan kewajibannya sebagai seorang muslimah yang taat pada perintah agamanya. sedari kecil, Nazdira tinggal bersama tantenya setelah kedua orang tuanya meninggal akibat sebuah kecelakaan maut yang merenggut nyawa keduanya. Nazdira yang di asuh oleh sang Tante pun, tidak jarang mendapatkan perlakukan kasar. namun meski begitu, Nadzira tetap menghormati serta menyayangi Tante Safira dengan sebenar-benarnya. ia memperlakukan Tante Safira sudah seperti orang tuanya sendiri, ia merasa sangat berterimakasih. karena sang Tante mau mengasuhnya.
Wahyu seorang suami yang berpoligami karena dukungan istri pertamanya. Setelah dua tahun menikah dengan istri kedua, ia harus bercerai dengan Tika--istri pertamanya karena Tika yang memancing ingin bercerai dengan Wahyu. Tika melakukan itu karena ia memiliki penyakit langka yaitu demensia. Biasanya penyakit ini diderita oleh lansia, tapi pada kasus Tika karena faktor genetik.
Pada talak pertama mereka sempat rujuk, kemudian terjadi konflik lagi sampai talak tiga yang akhirnya Tika meminta Wahyu untuk mengajukan cerai mereka ke pengadilan agama.
Setelah bercerai, Tika tidak membawa kedua anaknya. Ia tinggal sendiri di rumah mereka dahulu. Namun, tiba-tiba Tika menghilang.
Kemana perginya Tika?
Apakah Wahyu dan kedua anaknya bisa menemukannya lagi?
Emir dibuat kelimpungan ketika mendapati istri pertamanya pergi tanpa pamit. Satu tahun lamanya Emir mencari keberadaan sang istri, tetapi berakhir sia-sia.
Kunjungan ke sebuah pondok pesantren bersama orang tuanya mempertemukan Emir dengan seorang wanita bercadar yang suaranya mirip Khanza, sang istri pertama.
Bisakah Emir membuktikan bahwa wanita itu adalah Khanza? Lalu, apa yang menjadi sebab sebenarnya hingga Khanza memilih pergi?
WARNING...!!!
Dalam cerita ini mengandung konten dewasa!!
Hanya diperuntukan untuk orang-orang yang berusia di atas 18 tahun.
_________________
“Akhi Zoel, mampir dong ke kotanya Mbak. Ingat, Dik Zoel pernah janji lho sama Mbak," pinta Mbak Latifah. Ada sebuah pengharapan yang tampak di wajah sang bidadari.
"Iya, deh, besok saya akan mampir ke kotanya, Mbak,” Zoelva menyanggupi.
“Benar...?”
“Benarlah, Mbak sayang nan cantik jelita,” sahut Zoelva sembari menyanjung.
Wajah Latifah langsung bersemu merah. “Guombal..!!” ucapnya.
Namun kemudian wajahnya jadi berbinar gembira mendengar kesanggupan sang eksekutif muda nan tampan itu. Senyuman manisnya langsung menghiasi wajahnya yang super cantik. Senyuman yang merupakan salah satu keindahan yang paling Zoelva kangeni darinya. "Terima kasih Akhi. Mbak sangat pengen melihat Akhi Zoel lagi di dunia nyata,” ucapnya.
Zoelva tau, bahwa seharunya wanita itu mengatakan ‘kangen’ dan bukan ‘pengen’. Sebab, ia pun memendam perasaan itu terhadapnya: kangen! "Lebih-lebih saya, Mbak. Berarti kita memiliki keinginan yang sama, ya?” ujar Zoelva dengan memperlihatkan wajah malu-malu macannya. Maksudnya, ‘rasa’, bukan ‘keinginan’.
Saat itu pun, tatapan mereka mengambarkan banyak hal: gembira, suka, kangen, dan mungkin cinta...!
Kalau ngomongin Najwa Shihab, rasanya selalu ada magnet tersendiri ya. Wawancara-wawancaranya itu selalu dalam dan nggak cuma sekadar basa-basi. Untuk yang terbaru, coba cek YouTube channel miliknya sendiri atau platform seperti TikTok di mana dia sering membagikan potongan wawancara menarik. Selain itu, beberapa acara televisi atau streaming service lokal juga sering menayangkan konten eksklusifnya.
Jangan lupa untuk follow media sosialnya karena dia sering mengumumkan jadwal wawancara terbaru di sana. Kalau mau yang lebih lengkap, coba cari di situs berita online karena beberapa outlet punya kolaborasi khusus dengan dia untuk konten wawancara mendalam.
Baru saja melihat cuplikan episode perdana talkshow terbaru Najwa Shihab di platform streaming favoritku. Program ini berjudul 'Ruang Publik' dan benar-benar mempertahankan ciri khasnya yang tajam namun tetap elegan. Awalnya kupikir ini sekadar rebranding dari 'Mata Najwa', tapi ternyata formatnya lebih segar dengan set minimalist dan durasi yang lebih singkat tapi padat.
Yang bikin kagum, Najwa masih konsisten mengangkat isu-isu aktual dengan narasumber yang beragam. Episode pertama tentang polemik UU PDP dibawakan dengan depth yang jarang ditemui di talkshow lain. Rasanya seperti ngobrol santai tapi penuh insight, bukan sekadar debat kusir seperti kebanyakan talkshow politik sekarang.
Mengikuti acara Najwa Shihab di YouTube itu seperti menemukan perpustakaan digital yang selalu hidup. Langkah pertama, pastikan aku subscribe channel 'Najwa Shihab' biar nggak ketinggalan notifikasi setiap ada konten baru. Aku juga aktifkan bel kecil biar langsung dapat alert. Uniknya, Najwa sering ngadain live session di channel-nya, jadi aku sengaja nyetel reminder di kalender digital.
Kalau mau eksplor lebih dalam, aku biasa cek playlist yang udah dikategorikan berdasarkan tema – mulai dari wawancara tokoh inspiratif sampai diskusi sosial. Kadang aku simpan episode favorit di 'watch later' buat ditonton ulang. Yang seru, kolom komentar di sini selalu ramai dengan diskusi bermutu, jadi sering aku baca buat tambah perspektif.
Temen-temen yang suka koleksi buku Najwa Shihab pasti sering kepikiran gimana caranya dapetin bukunya dengan harga lebih murah. Aku sendiri biasanya hunting diskon di marketplace besar kayak Tokopedia atau Shopee pas ada event tertentu kayak Harbolnas atau Flash Sale. Beberapa toko buku online seperti Gramedia.com juga sering nawarin diskon sampai 30% buat buku bestseller, termasuk karya Najwa Shihab. Jangan lupa cek Instagram toko-toko buku independen kayak 'Rak Buku' atau 'Literasi Nusantara'—kadang mereka ngadain promo bundling atau cashback.
Kalau mau cara yang lebih personal, coba ikutin komunitas baca di Facebook kayak 'Book Lovers Indonesia'. Anggotanya sering share info diskon atau bahkan nawarin buku second kondisi bagus dengan harga jauh lebih terjangkau. Aku pernah dapet 'Catatan Najwa' edisi hardcover cuma 60 ribu dari grup itu! Oh iya, kalau lo tinggal di Jakarta, coba mampir ke Pasar Festival Kuningan pas weekend—banyak lapak buku diskon yang mungkin nyetok karya Najwa.
Baru saja melihat rekomendasi Najwa Shihab di Instagram Story-nya, dan dia menyebut 'Laut Bercerita' karya Leila S. Chudori sebagai salah satu bacaan yang menyentuh. Novel ini bercerita tentang keluarga korban penghilangan paksa 1998, dengan narasi yang begitu personal namun universal. Aku sendiri sempat merinding membacanya—gaya Leila menulis seperti menyelam ke dalam emosi terdalam karakter.
Yang menarik, Najwa juga kerap memuji buku-buku bertema humanis seperti ini. Dia pernah bilang di podcast-nya bahwa kita butuh cerita yang 'menggugah sekaligus mengubah perspektif'. 'Laut Bercerita' menurutku contoh sempurna untuk kriteria itu. Terakhir lihat, bukunya masih masuk bestseller di beberapa toko online!
Gramedia biasanya menawarkan harga buku Najwa Shihab dengan variasi tergantung judul dan edisinya. Misalnya, 'Catatan Najwa' atau 'Berani Tidak Disukai' bisa berkisar antara Rp80.000 hingga Rp150.000, tergantung diskon atau promo yang sedang berlangsung. Seringkali ada potongan harga untuk member Gramedia Club atau pembelian online melalui platform mereka.
Yang menarik, harga bisa berbeda antara toko fisik dan e-commerce Gramedia. Kadang versi e-book lebih murah, sekitar Rp50.000-Rp100.000. Aku pernah membandingkan harga 'Runaway' di dua cabang Gramedia berbeda dan ternyata selisih Rp10.000 karena perbedaan stok. Kalau mau hemat, cek website resmi mereka atau tunggu event khusus seperti Harbolnas.