Kalau lagi santai sambil dengerin playlist anime, sering nemu orang bahas lirik 'was kimi the tree under' yang viral karena salah dengar. Aslinya dari 'Gurenge'-nya LiSA, lagu pembuka season pertama 'Demon Slayer'. Aku suka giggle sendiri setiap ingat momen pertama kali denger versi 'salah'-nya—rasanya kayak punya meme audio versi sendiri.
Yang keren, kesalahan kayak gini malah bikin lagunya makin dikenang. LiSA emang jago banget bikin lagu dengan energi tinggi, dan 'Gurenge' jadi salah satu lagu anime paling iconic belakangan ini. Aku bahkan sering nemu cover-nya di acara karaoke atau event cosplay!
Ada sebuah lagu yang cukup populer di kalangan penggemar musik Jepang dengan lirik 'was kimi the tree under'—itu adalah 'Gurenge' dari LiSA, yang menjadi tema pembuka anime 'Demon Slayer'. Liriknya sebenarnya adalah 'watashi kimi wo mamoru' (aku akan melindungimu), tapi karena pengucapannya cepat, banyak yang salah dengar jadi seperti itu.
Lucu bagaimana telinga kita bisa menangkap sesuatu yang berbeda dari aslinya. Awalnya aku juga sempat bingung, sampai akhirnya cek lirik resmi dan baru sadar. Ini jadi bukti betapa musik bisa menciptakan 'inside joke' sendiri di antara fans. 'Gurenge' sendiri lagu yang epik, cocok banget sama vibe 'Demon Slayer' yang penuh semangat dan perjuangan.
Dari semua lagu anime yang pernah trending, 'Gurenge' milik LiSA mungkin salah satu yang paling sering disalahartikan liriknya—termasuk 'was kimi the tree under' yang jadi bahan candaan. Padahal lirik aslinya jauh lebih dalam, tentang tekad untuk melindungi seseorang. Aku selalu suka cara lagu anime bisa bawa emosi sesuai ceritanya, dan 'Gurenge' berhasil banget ngangkat semangat Tanjiro di 'Demon Slayer'.
2026-04-18 04:56:10
9
View All Answers
Scan code to download App
Related Books
Setelah Aku Kau Miliki
Lis Susanawati
10
104.9K
Di balik diamnya sang anak yang kerap menahan tangis, Naima menyimpan luka yang lebih dalam. Ia menikah lagi dengan harapan bisa memberi putrinya seorang ayah. Tetapi yang ia dapat justru prasangka dan bayang-bayang masa lalu Emir bersama Yesi.
Sementara itu sang mertua terus mendesak Emir untuk mempertimbangkan rujuk dengan mantan istrinya demi anak mereka. Dalam pusaran konflik ini Naima mulai mempertanyakan, sanggupkah ia bertahan dan melindungi anaknya?
"Setelah Aku Kau Miliki", bukan sekadar kisah rumah tangga yang terancam retak. Tetapi perjalanan getir seorang perempuan yang berjuang mempertahankan martabat dan anaknya di tengah badai cinta segitiga dan restu orang tua.
Di tahun ketiga pernikahan Marissa Pranaya dan Arka Kivandra, ada sebuah kabar baik.
Akhirnya, Marissa bisa meninggalkan laki-laki itu.
"Satu bulan lagi kakakmu akan pulang. Selama sebulan ini, teruslah berpura-pura menjadi dirinya dengan baik." Di ujung telepon, suara Bu Elvira Pranaya terdengar dingin seperti biasanya. "Setelah semua ini berakhir, aku akan kasih kamu 60 miliar, agar kamu bisa menjalani hidup yang kamu mau."
"Aku mengerti," jawab Marissa pelan, suaranya tenang bagaikan air yang tiada bergelombang.
Setelah menutup telepon, Marissa menengadah, menatap foto pernikahan berukuran raksasa yang terpajang di dinding.
Kimmy seorang gadis muda berusia 22 tahun mempunyai kekuatan istimewa yang dapat melihat makhluk tak kasat mata. Bahkan dia mampu mengusir hantu-hantu jahat tersebut.
Namun kali ini dia dihadapkan bertemu sesosok hantu tampan penghuni apartemen yang akan Kimmy huni. Akankah Kimmy membantu hantu tersebut kembali ke alam baka,atau malah sebaliknya Kimmy membantu mencari tau penyebab kematian si hantu tersebut.
Sayup-sayup suara desahan yang berasal dari kamar art sampai di telinga Mika.
Usut punya usut, ternyata sang suami telah berkhianat. Apa yang akan dilakukan oleh Mika selanjutnya? Bagaimana Mika akan menyikapinya?
Aku yang tulus mencintai suamiku namun malah di jadikan sapi perah olehnya dan ibu mertua, pengabdianku selama dua tahun tidak membuat mereka menyayangiku malah semakin bertingkah. Aku lelah dengan menuruti semua kemauan suami dan mertua.
Hingga puncaknya suami meminta izin untuk menikah lagi. Hancur sudah perasaanku, aku yang banting tulang mereka yang menikmatinya serta ingin membawa benalu baru.
Maaf mas!aku tidak sebucin itu! Tak ada kata mau di madu! Sorry! Ku hempaskan kau ke tempat asalmu di kolong jembatan.
Saat hidupnya runtuh satu per satu. Suami yang dicintai menikah dengan sepupunya, mendengar kabar kematian keluarganya dan kehilangan bayi dalam kandungan. Aruna sempat merasa hidupnya tak layak lagi diperjuangkan.
Diambang kematian, dia masih berharap kandungan dan keluarganya selamat. Pikirannya gelap, tubuhnya mendadak tak lagi merespon... hingga ia terbangun kembali. Tapi yang dilihat bukan ruang rumah sakit atau dunia setelah kematian. Melainkan dirinya dua tahun yang lalu, terbangun di kamar kesayangannya sendiri.
Tahun saat semuanya belum dimulai. Saat ia belum mengenal rasanya di khianati dan kehilangan.
"Apa ini mimpi? Reinkarnasi? Keajaiban? Atau hanya ilusi?"
Aruna menangis dan bernapas penuh kelegaan.
Bak diberi kesempatan kedua, ia tahu hidup tidak boleh di ulang dengan cara yang sama. Tapi apakah takdir bisa di ubah? ataukah luka lama tetap mencari jalannya?
Pernah denger lagu 'Was kimi the tree under' dan langsung penasaran mau cari tahu asalnya? Jadi, ini sebenarnya dari soundtrack game visual novel 'Danganronpa V3: Killing Harmony'. Liriknya yang cryptic dan melodinya haunting bikin nagih banget. Aku pertama kali nemu lagu ini pas lagi marathon gameplay Danganronpa di YouTube, terus langsung keinget sama adegan-adegan emosional di game itu. Lagu ini biasanya diputar di scene tertentu yang bikin merinding, apalagi kalo udah tau konteks ceritanya. Buat yang belum main, siap-siap aja buat digelayurin sama atmosfer psikologis game ini.
Yang bikin menarik, komposer Masafumi Takada emang jago banget bikin soundtrack yang nyangkut di kepala. 'Was kimi the tree under' ini salah satu contoh bagaimana musik di Danganronpa bukan sekedar pengiring, tapi bagian integral dari storytelling. Kalo kamu suka game dengan narasi kompleks plus OST memorable, wajib coba series ini.
Ada sesuatu yang magis tentang bagaimana alam menjadi simbol dalam cerita. Di beberapa anime atau manga, pohon bukan sekadar latar belakang—ia hidup, bernapas, dan menyimpan memori. 'Was kimi the tree under' mungkin merujuk pada momen di mana karakter duduk di bawah pohon, entah untuk merenung, berbincang, atau sekadar mencari ketenangan. Bayangkan 'Clannad' dengan pohon sakura-nya yang jadi saksi bisu janji dan air mata. Atau 'Natsume Yuujinchou' di mana pepohonan sering jadi gerbang antara dunia manusia dan youkai. Alam dalam cerita-cerita ini bukan sekadar setting, tapi karakter itu sendiri.
Pohon juga sering jadi metafora untuk pertumbuhan, akar, atau bahkan penjara—seperti dalam 'Mushishi' di mana pohon tua bisa menyimpan roh atau kutukan. Jika kita telusuri lebih dalam, mungkin frasa itu adalah judul lagu atau puisi dalam cerita tertentu yang kurang dikenal. Tapi yang pasti, di dunia animasi dan manga Jepang, setiap daun yang bergerak bisa punya cerita sendiri.
Ada sesuatu yang magis ketika mendengar lirik 'was kimi the tree under'—seperti menemukan potongan puzzle dari sebuah cerita yang lebih besar. Baris ini mengingatkanku pada atmosfer melankolis 'Your Lie in April', di mana pohon sering menjadi simbol perlindungan atau kenangan yang tertinggal. Mungkin ini metafora untuk seseorang yang pernah menjadi 'tempat berteduh' secara emosional, tapi sekarang hanya tinggal bayangan. Aku suka menggali makna lirik dengan melihat konteks lagu secara keseluruhan; bisa jadi ini bagian dari narasi tentang kehilangan atau transisi dalam hubungan.
Pernah kubaca di forum musik bahwa frasa ini mungkin wordplay atau gramatikal puitis khas Jepang. Beberapa fans berteori 'kimi' (kamu) adalah 'pohon' itu sendiri—entitas yang diam dan memberi keteduhan, tapi akhirnya ditinggalkan. Atau justru sang narrator yang 'di bawah pohon', merindukan kehadiran 'kimi'. Kalau lagunya berjudul 'Tree', aku langsung teringat 'Shelter' dari Porter Robinson yang juga menggunakan imagery alam untuk bicara tentang keterikatan.