Kalau mau yang lebih modern, coba dengar 'You Can Be The Boss' oleh Lana Del Rey. Meski tidak secara langsung berjudul 'devil in disguise', lagu ini mengeksplorasi dinamika hubungan toxic dengan seseorang yang memanipulasi. Lana dengan suara haunting-nya menggambarkan bagaimana 'setan' bisa bersembunyi di balik wajah cinta. Lirik seperti 'I’m your jazz singer, you’re my cult leader' benar-benar menangkap esensi tipu daya dalam kemasan yang indah.
Elvis Presley punya 'Devil in Disguise' yang langsung terbayang ketika tema ini disebut. Liriknya tentang seorang wanita yang terlihat seperti malaikat tapi ternyata menjerumuskan, klasik banget! Elvis menyampaikannya dengan vokal yang dramatis plus aransemen gospel-blues yang bikin lagu ini terus diingat. Bedanya dengan lagu The Rolling Stones, di sini iblisnya lebih personal, bukan figur alegoris.
Di dunia metal, 'Number of the Beast' oleh Iron Maiden adalah legenda. Lagu ini penuh dengan imagery tentang iblis yang menyamar melalui angka 666. Bruce Dickinson meneriakkan lirik tentang mimpi buruk bertemu sang penipu dengan energi yang mengguncang. Musiknya sendiri seperti marching band neraka—sempurna untuk tema apokaliptik semacam ini.
Jangan lupakan 'Hell’s Bells' AC/DC! Intro loncengnya yang menyeramkan langsung memberi kesan sesuatu yang jahat datang. Liriknya tentang iblis yang 'membawa Anda ke neraka' diiringi riff gitar Brian Johnson yang garang. Ini lagu yang bikin Anda ingin headbanging sambil tersadar bahwa kadang kejahatan memang datang dengan senyuman.
Mari kita bicara tentang lagu 'Sympathy for the Devil' oleh The Rolling Stones. Ini adalah contoh sempurna dari tema 'devil in disguise', di mana liriknya menyajikan narasi dari perspektif Iblis sendiri yang elegan dan menipu. Lagu ini menggabungkan ritme Latin yang memikat dengan lirik yang penuh teka-teki, membuat pendengar terbuai oleh karisma sang 'penjahat'.
Yang menarik, lagu ini sering disalahartikan sebagai pujian terhadap kejahatan, padahal sebenarnya lebih seperti eksplorasi tentang bagaimana kejahatan bisa menyamar dalam bentuk yang mempesona. Mick Jagger berhasil menciptakan persona yang begitu meyakinkan, sampai-sampai banyak yang merinding mendengar bagaimana dia dengan santai bercerita tentang perannya dalam sejarah manusia.
2026-01-13 15:59:21
23
Lihat Semua Jawaban
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Buku Terkait
Devil Beside You
Abigail Kusuma
10
34.3K
Mendapatkan misi membunuh anak seorang Billionaire, merupakan tugas biasa untuk Sergio Blanco. Bagi seorang Sergio Blanco kehidupan manusia tidaklah penting. Terlalu banyak sampah yang hidup di dunia ini. Membunuh bisa membuatnya membersihkan sampah-sampah dunia.
Akan tetapi, misi yang didapatkan Sergio tidak bisa berjalan mulus ketika dia tahu bahwa targetnya adalah wanita yang memiliki mata berwarna Hazel. Tatapan mata teduh yang membuatnya terpaku.
Hazel Afford membenci sosok Sergio Blanco. Berawal jatuh cinta pada pandangan pertama, namun semua lenyap di kala dia tahu identitas Sergio yang merupakan seorang pembunuh bayaran.
Hal yang Hazel lakukan jika kembali bertemu dengan Sergio adalah berlari menjauh. Tapi, sepertinya kondisi sekarang tidaklah mudah. Wanita cantik itu terjebak di dalam sebuah permainan panas yang telah menjeratnya.
Bagaimana kisah Sergio dan Hazel? Mampukah Sergio menjalankan misinya?
***
Follow me on Instagram: abigail_kusuma95
Luka masa lalu menghantui kehidupan kakak beradik itu, mereka adalah Allendra dan Alena Spancer. Keduanya tenggelam dalam kebencian dan pada akhirnya harus saling menyakiti. Alena ingin membunuh kakaknya dan Allendra bahagia dengan tekad mengerikan sang adik. Alena memang harus begitu.
Di tengah kemelut masalah kakak beradik itu, hadirlah Azeeya, sosok guru yang tiba-tiba terseret dalam kehidupan pelik keluarga Spancer. Ia telanjur terjebak di sana dan pada akhirnya harus mengecap cinta untuk seseorang yang tak mempercayai cinta.
Lauryn Athenna seorang pembunuh bayaran yang dikhianati oleh keluarganya sendiri. Sesaat setelah ia berhasil menjalankan misi dari ayahnya, ia terbangun di tepi tebing yang dibawahnya adalah lautan yang terlihat sangat ganas ingin menelannya.
Saat itu Lauryn hanya punya dua pilihan, melompat atau ditembak oleh wanita yang tidak lain adalah kakaknya sendiri.
Sejak awal Lauryn sadar bahwa ia tidak pernah dianggap keluarga oleh orang-orang yang berhubungan darah dengannya, tapi tetap saja menginginkan kematiannya setelah ia melakukan semua perintah ayahnya dengan baik adalah sesuatu yang sangat kejam. Tanpa ragu Lauryn melompat ke lautan lepas. Ia lebih baik mati karena tenggelam daripada harus mati di tangan kakaknya yang licik.
Siapa yang menyangka saat Lauryn berpikir ia akan mati, ternyata ia terbangun di sebuah tempat asing. Lauryn pikir ini adalah kebaikan Tuhan padanya, tapi ternyata ia salah. Lepas dari ayahnya yang kejam, ia dipenjara oleh seorang pria yang dahulu pernah menjadi target dari tugas yang diberikan oleh ayahnya.
Dominic Reiner telah mencari Lauryn selama tiga tahun, tanpa diduga ia menemukan wanita yang sudah menipunya saat ia sedang berada di atas kapal pesiar mewahnya.
Seringaian terlihat di wajah tampan pengusaha muda sekaligus pemimpin sebuah organisasi bawah tanah nomor satu di Meksiko itu.
"Kita bertemu lagi, Nona Mawar Hitam."
**Spin-off dari novel The Seductive Revenge dan Marriage Partner**
Siapa yang menyangka kalau Amanda Almira Wrighton, seorang supermodel kenamaan yang sedang berkiprah di Milan ternyata memiliki dua pekerjaan yang bertolak belakang : satu sebagai model yang dikagumi, dan satu lagi sebagai agen mata-mata rahasia yang bekerja untuk PBB?
Dan bagaimana bila ternyata kriminal yang ingin ia tangkap ternyata adalah seseorang yang selalu berada di dekatnya? Yaitu orang yang selalu membantunya dalam misi, berulang kali menyelamatkannya, dan diam-diam mencintainya.
Kairo Aldevara, seseorang yang memiliki masa lalu yang brutal dan kelam, namun dengan sikapnya yang cuek dan santai telah berhasil mengecoh Amanda, membuatnya terperosok hingga pada akhirnya menyerah dan mengatakan, "I Love You, Mr. Devil..."
***
visual karakter dapat dilihat di Instagram @blackauroranovels
Ivan, seorang guru muda berusia 25 tahun, tanpa sengaja bertemu Susan, CEO Malice Inc yang cantik namun angkuh, setelah lembur pulang bekerja. Susan yang terkena afrodisiak meminta Ivan menyelamatkannya dengan cara yang tak terduga, dan sejak saat itu, Ivan terjebak dalam pernikahan kontrak dengannya. Namun, di balik kesederhanaannya, Ivan menyembunyikan fakta bahwa ia sebenarnya pewaris keluarga kaya yang meninggalkan kehidupan lamanya demi kebebasan. Selama pernikahan mereka, Ivan diam-diam membantu Susan menghadapi musuh-musuhnya. Kelak, ketika identitas aslinya terbuka, semua orang yang meremehkannya dan berusaha menghancurkan Susan seketika tunduk di bawah pengaruhnya!
Teresha Black seorang polisi muda berusia dua puluh lima tahun tidak tahu bahwa hidupnya akan berubah dalam satu sekon.
Memancing kemarahan seorang pria bertabiat senista setan, menguji penjahat berdarah dingin dan berakhir membuatnya tertarik.
Pada saat itu Tesa tahu ia tidak lagi mampu memutar waktu.
Raphael Seavey menginginkan Teresha Black maka pria yang dijuluki Devil berdarah dingin itu akan melakukan apa saja untuk mencapainya.
Ada satu karakter yang selalu bikin aku merinding setiap kali muncul di layar—Lucifer dari 'Lucifer'. Dia literally setan yang pura-pura jadi pemilik klub malam keren, tapi perlahan-lahan justru terlihat lebih 'manusiawi' daripada kebanyakan orang. Ironis banget kan? Awalnya dia datang ke bumi cuma buat liburan, eh malah jadi terlibat urusan polisi dan mulai peduli sama manusia. Yang bikin menarik, penokohannya nggak hitam putih. Dia bisa kejam, tapi juga punya sisi empati yang nggak terduga.
Lucifer ini contoh sempurna 'devil in disguise' karena dia nggak cuma menyamar secara fisik, tapi juga mempermainkan persepsi kita tentang moralitas. Serial ini bikin kita bertanya: apa bedanya setan dengan manusia yang korup? Kadang malah lebih parah yang mana, lho!
Ada satu novel yang benar-benar membuatku terpukau dengan karakter antagonisnya yang licik dan mempesona: 'The Picture of Dorian Gray' karya Oscar Wilde. Dorian Gray sendiri adalah personifikasi dari iblis dalam wujud manusia yang tampan dan karismatik. Awalnya, dia terlihat seperti sosok yang polos, tetapi lambat-laun, keegoisan dan kebejatannya terungkap.
Yang menarik, Wilde menggunakan elemen supernatural untuk menggambarkan kerusakan moral Dorian. Lukisannya menua dan menjadi buruk mewakili jiwa yang busuk, sementara penampilannya tetap sempurna. Ini adalah metafora brilian tentang bagaimana kejahatan bisa bersembunyi di balik wajah yang memikat. Novel ini bukan sekadar cerita horor, tapi juga kritik sosial tentang hedonisme dan moralitas.
Ada kalimat di novel favoritku yang bilang, 'Wajah paling berbahaya adalah yang tersenyum sambil menyembunyikan belati.' 'Devil in disguise' memang sering dikaitkan dengan kemunafikan, tapi menurutku lebih kompleks dari itu. Ini tentang seseorang yang secara sengaja membangun persona manis untuk menutupi niat jahat atau manipulatif. Aku ingat karakter seperti Light Yagami di 'Death Note'—dia pahlawan di mata publik, tapi sebenarnya punya agenda gelap.
Dalam pengalamanku di komunitas online, pernah ketemu orang yang super ramah di forum tapi diam-diam menyebarkan rumor toxic. Bukan sekadar munafik, tapi lebih seperti predator sosial yang memakai topeng kebaikan. Istilah ini lebih cocok untuk mereka yang punya tingkat kecerdasan emosional tinggi untuk menipu, bukan sekadar hipokrit biasa.
Pernahkah kamu merasa begitu terpikat oleh seorang karakter yang ternyata memiliki agenda gelap? Di 'Death Note', Light Yagami adalah contoh sempurna. Awalnya, dia tampak seperti jenius yang ingin membersihkan dunia dari kejahatan, tapi perlahan-lahan obsesinya membuatnya menjadi monster. Narasinya begitu kuat karena kita melihat proses degradasi moralnya secara gradual.
Yang bikin menarik, Light bahkan meyakinkan dirinya sendiri bahwa tindakannya benar. Ini membuat penonton bertanya-tanya: sejauh mana kita bisa membenarkan kejahatan demi 'tujuan mulia'? Anime ini benar-benar menguji batasan antara antihero dan villain.
Tema 'devil inside me' yang gelap dan psikologis sering muncul dalam karya-karya yang eksploratif tentang pertarungan batin. Salah satu yang langsung terlintas adalah lagu 'The Devil Inside' dari band rock Inggris INXS, dirilis tahun 1987 sebagai bagian dari album 'Kick'. Liriknya yang menggambarkan konflik internal sangat cocok dengan tema ini. Di sisi sastra, novel 'The Demon Inside' karya Jack Kerley juga menyentuh konsep serupa, meski judulnya sedikit berbeda. Karya-karya semacam ini biasanya berasal dari seniman yang tertarik pada dualitas manusia.
Aku sendiri pertama kali terpikat tema ini setelah mendengar 'Demons' dari Imagine Dragons—meski bukan persis 'devil inside me', esensinya mirip: pertarungan dengan kegelapan diri sendiri. Kalau mau lebih eksplisit, coba cek komik 'Devil Inside' terbitan Image Comics yang mengeksplorasi kepribadian ganda dengan horor supernatural. Serius, tema ini punya banyak varian menarik tergantung mediumnya!