Mengapa Fujitora Memilih Untuk Buta Dalam One Piece?

2026-05-12 23:25:29
146
Compartir
Cuestionario de Personalidad ABO
Responde este cuestionario rápido para descubrir si eres Alfa, Beta u Omega.
Comenzar el test
Respuesta
Pregunta

3 Respuestas

Samuel
Samuel
Lectura favorita: Balasan Istri Buta
Sahabat Baca Insinyur
Pernah ngerasain nggak sih, betapa beratnya jadi satu-satunya orang waras di ruangan gila? Itulah Fujitora. Butanya itu tameng—dengan nggak ngeliat kekacauan dunia, dia bisa fokus pada apa yang penting: suara rakyat kecil. Waktu pertama muncul di Dressrosa, tindakannya seperti gempa buat status quo Marine. Dia nggak butuh mata buat tau Doflamingo brengsek, sama kayak dia nggak butuh izin buat bikin Luffy jadi pahlawan. Desain karakter buta tapi super kuat ini juga mungkin homage dari Zatoichi, legenda samurai tunanetra di film Jepang. Buat gue, Fujitora itu proof bahwa di 'One Piece', yang paling 'buta' justru mereka yang matanya terbuka lebar tapi nggak mau ngeliat kebenaran.
2026-05-16 00:36:59
4
Nathan
Nathan
Lectura favorita: Ibu Tiri yang Buta Hati
Pemandu Novel Editor
Gue selalu terpikir bahwa pilihan Fujitora untuk tetap buta itu bentuk penolakan halus terhadap sistem. Bayangin, dia punya kekuatan gravitasi yang bisa ngerusak apa aja, tapi memilih nggak ngeliat dunia yang dia 'tekan'. Itu kayak komentar Oda tentang tanggung jawab kekuasaan. Di arc Dressrosa, Fujitora nangis darah karena nggak bisa selamatkan warga—tapi air mata itu justru bukti dia lebih 'melihat' daripada Marine lain. Mungkin dengan menutup mata, dia mencoba memutus rantai kekerasan yang selama ini dipertahankan Marine dengan dalih 'keadilan'.

Yang gue suka, keputusannya ini juga bikin pertarungannya beda. Dia bergantung pada observasi Haki dan suara, jadi setiap duel jadi seperti permainan catur yang intens. Oda pinter banget ngubah disability jadi narrative strength.
2026-05-16 03:36:59
1
Pengulas Editor
Ada sesuatu yang sangat simbolis tentang Fujitora memilih kegelapan di tengah dunia 'One Piece' yang penuh warna. Sebagai Admiral yang baru, keputusannya untuk menutup mata bukan sekadar quirks karakter—itu pernyataan politik. Dalam arc Dressrosa, kita melihat bagaimana dia sengaja menghindari 'melihat' kekejaman Doflamingo, karena dia percaya sistem Marine saat ini sudah terlalu korup untuk diandalkan. Dengan menjadi buta, dia memaksa dirinya (dan kita) untuk 'merasakan' keadilan alih-alih melihat hierarki yang palsu. Ini juga jadi metafora keren buat penonton: kadang kebenaran nggak butuh mata, tapi hati yang berani.

Plus, desain karakter Oda selalu punya lapisan makna. Fujitora buta fisik tapi 'melihat' lebih jelas dari siapapun—kontras banget sama Akainu yang matanya terbuka lebar tapi ideologyenya sempit. Itu yang bikin dia salah satu Admiral paling menarik buat diikuti perkembangannya.
2026-05-17 23:53:52
9
Leer todas las respuestas
Escanea el código para descargar la App

Related Books

Preguntas Relacionadas

Siapa tabib buta dalam cerita One Piece?

3 Respuestas2026-07-16 11:16:45
Ada satu karakter di 'One Piece' yang selalu bikin aku terkesan setiap kali muncul: Fujitora. Tapi tunggu, dia bukan tabib buta yang dimaksud, kan? Oh iya, yang kamu cari pasti Marco si Phoenix! Eh... bukan juga? Aku bercanda. Yang benar adalah Dr. Kureha, tapi dia perempuan. Nah, baru nyambung! Tabib buta yang legendaris itu bernama Zatoichi—eh, maksudku, Brook! Hahaha. Serius, setelah ngobrol dengan teman-teman komunitas, baru sadar yang dimaksud adalah Law. Tapi dia pakai topi, bukan buta. Oke, bercanda lagi. Jawaban sebenarnya: Zeff si 'Red Leg', meski lebih dikenal sebagai koki. Waduh, aku kocak sendiri nih. Udah deh, yang bener adalah... Fujitora! Tapi dia admiral, bukan tabib. Gila, susah amat. Ternyata setelah cek manga chapter 900-an, baru ketemu: dia adalah Toko! Eh... anak kecil itu? Haduh. akhirnya nyerah dan buka wiki Oke, ini serius: tabib buta itu... tidak ada. Mungkin kamu tertukar dengan karakter dari 'Rurouni Kenshin'?

Mengapa Laksamana Fujitora bergabung dengan Marines One Piece?

3 Respuestas2025-11-30 14:29:07
Ada sesuatu yang menarik tentang Fujitora yang membuatku berpikir ulang tentang konsep keadilan dalam 'One Piece'. Karakter ini bukan sekadar petarung kuat, melainkan representasi dari moralitas abu-abu. Dia bergabung dengan Marines setelah abolisi sistem Warlord, menunjukkan idealismenya untuk mengubah sistem dari dalam. Yang kusuka dari Fujitora adalah keberaniannya mempertanyakan status quo—dia bahkan sengaja buta sebagai bentuk protes terhadap kekejaman dunia. Aku melihatnya sebagai simbol harapan bahwa perubahan bisa terjadi meski dari dalam institusi yang korup. Dalam arc Dressrosa, Fujitora secara terbuka meminta maaf kepada rakyat karena Marines gagal melindungi mereka. Itu momen powerful yang jarang terlihat dari petinggi Marines. Oda sensei sepertinya sengaja menciptakannya sebagai foil untuk Akainu—sama-sama kuat tapi dengan filosofi bertolak belakang. Aku sering debat dengan teman-teman komunitas apakah keputusannya tepat, tapi menurutku justru di situlah geniousnya karakter ini: dia memilih jalan sulit untuk reformasi alih-alih revolusi berdarah.

Apa asal-usul doflamingo tanpa kacamata dalam One Piece?

5 Respuestas2025-11-11 03:23:18
Ada satu hal kecil soal penampilan Doflamingo di 'One Piece' yang sering kubahas di forum: sebenarnya tidak ada asal-usul resmi yang menjelaskan kenapa dia kadang terlihat tanpa kacamata. Dalam cerita, Eiichiro Oda lebih sering menggunakan kacamata itu sebagai alat visual untuk membangun persona—kacamata memberi Doflamingo aura dingin, dominan, dan sedikit tak terjamah. Ketika dia melepasnya, itu biasanya momen penting yang menonjolkan emosi atau mengungkapkan sisi lain dari karakternya. Kalau dilihat dari flashback, versi muda Doflamingo memang sering muncul tanpa kacamata, dan itu masuk akal secara naratif: masa kanak-kanaknya sebagai mantan Celestial Dragon yang jatuh memperlihatkan rentannya dia. Jadi bukan semata-mata soal kebutuhan penglihatan, melainkan simbol—kacamata adalah topeng. Oda menggunakan aksesori itu untuk mengontrol kapan penonton melihat benar-benar matanya, yang jadi alat dramatik dalam adegan-adegan kunci. Secara sederhana, asal-usulnya lebih ke arah desain karakter dan simbolisme emosional ketimbang penjelasan biologis atau teknis di dunia 'One Piece'. Itu yang selalu membuatku tertarik tiap kali matanya akhirnya terlihat—seolah ada babak baru dalam karakternya yang dibuka.
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status