Mengapa Masa Orde Baru Disebut Era Pembangunan?

2026-05-30 16:19:05
32
แชร์
แบบทดสอบบุคลิกภาพ ABO
ทำแบบทดสอบอย่างรวดเร็วเพื่อค้นหาว่าคุณเป็น Alpha, Beta หรือ Omega
กลิ่น
บุคลิกภาพ
รูปแบบความรักในอุดมคติ
ความปรารถนาลับ
ด้านมืดของคุณ
เริ่มการทดสอบ

4 คำตอบ

Marissa
Marissa
Sahabat Baca Resepsionis
Kalau melihat dokumenter-dokumenter tempo doelu, narasi pembangunan Orde Baru sangat kental. Iklan-iklan di TVRI selalu menampilkan bendungan-bendungan baru atau pabrik semen. Aku sendiri punya koleksi majalah 'Topik' tahun 1975 yang isinya penuh laporan proyek-proyek infrastruktur. Tapi yang sering dilupakan, di balik jargon pembangunan itu ada desa-desa yang dipaksa 'membeli' listrik padahal warganya masih miskin. Pembangunan fisik memang nyata, tapi apakah pembangunan manusianya setara? Ini yang masih jadi pertanyaan besar.
2026-05-31 16:29:33
0
Flynn
Flynn
Kawan Novel Apoteker
Orde Baru sering disebut era pembangunan karena pada masa itu pemerintah fokus memodernisasi infrastruktur dan ekonomi. Jalan tol, pelabuhan, hingga pabrik-pabrik bermunculan. Yang menarik, pertumbuhan ekonomi Indonesia sempat disebut 'ajaib' oleh Bank Dunia di tahun 1980-an. Tapi di balik itu, ada kritik soal pembangunan yang timpang antara Jawa dan luar Jawa.

Dari pengalaman ngobrol dengan orang tua dulu, listrik masuk desa dan program transmigrasi jadi hal yang sangat dirasakan. Tapi mereka juga cerita bagaimana pembangunan sering dijadikan alat legitimasi politik. Ada trade-off antara stabilitas ekonomi dan kebebasan berpendapat yang masih jadi perdebatan sampai sekarang.
2026-06-01 16:54:52
3
Uriah
Uriah
Penasihat Penyiar
Dulu kakek sering bercerita tentang perubahan drastis di masa Orde Baru. Dari desa tanpa listrik jadi ada televisi, dari jalan tanah menjadi aspal. Tapi dia juga kritik soal bagaimana pembangunan dijadikan alat politik - proyek hanya datang saat mau pemilu. Aku pribadi melihat Orde Baru sebagai era paradoks: di satu sisi berhasil membangun infrastruktur dasar, di sisi lain gagal membangun sistem yang inklusif. Warisan jalan tol dan waduk masih kita nikmati sekarang, tapi warisan KKN juga masih kita perangi.
2026-06-02 07:23:13
1
Emma
Emma
Kawan Baca Peternak
Perspektifku sebagai anak yang besar di era 90-an, Orde Baru itu identik dengan proyek mercusuar. Ingat banget waktu SD diajari tentang 'Repelita' dan swasembada pangan. Setiap lewat jalan protokol di Jakarta, gedung-gedung megah seperti HI Roundabout atau Monas jadi simbol kemajuan. Tapi di sisi lain, guru sejarahku dulu bilang bahwa angka-angka pertumbuhan ekonomi itu seperti pisau bermata dua - di satu sisi memakmurkan, di sisi lain menciptakan ketergantungan pada utang luar negeri.
2026-06-04 05:45:50
1
ดูคำตอบทั้งหมด
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

หนังสือที่เกี่ยวข้อง

คำถามที่เกี่ยวข้อง

Apa pengertian masa Orde Baru dalam sejarah Indonesia?

4 คำตอบ2026-05-30 14:21:09
Orde Baru adalah periode dalam sejarah Indonesia yang dimulai setelah peristiwa G30S/PKI pada 1965 dan berlangsung hingga 1998. Era ini dipimpin oleh Soeharto, yang menggantikan Soekarno. Orde Baru sering dianggap sebagai masa stabilisasi politik dan pertumbuhan ekonomi, meskipun dengan sistem otoriter. Pemerintahannya fokus pada pembangunan infrastruktur dan industrialisasi, tetapi juga dikenal dengan represi terhadap oposisi, korupsi, dan sentralisasi kekuasaan. Pada awal Orde Baru, Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi signifikan berkat investasi asing dan eksploitasi sumber daya alam. Namun, ketimpangan sosial tetap tinggi, dan kebebasan pers dibatasi. Banyak kebijakan dijalankan dengan pendekatan militeristik, seperti dwifungsi ABRI. Orde Baru runtuh akibat krisis moneter 1997 dan tuntutan reformasi, yang memuncak dalam demonstrasi mahasiswa dan pengunduran diri Soeharto pada Mei 1998.

Mengapa novel Belenggu dilarang di era Orde Baru?

1 คำตอบ2026-01-30 05:42:42
Novel 'Belenggu' karya Armijn Pane memang punya sejarah menarik terkait pelarangannya di era Orde Baru. Salah satu alasan utamanya adalah karena novel ini dianggap terlalu berani menggambarkan realitas sosial yang kontroversial pada masanya, terutama soal perselingkuhan, kritik terhadap institusi pernikahan, dan kehidupan urban yang dianggap 'tidak bermoral' oleh pemerintah saat itu. Orde Baru yang sangat menekankan stabilitas dan 'kesopanan' dalam karya seni melihat 'Belenggu' sebagai ancaman terhadap nilai-nilai yang mereka coba pertahankan. Yang bikin 'Belenggu' istimewa adalah cara Armijn Pane menuliskan konflik batin tokoh-tokohnya dengan sangat manusiawi. Ternyata, yang ditakutkan rezim Orde Baru bukan cuma kontennya, tapi juga bagaimana novel ini bisa memicu diskusi tentang kebebasan individu versus norma sosial. Padahal, justru di situlah kekuatan sastra—mengajak pembaca berpikir kritis tanpa digurui. Sayang sekali ketika karya semacam ini dibungkam hanya karena dianggap 'mengganggu' tatanan yang ingin dijaga penguasa. Lucunya, pelarangan ini malah bikin 'Belenggu' makin dicari-cari sebagai bacaan underground. Aku ingat dulu pernah dengar cerita dari seorang kolektor buku tua yang bilang, 'Justru karena dilarang, orang jadi penasaran apa sih bahayanya buku ini sampai pemerintah takut?' Sekarang setelah Orde Baru runtuh, kita bisa melihat 'Belenggu' dengan lebih objektif sebagai mahakarya sastra Indonesia yang layak diapresiasi, bukan ditakuti.

Apa dampak positif dan negatif masa Orde Baru?

4 คำตอบ2026-05-30 05:41:48
Melihat Orde Baru dari kacamata ekonomi, periode ini membawa transformasi besar. Infrastruktur berkembang pesat, swasembada pangan tercapai di era 80-an, dan industrialisasi mulai menggeliat. Tapi di balik itu, kebijakan sentralisasi membuat ketimpangan ekonomi regional makin lebar. Jakarta dan Jawa tumbuh cepat, sementara daerah lain tertinggal. Sistem monopoli dan KKN jadi momok yang akhirnya meledak di krismon 1997. Dari sisi sosial, stabilitas politik selama 32 tahun memberi ruang untuk pembangunan, tapi kebebasan berpendapat dibungkam. Penyeragaman budaya melalui TVRI dan sekolah-sekolah menciptakan generasi yang 'tertib', tapi kehilangan keberagaman perspektif. Orde Baru adalah paradox antara kemajuan material dan kemunduran demokrasi.

Bagaimana ciri-ciri pemerintahan pada masa Orde Baru?

4 คำตอบ2026-05-30 06:24:56
Orde Baru itu seperti rollercoaster dengan satu pilot tetap selama 32 tahun. Aku ingat dulu orangtua sering bercerita bagaimana segala sesuatu di bawah Soeharto terasa 'terkendali'—mulai dari media yang disensor ketat sampai jargon 'Pembangunan' yang dipaksakan lewat TVRI setiap sore. Pemerintah pusat punya kuasa mutlak, sementara daerah lebih seperti wayang yang digerakkan dari Jakarta. Korupsi? Oh, itu dibungkus rapi dalam wujud 'fee proyek' dan 'uang rokok' para pejabat. Tapi yang paling kentara ya dwifungsi ABRI: tentara bisa jadi gubernur, walikota, bahkan direktur BUMN. Lucu sekarang membayangkan seragam camo di balik meja kayu jati. Di sisi lain, stabilitas harga sembako dan minimnya kerusuhan jadi trade-off yang diterima masyarakat. Aku pernah baca penelitian bahwa tingkat melek huruf melonjak drastis di era ini, meski dengan kurikulum penuh indoktrinasi Penataran P4. Sekolah dasar di desa-desa dibangun massal, tapi sekaligus jadi alat politik Golkar. Ironisnya, demokrasi ala Orde Baru itu seperti pesta dengan satu calon: pemilu 1971-1997 lebih mirip ritual lima tahunan daripada kontestasi sebenarnya.

Bagaimana Surat Perintah Sebelas Maret memengaruhi transisi Orde Lama ke Orde Baru?

4 คำตอบ2026-06-20 16:05:42
Dari sudut pandang seorang yang tumbuh dengan mendengar cerita-cerita era 60-an dari orang tua, Supersemar itu seperti tombol reset untuk Indonesia. Keluarga kami dulu sering diskusi tentang bagaimana dokumen ini 'mengakhiri' era Sukarno yang penuh gejolak politik, dan memberi jalan buat Soeharto membangun sistem baru. Yang menarik, di mata rakyat kecil waktu itu, Supersemar dianggap sebagai solusi dari kekacauan ekonomi dan politik. Tapi belakangan, baru terasa betapa dokumen ini jadi alat legitimasi untuk konsolidasi kekuasaan yang sangat sentralistik. Aku ingat bagaimana orang-orang sekitar bilang, 'Udah gak ada pilihan lain waktu itu.' Tapi sekarang, setelah baca berbagai sumber, ternyata proses transisinya gak sesederhana itu. Ada banyak tarik-menarik elite di belakang layar yang jarang diceritakan di buku pelajaran sejarah.

Kapan tepatnya masa Orde Baru berakhir di Indonesia?

4 คำตอบ2026-05-30 20:14:35
Mengenang transisi dari Orde Baru ke Reformasi selalu bikin aku merinding. Soeharto lengser pada 21 Mei 1998 setelah 32 tahun berkuasa, tapi prosesnya gak instan kayak ganti channel TV. Aku masih inget bagaimana suasana Jakarta waktu itu—kampus jadi markas aktivis, jalanan dipenuhi demonstran yang udah muak dengan krismon dan korupsi. Yang menarik, meskipun Pak Harto udah mundur, sistem Orde Baru masih ada sisa-sisanya sampai tahun 2000-an awal. Pemilu 1999 jadi titik balik bersejarah, tapi baru di era SBY-lah banyak kebijakan Orde Baru benar-benar dibongkar. Kalo ditanya kapan persisnya 'berakhir', mungkin lebih tepat disebut sebagai proses bertahap daripada satu tanggal tertentu.

Mengapa novel Bumi Manusia dilarang di era Orde Baru?

3 คำตอบ2026-04-15 22:48:15
Ada sesuatu yang magnetis dari cara Pramoedya Ananta Toer menuliskan pergolakan batin Minke dalam 'Bumi Manusia'. Orde Baru mungkin melihatnya sebagai ancaman karena novel ini tidak sekadar bercerita tentang kolonialisme, tapi juga menyentuh sensitivitas kekuasaan. Pram menggambarkan bagaimana pendidikan dan pemikiran kritis bisa membangkitkan kesadaran untuk melawan penindasan, sesuatu yang berbahaya bagi rezim yang ingin rakyatnya tetap patuh. Yang menarik, larangan ini justru memberi 'Bumi Manusia' aura forbidden fruit. Banyak yang membacanya secara diam-diam, dan pesan tentang emansipasi justru semakin kuat tersebar. Ironisnya, upaya membungkam malah menjadi alat penyebaran yang efektif. Aku sendiri pertama kali baca novel ini dari fotokopian sampulnya sudah rusak, dibawa teman kuliah dengan bisik-bisik penuh semangat.

Siapa tokoh utama yang memimpin masa Orde Baru?

4 คำตอบ2026-05-30 22:47:50
Orde Baru adalah periode penting dalam sejarah Indonesia yang dipimpin oleh sosok kontroversial namun berwibawa. Soeharto, sang Jenderal yang mengambil alih kekuasaan setelah peristiwa G30S/PKI, memerintah dengan tangan besi selama 32 tahun. Aku selalu terkesima bagaimana dia membangun citra 'Bapak Pembangunan' sambil menjaga stabilitas dengan pendekatan militeristik. Di satu sisi, pembangunan infrastruktur dan swasembada pangan menjadi prestasinya yang diakui dunia. Tapi di balik itu, korupsi merajalela dan kebebasan berbicara dibungkam. Aku ingat bagaimana orangtuaku bercerita tentang kehidupan di era itu - penuh ketakutan tapi juga nostalgia akan 'keamanan' yang tercipta.

Apa peran Jenderal Hartono di masa Orde Baru?

3 คำตอบ2025-12-18 04:26:30
Membicarakan sosok Jenderal Hartono dalam konteks Orde Baru seperti membuka lembaran sejarah yang penuh nuansa. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh militer yang cukup menonjol di era 90-an, terutama saat menjabat sebagai Kepala Staf TNI AD. Hartono sering dikaitkan dengan peran politik ABRI yang kala itu sangat dominan, termasuk dalam mengamankan stabilitas rezim Orde Baru. Yang menarik dari Hartono adalah caranya beradaptasi dengan lanskap politik yang berubah. Di satu sisi, ia dianggap sebagai bagian dari mesin pendukung Suharto, tapi di sisi lain, ada momen di mana ia juga mencoba menavigasi dinamika internal TNI dengan cukup hati-hati. Beberapa sumber menyebutkan keterlibatannya dalam operasi militer tertentu, meskipun detailnya sering menjadi bahan perdebatan para sejarawan.

Bagaimana kritik terhadap Orde Baru muncul pada karya leila s chudori?

3 คำตอบ2025-09-14 21:07:09
Buku 'Pulang' selalu bikin aku berhenti napas sejenak setiap kali ingat adegannya — ada sesuatu yang begitu halus tapi tajam tentang bagaimana kritik terhadap Orde Baru disampaikan. Leila tidak menembakkan kritik lewat pamflet atau pidato berapi, melainkan lewat detail sehari-hari: surat-surat yang tak sempat terkirim, rumah yang terasa asing, anak-anak yang mewarisi ketakutan yang tak diberi nama. Cara dia menumpuk fragmen memori membuat pembaca merasakan keterputusan generasi dan efek panjang dari pengasingan serta sensor tanpa harus diberi kuliah sejarah. Gaya narasinya seringkali polifonik; suara bergantian, dokumen, potongan koran, dan percakapan pribadi disusun sehingga kritik itu muncul lewat kontras — antara kebiasaan banal dan kebrutalan negara. Teknik itu efektif karena menunjukkan bagaimana kekuasaan menggaya wajar sehingga penindasan tampak normal kalau tak ditanya. Aku suka bagaimana Leila memanfaatkan ruang kosong: hal yang tidak ditulis sering lebih menakutkan daripada yang disebutkan secara gamblang. Itu tak sekadar estetik, melainkan strategi politik dalam bercerita. Di luar unsur formal, ada juga sentuhan empati yang menonjol. Fokus pada hubungan antar-manusia — cinta, pengkhianatan, kesetiaan — membuat kritiknya bukan hanya soal ideologi, melainkan soal kejiwaan masyarakat yang dilukai. Membaca karya-karyanya membuat aku paham bahwa kritik paling berbahaya bagi rezim otoriter bukan teriakan, melainkan ingatan yang bertahan dan menceritakan kembali yang tertutup. Itu yang bikin ceritanya tetap bergema sampai sekarang.
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status