Pernah main game RPG di mana ada skill dengan damage tinggi tapi risiko backfire besar? 'The Hand' itu versi JoJo-nya. Bahaya utamanya justru datang dari ketidakkonsistenan efeknya. Kadang Okuyasu bisa menghapus udara untuk menciptakan daya hisap, di lain waktu dia memindahkan objek besar. Tanpa aturan yang jelas, baik pengguna maupun lawan sama-sama berada dalam ketidakpastian constant. Unpredictability inilah yang bikin stand ini berbahaya bagi semua pihak, termasuk pemiliknya sendiri.
Yang sering dilupakan orang adalah konsekuensi filosofis dari kekuatan 'The Hand'. Stand ini bukan cuma menghancurkan benda fisik, tapi benar-benar memindahkan mereka dari eksistensi. Dalam arc 'DiU', tidak ada penjelasan ilmiah atau mistis tentang kemana materi yang dihapus pergi—ini menciptakan aura misteri sekaligus horor. Kekuatan semacam ini melanggar hukum kekekalan massa dan menantang pemahaman kita tentang realitas dalam dunia JoJo, membuatnya terasa lebih mengancam daripada sekadar stand fisik biasa.
Dari sudut pandang pertarungan stand, 'The Hand' itu ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi, kemampuannya instan dan hampir mustahil dihindari kalau sudah mengenai target. Tapi di sisi lain, jangkauannya pendek dan bergantung pada gerakan fisik pengguna. Kalau Okuyasu lebih cerdik atau less hesitant, bisa jadi dia akan jadi ancaman level boss. Contohnya, bayangkan kombinasi antara kecepatan 'Star Platinum' dan hapusan 'The Hand'—bisa jadi combo maut yang bikin lawan langsung KO.
Coba bandingkan 'The Hand' dengan stand destruktif lain seperti 'Crazy Diamond' atau 'Gold Experience'. Perbedaannya terletak pada irreversibility—sekali sesuatu dihapus, itu hilang selamanya. Tidak ada tombol undo, tidak ada mekanisme pertahanan. Dalam pertarungan stand di JoJo di mana strategi dan adaptasi adalah kunci, kemampuan yang bersifat final seperti ini menjadi wildcard yang bisa mengacaukan alur pertarungan biasa. Bahkan karakter cerdik seperti Joseph Joestar akan kesulitan menghadapinya karena tidak ada pola untuk dipelajari atau dimanipulasi.
Kemampuan 'The Hand' milik Okuyasu Nijimura benar-benar mengerikan kalau dipikirkan lebih dalam. Bayangkan, stand ini bisa menghapus ruang dan benda apa pun yang disentuh tangannya—seolah-olah memotong bagian realitas itu sendiri. Yang bikin ngeri, efeknya permanen dan tanpa tanda peringatan. Okuyasu sendiri sebenarnya bukan orang jahat, tapi dengan kekuatan seperti itu, satu kesalahan kecil bisa berakibat fatal. Misalnya, dia bisa tanpa sengaja menghapus bagian tubuh orang atau bahkan menghilangkan tanah di bawah kaki musuh, membuat mereka terjatuh ke jurang tanpa dasar.
Lucunya, justru karena bahayanya itu, Okuyasu sering ragu-ragu menggunakan kemampuan ini. Araki, sang mangaka, seperti sengaja memberikan kekuatan destruktif ini pada karakter yang kurang percaya diri, menciptakan dinamika menarik antara potensi dan ketakutan akan konsekuensinya.
2025-12-05 10:04:55
19
View All Answers
Scan code to download App
Related Books
Jaka, Gantian Dong! Aku Udah Nggak Tahan!
Dark_Pen
10
147.9K
Sebagai pemulung miskin, aku menemukan gelang warisan Ayah yang memaksaku menjalin kedekatan paling intim dengan para wanita—setiap “penyatuan” dengan mereka memicu mimpi yang mengungkap jalan menuju kekayaan.
Najwa Asyifa, perempuan berusia 26 tahun yang sudah menikah selama dua tahun dengan Fabian Rizki yang lebih tua enam tahun dibanding dirinya. Pernikahan itu awalnya indah. Namun, semenjak kehadiran Ibu mertua dan adik ipar yang ikut tinggal bersama mereka, keadaan akhirnya berubah.
Puncaknya, ketika Najwa mendapat sebuah kabar buruk. Sang suami membawa wanita lain ke rumahnya dan mengakui wanita itu sebagai istri kedua.
*
Kau bilang, aku tak bisa tanpamu, Mas. Ah, Benarkah?
Ku rasa, itu terbalik. Bukankah, justru kau yang tak bisa tanpaku?
Terbangun di tubuh Lady Evelyne—antagonis manja yang dibencinya—Aruna memilih membuang obsesinya pada pangeran demi membuka toko kue modern di Kerajaan Asteria. Alih-alih hidup malas, ia justru mengikat apron dan membuat seluruh istana gempar dengan kelezatan cheesecake dan cookies buatannya. Namun, saat ia hanya ingin hidup mandiri, aroma manis kuenya justru memancing rasa penasaran pangeran dingin, duke misterius, dan mantan tunangan yang kini menyesal telah membuangnya. "Berhenti mengejarku, Pangeran!"
Salah satu tujuan dari pernikahan adalah memiliki keturunan. Keluarga yang sudah memiliki keturunan, membuat hidup mereka lebih berwarna.
Jika kebanyakan pasangan akan berbahagia dan menyambut kelahiran anak pertama mereka dengan suka cita. Namun berbeda dengan Dito, suami Indah. Suami Indah justru melihat kelahiran bayi perempuannya sebagai nasib buruk yang hadir. Bagi Dito anak laki-laki adalah kebanggaan. Sedangkan anak perempuan adalah beban.
Kelahiran bayi cantik yang tidak diharapkan suaminya menjadi pemicu karamnya pernikahan suci mereka. Semua penghinaan, caci maki dan hujatan, Indah terima di hari kelahiran bayinya sebagai hadiah dari Dito. Bahkan disaat luka operasinya masih basah, Indah di hadapkan dengan seorang wanita yang dibawa oleh suaminya untuk menjadi madunya.
Tak ada seorang pun yang dapat menggambarkan rasa sakit yang ia rasakan. Hingga akhirnya Indah memilih untuk menjanda dari pada berbagi. Berbagi cinta, tapi hanya dirinya seorang diri yang menderita.
Rintangan apa yang akan dilalui Indah untuk membesarkan putrinya?
Sanggupkah, Indah membuat suaminya menyesal karena telah menyakitinya luar dalam?
Handa adalah gadis biasa yang hidup bersama saudara jauh. Meskipun sudah tersingkir dari keluarganya tetapi Hanin sang kakak masih tetap ingin menghancurkan kehidupan Handa.
Hanin mengorbankan pernikahan impiannya dengan Satria, pengusaha muda yang kaya raya. Satria dituntut membuktikan cintanya pada Hanin dengan cara menghancurkan kehidupan Handa.
Rencana disusun dengan sempurna, tetapi semua berantakan saat desiran dalam hati tak terkendali lagi.
Ini bukan Zainudin dan Hayati dari film tenggelamnya kapal Van Der Wijck. Karena Zainudin dan Hayati dalam cerita ini punya kisahnya sendiri.
Kisah ini, tentang dua orang anak kecil yang sama-sama mengikrarkan janji semasa kecilnya, Janji untuk selalu bersama. Sebuah janji polos dari dua orang anak kecil yang belum mengerti apa-apa. Namun, janji itu mengikat keduanya dalam pusaran takdir cinta yang Abadi.
Dikemas dengan konsep romance comedy ala anak kuliahan.
NB : Cerita ini merupakan kisah perjalanan cinta orang tua Zaha, yang lagi masih dalam proses penulisan. (CHANGE : THE STORIES OF ZAHA). Biar pembaca tidak penasaran bagaimana kisah cinta orang tua Zaha. So, Ane bikinkan dalam satu threat sendiri. Enjoy it!