Kalau lihat akting Vino G. Bastian di 'Bajaj Bajuri The Movie', rasanya dia layak masuk nominasi aktor baperan terbaik. Scene-scene dimana karakter utamanya salah paham terus jadi ngambek itu bener-bener ngena. Vino bisa bawa emosi dari marah-marah kecil sampai akhirnya nangis bombay kayak anak SD dengan timing komedi yang pas.
Yang bikin special, dia bisa switch dari mood alay ke serius dalam sekejap. Misalnya pas lagi galau ditolak cewek, eh tau-tiba ngeliat bakso lewat langsung lupa masalah. Dinamika kayak gitu butuh skill akting yang nggak main-main, dan Vino berhasil bikin penonton both ngakak dan kasian.
Ada satu aktor yang langsung terlintas di kepala ketika membicarakan karakter baperan: Raditya Dika. Dia punya ekspresi wajah yang sempurna untuk menggambarkan kebingungan, kekonyolan, dan kelebihan berpikir khas orang baper. Gaya acting-nya di film-film seperti 'Cek Toko Sebelah' atau 'Marmut Merah Jambu' itu natural banget, kayak beneran orang yang gampang tersinggung tapi lucu.
Dia juga mahir banget menampilkan gestur kecil seperti mengernyitkan dahi, mata melotot sebentar, atau senyum kecut yang bikin penonton langsung paham: 'nah, ini lagi overthinking'. Karakter baperannya selalu relatable karena dipadukan dengan kelucuan, jadi nggak cringe malah menghibur. Cocok banget buat adaptasi tokoh novel atau komik yang suka drama receh.
Iqbaal Ramadhan di 'Dilan 1990' itu contoh aktor muda yang piawai memainkan karakter baper. Adegan-adegan dimana Dilan cemburu buta atau ngambek karena hal sepele itu diperanin dengan charm khas anak SMA. Ekspresi 'dikit-dikit hurt' tapi masih berusaha cool itu digambarin dengan sempurna.
Yang bikin dia cocok buat peran baperan adalah kemampuan menjiwai gejolak emosi remaja. Dari raut wajah pas lagi sakit hati sampai cara bicara yang tiba-tiba jadi sarkastik, semuanya natural kayak beneran anak labil. Cocok banget buat remake drama teenlit atau sinetron remaja.
2026-03-29 23:56:41
11
View All Answers
Scan code to download App
Related Books
Jaka, Gantian Dong! Aku Udah Nggak Tahan!
Dark_Pen
10
147.7K
Sebagai pemulung miskin, aku menemukan gelang warisan Ayah yang memaksaku menjalin kedekatan paling intim dengan para wanita—setiap “penyatuan” dengan mereka memicu mimpi yang mengungkap jalan menuju kekayaan.
“Kak… sayang, puaskan aku.”
“Sial! Kamu belajar dari mana? Kok tiba-tiba jadi begitu jago?”
Di dalam bioskop, aku menyamar jadi kakakku. Tangan kakak ipar sudah menyelinap ke balik rokku dan meraba-rabanya.
Reaksiku yang begitu sensitif membuat wajah kakak ipar memerah karena bergairah. Tanpa membuang waktu, dia langsung melorotkan celananya.
Benda miliknya yang besar itu memantul keluar. Dia menggendong dan mendudukanku di pangkuannya, rasa membaranya menembus tubuhku.
Tubuhku gemetar, aku memekik tertahan dan mencapai klimaks.
Detik berikutnya, aku mendengar suara cemas kakak ipar, “Jangan bergerak! Ada orang yang melihat ke arah kita!”
Regan Aditama Maxton adalah seorang aktor terkenal dingin, cuek dan tampan yang diidolakan para fansnya. Dan sampai sekarang masih jomblo.
Ayahnya pendiri maxton group ingin segera anaknya menggantikan posisinya.
"Nak, berhentilah jadi aktor apa kamu tak mau menggantikan posisi di maxton group sebagai pewaris.
"Tapi pa, Regan masih belum siap?
"Apa kata dunia kalau seorang pewaris keluarga maxton hanya sebagai Actor."
"Dan satu lagi, kalau kamu masih mau ada di kk Papa, cepetlah menikah kamu ku beri waktu 10 hari."
"Apa! Papa kenapa tega sama anak sendiri."
Gimana kisahnya seorang aktor tampan melewati masalahnya.
"Ini apa!? kamu beradegan hot lagi sama lawan main kamu sampai udah buka-bukaan baju!"
"Terus? Masalahnya dimana? Itu sudah bagian dari pekerjaannku!"
"Masalah banget, Ren. Kamu udah punya istri nggak pantes buat adegan kayak gitu!"
"Cukup! Diluar sana banyak aktor yang udah punya istri dan beradegan lebih hot dari aku!Kalau aku nolak, sama aja aku dianggap nggak profesional. Aku udah sepuluh tahun hidup di dunia entertainment, dan aku nggak perlu izin sama kamu buat apa pun yang aku lakuin. Ini jalan hidupku, dan kamu nggak berhak ngatur, meskipun kamu istriku.”
Cemburu saat suaminya beradegan panas dengan lawan mainnya? Of course!
Meskipun begitu Sherina tetap berusaha bersikap biasa saja.
Rendra, seorang aktor terkenal yang namanya makin naik saat satu project film dengan artis berdarah luar negeri, Arabella, membuatnya semakin disibukkan dengan wanita itu dan loksyut, belum lagi acara photoshoot bersama ataupun fanmeet.
Sherina merasa waktu Rendra padanya berkurang sehingga dia sering mengeluh ini itu dan akhirnya sering terjadi percekcokan sampai Rendra memutuskan untuk menceraikannya tanpa tahu kalau Sherina sendiri pergi membawa benih pria itu.
Menjadi figuran bukanlah impian Hana, tapi itu satu-satunya jalan yang bisa ia tempuh untuk bertahan hidup di Seoul. Di balik senyum sopannya saat bekerja paruh waktu di coffee shop dan berlatih akting di GoGo Agency, Hana menyimpan satu prinsip: jangan pernah terlalu dekat dengan bintang. Apalagi jika bintang itu adalah Han Jiwon, aktor ternama yang wajahnya menghiasi megatron dan botol soju di seantero kota.
Namun, takdir justru mempertemukan mereka. Jiwon, yang awalnya hanya ingin membantu seorang figuran belajar akting, mendapati dirinya mulai menikmati kehadiran Hana—seseorang yang jujur, sederhana, dan tidak terpesona dengan popularitasnya.
Sementara Jiwon mencoba mendekat dengan tulus, Hana justru mulai menjaga jarak. Ia tahu betul, berada di dekat bintang bisa membuatnya terbakar—oleh rumor, oleh harapan semu, dan oleh kenyataan bahwa dunia mereka tak pernah setara.
Tapi bagaimana jika seseorang yang begitu tinggi justru ingin menunduk untuk mengenalmu lebih dekat? Dan bagaimana jika rasa itu tumbuh... meski Hana berusaha menolak?
Bercerai dan menikah lagi, aku sudah lupa berapa kali aku dan Rangga rujuk dalam pernikahan.
Dia pernah memperlakukanku seperti sesuatu yang berharga, tetapi kurang dari setahun setelah pernikahan kami, dia mengajukan perceraian pertama kami.
Alasannya sederhana, Sarah akan kembali.
“Sarah itu seorang tokoh publik,” katanya padaku. “Aku tak ingin ada yang mengira dia terlibat dengan pria beristri.”
Selebritas tingkat rendah itu tidak punya apa pun kecuali pengorbanan ayahnya.
Ayahnya dulu rela mati demi Rangga, halangi peluru demi dia, nyawa ganti nyawa.
Dan karena itu, Rangga merasa berutang segalanya padanya.
Setiap kali Sarah kembali ke negara ini, Rangga menceraikanku.
Dan setiap kali Sarah pergi, kami menikah lagi.
Pertama kali kami berpisah, aku menenggelamkan air mataku dalam wiski dan terhuyung-huyung kembali ke rumahnya dalam keadaan setengah mabuk.
Lampu di dalam terasa hangat, Rangga bersamanya.
Sementara aku berdiri di luar, menggigil sepanjang malam.
Kali kedua, aku mengikuti setiap gerak-geriknya—restoran, lelang, acara amal—hanya untuk ‘tak sengaja’ ketemu dengannya lagi.
Kemudian, aku belajar lebih baik.
Saat dia menyebut kata cerai, aku akan diam-diam mengepak koperku dan menghilang dari rumahnya.
Cinta dan penghinaan telah membuatku terjebak dalam siklus putus-nyambung dengannya yang tiada habisnya.
Namun kali ini, ketika Rangga menungguku di Kantor Catatan Sipil untuk menikah lagi, aku tak pernah muncul...