Ferdian Ariyadi adalah nama di balik karakter Ah Te yang ngangenin itu. Gue selalu mikir, casting director 'Ah Terus Ramli' jenius banget nemuin dia buat peran ini. Bayangin aja, sinetron lawak tahun 2000-an itu butuh energi liar yang pas—nggak kurang, nggak lebih—dan Ferdian deliver banget. Dari gaya bicara ceplas-ceplos sampai gerakan tubuh yang hyperaktif, semuanya on point.
Yang menarik, meski karakternya sering jadi bahan lelucon, Ferdian nggak pernah bikin Ah Te jadi sekadar pelawak. Ada kedalaman kecil di balik kelakuannya yang norak, kayak saat dia berusaha jadi 'teman dewasa' buat Ramli atau pas ngambek karena dimarahin. Itu subtle, tapi bikin penonton rada gemes sekaligus kasihan. Sayang banget karir aktingnya nggak terlalu panjang setelah sinetron ini. Tapi yah, mungkin beberapa karakter emang ditakdirkan untuk bersinar sebentar tapi meninggalkan kesan yang nempel lama di ingetan penonton.
Ada sesuatu yang nostalgic setiap kali nama 'Ah Te' dari sinetron 'Ah Terus Ramli' muncul. Karakter ini memang jadi salah satu yang paling memorable di era 2000-an awal, dan pemerannya, Ferdian Ariyadi, berhasil bikin penonton jatuh cinta dengan kelucuan polosnya. Ferdian saat itu masih sangat muda, tapi chemistry-nya dengan Ramli (diperankan oleh Surya Saputra) rasanya alami banget.
Yang bikin menarik, Ferdian nggak cuma jago ngocok perut lewat ekspresinya, tapi juga punya timing komedi yang pas. Gue inget banget adegan-adegan absurdnya pas dia ngeles dari masalah atau ngeledek Ramli. Sayangnya, setelah sinetron ini tamat, jarang banget denger kabarnya di dunia hiburan. Mungkin dia memilih jalan lain di luar akting, tapi buat gue, perannya sebagai Ah Te tetap jadi legacy kecil yang manis.
Kalau ngomongin karakter komedi yang bikin ketawa tapi juga bikin gregetan, Ah Te di 'Ah Terus Ramli' pasti masuk list. Pemerannya, Ferdian Ariyadi, itu kayak bumbu penyedap sinetron—tanpa dia, ceritanya mungkin kurang greget. Yang gue suka dari Ferdian adalah cara dia menghidupkan sosok 'anak kecil dewasa' yang sok tahu tapi selalu berantakan. Rambut kribonya plus gaya sok cool itu iconic banget!
Dulu gue sampe nungguin episode demi episode cuma buat liat dia ngapalin lagi. Pernah suatu adegan dia nyontek rumus matematika pake kode-kode aneh, sampe gue nonton sambil megangin perut karena ngakak. Lucunya, meskipun karakternya sering jadi biang keributan, kamu nggak bisa benci sama Ah Te. Ferdian berhasil bikin karakter ini lovable sekaligus annoying—itu skill yang nggak semua pemeran muda punya.
2026-07-18 21:30:05
0
Leer todas las respuestas
Escanea el código para descargar la App
Related Books
Sang Penguasa Tak Terjamah
inoz eL
7.9
2.0M
Radish adalah seorang menantu yang selalu dihina oleh mertuanya suatu hari seorang kakek tua yang mengaku kakeknya menemui dia untuk menyerahkan seluruh hak milik keluarga ke dirinya itu membuat dia menjadi seorang penguasa, apa yang terjadi pada semua orang yang sudah menghina dirinya??
Nadia ingin berbagi kebahagiaan atas kehamilannya pada kedua orang tua dan Nabila saudaranya. Betapa terkejutnya Nadia saat melihat keluarganya bahagia atas kehamilan Nabila yang ia ketahui belum menikah, dan yang lebih mengejutkan lagi lelaki yang menjadi ayah dari anak yang dikandung Nabila adalah Rama suaminya. Talak akhirnya terucap dari bibir Rama.
Nadia pergi dalam kekalutan hingga mengalami kecelakaan yang mengakibatkan dia keguguran. Nadia yang merasakannya sakit raga dan hatinya masih harus berhadapan dengan Gio pemilik mobil mewah yang ia tabrak. Dan sebagai ganti rugi yang tak sedikit Gio meminta Nadia menjadi istrinya. Padahal Gio adalah pemilik perusahaan tempat Rama bekerja.
Terbesit balas dendam, tapi ternyata menikah dengan Gio bagaikan memasuki neraka dunia yang lain.
"Emmhh, tolong pelan-pelan Raiden. Nanti kau akan kubayar satu miliar, cukup layani aku dan buat aku hamil. Lalu kau boleh pergi," kata Jasmine pada pemuda berpakaian sederhana itu, yang kini memandangnya dengan pandangan sulit di jelaskan.
****
Jasmine perempuan yang suka kebebasan, ia menikah dengan seorang duda tampan dan kaya raya bernama Zen, akan tetapi pernikahannya terasa hambar, karena Zen selalu sibuk dengan pekerjaan, suaminya juga sulit punya anak. Karena itulah, Jasmine membayar seorang pemuda tampan yang sedang butuh uang, untuk menjadi pemuas nafsu dan juga menemaninya saat bersenang-senang, semua itu Jasmine lakukan secara diam-diam. Hingga pada akhirnya sebuah kenyataan terungkap, membawa mereka pada takdir yang berbeda.
David Smith, dia adalah seseorang yang sangat ditakuti dan disegani. Dalam dunia gelap, dia mempunyai kedudukan tertinggi. Bahkan organisasi yang ia pimpin merupakan organisasi yang terkuat.
Kekuasaannya sangat luas. Hartanya juga tak terhitung. Tetapi David Smith memilih untuk melepaskan itu semua karena dirinya sudah bosan hidup dalam dunia yang penuh bahaya tersebut. Dia ingin memulai kembali dan menjalani hidupnya dengan tenang.
Karena suatu alasan, David lalu menikah dengan Luna George, salah satu anak dari Keluarga George. Namun kehadirannya di keluarga itu hanya mendapat hinaan karena dianggap miskin dan tidak mempunyai harta apa-apa.
Akankah David memberitahu siapa dia sebenarnya? Apakah dia akan kembali ke dunia gelap dan mengambil posisinya lagi?
Rahuma tidak pernah menyangka dirinya yang akan dipilih Arya sebagai istri-alih-alih salah satu dari kedua kakaknya.
Padahal, Uma baru saja lulus SMA dan menyimpan cita-cita besar untuk kuliah, demi mengangkat derajat keluarganya. Namun, mimpi itu harus dikubur dalam-dalam saat pernikahan datang tanpa cinta, tanpa pilihan.
Tiga tahun berlalu, Uma menjalani hidup dalam diam dan luka. Hingga sebuah kebenaran pahit mengubah segalanya. Ia memilih pergi, membawa trauma yang membuatnya menutup hati rapat-rapat untuk semua pria.
Sampai takdir mempertemukannya kembali dengan Gentala Hanenda-kakak kelasnya saat SMA yang kini menjadi dosennya. Pria yang perlahan menguji keyakinannya bahwa tidak semua laki-laki itu sama.
"Semua laki-laki itu sama. Hanya beda cara menyakitinya saja." -Rahuma Kinanti
"Itu karena kamu terus berhubungan dengan lelaki yang salah." -Gentala Hanenda
Erin Kayonna kembali ke kota asalnya setelah kesehatan kedua orang tuanya mulai menurun. Dengan tabungan dari pekerjaannya sebagai Sports Physiotherapist di ibu kota, Erin membuka klinik fisioterapi olahraga kecil bersama seorang temannya.
Namun, kepulangan itu membawanya kembali ke masa lalu yang selama sepuluh tahun dia coba lupakan.
Ketika Erin datang ke sekolah lamanya untuk menawarkan kerja sama layanan fisioterapi bagi para atlet muda di sana, dia justru bertemu kembali dengan Rama Mahanta.
Pria yang dulu dia tinggalkan.
Pria yang masih percaya bahwa Erin telah mengkhianatinya.
Saat Erin berusaha menghindar, takdir terus mendekatkannya pada Rama.
Apa yang terjadi jika takdir memberikan mereka kesempatan kedua? Akankah Erin tetap menolak saat Rama tidak pernah berniat melepaskannya?
Masih inget gak sih scene di 'Ah Aku Tak Tahan' pas ada sosok Mas Ramli yang bikin gemes sekaligus ngilu? Karakter ini tuh kayak bumbu penyedap cerita—dia muncul sebagai tetangga baik hati yang selalu siap bantu, tapi juga punya sisi kocak bikin ketawa. Yang bikin menarik, perannya nggak cuma sekadar figuran. Dia jadi semacam cermin buat tokoh utama, ngasih perspektif tentang kehidupan sederhana yang sering kita lupa.
Di beberapa adegan, Mas Ramli ini suka nyelinap dengan dialog-dialog receh tapi nyentuh. Misalnya pas dia ngasih nasihat pakai analogi 'es teh kurang gula' buat ngibarin masalah percintaan. Gaya acting-nya natural banget, beneran kayak tetangga kita beneran. Gue suka detail kecil kayak cara dia megang golok pas motong rumput sambil ngobrol—itu bikin karakternya hidup dan relatable.
Bicara soal 'Terjerat Duda', gemes banget sama karakter Ardi yang diperanin Abimana Aryasatya. Cowok ini emang punya aura kuat bikin meleleh—dari cara dia ngomong sampe ekspresi wajah yang dalem. Gak heran banyak yang ngefans, apalagi pas adegan dia berusaha jadi ayah tunggal yang sabar buat anaknya. Abimana bener-bener ngangkat karakter ini jadi hidup, bahkan scene sedih pun tetep ada charm-nya. Kalo lo suka aktor yang bisa bawa emosi tanpa perlu overacting, dia jawabannya.
Yang bikin menarik, chemistry-nya sama lawan main juga natural banget. Dari konflik rumah tangga sampe romantisme ringan, dia selalu bisa bikin penonton kebawa suasana. Mungkin karena pengalamannya di film-film sebelumnya, kayak 'Gundala' atau 'Foxtrot Six', jadi udah terlatih ngelola karakter kompleks. Pokoknya, worth it buat diikuti!
Ada sesuatu yang menggelitik tentang casting di sinetron 'Ramli'—terutama sosok Nikmatnya Mas yang bikin penasaran. Setelah ngecek beberapa sumber, ternyata yang memerankan karakter itu adalah Eza Gionino. Dia bener-bener sukses bawa aura 'mas' yang tegas tapi hangat, dan chemistry-nya sama para pemain lain keliatan natural banget. Eza sebelumnya juga udah main di beberapa FTV dan sinetron, tapi peran di 'Ramli' ini kayaknya jadi salah satu yang paling memorable buat banyak penonton.
Yang menarik, Eza enggak cuma ngandalin tampang doang buat ngangkat karakter Nikmatnya Mas. Ada kedalaman emosi yang dia tunjukin, terutama di scene-scene konflik keluarga atau saat harus jadi penengah. Gue sendiri suka liat dinamika karakternya yang kadang jadi 'pahlawan', kadang juga punya sisi lucu yang bikin ketawa-ketiwi.
Ada sesuatu yang sangat familiar tentang karakter Ramli di 'Ah Terus Ramli' yang bikin aku terus mikir. Kalau diperhatikan, dia punya vibe yang mirip banget sama Tok Dalang dari 'Upin & Ipin'—sama-sama punya logat kental, polos tapi bijak, dan selalu jadi sumber kebijakan sederhana yang justru bikin orang sekitar tercerahkan. Tapi yang bikin Ramli lebih unik adalah cara dia menyikapi masalah dengan santai sambil tetep ngegas, kayak orang kampung yang udah berpengalaman hidup tapi ga mau ribet.
Di sisi lain, kelucuannya yang kadang bikin geleng-geleng juga ngingetin aku pada Pak Jenggot di 'Crayon Shinchan'. Mereka berdua punya energi chaotic good yang bikin suasana selalu rame tapi tetep menghibur. Bedanya, Ramli lebih grounded dan relatable buat penonton dewasa, kayak temen ngobrol di warung kopi yang ceritanya selalu ada hikmahnya.