Riawani Elyta! Namanya mungkin belum setenamen penulis bestseller, tapi karyanya punya kedalaman yang jarang ditemui di pasar mainstream. Awalnya aku skeptis karena judulnya terdengar terlalu puitis, tapi ternyata 'Sekotak Senja untuk Nirbita' justru bercerita tentang kegalauan remaja dengan cara yang segar. Elyta berhasil membungkus kompleksitas emosi dalam bahasa yang ringan.
Pernah dengar soal Riawani Elyta? Awalnya aku mengira 'Sekotak Senja untuk Nirbita' adalah kumpulan puisi karena judulnya yang melodius. Ternyata salah besar—ini novel prose dengan ritme bercerita yang unik. Elyta seperti menggambar senja dengan kata-kata, sambil menyelipkan kritik sosial halus tentang tekanan akademik pada generasi Z. Yang bikin kagum, meskipun latarnya fiksi, rasanya sangat nyata seperti mengintip diary teman sekelas.
Riawani Elyta mengukir namanya lewat karya ini dengan gaya bercerita yang mirip orang menggumam. Aku suka bagaimana dia tidak takut eksperimen dengan struktur waktu dan sudut pandang—kadang kita dibawa melompat antara kenangan dan realita. Buku ini proof bahwa penulis muda Indonesia punya suara yang layak didengar.
Mengejar jejak literatur Indonesia modern selalu memberi sensasi seperti berburu harta karun. Aku ingat pertama kali menemukan 'Sekotak Senja untuk Nirbita' di rak buku tua seorang teman—sampulnya yang minimalis langsung menarik perhatian. Setelah googling, ternyata karya ini ditulis oleh Riawani Elyta, salah satu penulis berbakat yang karyanya sering memadukan lirisme puisi dengan narasi kontemporer.
Yang membuatku semakin penasaran, gaya penulisan Elyta di buku ini seperti percakapan intim dengan remaja yang sedang mencari jati diri. Aku bahkan sempat membandingkannya dengan 'Pulang' karya Leila S. Chudori, meskipun atmosfernya lebih personal. Kalau kalian suka novel coming-of-age dengan diksi puitis, karya Elyta layak masuk wishlist!
2026-01-15 03:53:01
6
View All Answers
Scan code to download App
Related Books
Diabaikan! Mati Satu, Tumbuh Seribu!
Faizal Arjuna
9.6
159.6K
Istriku adalah orang yang mendalami ajaran agama. Hal yang paling tabu baginya adalah menuruti nafsu.
Urusan suami istri hanya boleh dilakukan setiap tanggal 16 setiap bulan, bahkan semua hal harus dia kendalikan dengan ketat.
Begitu aku melampaui batas, dia akan tanpa ragu menghentikan semuanya dan pergi.
Sudah lima tahun kami menikah. Meskipun aku punya banyak ketidakpuasan, karena mencintainya, aku terus mengalah. Aku sempat mengira bahwa meskipun dia adalah seorang "dewi" yang tidak berperasaan, setidaknya dia mencintaiku.
Sampai suatu hari, saat aku mengikuti tim ke sebuah hotel yang terbakar untuk melakukan misi penyelamatan, barulah aku sadar betapa salahnya aku selama ini.
Saat menemukannya, istriku sedang bersandar di pelukan pria lain. Di antara mereka, bahkan ada seorang anak kecil.
Dituduh menodai putri kepala sekte, Ling Xuan, murid jenius Sekte Batu, dijebloskan ke lembah terlarang dan dicap sebagai pendosa cabul. Namun di tempat kematiannya itu, ia menemukan Batu Api Langit, artefak purba yang membangkitkan kekuatan mengerikan di dalam tubuhnya. Kini ia kembali, bukan hanya untuk menuntut keadilan atas fitnah yang menjatuhkannya, tapi juga untuk menghadapi Bai Yuer, gadis yang menjadi awal sekaligus kutukan dari segalanya.
Pendekar Iblis yang pernah malang melintang di Nusantara akan bangkit kembali setiap 500 tahun sekali.
Kebangkitan Pendekar Iblis akan membawa bencana besar bagi Nusantara.
Kirana Sasmaya adalah putri Pendekar Serigala Putih Chandika Kalandra yang merupakan salah satu pendekar keturunan Bhadrika Kalandra yang mengalahkan Pendekar Iblis, ditakdirkan bukan hanya sebagai pendekar, tetapi juga penyihir terhebat sepanjang masa.
Bagaimana perjalanan Kirana?
Bisakah dia mewujudkan impiannya menjadi Pendekar Serigala Putih dan Penyihir Putih untuk melawan Pendekar Iblis yang menguasai segalanya ini?
Ikuti terus ya petualangan Kirana ...
Sebuah keluarga yang mapan dengan representasi melimpahnya rezeki, ditambah dengan hadirnya buah hati, adalah gambaran sebuah keluarga idaman, keinginan untuk menjadikan anak sebagai sosok yang sukses dan berguna seolah bisa dengan mudah untuk diwujudkan, mungkin itulah secuil ungkapan yang pantas ditujukan untuk keluarga Haji Suhadi.
Adalah Ari Anggara putra satu-satunya yang jadi harapan Haji Suhadi dan keluarga untuk bisa menjadi sosok yang berguna dengan kematangan ilmu dan kesiapan diri untuk meneruskan perusahaan yang akan diwariskannya. Namun, rupanya si Ari lebih memilih jalan hidup yang bertentangan dengan kemauan sang Ayah, hingga akhirnya dia terjerumus ke dunia yang keras dan penuh dengan kubangan dosa manakala bertemu dengan si Yola, janda cantik nan seksi lewat perantara sahabat karibnya yaitu si Deny.
Ikutilah kisah perjalanan tiga anak manusia yang berawal dari dunia kelam hingga keluar dari padanya, dan juga kekisruhan cinta yang terjadi diantara ketiganya hanya di "Nista Pembawa Nikmat."
Dimas memiliki hobi bermain DJ yang mencintai Lina, gadis bersuku Batak di Medan. Kisah cinta mereka terpisah karena kedua orang tua Lina tahu, bahwa kedua orang tua Dimas adalah bandar narkoba terbesar di Indonesia. Jalan pemisah cinta Dimas dan Lina yang di pilih kedua orang tua Lina satu-satunya adalah menjodoh kan Lina dengan Paribannya. Perjodohan Lina dengan paribannya membuat Dimas hancur, sehingga Dimas memilih kembali ke Purbalingga, untuk melanjutkan bisnis narkoba kedua orang tuanya yang sama sekali tidak disukai Dimas.
Dimas tahu narkoba dapat menghancurkan generasi bangsa, oleh karena itu Dimas tidak meluaskan bisnis narkobanya di Indonesia. Dimas memilih meluaskan bisnis narkobanya ke negara-negara lain, untuk menghancurkan generasi-generasi bangsa negara lain. Sampai akhirnya Dimas tertangkap oleh BNN (Badan Narkotika Nasional) dengan barang bukti 5 ton sabu dan 15 ribu butir pil ekstasi.
Dikira hilang, eh ternyata malah asyik bersama selingkuhan. yuk kepoin bagaimana cara sang istri untuk membalas pengkhianatan suaminya!... semoga bisa menghibur...
Membaca pertanyaan ini langsung bikin aku teringat diskusi seru di komunitas sastra Jawa klasik. Serat Nitimani itu salah satu karya yang cukup misterius karena asal-usul penulisnya memang masih jadi perdebatan. Beberapa sumber bilang ini karya Sunan Giri Prapen, tapi ada juga yang nganggap ini ditulis sama Pangeran Karanggayam. Yang jelas, gaya bahasanya yang puitis banget itu ciri khas sastra Jawa abad 17-18.
Yang bikin menarik, dalam beberapa edisi modern sering dicantumin nama R.Ng. Ranggawarsita sebagai penyusun, padahal sebenarnya beliau cuma mentransliterasi dan ngasih penjelasan aja. Aku pernah baca versi terjemahannya di perpustakaan kampus, dan emang kental banget nuansa sufistiknya.
Buku 'Sekotak Senja untuk Nirbita' itu cukup populer di kalangan pecinta sastra lokal, jadi sebenarnya banyak tempat untuk mendapatkannya. Toko buku besar seperti Gramedia biasanya menyediakan stok, baik di toko fisik maupun online lewat website mereka. Kalau mau lebih praktis, bisa cek marketplace seperti Tokopedia atau Shopee, banyak penjual terpercaya yang menawarkan buku ini dengan harga bersaing.
Jangan lupa juga untuk cek toko buku independen atau secondhand di Instagram atau Facebook. Kadang ada yang menjual dengan diskon menarik atau edisi limited. Oh ya, kalau suka versi digital, coba cari di Google Play Books atau aplikasi baca online lainnya. Seringkali lebih murah dan langsung bisa dinikmati tanpa menunggu pengiriman.