Siapa Yang Menciptakan Ejaan Bahasa Indonesia Pertama?

2026-06-20 19:26:40
261
Share
ABO Personality Quiz
Take a quick quiz to find out whether you‘re Alpha, Beta, or Omega.
Start Test
Write Answer
Ask Question

4 Answers

Teman Novel Agen
Pernah kepikiran nggak sih, gimana sih awal mula ejaan bahasa Indonesia terbentuk? Ternyata, awal mula ejaan yang kita pakai sekarang ini dimulai dari zaman kolonial Belanda, lho. Ada seorang tokoh bernama Charles van Ophuijsen yang memimpin penyusunan sistem ejaan pertama untuk bahasa Melayu—yang jadi cikal bakal bahasa Indonesia—di tahun 1901. Ejaan ini dikenal sebagai 'Ejaan van Ophuijsen' dan dipakai di sekolah-sekolah serta dokumen resmi.

Yang menarik, ejaan ini masih pakai huruf 'j' untuk bunyi 'y' (contoh: 'jang' buat 'yang') dan 'oe' untuk 'u' ('goeroe' buat 'guru'). Baru setelah Indonesia merdeka, ejaan ini diubah jadi lebih sederhana. Jadi, meskipun sekarang kita udah pakai Ejaan yang Disempurnakan (EYD), jasa van Ophuijsen tetep penting sebagai fondasi awal.
2026-06-21 17:24:54
3
Scarlett
Scarlett
Favorite read: Bukan yang Pertama
Pemandu Baca Desainer
Tahu nggak, sebelum EYD yang kita kenal sekarang, ada ejaan lebih tua bernama Ejaan van Ophuijsen? Dibikin sama Charles van Ophuijsen, seorang ahli bahasa Belanda, ejaan ini jadi standar penulisan pertama buat bahasa Melayu—nenek moyang bahasa Indonesia. Uniknya, ejaan ini masih kental nuansa Belanda, kayak pake 'dj' buat 'j' ('djalan' buat 'jalan').

Walaupun sekarang udah ketinggalan zaman, warisan van Ophuijsen penting banget. Bayangin aja, tanpa upayanya bikin sistem tertulis, mungkin bahasa Indonesia nggak bakal sematang sekarang. Jadi, meski namanya kurang dikenal, jasanya nggak bisa dianggap remeh.
2026-06-21 18:48:23
23
Veronica
Veronica
Rekomender Pengacara
Aku baru baca-baca soal sejarah bahasa Indonesia, dan ternyata ada cerita menarik di balik ejaan pertamanya. Charles van Ophuijsen, seorang linguis Belanda, adalah otak di balik sistem ejaan awal yang dipakai untuk menstandarkan penulisan bahasa Melayu. Waktu itu, ejaannya masih campuran antara logat Melayu dan pengaruh Belanda, makanya ada beberapa huruf yang sekarang udah nggak dipake lagi.

Misalnya, dulu nulis 'rumah' bisa jadi 'roemah', atau 'syair' ditulis 'sjair'. Lucu ya? Tapi justru karena eksperimen-eksperiman awal kayak gini, akhirnya kita bisa punya sistem ejaan yang lebih rapi sekarang. Van Ophuijsen mungkin nggak nyangka karyanya bakal jadi langkah pertama menuju bahasa Indonesia modern.
2026-06-22 16:07:25
16
Daniel
Daniel
Pencerah Sales
Kalau ngomongin ejaan bahasa Indonesia, nggak bisa lepas dari peran Charles van Ophuijsen. Di era 1900-an awal, dia bikin pedoman ejaan buat bahasa Melayu yang waktu itu jadi lingua franca di Hindia Belanda. Sistemnya agak ribet menurut standar sekarang—bayangin aja harus nulis 'ch' untuk 'kh' atau 'oe' untuk 'u'. Tapi justru itu yang bikin sejarahnya unik!

Ejaan van Ophuijsen ini bertahan cukup lama sampai akhirnya diganti sama Ejaan Soewandi di 1947. Tapi menurutku, yang paling keren itu proses adaptasinya: dari ejaan kolonial sampe jadi ejaan milik bangsa sendiri. Itu bukti kalo bahasa itu hidup dan terus berkembang.
2026-06-23 07:34:00
16
View All Answers
Scan code to download App

Related Books

Related Questions

Siapa penjelajah antariksa pertama dari Indonesia?

4 Answers2026-05-02 13:15:36
Ada momen bersejarah yang sering terlupakan dalam percakapan tentang eksplorasi antariksa, yaitu ketika Indonesia mengirim warga pertamanya ke luar angkasa. Itu terjadi pada 1985, ketika Taufik Akbar, seorang insinyur dari LAPAN, terpilih sebagai payload specialist dalam misi STS-61H NASA. Sayangnya, misi itu dibatalkan karena tragedi Challenger. Baru pada 2023, Pratiwi Sudarmono sempat dipersiapkan sebagai calon astronot pertama, tapi programnya juga tak terealisasi. Jadi secara teknis, Indonesia belum memiliki penjelajah antariksa yang benar-benar terbang. Tapi ada cerita menarik di balik ini semua. Komitmen Indonesia di era 80-an untuk ambil bagian dalam eksplorasi ruang angkasa sebenarnya cukup visioner. Pratiwi bahkan sempat menjalani pelatihan intensif di Amerika. Kalau saja misi itu terjadi, sejarah bisa berbeda. Sekarang kita hanya bisa membayangkan bagaimana rasanya melihat bendera merah putih berkibar di antariksa.

Di mana ejaan bahasa Indonesia pertama kali digunakan?

4 Answers2026-06-20 08:51:17
Pernah kepikiran nggak sih, gimana awal mula ejaan bahasa Indonesia yang kita pakai sehari-hari ini? Jadi gini, sejarahnya dimulai dari zaman kolonial Belanda. Tahun 1901, pemerintah Hindia Belanda ngeresmikan sistem ejaan van Ophuijsen, yang jadi cikal bakal ejaan kita. Ejaan ini pake huruf Latin dengan beberapa tanda khas kayak apostrof buat bunyi hamza. Yang lucu, ejaan ini awalnya ditujukan buat bahasa Melayu pasar yang dipake di administrasi kolonial. Tapi lama-lama, justru jadi fondasi buat bahasa Indonesia modern. Uniknya, beberapa aturan van Ophuijsen masih keliatan sampe sekarang, meski udah beberapa kali mengalami penyempurnaan.

Di mana pertama kali bahasa Indonesia digunakan secara resmi?

4 Answers2026-06-11 00:00:36
Ada momen bersejarah yang sering terlupakan dalam euforia kemerdekaan, tapi justru jadi fondasi penting. Bahasa Indonesia secara resmi pertama kali dipakai dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Saat itu, para pemuda dari berbagai daerah bersepakat mengangkat bahasa Melayu yang dimodifikasi sebagai bahasa persatuan. Yang menarik, pilihan ini sangat strategis karena bahasa Melayu sudah menjadi lingua franca selama berabad-abad di Nusantara, berbeda dengan bahasa Jawa atau Sunda yang lebih kompleks. Keputusan ini kemudian dikukuhkan lagi setelah kemerdekaan, menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara yang kita kenal sekarang.

Siapa yang menetapkan ejaan yang disempurnakan adalah di Indonesia?

2 Answers2025-10-22 20:07:49
Buatku, cerita soal ejaan selalu terasa seperti perjalanan kecil menelusuri sejarah bahasa yang hidup. Aku ingat waktu kuliah bahasa dulu sering baca bahwa 'Ejaan yang Disempurnakan' — biasa disingkat EYD — bukan dibuat oleh individu tunggal melainkan oleh negara. Lebih tepatnya, EYD ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia pada tahun 1972 sebagai hasil usaha penyelarasan ejaan antara Indonesia dan Malaysia. Periode itu memang penting: kedua negara bersepakat untuk menyamakan penulisan agar komunikasi tertulis dalam bahasa Melayu–Indonesia lebih konsisten. Di pihak Indonesia, langkah formalnya dilaksanakan lewat kementerian terkait yang membina bahasa, dan lembaga bahasa negara yang menggodok pedoman serta menerbitkan aturan resmi. Dalam praktik sehari-hari, siapa yang 'menetapkan' berarti institusi pemerintah bertanggung jawab—kementerian yang mengurusi pendidikan dan kebudayaan serta badan pengembang bahasa yang kemudian mengeluarkan pedoman resmi. Sekolah, penerbit, media, dan institusi resmi lain biasanya mengikuti pedoman itu sebagai standar baku. Seiring waktu, pedoman itu juga mengalami revisi: EYD sebagai nama populer pada akhirnya diperbarui dan dikemas ulang dalam aturan dan pedoman baru (misalnya pedoman yang lebih modern kemudian dikenal luas), karena bahasa itu dinamis dan butuh penyesuaian dengan kenyataan penggunaan. Kalau dipikirkan, rasanya wajar kalau penetapan ejaan dilakukan oleh lembaga negara: bahasa standar memerlukan legitimasi institusional supaya pendidikan dan administrasi bisa berjalan seragam. Aku suka melihatnya sebagai kerja kolektif, bukan aturan kaku yang turun dari langit—ada proses diskusi, penyusunan, dan sosialisasi. Biarpun sekarang banyak orang masih menyelipkan penulisan lama atau gaya informal di chat, adanya pedoman resmi membuat kita punya rujukan ketika mau menulis untuk keperluan formal, dan itu membantu menjaga agar komunikasi tetap jelas.

Siapa yang menciptakan bahasa gaulnya jaman dulu di Indonesia?

4 Answers2026-02-09 11:50:33
Bahasa gaul di Indonesia itu seperti sup kental yang dimasak pelan-pelan dari berbagai rempah budaya. Kalau mau telusuri akarnya, bisa merambat dari era 70-an ketika anak-anak Jakarta mulai memainkan kata dengan gaya khas Betawi yang dicampur Dutch influence. Tapi yang bikin fenomenal justru peran media—acara TV seperti 'Titin dan Venna' di tahun 90-an atau lagu-lagu Iwan Fals yang nyeleneh itu menyebarkan slang ke seluruh archipelago. Uniknya, banyak kosakata gaul lahir dari 'antitesis' bahasa formal. Misalnya, 'bokap' sebagai distorsi dari 'bapak' plus sufiks Betawi. Atau 'jomblo' yang konon muncul dari kreativitas mahasiswa Yogya yang iseng. Jadi bukan ada satu 'pencipta', tapi lebih seperti gerakan bawah sadar kolektif yang berevolusi bersama waktu dan teknologi.

Siapa yang pertama kali menciptakan peribahasa di atas langit masih ada langit?

2 Answers2026-03-03 05:24:15
Menggali asal-usul peribahasa 'di atas langit masih ada langit' itu seperti mencoba melacak sumber sungai—semakin dalam, semakin kabur. Frasa ini sudah mengakar dalam budaya Asia Timur, khususnya Tiongkok, dengan versi Mandarinnya '天外有天, 人外有人'. Konon, konsepnya muncul dari filosofi Taoisme tentang ketidakterbatasan alam semesta. Zhuangzi, filsuf abad ke-4 SM, pernah menulis tentang langit biru yang ternyata hanyalah lapisan tipis dari kosmos tak terhingga. Peribahasa ini kemudian menyebar ke Jepang ('天の上に天あり') dan Korea melalui pertukaran budaya, sebelum akhirnya sampai ke Nusantara lewat perdagangan dan literatur klasik. Yang menarik, maknanya berevolusi sesuai konteks lokal. Di Jawa, ada analogi 'gunung ditumpuk gunung' yang serupa. Aku pribadi menemukan pesannya timeless: sehebat apa pun kita, selalu ada yang lebih unggul. Dulu waktu kecil kupikir ini sindiran, tapi sekarang kusadari itu pengingat untuk tetap rendah hati. Justru keindahannya terletak pada universalitas—setiap generasi menemukan relevansinya sendiri, dari pelajar sampai CEO.

Kapan ejaan bahasa Indonesia pertama kali ditetapkan?

4 Answers2026-06-20 10:09:57
Menggali sejarah ejaan bahasa Indonesia itu seperti membuka lembaran lama yang penuh dinamika. Awalnya, bahasa Melayu—yang jadi cikal bakal bahasa Indonesia—menggunakan ejaan Latin berdasarkan tulisan Belanda, dikenal sebagai 'Ejaan Van Ophuijsen' sejak 1901. Ejaan ini pakai tanda diaresis (ë) dan oe untuk u, mirip gaya kolonial. Tapi setelah Sumpah Pemuda 1928, semangat nasionalisme mendorong penyederhanaan. Tahun 1947, 'Ejaan Republik' atau 'Ejaan Soewandi' muncul, mengganti oe jadi u dan menghapus tanda diakritik. Ini jadi tonggak penting sebelum akhirnya EYD (Ejaan yang Disempurnakan) resmi diberlakukan tahun 1972. Yang menarik, perubahan ejaan ini nggak cuma soal teknikal, tapi juga politis. Setiap reformasi mencerminkan upaya lepas dari warisan kolonial dan mencari identitas sendiri. Dulu sempet ribut soal 'foto' vs 'photo' atau 'system' vs 'sistem', tapi sekarang udah makin stabil. Kadang aku bayangin gimana repotnya penulis zaman dulu harus adaptasi tiap ada perubahan aturan!

Siapa tokoh yang berpengaruh dalam perkembangan bahasa Indonesia?

5 Answers2026-06-22 09:59:58
Ada satu sosok yang selalu kukagumi dalam sejarah bahasa Indonesia: Sutan Takdir Alisjahbana. Dia bukan sekadar penulis, tapi juga pemikir yang gigih memperjuangkan modernisasi bahasa kita. Karya-karyanya seperti 'Layar Terkembang' menjadi bukti bagaimana bahasa Indonesia bisa berkembang tanpa kehilangan jati dirinya. Yang membuatku respect, STA (begitu orang biasa memanggilnya) berani menantang arus dengan memperkenalkan konsep bahasa yang dinamis. Di era 1930-an ketika banyak orang masih kaku mempertahankan 'kemurnian' bahasa, dia sudah melihat potensi bahasa Indonesia sebagai living organism yang perlu terus bertumbuh. Visinya tentang bahasa sebagai alat komunikasi modern benar-benar visioner untuk zamannya.

Bagaimana sejarah ejaan bahasa Indonesia berkembang?

4 Answers2026-06-20 15:54:04
Pernah nggak sih kepikiran gimana ejaan bahasa Indonesia bisa sampai kayak sekarang? Awalnya, zaman dulu pake ejaan Van Ophuijsen yang dijajain Belanda, masih ada huruf macam 'oe' kayak 'Soekarno'. Terus pas 1947, ejaan Soewandi muncul dan mulai sederhanain beberapa hal, tapi masih agak ribet. Pas merdeka, baru deh ada upaya bikin ejaan lebih nasional. Ejaan yang bikin kita familiar sekarang itu Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) 1972, yang resmi ngegantiin semua ejaan lama. Terus tahun 2015 disempurnakan lagi jadi Ejaan Bahasa Indonesia (EBI). Lucu ya, liat evolusi ejaan dari jaman kolonial sampe sekarang yang lebih praktis buat generasi digital.

Siapa penulis cerpen singkat bahasa Indonesia paling terkenal?

3 Answers2026-02-27 20:56:35
Menggali dunia sastra Indonesia, nama Pramoedya Ananta Toer sering muncul sebagai sosok legendaris. Meski lebih dikenal lewat novel-novel tebal seperti 'Bumi Manusia', karyanya yang jarang dibahas adalah kumpulan cerpen 'Cerita dari Blora'. Gaya berceritanya yang puitis namun tajam mampu menyihir pembaca dalam hitungan paragraf. Aku pernah terjebak dalam cerita 'Yang Sudah Hilang' sampai lupa waktu—begitu mengharukan dan universal tema keluarga yang diangkat. Di sisi lain, ada cerpenis seperti Putu Wijaya yang bermain dengan absurditas. 'Es' dan 'Telegram' contohnya, pendek tapi bikin otak bergerak. Kalau mau yang lebih kontemporer, Dee Lestari juga menulis beberapa cerpen memukau sebelum beralih ke novel. Tapi buatku, keindahan cerpen justru ada di tangan Seno Gumira Ajidarma. 'Saksi Mata' dan 'Iblis Tidak Pernah Mati' itu seperti pelajaran filsafat terselubung dalam narasi minim kata.
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status