Karya-karya Ah Mantsp Ramli memang selalu jadi bahan obrolan seru di komunitas penggemar konten lokal. Salah satu yang paling iconic pasti 'Marmut Merah Jambu'—novel yang bener-bener ngehits dan bahkan diadaptasi jadi film. Gaya penulisannya yang nyentrik, campur aduk antara humor absurd dan kritik sosial, bikin karyanya gampang dicerna tapi tetap dalem. Aku pribadi suka banget cara dia bikin karakter-karakter 'kecil' jadi begitu hidup dan relatable, kayak tetangga kita sendiri.
Selain itu, 'Cinta Brontosaurus' juga nggak kalah populer. Banyak yang bilang ini salah satu karya terbaiknya karena berhasil menyelipkan filosofi tentang cinta dalam bungkus komedi yang konyol. Yang menarik, meskipun judulnya kayak nggak serius, tapi ceritanya bikin mikir panjang tentang hubungan manusia. Ramli emang jagonya mainin dikotomi antara kelucuan dan kedalaman.
Ada sesuatu yang menular dari cara Nas Ramli menyelipkan 'ah mantap' dalam obrolannya. Rasanya seperti dia menemukan mantra kecil yang langsung mencairkan suasana. Aku perhatikan itu muncul di momen-momen spontan, kadang sebagai ekspresi kagum, kadang justru untuk bercanda. Bisa jadi itu refleksi kepribadiannya yang easygoing dan apa adanya.
Dari pengamatan di berbagai kontennya, frasa itu berkembang jadi semacam trademark alami. Bukan sekadar catchphrase kosong, tapi semacam jembatan antara dia dan penonton. Lucunya, semakin sering dipakai, semakin terasa autentik - seperti inside joke yang semua orang langsung nyambung.
Kebetulan banget lagi ngebahas Ah Mantap Ramli! Kontennya emang lucu banget dan relatable. Kalau mau nonton, biasanya aku buka YouTube aja. Dia aktif banget di situ, upload video-video pendek yang isinya sketsa komedi khas Medan. Kadang juga ada konten kolaborasi sama kreator lain. Bisa cek channel YouTube-nya langsung atau cari hashtag #AhMantapRamli di TikTok, soalnya beberapa klip pendeknya sering viral di situ.
Oh iya, jangan lupa follow Instagramnya juga! Dia sering bagi cuplikan video baru atau behind the scene yang ga kalah kocak. Kalau mau yang lebih lengkap, beberapa videonya udah dibundel di platform seperti RTV atau MX Player, tapi YouTube tetap jadi sumber utama sih.