Nuhun Bahasa Sunda

ABO Personality Quiz
Take a quick quiz to find out whether you‘re Alpha, Beta, or Omega.
Scent
Personality
Ideal Love Pattern
Secret Desire
Your Dark Side
Start Test

Related Books

Nur Cahaya Cinta (Bahasa Indonesia)

Nur Cahaya Cinta (Bahasa Indonesia)

Nur, menerima lamaran dari orang tua Wahyu, yang meminangnya untuk menjadi istri Wahyu, meski ia tahu benar, cinta Wahyu bukanlah untuknya.Wahyu, masih terbelenggu dengan cintanya pada Cantika. Wanita yang sudah disukainya sejak ia masih memakai seragam putih biru.Henny, saudara sepupu jauh Wahyu, yang mengharapkan cinta Wahyu. Yang berharap bisa jadi istri Wahyu, namun orang tua Wahyu memilih Nur untuk jadi menantunya."Kau memang istriku Nur, tapi kau hanya memiliki surat nikah itu, tidak tubuhku, apa lagi cintaku."Wahyu Herlan Syahputra."Kalian sudah menikah hampir satu tahun, tapi kenapa kamu belum hamil juga Nur? Apa ada yang tidak beres pada dirimu?" Henny Erliani'Bagaimana aku bisa hamil, jika Kak Wahyu saja tidak pernah menyentuhku'Nur Rahmasari.
9.8 60 Chapters
CINBU dan HURIN (Cinta Seorang Budak)

CINBU dan HURIN (Cinta Seorang Budak)

CINBU (Cinta Seorang Budak) dan HURIN (Hurin Al Barkatiyyah) ialah dua novel yang saling berhubungan. Menceritakan tentang kisah Kerajaan Islam yang hendak mengekspansikan kekuasaannya hingga tegak hukum Ilahi di muka bumi ini. Bermula tentang Panglima Najmudin Rasyad dari Kesultanan Al Hajjaz yang memimpin perang menaklukkan Kerajaan Konstin, sehingga mendapat bagian ghonimah seorang budak cantik bernama Zara Shaka Arb, seorang putri kerajaan yang beragama Ayziyan—penyembah ruh leluhur. Terdapat kisah romantis antara keduanya dengan berbagai konflik menarik. Dilanjutkan dengan sekuel CINBU yaitu Hurin Al Barkatiyyah. Yaitu menceritakan tentang seorang putri beragama atheisme yang melarikan diri dari kejaran musuh, mesti terpaksa meminta perlindungan dengan Negara Islam. Ia juga terlibat konflik perasaan dengan salah seorang pejabat menteri di Kerajaan Islam itu. Bagaimana keseruan kedua kisah di atas? Jangan lupa kasih vote dan review bintang lima ya!
10 73 Chapters
DIKIRA PENJUAL NASI KUNING

DIKIRA PENJUAL NASI KUNING

"Percuma pintar dan jadi juara kelas terus saat SMA kalau ujung-ujungnya cuma jadi penjual nasi kuning! Panas-panasan di jalan raya. Berdebu, bikin dekil pula. Beda banget sama aku, yang meski nggak pernah juara kelas, tapi sekarang bisa kerja kantoran dan di ruangan ber-AC." Kesombongan teman-temannya adalah salah satu sebab Lana tidak pernah ikut reuni SMA. Tapi tahun kelima ini dia sengaja ikut di acara itu, karena ingin bertemu Dikta, cinta pertamanya. Namun, rupanya kesempatan itu benar-benar tidak dilewatkan oleh orang-orang untuk menghinanya. Mereka mengira Lana hanya sebagai penjual nasi kuning saja, tepat di hadapan Dikta. Mereka tidak tahu bahwa nasi itu dia bagikan gratis setiap hari untuk sedekah karena dia memiliki penghasilan jutaan. Haruskah Lana mengumbar semua pencapaiannya di sini?
10 82 Chapters
KEINGINAN BERLEBIH SUAMIKU

KEINGINAN BERLEBIH SUAMIKU

Hanin seorang ibu rumah tangga yang memiliki tiga buah hati. Pernikahan yang semula hangat terasa menjenuhkan. Dia lelah harus melayani suami dengan hasrat yang berlebih. Alasan itu yang membuat Hanin meminta Bayu menikah lagi. Akankah permintaan itu disetujui oleh suaminya?
10 101 Chapters
KUBALAS HINAANMU DENGAN UANGKU

KUBALAS HINAANMU DENGAN UANGKU

Karena terjebak nafsu, Nanda harus merelakan kesuciannya demi sang kekasih. Pernikahan di usia dini yang dia pikir sangat menyenangkan ternyata jauh di luar ekspektasinya. Tinggal satu atap dengan mertua yang mata duitan, sang suami juga hanya mementingkan egonya sendiri. Nanda akhirnya sadar, bahwa dalam kehidupan rumah tangga, uang  mampu membuat semua orang takluk padanya. Oleh karena itu, dia bersumpah, dia akan membalas segala perlakuan buruk yang dilakukan kepadanya dengan satu hal ...Uang!
10 98 Chapters
Terima Kasih, Mantan!

Terima Kasih, Mantan!

Josua memakai pakaian pengiring pria datang bergandengan tangan dengan Hani di pesta pernikahan, sementara jas pengantin pria ditelantarkan ke sofa. "Josua, hari ini 'kan hari pernikahan ki ..." "Neti!" Josua memotong pembicaraanku dan tatapannya penuh dengan peringatan. "Aku rasa kau tahu apa saja yang boleh dibicarakan. Berlapang dadalah. Jangan sampai aku membencimu." Aku tersenyum pahit. Oleh karena cinta pertama Josua hilang ingatan, semua orang bermain permainan mencari ingatan. Jadi, kami tidak diperbolehkan untuk merangsangnya. Demi menghiburku, Josua berjalan ke depan dan memelukku, lalu berbisik, "Neti, kau bisa memahamiku, 'kan?" Aku menunduk setuju, lalu berpaling menikah dengan pengiring pria sesungguhnya. Kemudian, saat aku hamil dan berbelanja di mal, Josua malah menghentikanku dan menangis, "Neti, bukankah kita sedang berakting? Kenapa kau hamil?"
10 10 Chapters

Apa arti 'nuhun' dalam bahasa Sunda?

3 Answers2026-05-29 08:43:12
Pernah dengar orang Sunda bilang 'nuhun' terus bingung artinya apa? Aku dulu juga begitu, sampai akhirnya ketemu penjelasannya pas jalan-jalan ke Bandung. Kata ini ternyata punya nuansa yang lebih dalam dari sekadar 'terima kasih' dalam bahasa Indonesia. Ada rasa hangat dan kerendahan hati yang kental ketika orang Sunda mengucapkannya, apalagi dengan intonasi yang lembut.

Aku perhatikan, 'nuhun' sering dipakai dalam situasi informal antara teman atau keluarga, tapi juga bisa untuk formal jika ditambahkan kata seperti 'pisan' (nuhun pisan = terima kasih banyak). Yang menarik, responnya biasanya 'sami-sami' atau 'terangkena', bukan 'sama-sama' seperti dalam bahasa Indonesia. Jadi kesannya lebih personal gitu, kayak ada ikatan emosionalnya.

Contoh kalimat menggunakan 'nuhun' bahasa Sunda?

3 Answers2026-05-29 05:36:21
Pernah nggak sih kamu bingung gimana cara ngucapin 'terima kasih' ke orang Sunda tanpa terdengar kaku? Aku dulu sering banget ngerasa gitu, sampe akhirnya nemu kata 'nuhun' yang ternyata punya nuansa lebih hangat dan akrab. Misalnya, pas temenku ngasih aku oleh-oleh dari Bandung, aku langsung bilang, 'Nuhun pisan teh, udah inget sama aku!' Rasanya lebih personal dibanding 'terima kasih' biasa.

Atau waktu ditolongin nenek-nenek di pasar Pasundan yang baik banget ngasih petunjuk jalan, aku senyum sambil ngomong, 'Nuhun bu, bantuan Imah sangat berarti.' Kata-kata sederhana ini bikin interaksi jadi lebih berkesan. Uniknya, penekanan intonasi juga pengaruh—bilang 'nuhun' dengan nada datar beda rasanya sama yang diucapkan sambil sedikit dinaikkin di akhir. Bisa jadi bahan observasi seru buat yang suka linguistik!

Apakah 'nuhun' bahasa Sunda sama dengan terima kasih?

3 Answers2026-05-29 02:23:55
Pernah nggak sih kepikiran gimana budaya lokal itu punya cara unik buat ngungkapin rasa syukur? Gue sendiri sering banget denger orang Sunda bilang 'nuhun' pas mau ngucapin terima kasih. Ini bener-bener ngebuat gue penasaran, apa emang artinya sama persis kayak 'terima kasih' dalam Bahasa Indonesia?

Setelah ngobrol sama beberapa temen yang orang Sunda asli, ternyata 'nuhun' itu emang padanan yang pas buat 'terima kasih'. Tapi yang bikin menarik, ada nuansa yang beda. Kata mereka, 'nuhun' itu lebih hangat dan personal, kayak bawa aura kekeluargaan. Jadi nggak cuma sekadar formalitas doang. Keren banget kan? Bahasa tuh emang nggak cuma soal arti literal, tapi juga bawa budaya dan rasa.

Kapan menggunakan 'nuhun' dalam percakapan Sunda?

3 Answers2026-05-29 03:30:20
Pernah ngalamin situasi di mana mau ngucapin terima kasih dalam Bahasa Sunda tapi bingung pake 'nuhun' atau 'hatur nuhun'? Aku dulu sering ngerasa gitu, apalagi pas awal-awal belajar bahasa daerah ini. 'Nuhun' itu kayak versi casual-nya, cocok dipake ke temen sebaya atau dalam obrolan santai. Misalnya, pas dikasih jajan sama tetangga atau dibantuin temen ngangkat barang. Rasanya lebih natural dan enggak kaku.

Tapi beda cerita kalo ngomong sama orang yang lebih tua atau di situasi formal. Di kasus gitu, 'hatur nuhun' lebih tepat karena lebih sopan. Aku sendiri suka mikir, pilihan kata ini mirip banget sama bedanya 'thanks' sama 'thank you very much' dalam Bahasa Inggris. Intinya, 'nuhun' itu ungkapan sehari-hari yang bikin obrolan terasa lebih akrab dan hangat.

Apa arti terima kasih bahasa Sunda dan contoh penggunaannya?

5 Answers2026-06-29 20:48:22
Nuhun itu ungkapan yang paling sering kudengar dari teman-teman Sunda. Kata sederhana ini punya kedalaman makna yang bikin aku selalu tersenyum. Di pasar tradisional Bandung, penjual sayur selalu bilang 'nuhun' saat menerima uang, rasanya lebih hangat daripada sekadar transaksi biasa.

Aku juga suka variasi halusnya seperti 'hatur nuhun' yang lebih formal. Waktu pertama ikut acara keluarga Sunda, paman mengucapkannya sambil sedikit membungkuk saat menerima bingkisan. Ada nuansa penghormatan yang dalam - bukan cuma sopan santun biasa, tapi penghargaan tulus terhadap hubungan antar manusia.

Apa arti kata-kata buhun Sunda Wiwitan dalam budaya Sunda?

9 Answers2026-05-30 02:37:09
Ada sesuatu yang magis tentang bagaimana bahasa Sunda Wiwitan menyimpan warisan leluhur. Kata-kata seperti 'karuhun' (leluhur) atau 'kasepuhan' (kearifan tua) bukan sekadar kosakata—itu adalah pintu masuk ke filosofi hidup yang menghormati alam dan roh nenek moyang. Dalam upacara 'Seren Taun', misalnya, frasa 'Ngaruwat Bumi' menggambarkan ritual pembersihan bumi yang penuh makna.

Yang bikin aku selalu terpesona adalah bagaimana setiap kata dalam Sunda Wiwitan punya lapisan makna. 'Pikukuh' bukan cuma aturan, tapi prinsip hidup yang terjalin dengan kepercayaan animisme-dinamisme. Dulu pernah dengar penjelasan sesepuh tentang 'ngerti diri'—konsep mengenal diri sendiri yang ternyata terkait dengan keseimbangan alam.

Apa arti kata 'hui' dalam bahasa Sunda sehari-hari?

5 Answers2026-04-21 19:25:22
Penggunaan kata 'hui' dalam percakapan sehari-hari masyarakat Sunda selalu bikin aku penasaran waktu pertama kali dengar. Kata ini sering muncul sebagai interjeksi spontan, bisa berarti 'hai' atau 'eh' tergantung konteksnya. Aku perhatikan teman-teman Sunda suka pakai ini untuk narik perhatian atau ekspresi surprise. Misalnya pas ada yang tiba-tiba muncul, "Hui, dari mana?"

Yang lucu, nada pengucapannya sangat mempengaruhi makna. Di Bandung sering dengar dengan intonasi ringan seperti "Hui~" sambil senyum, beda dengan "Hui!" bernada kaget. Uniknya, kata ini jarang dipakai dalam tulisan formal - lebih hidup sebagai bagian dari budaya lisan yang cair dan penuh kehangatan.

Related Searches

Popular Searches
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status