“Ladangku tandus, utang menumpuk, istriku sakit. Nggak ada lagi penghasilan! Nggak ada lagi harapan! Kalian nggak merasakan yang aku rasakan! Maka dari itu ... aku akan lakukan apa pun asalkan keluar dari situasi ini!”
Bagas Santoso, pria miskin 35 tahun, memutuskan melakukan pesugihan demi mendapatkan kekayaan instan dan cepat. Mendadak, takdir mengubah dia dan keluarganya.
———
Jangan lupa Follow IG @hitanaru_21
Teguh terpaksa memilih jalan pesugihan untuk mengubah hidup keluarganya. Namun ternyata apa yang direncanakan tak sesuai dengan kenyataan, karena dukun yang ia percayai malah salah menyerahkan tumbal.
Marni dan Darman. Keduanya merasa frustrasi atas kehidupan yang membuatnya dihina sebagai orang miskin. Mereka mengambil jalan mudah untuk mencari kekayaan dengan melakukan pesugihan pada Nyai Gayatri--jelmaan siluman ular.
Keduanya melakukan perjanjian, termasuk memberi tumbal setiap bulan purnama. Sampai salah satu anggota keluarga dengan tega diserahkan pada ratu penguasa lautan tersebut.
Namun, jalan tidak selalu mulus. Teror demi teror mulai mengintai. Kebahagiaan yang diharapkan justru perlahan memudar.
Teror apa yang diberikan Nyai Gayatri pada keluarga Marni? Siapakah yang menjadi tumbal? Dan, bagaimana kehidupan mereka setelah melakukan perjanjian?
"Kemana bayiku!" Indah terhenyak saat ia mendapati perutnya yang sudah cukup membesar tiba-tiba mengempis.
"Mas, bangun!" Indah yang menangis membangunkan lelaki yang tidur bersamanya.
"Ada apa, Dek!" ucap Prapto mengusap lembut matanya yang masih mengantuk.
"Bayiku hilang, Mas!" Indah menangis dengan tubuh bergetar dan wajah pucat.
"Astaghfirullahaladzim!" Prapto melonjak hampir jatuh dari atas ranjang saat melihat Indah berubah menjadi seperti orang yang kesetanan.
"Berikan bayi itu untukku!" ucap Indah dengan suara aneh, tubuhnya melayang di atas ranjang dengan tangan yang siap untuk mencekik leher Prapto.
Cover by pixel
Credits by Canva
Diabaikan dan diejek keluarganya, Arif Mahoni, 25 tahun, terjerat ke dalam lingkaran keputusasaan. Dia tersesat ke Desa Kandang Bubrah. Mbah Mijan, sosok misterius menawarkan pesugihan padanya. Tanpa segan, Arif menandatangani kesepakatan berbahaya.
"Aku bukan perawan tua hanya karena belum menikah. Jangan memaksaku lagi, Bu ...."
Kenes Nismara–wanita yang sudah pantas untuk menikah memilih lari dan bersembunyi di balik kesibukannya untuk melupakan urusan kekasih dan tuntunan menikah dari orang tua. Hingga akhirnya perjodohan terjadi dengan pria bernama Danesh Emran. Menikah secara virtual membuat Kenes belum menerima caranya Tuhan bercanda dengan perasaannya. Akankah pernikahan itu membuat keduanya semakin dekat? Atau justru kalah oleh keadaan ....
Gue sering mikir tentang bagaimana orang memandang pesugihan putih karena topiknya kerap bikin debat kusir di warung kopi dan grup chat. Bagi sebagian orang di komunitasku, etikanya tergantung pada niat dan dampak: kalau benar-benar tak melukai orang lain dan cuma cari berkah, ada yang bilang itu ‘jalan sunyi’ yang sah-sah saja. Namun banyak juga yang tetap menaruh kecurigaan—soal kejujuran, ketergantungan, dan kemungkinan merusak solidaritas sosial.
Secara pribadi aku melihat dua lapis penilaian etis. Lapisan pertama adalah moral domestik: apakah tindakan itu merugikan tetangga, keluarga, atau generasi berikut? Lapisan kedua lebih luas: apakah praktik itu menormalisasi solusi instan untuk ketidakadilan struktural—misalnya kemiskinan—daripada menuntut perubahan sosial? Banyak orang paham agama menolak pesugihan karena bertentangan dengan nilai keikhlasan dan kerja keras. Sebaliknya, sebagian orang yang lagi terdesak kadang melihatnya sebagai alat, bukan moralitas.
Kalau ditanya gimana aku menilai, aku condong ke kritis hati-hati: menimbang niat, konsekuensi nyata, dan apakah ada pilihan lain yang lebih adil. Aku rasa dialog terbuka di komunitas lebih berguna daripada sekadar menghakimi, dan penting buat jaga empati tanpa mengabaikan etika dasar.
Gila, sejak pakai beberapa tools, urusan booking kost 122 jadi berasa otomatis banget.
Awalnya gue pasang listing di platform besar dan lokal — misalnya situs booking yang banyak dipakai orang, plus marketplace kost. Di listing itu gue tulis fasilitas, aturan rumah, foto rapi, dan kalender yang selalu sinkron biar nggak double-booking. Sistemnya: tamu pesan lewat platform, mereka bayar DP atau full sesuai kebijakan, lalu notifikasi masuk ke email dan juga ke nomor yang gue pake buat komunikasi.
Selain itu gue sambungkan kalender ke aplikasi manajemen biar ketersediaan kamar update otomatis. Konfirmasi manual tetap gue kirim lewat pesan singkat dengan template yang isinya informasi check-in, kode kunci jika ada, dan peraturan rumah. Kalau ada tamu yang prefer langsung, gue siapkan form singkat dan link pembayaran via transfer atau e-wallet. Intinya: kombinasi listing publik + sinkronisasi kalender + konfirmasi tertulis bikin proses rapi dan minim drama. Berasa lega tiap lihat notifikasi booking baru muncul, langsung semangat beresin kamar buat tamu berikutnya.
Kemarin sore aku baru saja mencoba memesan obat online di Apotik Kusuma untuk pertama kalinya, dan prosesnya ternyata lebih mudah dari yang kubayangkan! Aku langsung membuka situs resmi mereka dan mencari obat yang dibutuhkan di kolom pencarian. Setelah menemukan produknya, aku tinggal menambahkan ke keranjang dan melanjutkan ke pembayaran.
Yang kusuka adalah mereka menyediakan beberapa opsi pembayaran, mulai dari transfer bank, dompet digital, sampai COD. Aku memilih bayar di tempat karena lebih praktis. Pesanan datang tepat waktu keesokan harinya dengan kemasan rapi. Pelayanannya ramah banget!
Kalau lagunya cukup dikenal, biasanya banyak versi chord yang beredar di internet—mulai dari situs besar sampai video cover di YouTube. Cara paling cepat: ketik judul lagu plus kata 'chord' atau 'kunci gitar' di Google. Tambahkan kata 'lirik' kalau kamu mau lihat teksnya sekalian. Situs internasional seperti Ultimate Guitar, Chordify, E-Chords, atau Songsterr sering muncul; sedangkan di ranah lokal, pencarian dengan frasa bahasa Indonesia juga sering membawa ke blog dan forum yang membahas kunci. YouTube juga sangat berguna karena banyak tutorial lengkap dengan penjelasan strumming dan posisi jari.
Namun, kualitasnya beda-beda. Aku suka membandingkan 2–3 sumber supaya tahu mana yang paling masuk akal secara musikal. Perhatikan tanda capo, kunci asli, dan kalau perlu transposisi—kadang versi online disederhanakan supaya lebih gampang dimainkan. Kalau lagunya langka atau baru dirilis, kemungkinan belum ada yang mengunggah chordnya; itu momen bagus buat coba main by ear atau nanya di grup gitaris. Intinya, ada banyak alat dan komunitas yang siap bantu, jadi kalau kamu mau coba sekarang juga, semoga cepat dapat versi yang cocok buat gaya mainmu.
Ada beberapa generator nama Thailand aesthetic yang bisa ditemukan online, dan aku sering menggunakannya untuk proyek kreatif atau sekadar iseng. Salah satu favoritku adalah 'Thai Name Generator' dari situs FantasyNameGenerators—bisa menghasilkan nama dengan nuansa tradisional sekaligus modern. Kerennya, mereka punya opsi untuk memilih gender dan tema, seperti 'royal', 'nature', atau bahkan 'urban'. Aku pernah memakai nama hasil generate untuk karakter OC di cerita pendek, dan teman-teman di forum writing malah kaget karena terdengar sangat otentik!
Kalau mau yang lebih visual, coba 'Thai Aesthetic Name Creator' di beberapa platform seperti Lingojam. Mereka menggabungkan arti di balik nama dengan font stylized, jadi cocok buat yang suka desain. Tapi hati-hati, kadang ada nama yang terdengar keren tapi ternyata artinya lucu atau random bagi penutur asli Thai. Tips dari aku: cross-check dulu di forum Thailand atau tanya teman yang ngerti budaya sana biar nggak awkward. Seru sih eksplorasi ginian, apalagi buat yang demam Thai drama atau BL series!
Membaca cerita silat Indonesia sampai tamat secara online sebenarnya lebih mudah dari yang dibayangkan, asal tahu di mana harus mencari. Dulu, aku sempat kebingungan karena koleksi fisik buku silat langka atau harganya mahal, sampai akhirnya menemukan beberapa platform digital yang menyimpan harta karun ini. Situs seperti 'Komikindo' atau 'Wattpad' kadang menyimpan karya-karya legendaris seperti 'Serial Pendekar Rajawali' atau 'Kisah Para Pendekar'. Beberapa penggemar juga rajin mengunggah PDF-nya di forum-forum khusus, meski harus hati-hati dengan hak cipta.
Kalau mau yang lebih legal, coba cek layanan e-book seperti 'Gramedia Digital' atau 'Google Play Books'. Mereka sesekali menawarkan cerita silat klasik dalam format digital, kadang dengan harga terjangkau atau bahkan gratis selama promosi. Aku sendiri pernah membeli 'Serial Bu Kek Siansu' di sana dan membacanya sampai tamat dalam seminggu. Rasanya nostalgic banget, apalagi dengan fitur bookmark yang memudahkan untuk melanjutkan bacaan kapan saja.
Untuk pengalaman lebih interaktif, beberapa komunitas di Facebook atau Discord sering membagi rekomendasi link baca online. Grup 'Pecinta Cerita Silat Indonesia' di Facebook, contohnya, aktif berbagi sumber valid. Yang seru dari komunitas begini adalah bisa diskusi langsung dengan sesama fans tentang plot twist atau karakter favorit. Dulu, aku sampai begadang hanya untuk bahas ending 'Pendekar Super Sakti' dengan orang-orang di grup itu.
Kalau preferensimu lebih ke audio, beberapa channel YouTube seperti 'Cerita Silat Audio' mengunggah versi dongengnya. Meski tidak sepadat teks aslinya, ini jadi solusi buat yang sering di perjalanan. Awalnya skeptis, tapi ternyata dengar alunan suara pencerita sambil naik commuter line itu surprisingly enjoyable. Siapa sangka, perjalanan dua jam bisa terasa singkat karena terhanyut kisah pedang dan ilmu silat.
Terakhir, jangan lupa eksplor arsip digital perpustakaan nasional atau universitas. Beberapa kampus seperti UI memiliki koleksi digitalisasi naskah silat lama yang bisa diakses gratis. Meski tampilannya mungkin kurang modern, kontennya tetap autentik dan lengkap. Setelah menemukan sumber yang pas, tinggal atur waktu dan nikmati petualangan para pendekar sampai halaman terakhir—tanpa perlu khawatir buku rusak atau hilang seperti versi fisiknya dulu.
Buku-buku romansa itu selalu punya tempat khusus di rak koleksiku. Kalau mencari versi fisik, aku sering mengandalkan toko online besar seperti Tokopedia atau Shopee karena mereka punya segmen khusus buku impor dan lokal. Beberapa toko indie seperti 'Buku Berkaki' juga menyediakan koleksi indie romance yang unik. Jangan lupa cek diskon di bulan tertentu, kadang ada promo buku romantis bestseller semacam 'The Notebook' atau karya lokal seperti 'Critical Eleven' dengan harga lebih murah.
Untuk pembaca digital, aku lebih sering menjelajahi Google Play Books atau Apple Books karena mudah diakses dari ponsel. Kalau mau free preview, Scribd opsi bagus meski harus berlangganan. Platform seperti Wattpad juga seru buat eksplorasi cerita romantis amatir yang sometimes hidden gems—beberapa bahkan akhirnya diterbitkan fisik! Terakhir, cek akun Instagram @bukupedia.id, mereka sering rekomendasi toko buku romansa niche dengan packaging aesthetic.
Ada beberapa platform yang sering menjadi tempat berburu novel gratis, dan 'Gila Setelah Pisah' bisa ditemukan di beberapa situs penyedia konten literasi digital. Coba cek di aplikasi seperti Wattpad atau Dreame, karena kadang karya semacam itu diunggah oleh pengguna lain. Tapi ingat, selalu dukung penulis dengan membeli versi resmi jika kamu benar-benar menyukainya.
Kalau mau opsi legal, beberapa perpustakaan digital seperti iPusnas mungkin punya koleksinya. Jangan lupa juga cek akun media sosial penulis, karena mereka kadang membagikan link membaca gratis untuk promosi.
Pernah ngehits banget sama novel-novel Teguh Esha zaman SMA dulu! Kalo mau baca karyanya online, bisa coba di aplikasi seperti iPusnas atau e-book store lokal semacam Gramedia Digital. Tapi jujur agak susah nemuin yang full version gratis karena hak ciptanya masih aktif. Beberapa platform indie seperti Sastra-Online kadang ada yang upload cuplikan 'Lupus' atau 'Ali Topan', tapi lengkapnya lebih aman beli versi digitalnya. Dulu sempet nemuin PDF-nya di situs arsip komunitas pecinta sastra Indonesia, tapi sekarang udah pada dihapus karena copyright strike.
Buat yang pengen nostalgia, coba cek marketplace buku bekas online. Kadang ada yang jual versi second dengan harga miring. Atau kalau mau cara legal, beberapa perpustakaan daerah sekarang udah punya layanan pinjam e-book, termasuk koleksi lama macam karya Teguh Esha.
Ada rasa nostalgia yang muncul setiap kali mencari manga lama seperti 'Legacy of the Monster's Blood'. Dulu, aku sering mengandalkan situs seperti MangaDex atau MangaFox untuk baca gratis, tapi sekarang banyak yang sudah tutup atau pindah domain. Coba cek di Bato.to—komunitas scanlation-nya aktif dan biasanya punya koleksi lengkap. Kalau enggak, Telegram grup scanlation semacam 'Shadow Library' kadang membagikan link unduhan. Tapi ingat, dukung karya resmi kalau ada kesempatan, ya!
Oh iya, jangan lupa pakai VPN atau ad blocker biar aman dari iklan mengganggu. Beberapa situs seperti MangaKakalot juga punya versi webreader yang nyaman, meski kadang terhalang region lock.