Ada satu momen di hidupku di mana aku merasa dunia berhenti berputar setelah putus dari mantan. Yang membantu banget waktu itu adalah mengejar kembali passion yang sempat terbengkalai. Aku mulai ikut kelas melukis setiap weekend—sesuatu yang dulu selalu aku tunda karena sibuk pacaran. Proses mencampur warna dan menorehkan kuas di kanvas bikin pikiran teralihkan dari rasa sakit. Lama-lama, lukisan abstrakku malah jadi semacam terapi visual untuk emosi yang numpuk. Aku juga nemuin komunitas seni lokal yang super supportive; mereka jadi semacam 'found family' yang membantuku melihat bahwa hidup masih punya banyak warna selain breakup.
Satu hal lain yang aku pelajari: jangan buru-buru hapus semua kenangan. Aku simpan beberapa foto di folder tersembunyi buat referensi lukisan, dan justru setelah berbulan-bulan, melihatnya lagi bikin aku tersenyum—bukan lagi sakit hati. Proses kreatif ini mengajarkanku bahwa move on itu bukan tentang melupakan, tapi tentang merangkai ulang kenangan jadi bagian dari pertumbuhan diri.
Pernah ngerasain breakup di mana kamu kayak jadi karakter sampingan di kehidupan sendiri? Aku mengalaminya, dan solusi paling gila yang berhasil adalah... jadi penggemar berat K-drama. Dengar-dengar 'Mengejar Cinta', aku malah marathon drama Korea tentang perempuan kuat bangkit setelah patah hati—kayak 'It's Okay to Not Be Okay'. Awalnya coba-coba, eh malah ketagihan sampe belajar bahasa Korea dasar! Lucunya, proses memahami dialog tanpa subtitle bikin otak terlalu sibuk buat mikirin mantan. Aku juga ikutan forum diskusi online buat ngobrolin plot twist drama favorit. Komunitas itu tanpa sadar jadi tempat curhat terselubung—orang-orang kasih sudut pandang fresh tentang hubungan tanpa tahu konteks aslinya.
Dari situ aku nemuin pola: kebanyakan drama romantis justru lebih menarik ketika pasangan utamanya gagal di awal cerita. Itu bikin aku sadar, mungkin breakupku cuma plot device buat season kedua hidup yang lebih seru. Sekarang malah seneng koleksi drama dengan tema female empowerment, dan somehow, jadi lebih percaya diri buat nulis cerita pendek versi sendiri di blog.
Breakup terakhir bikin aku sadar satu hal: cara terbaik move on itu dengan membanjiri diri sendiri hal-hal baru sampai ga ada space buat nostalgia. Aku ubah total rutinitas—yang biasanya Sabtu mamin video call mantan, sekarang jadi jadwal main D&D online sama teman-teman discord. Yang tadinya scroll IG stalker ex, sekarang waktu itu dipake buat bikin thread Twitter ngulas indie game pixel art. Aku bahkan mulai eksperimen masak resep-resep aneh dari 'Final Fantasy XIV Cookbook'—siapa sangka bisa bikin croissant ala Eorzea sambil ketawa-ketiwi sendiri karena adonannya berantakan.
Kuncinya? Jangan biarkan ada 'void' waktu kosong. Aku jadwalkan sesuatu setiap jam bangun tidur sampe mau tidur lagi, bahkan kalau cuma sekedar rewatch 'The Office' sambil origami. Two weeks in, hidup tiba-tiba penuh dengan inside jokes baru sama teman-teman guild game, project sampingan ngoding visual novel sederhana, dan... oh, ternyata udah tiga hari ga cek sosmed mantan. Rasanya seperti upgrade diri ke versi lebih colorful.
2026-07-10 15:32:25
0
Lihat Semua Jawaban
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Buku Terkait
Kukembalikan Suamiku Pada Mantan Istrinya
TrianaR
10
254.6K
Arini, seorang gadis cerdas yang berprofesi sebagai perawat lansia dipersunting oleh seorang duda beranak satu.
Dalam menjalani mahligai pernikahannya, ia harus menerima kenyataan kalau sang suami masih perhatian pada mantan istrinya dengan alasan anak mereka. Bukan hanya perhatiannya saja yang dirampas, sang mantan istri suaminya pun meminta 'jatah' nafkah yang lebih dari biasanya. Hubungan mereka kian dekat membuat Arini muak.
Ia merasa dimanfaatkan, bukan sebagai istri melainkan perawat ibu mertuanya yang lumpuh. Dari pada terus menerus kesal dan makan hati, akhirnya Arini mengembalikan sang suami pada mantan istrinya.
Bagaimana kisah selanjutnya?
Membalas Mantan : Cinta Sejatiku Datang Setelah Kematian
Risca Amelia
10
18.1K
“Maukah kau menikah denganku, Michael?”
Pertanyaan Anaby membuat semua orang terbelalak. Namun, mereka tak tahu jika Anaby baru saja terlahir kembali setelah diselingkuhi dan dibiarkan mati sekarat oleh suami dan sahabatnya di masa lalu. Jadi di kehidupan ini, Anaby tidak akan mengulang kesalahannya dan mengubah takdirnya.
Salah satunya ... memastikan perjodohannya dengan Michael Rajasa, ahli waris terkaya ibu kota, terlaksana!
'Rain Rain go away come again another day'
Embun selalu menyanyikan lagu itu untuk meledek Rain saat remaja dulu. Namun, siapa sangka lagu itu bagaikan mantra dan Rain benar-benar pergi jauh dari hidupnya. Hingga suatu hari, Embun sadar hatinya masih menyimpan nama Rain dan merindukan sosok pria itu.
Bagaimana bisa? seorang Embun Sky Jordan menjadi sekretaris Aksara Rain Prawira yang dinginnya melebihi freezer kulkas dua pintu?
Bagi Rain patah hati karena cinta pertama merubah hidupnya. Kini gadis pembuat luka itu datang kembali dengan segala tingkah yang membuatnya gila, mungkinkah Rain akan luluh? Atau sebuah pembalasan yang sama menyakitkannya sudah dia siapkan untuk Embun?
"Cita-citaku menjadi DPR."
"Lalu kenapa kamu malah berakhir melamar pekerjaan menjadi sekretarisku?"
"Kan sudah aku bilang, aku ingin menjadi DPR, Diperistri Pak Rain." ~ Embun
Setelah hamil, Cinta Sejati Suami Ingin Membakarku
Patricia
10
11.0K
Setelah tahu aku hamil, pasangan ideal suami sengaja melakukan pembakaran, ingin membakarku dengan hidup-hidup.
Aku tidak berteriak untuk meminta pertolongan, melainkan membantu ibu mertua yang pingsan karena tersedak, berjuang keras untuk bertahan hidup.
Kehidupan sebelumnya, aku menangis dan berusaha berteriak di tengah api, suami membawa orang menolong aku dan ibu mertua.
Cinta sejatinya demi bersaing denganku, nekat masuk ke dalam api, seluruh tubuhnya terbakar dan meninggal.
Setelah dia meninggal, suami bilang kalau dia sengaja melakukan pembakaran, jadi pantas kalau mati, lalu sangat patuh dan mengikuti semua permintaanku karena aku terkejut.
Tetapi setelah anakku lahir, suami malah menggunakan papan nama cinta sejatinya membunuh anaknya.
“Semua salah kalian berdua, membuatku kehilangan cinta sejati, pergilah ke neraka untuk menebus kesalahan!”
Di saat aku putus asa ingin mati bersamanya, membuka mata lagi, aku kembali ke saat kebakaran.
Pada hari ketujuh setelah kematianku, suamiku membawa kekasih lamanya ke ranjang pernikahan kami dan bercinta dengan penuh hasrat. Wajahnya tampak sangat puas saat berkata, "Akhirnya aku nggak perlu lihat wanita penghibur itu lagi."
Namun kemudian, dia memeluk barang-barang peninggalanku sambil menangis penuh penyesalan. "Sheny, kenapa kamu belum pulang juga?"
Sepertinya dia sudah lupa, nyawaku dan anak dalam kandunganku telah melayang di saat dia memaksaku mendonorkan sumsum tulang kepada kekasih lamanya.
Di layar HP terlihat seorang perempuan mendesah manja tanpa henti.
“Jason, kamu hebat banget .…”
Suara napas tertahan Jason Dharma terdengar berat dan kasar melalui pengeras suara.
Aku langsung matikan HP-ku. Dalam pantulan hitam layar HP, terlihat wajahku yang basah oleh air mata.
Aku dan Jason sudah pacaran sejak kuliah sampai akhirnya kita sampai di pelaminan. Lima belas tahun lamanya kami saling cinta seperti hari pertama kita baru pacaran, jadi pasangan idola yang sering dipuji banyak orang.
Namun hanya aku yang tahu kalau hati Jason sudah lama berubah. Ia jatuh cinta pada asisten yang aku pilihkan sendiri untuknya.
Kata-kata manis yang dulu hanya untukku, kini ia bisikkan ke perempuan itu. Aku pura-pura nggak tahu.
Jason diam-diam punya seorang anak dengannya. Aku nggak nangis, juga nggak buat keributan.
Ia kira semua kebohongannya tersusun sempurna tanpa cela. Ia nggak pernah sadar kalau aku sudah lebih dulu menarik diri dan siap-siap untuk pergi.
Jadi, pada hari ulang tahunnya, hadiah yang aku berikan adalah perpisahan untuk selamanya.
Ada sesuatu yang pahit tapi perlu tentang mengakui bahwa perasaan ini tidak pun tempat untuk tumbuh. Aku pernah terjebak dalam situasi serupa, dan yang membantu adalah menyadari bahwa cuma ada dua pilihan: terus menyiksa diri dengan harapan kosong, atau memilih untuk menghargai diri sendiri cukup untuk berjalan menjauh.
Mulailah dengan membatasi kontak—unfollow media sosialnya, hindari obrolan yang mengingatkanmu padanya. Isi waktu dengan hal-hal baru: eksplorasi hobi, baca buku seperti 'The Midnight Library' yang bicara tentang pilihan hidup, atau tonton anime semacam 'Nana' yang menggambarkan kompleksnya hubungan. Perlahan, kamu akan menemukan ruang untuk bernapas lega tanpa beban itu.
Pernah ngerasain kayak ditabrak truk gitu? Tiba-tiba dunia berhenti, nafas kayak dicabut, dan yang tersisa cuma pertanyaan 'kenapa?'. Aku pernah di posisi itu—ditinggal nikah begitu aja sama orang yang kupikir bakal jadi forever-ku. Yang akhirnya bikin aku bangkit adalah memutuskan untuk nggak jadi korban ceritanya. Aku mulai isi waktu dengan hal-hal yang bikin aku lupa sejenak: marathon series 'The Bear' sambil teriak-teriak di dapur, bikin playlist 'Breakup Anthems' full lagu Beyoncé, bahkan ikut kelas arang drawing yang hasilnya jelek tapi lucu.
Satu hal penting: jangan buru-buru 'move on' seperti target. Biarin aja sedihnya mengalir, tapi tetap sisipin hal-hal kecil yang bikin kamu ingat bahwa hidup itu lebih luas dari satu orang. Aku juga mulai nulis surat yang nggak pernah dikirim—semacam terapi untuk ngeluarin semua emosi yang numpuk. Lama-lama, luka itu berubah jadi cerita yang justru bikin aku lebih kenal diri sendiri.
Pernah ngerasain stuck di masa lalu padahal udah nikah? Aku juga pernah. Yang bikin beda adalah aku mulai ngeliat pernikahan sebagai babak baru, bukan sekadar 'lanjutan' dari hubungan sebelumnya.
Coba deh eksplor hobi bareng pasangan sekarang—aku malah ketagihan main board game sampe koleksi 'Catan' dan 'Ticket to Ride'. Gak cuma ngisi waktu, tapi bikin chemistry baru. Satu lagi: unfollow mantan itu wajib hukumnya. Trust me, liat story mereka lagi cuma bikin kamu compare terus sama hidup sekarang.