Bukan Pernikahan Impian
"Ah, entahlah. Ku rasa, aku jatuh cinta pada suami orang. Seandainya aku berhasil memiliki dia, aku tidak peduli pada uangnya. Aku hanya menginginkan orangnya saja."
"Jangan suami orang dong, Lus," kata Riska bernada menasihati.
"Iya, kasihan istrinya," sambung Fara.
Lusy tak menyahut. Dia terdiam dan melempar pandangannya keluar jendela. Hatinya gundah. Sebab istri dari laki-laki yang diceritakannya itu ada di dekatnya. Bahkan dia mengucapkan satu kalimat yang tanpa dia sadari ditujukan untuk dirinya. Lusy tak merasa kasihan pada sang istri yang adalah sahabatnya sendiri. Dia juga tak merasa bersalah karena telah menikmati malam bersama suami sahabatnya itu. Perasaan Lusy saat ini malah dipenuhi oleh rasa cemburu. Juga rasa penasaran untuk menang
dan berhasil menaklukkan hati Ivan.