Misteri di Rumah Mertua
"Ibu tahu, kamu dan keluargamu memang tidak menginginkan pernikahan ini, kan? Ibu juga tahu, kamu selalu berusaha menggagalkan rencana pernikahan Dania dan Ben. Sayangnya, kali ini kamu tidak bisa berbuat apa-apa. Sebentar lagi, Dania akan jadi istri Ben, dan kamu sudah tidak bisa lagi memisahkan mereka. Huh, dasar menantu durhaka!"
Ibu berlalu pergi dengan wajah juteknya, meninggalkan aku seorang diri yang langsung mengembuskan napas kasar melihat tingkah ibu mertua itu.
Haruskah aku menganggap dia mertuaku? Sayangnya memang begitu. Wanita yang barusan pergi adalah ibu mertuaku.
Beberapa menit setelah Ibu pergi, aku pun masuk kembali ke dalam gedung. Aku duduk di kursiku tadi, dan pertanyaan langsung diberikan Mama saat aku tiba.