Cinta Diam-Diam Sang Bos
"Oh, Cit. Aku hampir lupa, mamaku rekomendasikan seorang pengasuh untuk kita, soalnya sekarang kita bakal butuh orang buat jaga Panji kalau ada situasi darurat. Aku sudah langsung rekrut dia. Kamu nggak keberatan, kan? Dia bakal jemput Panji dari tempat penitipan anak tiap hari dan jagain sampai kita pulang. Aku sudah minta dia mandiin dan kasih makan juga. Kalau malam minggu, dia juga bisa bantuin, bahkan kalau kita harus keluar malam. Jadi Sabtu ini, dia yang jaga Panji biar kita bisa jalan. Tenang aja, dia lumayan handal, dulu dia pengasuhku juga. Dia berpengalaman, sudah ketemu Panji dan mereka cocok banget. Besok kamu bakal ketemu dia. Gajinya aku yang tanggung. Namanya Lina Herlita."
"Min, aku nggak tahu gimana jadinya hidupku tanpa kamu. Aku sempat
khawatir soal jemput Panji dari tempat penitipan anak. Bantuan ini tentu sangat membantu. Terima kasih ya! Tapi biar aku aja yang bayar gajinya Lina."
“Ya ampun! Aku yang bayar saja. Dia anak baptisku dan aku pengen kamu bisa keluar malam bareng aku. Jadi biar aku yang urus semuanya."