Suamiku Berandalan Sekolah
Adelio menyadari wajahku ketakutan, menyuruhku dibelakang punggungnya.
"Lo tetap di sini, biar gue yang lawan Frans," ucap Adelio, mengepalkan tangan.
"Iya," jawabku, mengangguk cepat apalagi bibirku memucat.
Adelio dengan wajah bengisnya berteriak, "Frans!"
Aku deg-degan karena kali ini, Adelio langsung memberikan bogeman tanpa aba-aba.
"Gue udah bilang, sekolah itu untuk tempat belajar. Bukan tempat obsesi lo, lo bisa mendapatkan semua kecuali Ranesya," kata Adelio, tersenyum miring.