Dewa
Titin Widyawaticerpen suamiku garangcerita sedih anak tak dianggap
Tembok dengan warna cokelat itu tertempeli sebuah jam dinding, di sana jarum berhenti di angka empat lebih lima menit.
"Lihat! Baru jam empat kok, Ovan tidur dulu ya? Nanti jam lima Mama bangunin, kasihan Papa capai banget, Nak."
Ovan pun akhirnya mengangguk. Dia berbaring ke springbed. Mama menyelimutinya lalu mengecup keningnya. Usainya beliau keluar membereskan rumah, membantu Bi Mimin yang sudah bangun dari jam setengah empat tadi.
Beliebte Kapitel