Terjerat Takdir Tuan Saka
Wajah seorang profesional yang terbiasa berada di ruang rapat, bukan lagi dalam medan perang batin.
"Hai, pak Nico... apa kabar?" sapanya ringan. Lalu pandangannya beralih pada Arga. "Dan… ini bukannya pak Arga, ya? Orang kepercayaan tuan Maverick dari Stonewell Technology??" Nada suaranya sopan, hangat, nyaris bersahabat.
Nico membalas dengan anggukan singkat, profesional seperti biasa. "Benar, kebetulan ada urusan dengan tuan Saka."