Perfect Partner
Dia merasa begitu tak sabar bermain dengan pamannya.
“Mainnya nanti, Sayang. Unlce Bian masih lelah.” Shera memberitahu sang anak.
“Iya, Anka tahu. Nanti maksudnya.” Anka membenarkan ucapannya itu.
Bian tersenyum melihat keponakannya yang pandai sekali menjawab. “Iya, nanti jika Uncle lelahnya sudah hilang, kita main.”
“Ye ….” Anka begitu senang. Dia segera menatap Gemma yang berada di seberang pamannya. “Nanti Kak Gemma ikut ya,” pintanya.