Handa
Henny Djayadi gambar sendok dan garpupap pegangan tangan di cafepap di warungpiring sendok garpu
Harris yang merasa diabaikan oleh putranya, menggebrak meja menunjukkan amarahnya.
"Dia benar-benar melakukan semua ini?" Satria mulai melihat-lihat foto Handa yang lainnya
"Papa yakin matamu tidak buta, SATRIA MAHAWIRA ARGAWINATA," ucap Harris penuh penekanan menunjukkan jika dirinya benar-benar sedang marah. "Bayangkan apa jadinya jika ada yang tahu menantu Argawinata harus bekerja di dua tempat, sebagai tukang cuci piring dan pelayan kafe hanya untuk bertahan hidup," sambung Harris, memberi penjelasan pada Satria.
Beliebte Kapitel