Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
ANAK TUKANG CUCI PIRING

ANAK TUKANG CUCI PIRING

Selesai mendirikan tenda, mereka melangsungkan salat Magrib, kemudian membuat api unggun dan memasak menu sederhana yaitu mi instan. Emmeryl dan beberapa temannya yang ikut hiking terus berbincang, termasuk dengan Jojo, lelaki berkepala plontos, tak lain tak bukan adalah sahabat dekatnya. Sebenarnya wanita yang ikut camping bukan hanya Imas, ada dua wanita lain alias bawaan Jojo. Imas sendiri hanya bisa mendengarkan percakapan mereka seraya mengunyah mi instan pelan-pelan. Sementara Emmeryl berkali-kali tertawa karena begitu larut dalam obrolan masa lalu.
1060.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai indian camp story
Baca
+Pustaka
OUR STORY

OUR STORY

Aroma makanan mengalihkan perhatian mereka. Sekali lagi mereka dibuat kagum oleh makanan mewah dan terlihat lezat dimeja makan. Tanpa menunda lagi mereka bertiga segera duduk lalu memyantap makanan didepan mereka. Sudah beberapa hari mereka tidak makan dengan benar saat di Hutan Kematian mereka hanya makan daging buaya yang Arion tangkap dan buah buahan yang mereka temui disepanjang jalan.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai indian camp story
Baca
+Pustaka
Four Adventures

Four Adventures

-Four Adventure- Suara denting-denting besi bergemerincing sejak tadi menghinggapi indra pendengaran keempat remaja yang kini tengah duduk di suatu camp yang memiliki penghuni-penghuni perkasa yang dilatih untuk mempertahankan negeri ini. “Hey kita sudah di sini sejak lama, kenapa belum ada yang datang juga. Mana lelaki ketua camp ini? Aku masih bisa mengingat wajahnya meski kita terakhir bertemu tiga bulan yang lalu.”
3.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai indian camp story
Baca
+Pustaka
Our Story

Our Story

Bahkan sang mama sendiri yang menyuruhnya. Setelah melewati jalanan kota malam ini yang cukup ramai, dua remaja itu akhirnya sampai di depan sebuah warung makan. Aira turun, melepas helmnya kemudian merapikan rambutnya yang cukup berantakan lagi. Daffa tiba-tiba bersuara ketika netranya menangkap sosok laki-laki yang berada di dalam kafe seberang jalan. "Eh, itu si Rehan, kan?"
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 175 kali sebagai indian camp story
Baca
+Pustaka
Della's Story

Della's Story

"Gak tau lah." "Kan aku belum cerita, ih." Della mencubit perut Syafiq pelan. "Aduh - aduh, sakit. Iya mau cerita apa?" Syafiq berpura - pura kesakitan biar Della puas, padahal cubitan Della tidak begitu terasa. "Dulu ya, waktu aku pergi ke pantai dengan ayah dan ibu, aku pernah melihat perempuan bercadar."
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai indian camp story
Baca
+Pustaka
Friendships

Friendships

Keesokan harinya, mereka ber 6 berkumpul di saung. Bisa disebut saung itu adalah basecamp mereka, saung itu milik ayah vera, karena ayahnya lah sang pemilik sawah yang amat luas itu. "Nanti malem, kita camping yuk!" ajak Ghea kepada teman-temannya. "Camping kemana?" tanya Zaki "Emang disini ada gunung?" tanya Glen "Ada, jaraknya lumayan deket, kita cuman perlu naik angkot 1x aja." jawab Ghea
9.72.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai indian camp story
Baca
+Pustaka
Penguasa Utara dan Sistem Intelejen Pengubah Takdir

Penguasa Utara dan Sistem Intelejen Pengubah Takdir

Tetapi ia tidak berani berhenti. Setelah berlari selama hampir dua jam, sesuatu akhirnya muncul di depan matanya. Itu adalah sebuah kamp. Ian membeku. Tempat ini—ia pernah ke sini sebelumnya. Sebelum perang, ini adalah desa kecil, dan ia, sebagai seorang tukang kayu, pernah datang untuk memperbaiki rumah di sini.
9.67.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 271 kali sebagai indian camp story
Baca
+Pustaka
Petualangan Tujuh Hari

Petualangan Tujuh Hari

“Oh itu, ada acara perkemahan yang bakalan diadain selama seminggu.” “Eh, makasih, ya infonya.” Gadis dengan name tag Sania itu mengangguk dan tersenyum, lalu meninggalkan Via di sana. “Ibu sama Apap ngizinin gak, ya kalo aku ikut perkemahan ini?” Via bermonolog. *** “Tolol lo kalo gue jatuh ke bawah bisa mati! Lo mau gue mati, hah?” "Gue gak dorong lo, Bangke!"
22.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai indian camp story
Baca
+Pustaka
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status