MAWAR
Purpelomawar berduri di tanganmawar hitam di tanganpohon mawartato mawar di leher samping
Mawar bertanya kembali, karena Anita belum menanggapi ucapannya.
"Iya, nona," Anita mengangguk, meski tidak dapat dilihat Mawar.
"Aku di desa hanya memiliki sedikit teman karena banyak yang memusuhiku disana," adu Mawar.
"Kenapa?"
"Yah.." Mawar mengembuskan nafasnya sebelum menjawab. "Banyak lelaki yang menggodaku disana, aku sering dituduh merebut pacar orang," Mawar terkikik, lalu tiba-tiba Anita pun ikut terkikik. " Tapi saat aku hidup di kota, aku selalu mendapatkan cemoohan karena memakai kacamata yang terlalu besar di wajahku yang kecil. Mereka tidak tahu saja bahwa banyak pria di kampung yang jatuh cinta padaku, mereka mengatakan bahwa aku memiliki tubuh dan wajah yang ideal."