Selir Shen: Menulis Ulang Takdir di Istana Dingin
White Plum novel satu miliar untuk semalamnovel semalam dengan istrimusedikit keluh malam ininovel ceo dingin dan istri kecilnya
“Kenapa nendang-nendang?”
Qinglan langsung sigap. “Kenapa, Niangniang?”
“Aku kayaknya lapar,” jawabnya polos. “Pengin makan mie, deh.”
Qinglan berkedip. “Mie?”
“Iya, mie.” Shen Yaoqing mengangguk mantap. “Mie kuah yang panas, banyak bawangnya, kalau bisa pedas.”
Qinglan tampak ragu. “Makanan seperti itu tidak biasa untuk ibu mengandung.”