EMERALD
Latopiacontoh puisi bullyingcinta yang menyiksa
“Nanti kalau Alin pulang dengan kondisi apa pun, Bibi harus nyambut Alin dengan senyuman ya Bi. “
Bi Asih perlahan menarik ujung bibirnya. Bi Asih berusaha tersenyum agar Alin tidak terus bersedih melihat nya seperti ini.
“Iya Non, Bibi yakin kalau Non bisa lawan tuh 2 penyihir jahat. “
“Kalau ada apa apa Non langsung telepon Bibi ya, biar nanti Bibi pukul pakai lap andalan Bibi. “
Alin tertawa kencang melihat tingkah Bi Asih yang lucu. Mana mungkin orang berantem pakai lap. Yang ada Bi Asih yang kalah dan ketakutan.
“Yaudah Bi, Alin mandi dulu ya. “
Tanpa menjawab Bi Asih kemudian keluar dari kamar Alin. Dengan melambaikan tangan dan menutup pintu kamarnya.
人気のチャプター