When Drama Becomes Reality
“Hei, Nara, ini baru latihan, bukan audisi besar. Santai sedikit, dong.”
Nara melirik Maya sambil mengerutkan dahi sembari mengangkat naskah di tangannya.
“Santai? Gimana aku bisa santai kalau dialognya kayak...begini?”
Nara mendekati Maya lalu berbicara dengan suara pelan. “Itu dia masalahnya, May. Dialog ini... terasa aneh. Seperti aku pernah mendengarnya sebelumnya.”
Maya tertawa kecil pada Nara. “Yah, kan semua drama pasti mirip. Konflik keluarga, cinta terlarang, rahasia besar. Itu resep klasik.”