Filtrar por
Status de atualização
TodosEm andamentoConcluído
Ordenar por
TodosPopularRecomendaçãoAvaliaçõesAtualizado
Sosok yang Spesial

Sosok yang Spesial

Mendengar perkataanku, alisnya sedikit berkerut. “Siapa yang mau pulang?” Aku tak menjawab, hanya melanjutkan obrolanku dengan manajer sebelum akhirnya menutup telepon. Ketika berbalik, aku melihat mata hitam Kevin yang menatapku tajam. “Tadi kau bilang siapa yang mau pulang?” Aku asal menjawab, “Ada rekan kerja mengajukan permohonan untuk pulang.” Kevin menyeringai sinis.
26.8K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 590 Vezes como special returner
Ler
+Biblioteca
Back To Home

Back To Home

“Anindya.” Aku kembali memandang Pak Ray, sosok atasan yang mau menerimaku, dari aku yang tidak tahu apapun terkait gerlapnya dunia kerja di Ibukota. “Stay safe whenever you are.” Aku tersenyum. “Thanks, Pak.”
573 visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 17 Vezes como special returner
Ler
+Biblioteca
Reset

Reset

Lintang tersenyum berdiri, kembali masuk ke minimarket, "Tunggu sebentar ya, pak." "Waduh nak, merepotkan sekali. Tapi terimakasih banyak ya, nak. Dari tadi pagi saya belum makan. Nggak bawa uang juga." Lintang kembali dengan membawa satu cup mie instan yang sudah dia seduh. Juga secangkir kopi panas. "Temenin saya makan pak. Nggak enak makan sendiri. Rumah Bapak di Dago?" tanya Lintang sekali lagi.
2.5K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 92 Vezes como special returner
Ler
+Biblioteca
COMEBACK

COMEBACK

Kata Vanda menghentikan langkahku. Aku menyerahkan ponselku yang sudah menunjukkan nomor kontakku yang bisa dihubungi. Vanda segera mencatat nomorku ada ponselnya. Kemudian dia terlihat mengirim sebuah stiker love padaku. Sial, sepertinya Vanda memang sengaja mengobrak-abrik pertahananku.
3.3K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 114 Vezes como special returner
Ler
+Biblioteca
RETAK

RETAK

Setelah makan malam tadi, dia disuruh untuk membeli label nama undangan. Karena di rumah tidak ada yang bisa disuruh selain dirinya. Nesya belum pulang, Riandika sang adik bungsu tak bisa diandalkan. Terpaksa Vitaloka sendirilah yang harus membeli ke tukang fotocopi yang sialnya toko tersebut jauh dari rumah. Vitaloka mengembuskan napas kasar. Gerimis mulai berjatuhan dari langit. Dia menengadah langit, perlahan wajahnya merasakan gerimis tersebut.
103.4K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 125 Vezes como special returner
Ler
+Biblioteca
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status